
"PIKIRKAN CARA untuk mengalahkan mereka!" Seru pria berjubah hitam di dekatnya.
"Sayangnya tidak bisa. Pihak lawan lebih kuat. Itu para raja binatang mutasi cahaya. Salah satu dari mereka jelas binatang mutasi suci. Kita kalah kekuatan meski banyak jumlah!" Kali ini, pemimpin dari salah satu keempat pria berjubah hitam pun berbicara.
"....." Apakah mereka kalah malam ini?
"Sialan! Kita harus mengubah rencana!"
Keempat pria berjubah hitam jelas tidak bisa tinggal diam ketika para binatang mutasi cahaya bermunculan. Bahkan salah satu dari mereka kini tidak kuat lagi menahan lonjakan energi tenaga dalam hingga akhirnya memuntahkan darah.
Di saat mereka sedang berdiskusi, seekor tupai putih melompat dari satu pohon ke pohon lain sambil melemparkan empat bola putih yang mudah hancur. Empat bola putih kecil itu hancur di kepala mereka dan menyebarkan bubuk. Membuat mereka batuk seperti menghirup merica.
"Apa lagi ini? Siapa di sana?" Salah satu mereka menyadari ada sesuatu yang tidak beres dan menoleh ke belakang. Tapi tidak melihat siapapun.
Hanya saja seekor tupai putih yang sedang makan kacang rebus pun menjadi perhatian. Itu berbulu putih lagi. Tapi tidak memiliki aura binatang mutasi raja. Sangat mencurigakan. Oleh karena itu, mereka tidak telralu menghiraukannya.
Tapi, saat tupai putih itu melemparkan beberapa kacang rebus yang tidak diketahui dari mana asalnya, tiba-tiba saja rasa gatal muncul.
Keempatnya menggaruk beberapa bagian tubuh karena gatal. Bahkan para pengendali cadangan pun telah pingsan.
"Apa?! Peliharaan siapa ini?" Salah satu pria berjubah hitam menggaruk tubuhnya dengan hebat. Sangat gatal. "Sial! Bubuk putih itu ternyata racun gatal-gatal!"
He Ze tertawa ringan dan segera melarikan diri. Keempat pria berjubah hitam dengan topeng itu terkejut bukan main. Tupai yang bisa bicara? Apakah ini salah satu binatang mutasi juga? Tapi ukurannya terlalu kecil.
Tidak! Mereka tidak pernah melihat tupai mutasi seperti ini. Tidak ada sama sekali!
"Yah, apakah kamu sudah melihat tupaiku?" Suara seorang gadis muda segera terngiang di telingan mereka. Lagi-lagi, keempatnya menoleh ke sisi lain.
Seorang gadis bergaun polos berada di atas dahan pohon sambil tersenyum, mengelus seekor tupai putih alias He Ze di tangannya. Mereka segera berwaspada dan mengambil posisi bertarung.
__ADS_1
Ternyata istri dari Raja Perang. Mereka tidak menyadari kehadiran Li Chang Su yang sebenarnya baru saja tiba beberapa saat yang lalu.
Sayangnya, rasa gatal di tubuh hampir mengalihkan perhatian mereka. Pada akhirnya, keempat pria berjubah hitam dengan topeng polos itu pun menggaruk tubuh lebih dulu dan mengutuk orang.
Ini semua pasti telah direncakan oleh raja perang. Karena malam hari, Li Chang Su tidak terlihat jelas di mata mereka. Sebagai pengendali binatang mutasi, tidak ada keahlian lain selain bertarung jarak dekat.
"Kamu ... Apakah kamu istri Mu Xianzhai?" tanya salah satu dari mereka.
"Ya." Li Chang Su mengakuinya.
"Serahkan gelang naga perak pada kami!" Akhirnya mereka mengatakan tujuannya. Melihat gelang naga perak sedikit terlihat indah di pergelangan tangan kiri Li Chang Su, mereka hampir gila.
Gelang naga perak itu memiliki kekuatan yang besar. Mereka bisa menggunakannya untuk latihan. Guru sekte berkata jika gelang naga perak milik Mu Xianzhai merupakan yang asli. Dengan kata lain, naga perak benar-benar ada di dalam gelang itu.
Sayangnya, Li Chang Su tidak tahu tentang ini. Namun mungkin Mu Xianzhai berbeda. Ada banyak pangeran dan juga gelang naga perak diberikan pada mereka.
Salah satunya ada di pangeran tertua. Mu Peizhi—pangeran kedua, sedikit tahu jika penjaga gelang naga perak milik pangeran tertua. Yaitu seekor kucing putih.
"Tidak ada hubungannya denganmu! Serahkan saja pada kami jika suamimu itu tidak ingin mengalami Kecelakaan!" Pria berjubah hitam dengan suara serak dan kejam berusaha menakuti Li Chang Su.
Sayangnya, gadis itu tertawa. Bahkan He Ze yang memiliki suara menggemaskan pun tidak sabar dan melempar mereka lagi dengan kacang tanah rebus. Rasa gatal di tubuh mereka akan bertahan seharian. Sayangnya, mereka tidak memiliki waktu hidup sebanyak itu.
Li Chang Su merasa lucu. Mengancam dia dengan Mu Xianzhai? Apakah itu lelucon. Sejak awal, dia sudah menebak jika kedatangan mereka pasti untuk Mu Xianzhai. Karena itu, dia telah berdiskusi dengan pria itu, apa yang harus dilakukan setelah ini.
Dia hanya menunggu mereka mengambil langkah selanjutnya. Benar saja, keempatnya meniup peluit khusus. Tak lama kemudian, ia sudah dikepung oleh para pria berpakaian hitam, memiliki pedang tersarung di belakang punggung.
Salah satu dari keempat pria berjubah hitam dengan topeng polos pun tertawa sombong. "Sebaiknya kamu serahkan gelang naga perak. Maka semuanya akan baik-baik saja. Kami akam menarik kembali pasukan binatang mutasi ini."
"Bagaimana jika aku tidak mau?" Gadis itu hanya mencibir.
__ADS_1
"Jangan salahkan kami bersikap kasar. Kamu juga akan ternoda di tangan para bawahanku!"
"Huh, kesombongan yang baik. Buktikan dulu baru aku akan mengakui."
Li Chang Su terkekeh dan memelintir sebagian kecil rambutnya. Dia membiarkan He Ze pergi untuk berurusan hal lain. Sedangkan dirinya sendiri merenggangkan otot-otot tubuhnya yang agak kaku.
Setelah bangkit dan berdiri dalam kepungan para pria berpakaian serba hitam, Li Chang Su hanya mengeluarkan belati.
"Lihatlah. Aku akan menghapus mereka dalam beberapa menit saja."
Sebelum keempat pria berjubah hitam dengan topeng polos itu mengerutkan kening, sosok Li Chang Su sudah tidak ada di tempatnya. Lalu terdengar teriakan samar para pria berpakaian serba hitam itu. Mereka tumbang dengan tubuh tidak bernyawa.
"....."
Para pria berpakaian serba hitam saling berpandangan dan melihat seorang gadis berusia lima belas tahun, memegang belati dan menyayat leher serta menusuk jantung rekan mereka dengan cekatan.
Tiba-tiba saja mereka memiliki pemikiran dua kali. Li Chang Su mungkin bertubuh kecil. Terlihat seperti setan kecil yang sedang bermain dengan manusia fana. Dengan posisi berdiri dan cara menyerang, mereka seperti merasakan belati dingin di leher.
Alih-alih menyerang, mereka justru mundur perlahan. Lalu menatap keempat pria berjubah hitam yang memakai topeng.
"Bos. Kami tidak bisa melawannya. Dia terlalu kuat!" kata salah satu dari pembunuh bayaran itu sangat polos.
"...." Keempat pria berjubah hitam dengan topeng polos itu tertegun. Lalu segera marah tanpa alasan. Sungguh tidak berguna. Mereka semua pengecut.
Dengan tubuh gatal-gatal, keempat pria itu menyerang Li Chang Su bersamaan. Mereka tidak peduli. Tapi Li Chang Su sepertinya tidak menyisakan semua pembunuh bayaran itu. Dia hanya mengunakan belati dan ilmu seni bela diri.
Sayangnya, di saat mereka bersiap menyerang dan menangkap Li Chang Su, gadis itu sendiri tersenyum aneh.
Tiba-tiba saja, sosok jangkung muncul di hadapan keempat pria berjubah hitam dengan topeng polos tersenyum. Keempatnya yang tersenyum itu akhirnya kaku saat melihat sosok jangkung bertopeng perak itu.
__ADS_1
Salah satu dari mereka segera membelalakkan mata. "Ka-kamu ... Bagaimana bisa kamu muncul di sini?" tanyanya gagap.
Sungguh aneh jika melihat seseorang tiba-tiba muncul begitu saja di udara. Apakah ini teleportasi?