
NAMUN TETAP saja gadis itu sedikit berteriak dan menitikkan air mata. Ini sakit. Ternyata seperti ini rasanya ketika pertama kali mencoba. Tubuhnya gemetar dan seperti kebas. Rasa sakit di bawah sana membuat dia bereaksi.
Ketika pria itu berhasil menerobos tubuhnya, tidak ada gerakan lain. Mu Xianzhai benar-benar takut untuk menyakiti gadis ini. Oleh karena itu, dia mengusap air matanya dan membiarkan tubuh Li Chang Su tenang. Walaupun sebenarnya Mu Xianzhai tidak tahan.
"Su'er ...." Suara Mu Xianzhai sedikit serak. Dia hanya bisa mencium dan telinganya dengan lembut, mengembuskan napas hangatnya.
Dia tidak bergerak untuk waktu yang agak lama, khawatir Li Chang Su lebih kesakitan. Setelah pemahaman diam-diam, gadis itu menjadi tenang, namun tubuhnya masih sedikit gemetar karena alasan lain. Dia seperti bukan dirinya sendiri.
"Apakah baik-baik saja?" Pria itu bertanya dengan sedikit malu. Ini juga kali pertama baginya, agak khawatir.
"Aku baik-baik saja," jawabnya.
"Kalau begitu ...." Pria itu mencium bibirnya dengan sapuan lembut, menjarah giginya dan menyapa lidah.
Tangan besarnya tidak bisa diam, menyentuh setiap inci kulit Li Chang Su. Merasakan semua kelembutannya dan mulai mencicipinya di mana-mana. Tapi dia juga tidak lupa diri, membiarkannya bergerak lebih hati-hati.
Dengan tirai tempat tidur yang diturunkan serta cahaya lilin di meja telah padam, siluet di dalamnya begitu indah. Malam ini, Li Chang Su benar-benar tidak bisa melupakan apa saja yang dilakukan Mu Xianzhai.
Hingga, pagi berikutnya ...
Li Chang Su berada dalam pelukan Mu Xianzhai, tubuhnya masih tanpa pakaian. Hanya selimut tebal yang menutupi. Beberapa bekas merah di beberapa bagian tubuhnya terlihat menggoda. Membuat gadis itu sedikit malu.
Dia masih tertegun untuk waktu yang lama setelah mengingat kejadian semalam. Dia ingat pria itu menyentuhnya di mana-mana dan tidak mau melepaskannya bahkan setelah kelelahan.
Saat ini, dia ingin menggerakkan tubuhnya. Tapi rasa sakit segera datang. Dia meringis. Pria yang berada di sampingnya segera terbangun oleh gerakan kecil. Dengan wajah yang cukup lelah, pria itu mencium dahinya.
"Ini masih pagi. Tidurlah lagi," katanya.
Li Chang Su tidak berkata apa-apa. Dia hanya menghela napas dan tertidur lagi. Entah karena rasa lelah atau kantuk yang menyerang, keduanya tertidur hingga tengah hari.
__ADS_1
Saat Mu Xianzhai bangun, gadis di pelukannya masih tertidur pulas. Ada sentuhannya kehangatan di matanya yang jarang terlihat di hari biasa. Pria itu bangun dan berpakaian. Melihat darah di seprai, perasaan yang tak terlukiskan muncul. Gadis ini akhirnya menjadi miliknya.
Dia membuka laci meja nakas dan mengeluarkan sebuah kotak obat.
Li Chang Su tidak tahu apa yang sedang dilakukan pria itu, hanya merasakan bawa di bawah sana itu dingin, terasa sejuk. Tapi tidak berniat untuk bangun. Mu Xianzhai tersenyum lebih dalam. Jika istrinya bangun, mungkin akan berteriak dan mengutuknya.
Setelah mengoleskan obat, dia meninggalkan kamar tidur utama. Ada Xuxu dan Xuyao yang telah menunggu dengan tenang. Saat melihat Mu Xianzhai, mereka bertanya-tanya dengan ekspresi khawatir di wajah.
"Biarkan tuan kalian bangun secara alami. Dia terlalu lelah. Siapkan makan siang untuknya. Dan katakan juga, aku pergi ke istana untuk membahas sesuatu dengan kaisar," katanya sambil memakai topeng perak.
Xuxu dan Xuyao tahu apa yang mungkin terjadi semalam. Wajah keduanya memerah dan mengangguk. Sang putri akhirnya dimakan oleh pangeran.
Sementara itu, tidak tahu waktu sudah sore atau belum, Li Chang Su terbangun setelah mencium aroma makanan. Dia mengambil duduk dan merasa jika tubuhnya telah memakai gaun longgar. Seingatnya, dia masih tidak memakai apapun tadi pagi.
Mengingat siapa yang memungkinkannya untuk memakaikan gaun, lagi-lagi dia cukup malu. Mu Xianzhai ini, setelah berhasil menggodanya, juga berani untuk memakaikan gaun secara pribadi?
Jadi saat Xuxu dan Xuyao datang dengan napan berisi berbagai hidangan, dia tidak terlalu malu.
Li Chang Su duduk di tepian ranjang, mencoba menahan kakinya yang lemas. Sementara waktu, dia menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk mengisi kekosongan tenaga di tubuh.
"Di mana dia?"
"Yang Mulia ingin membahas sesuatu dengan kaisar. Dan kemungkinan akan kembali sore."
"Oh ..." Itu bagus. Pikirnya.
Li Chang Su pergi ke meja dna duduk dengan kaki yang sedikit gemetar. Pria sialan itu benar-benar menyiksanya. Xuxu menyajikan sup yang baik untuk menghangatkan tubuh. Walaupun tidak tahu kapan keduanya akan memiliki anak, Xuyao telah berkata padanya jika tidak mungkin untuk waktu yang cepat.
Tapi keduanya masih menyajikan makanan penghangat tubuh serta beberapa makanan suplemen yang baik untuk perut. Karena semalam Mu Xianzhai menyentuhnya, Li Chang Su tidak memiliki persiapan dan terpaksa menelan pil pencegah kehamilan.
__ADS_1
Awalnya Mu Xianzhai mencegah dia untuk meminum itu. Takut akan berdampak pada tubuhnya di masa depan. Jika mau, dia akan meminum obat itu di waktu berikutnya. Ada obat tradisional yang baik untuk mencegah kehamilan. Selain tidak membahayakan tubuh, juga bermanfaat untuk kesehatan.
Sayangnya, hal itu tidak bisa diminum terlalu sering oleh wanita sebelum melakukan hubungan. Tapi jika pria masih baik-baik saja. Oleh karena itu, Mu Xianzhai akan meminumnya sebelum melakukannya lagi di masa depan.
"Putri, bagaimana perasaanmu semalam? Apakah gugup? Apakah Yang Mulia bersikap kasar?" Xuxu melontarkan banyak pertanyaan dengan suara berbisik, wajahnya memerah.
Tiba-tiba saja Xuyao yang ada di sampingnya pun segera menjitak kepalanya, lalu mendengus. "Kenapa kamu begitu banyak pertanyaan. Tidak sopan!"
"Aku ... Aku hanya penasaran," katanya dengan erangan sakit.
Li Chang Su menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Cukup geli. Bagaimana perasaannya? Tentu saja gugup dan panik. Dia tidak pernah disentuh seperti itu selama di dunia modern. Apalagi saat ini tubuhnya masih berusia lima belas tahun. Masih dalam tahap berkembang jika kembali dalam kehidupan modern.
Belum lagi, Mu Xianzhai masih pria dewasa yang telah matang. Hormon di tubuhnya pasti lebih cepat terangsang. Tidak heran, semalam pria itu berwajah agak merah dan menggertakkan gigi. Ternyata menahan diri agar tidak menyakitinya.
Tapi semalam, dia cukup puas. Setidaknya, pria itu tidak bersikap kasar untuk pertama kali mencoba.
Setelah makan siang, gadis itu meminta penjaga gelap untuk menanyakan kabar Istana Pangeran Kedua. Bagaimana dengan rencana mereka tentang obat halusinasi itu. Mungkinkah Ye Tianli sudah mencobanya atau belum?
Dia tidak bisa berpergian saat ini. Cuaca terlalu dingin. Serta ... Dia harus menginterogasi kelinci mutasi. Setelah membiarkan kedua pelayannya pergi, dia mengambil posisi duduk santai sambil menopang kepala. Lalu memejamkan matanya.
Orang lain akan berpikir jika dia hanya beristirahat. Tapi jiwanya kini memasuki ruang artefak.
Ketika membuka matanya, dia sudah berada di bawah pohon. Adapun He Ze, kini tengah berbicara dengan kelinci mutasi. Nada bicara keduanya sedikit marah dan sombong. Lalu sedikit perkelahian.
"Tuan, kamu di sini!" He Ze dengan antusias melompat dari atas batu dekat air terjun dan berjalan ke arahnya.
"Apa yang kamu ributkan?" Gadis itu mengerutkan kening.
"Kami hanya membicarakan hal-hal tentang binatang mutasi di masa lalu, kelinci bodoh itu sebenarnya telah hidup lebih dari seratus tahun yang lalu. Pasti memiliki banyak informasi," kata He Ze dengan antusias. Jelas mengadu padanya.
__ADS_1
Li Chang Su menatap kelinci itu dengan ekspresi masam. "Oh, benarkah? Nah, ini waktunya interogasi."
Ketika gadis itu tersenyum, kelinci mutasi yang melihatnya pun segera meremangkan bulunya. Ini bencana! Pikirnya.