Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Perasaan Tidak Nyaman


__ADS_3

MU HONGZHI hanya ingin mengeluh dan mengadu pada Li Chang Su bahwa Mu Xianzhai begitu kejam. Memintanya untuk makan kacang rebus selama memasak dan melewatkan makan malam.


Ini sudah lewat jam makan malam karena Mu Xianzhai ingin menunggu istrinya bangun. Sekarang setelah melihat gadis itu bangun, Lict dan Mu Hongzhi bersorak.


"Sepupu Ipar, syukurlah. Syukurlah sudah bangun," kata Mu Hongzhi dengan nada memohon.


Li Chang Su tidak tahu apa yang sedang dialami oh dua pria itu malam ini. Ini benar-benar sudah malam dan salju turun cukup lebat. Tapi itu tidak membuat mereka berteduh karena pepohonan di sekitarnya telah menjadi naungan.


Ada beberapa tusuk ikan bakar yang dihangatkan dekat api unggun. Serta dua dua ayam panggang cukup besar. Sedangkan Mu Xianzhai sendiri sedang menyiapkan sup ayam untuknya.


Li Chang Su duduk di dekat suaminya dan menatap sekitar. "Apakah ini sudah waktunya makan malam?" tanyanya.


"...." Lict dan Mu Hongzhi sungguh ingin menangis. Waktu makan malam sudah lewat. Ini mungkin agak larut.


Jika Li Chang Su ketahui, setidaknya di antara pukul sembilan malam. Sudah terlalu malam untuk makan. Tapi Li Chang Su baru bangun dari tidurnya akibat kelelahan. Belum lagi Mu Xianzhai tidak mengizinkan mereka makan.


Pria bertopeng perak itu sendiri tersenyum dan menyiapkan semangkuk sup ayam untuk istrinya. "Menunggu Su'er bangun. Kedua orang itu belum makan apapun," katanya.


"Belum makan malam? Kenapa? Padahal tidak perlu menungguku untuk makan malam. Aku terlalu lelah jadi tertidur dan bangun terlambat untuk makan malam." Li Chang Su merasa bersalah. Uap yang keluar dari mulutnya menanda jika ia menghela napas cukup panjang.


Awalnya Lict dan Mu Hongzhi berniat untuk mengeluh pada Li Chang Su kenapa mereka belum makan malam saat ini. Tapi sebelum bicara, punggung keduanya berkeringat dingin.


Menatap Mu Xianzhai, keduanya tanpa sadar menggigil. Jika berani mengatakan sesuatu yang menyudutkannya, mungkin mereka benar-benar tidak akan makan malam.


Lict pun segera berkata, "Putri Xian, kamu pasti tahu bahwa aku tidak mungkin meninggalkanmu makan sendiri. Jadi kami menunggu."


"Oh, tumben sekali. Kamu biasanya makan paling awal agar tidak rebutan dengan prajurit lain."


Mendengar apa yang dikatakan Li Chang Su, laki-laki berdarah Eropa itu hanya ingin menampar mulutnya. Kenapa dia lupa tentang hal ini?


Li Chang Su belum tahu jika semua ini masih ada hubungannya dengan Mu Xianzhai. Ia menerima sup ayam dan berhati-hati menggerakkan lengan kirinya. Akibat obat yang dioleskan, luka di lengan kirinya tidak parah.

__ADS_1


Mungkin hanya di sekitar gelang naga perak saja yang tidak terluka. Walaupun Li Chang Su cukup heran, bisa saja ini semua efek dari gelang naga perak itu sendiri.


Ada meja kecil yang disediakan oleh Mu Xianzhai sehingga gadis itu bisa meletakkan sup dengan baik. Bukan hanya itu, Mu Xianzhai juga memotong daging ayam panggang agar mudah dimakan oleh istrinya. Tak lupa juga ikan, pastikan duri tidak akan melukai tenggorokan istrinya saat di makan.


Dua orang yang malang di seberang pasangan suami istri itu akhirnya bisa makan setelah Mu Xianzhai memberi tatapan yang pasti. Oh ... Ayam dan ikan bakar harum. Sungguh menggoda perut. Tapi melihat Mu Xianzhai tidak berniat memberi mereka sup, ada rasa tidak setuju.


"Sepupu, bisakah aku minta sup?" pinta Mu Hongzhi.


"Ambil saja," kata Mu Xianzhai tidak lagi peduli.


Dia sudah mendapatkan bagian untuk istrinya. Dan gadis itu memiliki ekspresi yang baik saat mencicipi sup. Tentu saja Mu Xianzhai sudah siap dengan ini. Tidak mungkin memasak sesuatu yang hambar untuknya.


Tampaknya Li Chang Su tahu jika pria itu belajar memasak sup dari buku resep yang tergeletak di sisi lain. Lalu tersenyum sedikit kaku. Dia memikirkan hal lain dan berbicara dengan nada tenang.


"Lain kali, kamu bisa memasak ayo tanpa perlu melihat resep. Menurutku, makanan di zaman ini tidak buruk," katanya.


Pria bertopeng perak itu menatap buku resep dan sedikit canggung. Makanan di zaman ini, Su'er nya mungkin tidak terlalu terbiasa. Tapi di masa depan juga, tidak mungkin menunjukkan hal-hal seperti ini di depan umum.


Mau tidak mau, Li Chang Su harus menyesuaikan lidahnya dengan cita rasa makanan zaman kuno. Dia hanya mengangguk dan lebih santai. Barulah semua orang bisa makan dengan tenang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sekte Hitam saat ini ...


Gelas perak berisi arak dilemparkan ke lantai hingga menimbulkan bunyia nyaring. Isinya juga berceceran ke mana-mana. Dengan pencahayaan obor dia setiap sisi aula sekte, Zhen Juan menggeram.


Wajah setengah hancur di balik tudung jubah hitamnya terlebih mengerikan. Sepasang iris mata kemerahannya memancarkan jejak kebencian berdarah.


Para bawahan yang berlutut satu kaki di tengah aula itu pun hanya merinding dan berkeringat dingin. Untung saja gelas perak itu tidak menghantam salah satu dari mereka.


"Wanita itu gagal dan mati!! Tidak berguna!" germa Zhen Juan.

__ADS_1


Ia telah mengutus seorang wanita yang cukup tangguh di sekte. Dia pikir Mu Xianzhai akan tergoda atau setidaknya, buat Li Chang Su putus asa hingga mempermudah dirinya mengambil gelang naga perak.


Tapi sekarang dia terlalu meremehkan Mu Xianzhai. Mungkin cara yang digunakan juga harus sedikit lebih kejam.


"Sovereign ... Mungkinkah kita harus melepaskan makhluk itu untuk hal ini?" tanya salah satu dari para pria berjubah hitam yang berlutut.


Zhen Juan memikirkan ini dan terlanjur ditelan kemarahan. Ia hanya mengangguk samar dan memikirkannya lagi. Mungkin ini hanyalah satu-satunya cara untuk membuat mereka terluka sebelum sampai di Sekte Hitam.


"Kalau begitu, lepaskan makhluk itu dan beri perintah yang pasti. Jika makhluk itu gagal, kalian mati!" Zhen Juan memberi kesempatan pada mereka. Berkata bahwa para pria berjubah hitam tersebut harus ikut dengan makhluk itu.


Walaupun mereka berkeringat dingin dan tidak memiliki keyakinan, tapi masih mengangguk dan memahami hal ini. Tentu saja, mereka tahu ini harus berhasil.


Setelah mereka berpamitan untuk menjalankan tugas, Zhen Juan masih diselimuti kemarahan. Dia tidak membiarkan Mu Xianzhai dan orang-orangnya memiliki perjalanan yang mulus.


"Mu Xianzhai ... Aku menunggu kedatanganmu," katanya langsung tertawa lepas. Seluruh obor yang terpasang di dinding pun seketika padam.


Tapi tawa itu menggelegar dan memenuhi aula sekte. Membuat banyak gagak yang bertengger di sekitar tempat itu langsung terbang dan berteriak nyaring.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di tempat Li Chang Su berada ...


Setelah makan malam, semuanya langsung tidur di tenda. Li Chang Su berada dalam pelukan Mu Xianzhai untuk mencari kehangatan ketika salju turun cukup lebat. Tapi Xue Zi dan penjaga gelap ada di sekitar, menjaga api unggun agar tetap menyala.


Kelinci mutasi itu sedang makan wortel dan sesekali memanggang marshmellow seperti yang pernah diajarkan He Ze.


Di dalam tenda, Li Chang Su tiba-tiba saja terbangun karena ketidaknyamanan di hatinya. Hanya bergerak sedikit saja sudah membangunkan Mu Xianzhai yang ada di sampingnya.


Pria itu mengelus kepalanya dan menatap Li Chang Su yang sedikit linglung. Mungkinkah istrinya bermimpi buruk?


"Su'er ...," bisiknya.

__ADS_1


"Perasaanku tidak nyaman," kata gadis itu.


"Apakah kamu merasa bahwa besok akan menemui bahaya lagi?" Pria itu juga mengetahui jika perjalanan ini mungkin tidak akan mudah.


__ADS_2