
LI CHANG SU khawatir jika akan ada orang lain yang datang. Sehingga wajahnya yang pucat sedikit memerah. Dia terlihat malu untuk sementara waktu hingga Mu Xianzhai tidak mengizinkan penjaga gelap manapun untuk datang atau melihat.
Para penjaga gelap yang malang hanya bisa kaku di balik pohon. Tidak berani mencuri pandang sama sekali. Jika itu terjadi, biarkanlah dewa menghukum.
Sementara itu, di tempat He Ze dan yang lainnya berada ....
Ketika penjaga gelap datang tiba-tiba, Mu Hongzhi sudah menodongkan pedang. Tapi penjaga gelap itu sama sekali tidak memiliki rasa takut. Dengan percaya diri, dia memberikan kotak obat kepadanya.
Mereka bingung dengan semua ini. Kemudian penjaga gelap itu berkata jika kotak obat diberikan oleh Li Chang Su.
"Apakah sepupu ipar baik-baik saja?" tanya Mu Hongzhi.
Penjaga gelap berpakaian serba hitam dan bermasker itu sedikit bingung untuk menjawab. Setelah Mu Hongzhi menerima kotak obat, dia merasakan lega karena telah menyelesaikan misi.
Yang lain menatapnya dengan penuh harapan. Terutama saat merasakan hawa dingin dari Ye Shi, penjaga gelap itu ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Bisakah dia selamat jika melarikan diri?
Bahkan raja tidak ingin diganggu oleh mereka, pikirnya. Penjaga gelap itu akhirnya menjawab apa adanya.
"Sang putri terluka cukup parah. Kali ini raja sedang mengobatinya."
"Apa??! Senior Su terluka?" Lict ingin bangkit dan pergi untuk menemukan gadis itu. Namun He Ze menahannya. "Biarkan aku pergi." Dia tampak khawatir.
"Tenanglah. Gadis itu tidak akan mati. Kamu mungkin lebih tahu daripada aku." He Ze menenangkan.
"...." Lict linglung di tempatnya. Ya, itu benar. Senior Su adalah yang terhebat di zaman modern. Tidak mungkin mati begitu saja. Belum lagi ada Mu Xianzhai.
Bell yang juga duduk bersandar di batang pohon pun menghela napas. Tidak tahu harus berkata apapun. Adapun Ye Shi, segera bertanya lagi. Bagaimana bisa Li Chang Su terluka parah seperti itu?
"Sang putri melawan lima serigala mutasi dewa. Dua diantaranya dibunuh secara pribadi. Dan tiga lainnya dibunuh oleh raja sejak pertama tiba." Penjaga gelap itu tidak berani berbohong.
Ye Shi, bos dari kelompok pembunuh bayaran. Penjaga gelap Mu Xianzhai tahu banyak tentang ini. Sang raja selalu berpikir jika Ye Shi merupakan salah satu ancaman untuk merebut Li Chang Su. Jadi selalu cemburu dan tidak senang ketika pria lain menatapnya.
"...." Mereka yang mendengarnya pun terdiam dsn memikirkan ini.
Li Chang Su membunuh dua serigala mutasi dewa. Sangat mustahil bagi gadis berusia lima belas tahun untuk melakukannya. Yang lebih mengejutkan, ada lima serigala mutasi dewa golongan kegelapan yang dilawan.
__ADS_1
Mereka terdiam bukan karena Li Chang Su membunuh dua di antaranya. Tapi sungguh mustahil bisa bertahan dari serangan lima binatang mutasi tingkat dewa seperti itu. He Ze sendiri merasakan jika saat ini, Li Chang Su sedikit melemah.
"Apakah dia diracuni?" tebaknya.
"Ya. Sang putri terkena racun elemen air dan cambuk api. Saat ini kehilangan banyak darah. Tapi racun sudah dikeluarkan oleh raja Xian." Penjaga gelap mengangguk.
"...." Ini masalahnya, kehilangan banyak darah. He Ze akhirnya bisa menghela napas lega. Setidaknya sudah tidak keracunan lagi.
Penjaga gelap itu segera menjelaskan fungsi dari beberapa obat dalam kotak. Lalu langsung menghilang dari hadapan mereka setelah memberi saran untuk mencari tempat berteduh.
Mu Hongzhi memegang kotak obat dan membukanya. Ada beberapa botol obat di dalamnya, pil serta salep. Dengan adanya ini, mereka bisa terselamatkan.
"Apakah menurut kalian, sepupu ipar akan baik-baik saja?" Mu Hongzhi masih khawatir.
"Dia baik-baik saja. Setidaknya saat ini, hanya kehilangan banyak darah." He Ze menggelengkan kepala. Dia adalah roh artefak gelang naga perak. Tentu saja tahu apa yang terjadi pada Li Chang Su setelah berkontrak.
Mu Hongzhi dan yang lainnya berpikir jika itu mungkin terlalu khawatir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cahaya obor membuat tempat itu menjadi lebih hangat. Li Chang Su meringis ketika Mu Xianzhai membersihkan luka di dadanya. Serta luka tusukan di dekat tulang selangka kanannya paling parah.
Bau obat-obatan melayang di udara. Mu Xianzhai perlahan menuangkan cairan obat ke kapas, lalu membersihkan sekitar tepi luka. Dia sudah melakukannya dengan lembut. Namun istrinya masih terlihat kesakitan.
"Pelan ... Mu Xianzhai, kamu bajingan. Tidak bisakah kamu lembut?" Li Chang Su mendesis. Keringat sudah memenuhi dahinya.
"Su'er ... Ini sudah sangat pelan. Apakah masih sakit? Jangan khawatir, itu tidak akan sakit nanti." Mu Xianzhai membujuk.
"Ah! Hentikan. Berhenti dulu ..." Gadis itu menahannya sebentar sebelum akhirnya mengeluarkan obat bius luka. "Pakai ini."
Mu Xianzhai menerima botol semprot obat bius untuk luka. Lalu menggunakannya di sekitar dada gadis. Setelah berapa lama, efek sakitnya mulai mereda. Dan gadis itu tidak lagi merasakan sesuatu yang menyakitkan.
"Bagaimana?" Pria itu masih agak khawatir.
"Baiklah. Ini sudah nyaman. Kamu bisa melanjutkan."
__ADS_1
"Yah, jadilah baik." Mu Xianzhai terkekeh.
Keduanya tidak tahu jika di balik bayang-bayang, para penjaga gelap sudah berpikiran liar. Mereka tidak tahu jika sebenarnya Mu Xianzhai sedang mengobati luka, bukan seperti apa yang dipikirkan. Mereka tidak berani mendekat.
Di gua, Li Chang Su yang telah kehilangan pakaian atasnya tidak bisa memikirkan apapun selain lukanya. Mu Xianzhai juga berpikiran sama. Dia hanya fokus pada luka gadis itu, mencoba menghentikan perdarahan dengan bubuk obat khusus.
Adapun luka tusukan es yang cukup dalam, butuh jahitan. Itu melukai tulang.
"Aku akan menjahitnya sendiri."
Li Chang Su tidak mungkin meminta pria itu untuk menjahit luka. Jangankan luka, mungkin Mu Xianzhai tidak pernah memegang jarum ataupun benang perawatan.
"Su'er, apakah kamu yakin?" Pria itu masih mengkhawatirkan istrinya yang kini bersandar lemah
Ketika pendarahan di luka cambuk sudah mereda, kini hanya luka tusukan es saja yang terlihat agak mengerikan. Mu Xianzhai merasa dingin di hatinya. Tidak menyangka bahwa perjalanan ini akan membuat istrinya terluka parah.
Gadis itu hanya tersenyum dan mengeluarkan cermin bergagang cukup besar. Dia meminta Mu Xianzhai untuk memegang cermin itu, mengarah pada luka di dada.
Kemudian Li Chang Su mengeluarkan jarum dan benang khusus untuk menjahit luka. Mu Xianzhai sedikit kebingungan. Ternyata, Li Chang Su berniat untuk menjahit luka sendiri dengan pandangan cermin.
"Bisakah kamu melakukannya?" Mu Xianzhai mengerutkan kening.
"Aku sudah terbiasa. Dulu saat di zaman modern, aku sering terluka di perjalanan. Hanya bisa melakukan ini untuk kondisi darurat," jelas gadis itu tidak menyembunyikannya.
Ia mulai menjahit luka itu sedikit demi sedikit. Tidak ada rasa sakit karena area dadanya sudah mati rasa akibat obat bius. Tapi meski begitu, dia sesekali mengerutkan kening.
Mu Xianzhai yang memegang cermin pun tidak berani bergerak. Khawatir akan mempengaruhinya. Dengan mata kepala sendiri, ia menyaksikan semua proses itu hingga selesai. Luka yang dijahit itu kini lebih rapi dan nyaman dipandang.
Setelah Li Chang Su mengangguk, itu artinya perawatan selesai. Mu Xianzhai meletakkan cermin dan memeriksa lukanya. Tidak ada darah yang mengalir lagi. Tapi Li Chang Su butuh istirahat karena kehilangan banyak darah.
Gaunnya yang kotor segera dilepas. Mu Xianzhai membantunya mengggati gaun. Tubuh istrinya selalu menggoda setiap saat. Namun kali ini bukan waktu yang tepat.
Saat membantunya memakaikan gaun, Mu Xianzhai mencium tepian luka di dadanya. Li Chang Su terkejut dengan apa yang dilakukan Mu Xianzhai.
"Apa yang kamu lakukan?" Dia sedikit kaku.
__ADS_1