
MEREKA yang tengah menikmati sarapan pun terpaksa harus mengakhiri waktu yang tentang. Li Chang Su juga tidak tinggal diam kali ini dan mengeluarkan beberapa kertas kuning berisi tulisan merah.
Dengan kekuatannya saat in, kertas kuning kecil berisi tulisan merah langsung dilontarkan ke arah di mana ada banyak binatang mutasi kegelapan tingkat rendah yang bermunculan. Segera, kertas kuning berisi tulisan merah pun langsung menempel pada beberapa binatang mutasi dan meledak.
Para binatang mutasi kegelapan itu pun melolong kesakitan.
"Apa-apaan ini? Kenapa begitu banyak?" Mu Hongzhi sangat terkejut dan hampir melompat dari tempatnya.
Ini hanya pengepungan! Dia mengutuk dalam hatinya, segala jenis kutukan yang dia tahu. Tapi apa gunanya itu, Mu Hongzhi juga bukan orang bodoh yang akan percaya dengan kutukan tak masuk akal. Dewa mungkin saja hanya bisa geleng-geleng kepala atas kebodohannya bukan?
Segerombolan serigala hitam mutasi tingkat rendah dan menengah bermunculan dan tak segan-segan langsung mengepung mereka. Li Chang Su telah menggunakan banyak jimat peledak untuk membuat para kawanan serigala itu sedikit teralihkan.
Meski sup ayam belum habis dan Li Chang Su mengeluh saat ini, amwua peralatan di dekat api unggun segera dikemas, masukkan ke ruang artefak gelang naga perak. Mu Hongzhi dan Lict tidak terkejut akan hal tersebut dan segera mencabut pedang darj sarungnya.
"Heh, sepertinya mereka tak bisa menahan diri hingga mendatangi kita lebih cepat," cibir Mu Hongzhi.
"Fokus!" Mu Xianzhai memperingati.
Pria itu menguarkan aura spiritual dari tubuhnya dan mengeluarkan pedang yang selalu dia bawa selama bertahun-tahun. Pedang yang telah bercampur darah dan nyawa makhluk hidup tak terhitung jumlahnya, kini memancarkan aura dingin yang khas. Seolah-olah pedang tersebut telah memiliki jiwanya sendiri.
Adapun Li Chang Su yang mengeluarkan belati perang yang tajam, satu tebasan saja sudah bisa memotong semangka menjadi dua dengan rapi. Karena tajamnya mata belati, saat Li Chang Su menebas leher salah satu serigala hitam mutasi yang menyerang, kepala binatang itu akan terputus dari tubuhnya sendiri.
Darah berceceran di mana-mana dan pertarungan yang cukup melelahkan pun terjadi.
Setidaknya ada puluhan serigala hitam mutasi yang muncul dan terus menerus keluar dari lubang galian terowongan bawah tanah. Diperkirakan, hampir mencetak seratus. Ternyata, selama tiga tahun terakhir, terowongan bawah tanah menuju pintu gerbang baja telah dijaga.
Lict menggunakan keterampilan bermain pedangnya dengan cekatan dan tanpa ragu membunuh para serigala hitam mutasi. Dia juga mengembangkan sejenis seni bela diri kuno yang diajarkan oleh Mu Hongzhi selama berada di barak militer.
Adapun Mu Hongzhi, meski gerakannya agak ceroboh tapi serangannya sangat akurat tanpa ada kesalahan. Dia bahkan tidak terluka.
__ADS_1
"Huh, serigala hitam ini cukup bagus jika bulunya dikuliti. Sayangnya sangat beracun! Aku sangat menyesalinya! Ketika kembali nanti, aku akan memesan zaoshan berkerah bulu serigala!" umpat Mu Hongzhi.
Di sisi lain, kuda putih mutasi dan Xue Zi sudah berada di atas salah satu reruntuhan bangunan sekte yang tidak terlalu tinggi. Kami kuda itu agak menggigil, bjan kedinginan tapi sedikit rasa takut.
Jangan berkata dia sudah menjadi binatang putih mutasi tingkat raja, untuk naik tingkat saja tidak cukup untuk menghabiskan tiga tahun kultivasi. Jadi baik dia maupun Xue Zi si kelinci putih mutasi pun masih berada di tingkat yang sama.
"Xue Zi, haruskah kita bantu mereka?" tanya kud aoutih mutasi memberanikan diri.
"Huh? Bantu? Bisa saja. Kita berdua berada di tingkat raja, kenapa takut pada gerombolan serigala hitam tingkat rendah?" Kelinci itu ingin mencibir, tapi tidak bisa melakukannya.
Pada akhirnya, Xue Zi hanya bisa berdiri dan memperhatikan dengan baik. Hidungnya berkedut. Lama kelamaan, dia hanya bisa mengeluarkan wortel dari penyimpanan jiwa spiritualnya dan makan dengan tenang.
"Tonton saja. Meraka berempat sangat kuat, kenapa harus membutuhkan binatang kecil malang seperti kita?"
"..." Kuda putih mutasi itu setuju diam-diam. Dengan banyaknya serigala hitam mutasi yang bermunculan, kuda putih mutasi akui tidak akan mampu mengatasinya dengan cepat, paling-paling kewalahan dan dicekik sampai mati.
Dari awal sampai akhir, Mu Xianzhai sebenarnya memperhatikan Li Chang Su sesekali, khawatir terjadi kecelakaan. Saat gelombang terakhir serigala hitam mutasi teratasi, mereka kelelahan.
"Hongzhi, bagaimana kuda kesayanganmu tiba-tiba berada di atas sana?" tanyanya.
Apakah kuda putih mutasi itu menumbuhkan sayap? Pikirnya.
Mu Hongzhi yang baru saja membersihkan pedangnya pun melihat ke arah yang dimaksud. Dia juga mengerutkan kening dan berjalan beberapa langkah menghampiri bangunan yang kedua binatang putih mutais itu tempati.
"Kuda, bagaimana bisa kamu terbang? Apakah kamu berubah menjadi unicorn sejati?" teriaknya agak mengejek.
Kuda putih mutasi yang ditanyai pun mendengus has dan memalingkan kepalanya ke sisi lain dengan arogan.
"Aku bisa melompat, jadi bagaimana dengan itu?"
__ADS_1
"Kamu melompat, itu tidak masalah. Lagi pula kamu selalu melompat-lompat dan berlarian. Tapi bangunan ini cukup tinggi, kamu sungguh punya nyali untuk terbang!" Mu Hongzhi sama sekali tidak mau melepas masalah ini.
"Aku melompat, tidak terbang!" Kuda putih mutasi menegaskan. Akhirnya marah pada pemilu konyol itu. Sungguh, jika bukan karena aura yang dipancarkan dari liontin giok pada kalung yang dipakai Li Chang Su, semuanya pasti berbeda.
Kalung berliontin giok itu didapatkan dari rumah lelang , Mu Xianzhai membelinya untuk gadis itu. Pada saat itu juga, Li Chang Su dan Mu Xianzhai akhirnya memiliki takdir untuk bertemu Xue Zi.
...----------------...
NOTE: Mungkin kalian masih ingat, saat Li Chang Su pergi ke pelelangan, datang ke ibu kota setelah skip satu tahun berpisah dari Mu Xianzhai sejak insiden ramuan cinta milik Rongyu. Kalau tidak salah, dia bersama Ye Tianli. Sepertinya kalian bisa membaca bab terkait lagi di bab-bab awal.
...----------------...
Xue Zi juga selalu merasa jika kalung yang dipakai Li Chang Su sangat unik, bukan hanya menenangkan pikiran dan jiwanya tapi ada juga jejak untuk patuh.
Kalung itu tak pernah Li Chang Su lepas sampai hari ini. Mungkin dirinya sendiri tidak menyadarinya. Gadis itu hanya tahu jika kalung berliontin batu giok itu menghangatkan tubuh dan menenangkan pikirannya.
Kembali lagi ke topik, kuda putih mutasi dan Mu Hongzhi terlibat pertengkaran setengah hati dan sama-sama tidak mau kalah.
Mu Hongzhi melambaikan tangannya, pura-pura tidak peduli dengan wajah acuh gak acuh. "Baiklah, baiklah. Kamu melompat dan tidak mungkin terbang. Bahkan jika kamu punya sayap, aku mungkin akan menganggapmu sebagai seekor kuda hasil persilangan elang gunung," jelasnya. Setidaknya kuda itu tidak menumbuhkan ekor singa, pikirnya.
"..." Kuda putih mutasi itu tidak berkata-kata lagi.
"Cepatlah turun!"
"..." Kuda putih mutasi tidak mau turun. Dia lebih suka di atas. Jikalau ada binatang mutasi kegelapan yang muncul lagi, dia akan di atas sana.
Tepat saat ini, kelinci putih mutasi yang baru saja menghabiskan satu wortel pun memilih berkompromi dengan kuda putih mutasi.
"Di sini pemandangan bagus. Kami akan di sini lama," kata Xue Zi mencari alasan yang bagus. Lalu dia bisnis melihat Lict di kejauhan. "Tuan, bukankah pemandangannya bagus?
__ADS_1
Lict mengerutkan kening dan segera melompat ke reruntuhan bangunan tersebut, duduk di dekat Xue Zi. Akhirnya dia tahu pemandangan apa yang dikatakan bagus oleh Xue Zi.
"..." Apakah penglihatan kelinci begitu buruk? Pikirnya.