Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Hukuman Dari Gelang Naga Perak


__ADS_3

WANITA BERJUBAH hitam itu sudah babak belur dan dipenuhi luka cambuk. Melihat tatapan Li Chang Su yang penuh dengan kegembiraan, dia sendiri merasa merinding. Siapa yang bisa menjelaskan bagaimana bisa gadis ini berubah menjadi begitu mengerikan?


Ini lebih mengerikan daripada dirinya. Setiap kali cambuk mengenai tubuh, dia seperti sedang disayat dan direndam dalam air garam. Rasanya sangat perih.


Kini mendapatkan tawaran untuk mencoba gelang naga perak, entah kenapa dia tidak mau memikirkannya lagi. Tawaran itu menggoda, tapi penuh bahaya.


Sayangnya, Li Chang Su Tidak melepaskan kesempatan itu dan meraih pergelangan tangan kiri wanita berjubah hitam.


"Karena kamu sangat ingin mencoba, maka aku akan membiarkanmu memakainya." Dia menyeringai.


Wanita berjubah hitam itu menggelengkan kepala. "Tidak ... Tidak. Aku tidak mau mencoba. Gadis, tolong maafkan aku. Tolong jangan bunuh aku!" Dia hanya bisa memohon.


"Bagaimana kamu tahu aku akan membunuhmu? Daripada menebak-nebak, lebih baik nikmati saja apa yang akan terjadi pada dirimu. Sudah lama aku tidak melawan orang hingga menyaksikan kematian mereka. Begitulah caraku menyiksa tahanan hingga mereka memohon. Sayang sekali, mereka penuh dengan dosa sehingga harus menemui raja dunia bawah untuk pengampunan dosa," tutur Li Chang Su seperti seorang gadis polos yang belajar apa itu artinya hidup.


Li Chang Su meminta gelang naga perak untuk mencoba pergelangan tangan wanita berjubah hitam


Walaupun naga perak sendiri enggan, dia masih cukup baik hati untuk mengikuti keinginan tuannya. Gelang itu tiba-tiba saja bergerak, membuat wanita berjubah hitam semakin pucat. Bagaimana bisa ini terjadi?


Siapa yang bisa memberi tahu bagaimana gelang naga perak itu terlepas dengan sendirinya dan mulai melingkari pergelangan tangannya?


Mata gelang naga perak mengeluarkan cahaya merah samar dan semakin terjerat erat di pergelangan tangan kanannya. Wanita berjubah hitam itu menggelengkan kepalanya dan ingin melepaskan gelang itu. Tapi tak berapa lama, dia tertegun.


Gelang itu sama sekali tidak menyakitinya, hanya mencekik pergelangan tangannya sedikit. Merasa bahwa gelang itu sangat tenang, ada senyum bahagia di wajahnya. Tapi ia tidak melihat ekspresi bingung di wajah Li Chang Su, jutsru sebuah seringaian.


Gelang ini pasti merasa bahwa dia lebih cocok dibandingkan dengan gadis kecil itu. Tapi setelah senyumnya mekar, rasa sakit tiba-tiba saja muncul di tubuhnya.


"Ah!!" Wanita berjubah hitam itu merasa sakit di tubuhnya.


Tubuhnya seperti diremukan oleh sesuatu yang berat. Bukan hanya itu, tapi juga rasa sakit yang hebat di wajahnya.


"Apa yang terjadi? Apa yang terjadi?" Wanita berjubah hitam itu akhirnya berguling di salju dan jalan setapak. Tubuhnya panas dan memerah.

__ADS_1


Gelang naga perak mengeluarkan cahaya samar dan mata merah menyala. Tentang saja gelang naga perak marah. Gelang itu juga mencekik pergelangan tangan wanita berjubah hitam.


"Bagaimana? Apakah kamu suka?" Li Chang Su terkekeh.


"Kamu ... Tidak! Tolong bantu aku ...!" Wanita berjubah hitam itu memohon padanya dengan ekspresi kesakitan.


Gelang naga perak sama sekali tidak menyukai wanita berjubah hitam sehingga terus menggunakan kekuatannya untuk menghukum.


Sama halnya seperti saat Rongyu memakai gelang naga perak, wanita bejubah hitam itu juga mampu melihat seekor naga perak transparan di langit. Menatapnya dengan sepasang mata merah menyala dan embusan napas kematian.


Wanita berjubah hitam itu semakin ketakutan dan gemetar. Pergelangan tangan kirinya terasa panas dan menyakitkan. Bahkan Li Chang Su sendiri mampu melihat naga perak itu, sangat besar dan terlihat jahat.


Mungkinkah ini hal yang sama seperti saat Rongyu memakai gelang naga perak dan mendapatkan hukuman?


Tak berapa lama, naga perak transparan langsung mengembunkan bola api di mulutnya dan menembak wanita berjubah hitam.


"Kamu tidak pantas memakai gelang nagaku!" Suara naga perak transparan mengejutkan Li Chang Su.


Lalu gelang naga perak telah melepaskan diri dari pergelangan tangannya dan kembali ke pergelangan tangan kiri Li Chang Su, melingkar seperti biasanya.


Bayangan naga perak transparan sudah menghilang perlahan. Lalu keadaan kembali seperti semula. Li Chang Su mundur beberapa langkah dan memperhatikan wanita berjubah hitam yang telah terkena kutukan.


"Panas!! Panas! Tolong aku! Ini panas! Padamkan apinya ...." Wanita berjubah hitam belum sadar jika api di tubuhnya sudah padam. Tapi kulitnya yang halus dan putih kita menghitam, dipenuhi luka bakar dan juga bernanah.


Jeritannya sangat menyedihkan. Berguling di salju, tapi tak ada rasa dingin. Justru semakin panas. Mau tidak mau, wanita berjubah hitam itu mengambil tindakan lain. Dia menggigit racun yang ada di giginya dan langsung meninggal di tempat.


Li Chang Su menghampirinya dan menggunakan kaki untuk melihat wajahnya yang gosong. Wanita berjubah hitam itu mati begitu saja. Ternyata, gelang naga perak benar-benar memiliki kutukan yang nyata. Dia mengelus gelang perak di pergelangan tangan kirinya dan memikirkan hal lain.


He Ze yang ada di ruang artefak pun hanya memutar bola matanya dengan malas. Ada sepiring kacang rebus di sampingnya. Mengamati semua hal di dunia luar, ia tampaknya tidak peduli.


Setelah mengambil wujud manusia beberapa waktu lalu, dia cukup lelah. Mengambil wujud tupai lebih menyenangkan, pikirnya.

__ADS_1


Saat ini, Li Chang Su sedikit linglung. Jika bukan karena Mu Xianzhai menyentuh pundaknya, ia mungkin akan hanyut dalam pikirannya tentang hukuman gelang naga perak.


"Su'er ... Semuanya sudah berakhir ...," kata Mu Xianzhai dengan nada yang lembut.


Gadis itu berbalik dan menatap Mu Xianzhai. Dia tahu mata di balik topeng itu terlihat begitu cantik dan menyenangkan hatinya. Tiba-tiba saja dia berjinjit dan meraih kepala pria itu, mencium bibirnya untuk waktu yang lama.


Mu Xianzhai tertegun di tempat. Dia tidak tahu bahwa istri kecilnya ini akan menciumnya tiba-tiba. Lict dan Mu Hongzhi menahan napas saat melihat pemandangan itu dan segera mengumpat. Mereka berdua makan makanan anjing lagi. Betapa malunya.


Sedangkan Mu Xianzhai segera memperdalam apa yang telah dimulai istrinya. Keduanya terjerat untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya Li Chang Su memeluk dia dengan erat.


"Maafkan aku," katanya.


Mu Xianzhai tidak tahu apa yang salah dengan istrinya. Dia memeluk gadis itu dan mengelus kepalanya dengan sabar.


"Kenapa minta maaf?" tanyanya.


"Tak seharusnya aku memiliki kebencian terhadapmu saat bersama Rongyu waktu itu," jawab Li Chang Su sedikit malu.


Tampaknya Mu Xianzhai tahu apa yang membuat istrinya begitu kesal dan marah waktu itu. Hingga enggan membuka hati untuknya. Mungkinkah karena gelang naga perak yang diberikan pada Rongyu?


Selama ini, Li Chang Su mungkin memiliki sedikit rasa marah padanya akibat kejadian satu tahun yang lalu.


"Ini salahku. Tidak akan terulang lagi. Aku berjanji, apapun yang terjadi di masa depan, pasti berdiskusi dengan Su'er. Percayalah, dia hanya selir dalam ucapanku saja waktu itu. Tidak pernah benar-benar menjadi selir. Aku masih bersih," bisik Mu Xianzhai.


"Kenapa dia tidak mati saja waktu itu?! Membuatku kesal!"


"Dia akan mati cepat atau lambat. Kutukan gelang naga perak tidak kecil. Jangan khawatir, ketika kita kembali ke ibu kota, Su'er bisa melakukan apa saja." Mu Xianzhai memberinya ketenangan.


"Baik." Gadis itu akhirnya menghela napas panjang di pelukannya.


"Masih marah? Jika Su'er masih memiliki keluhan terhadap Raja ini, katakan saja sekarang. Raja ini akan memperbaikinya di masa depan," kata Mu Xianzhai lagi dengan ekspresi memanjakan.

__ADS_1


__ADS_2