
SAAT INI Mu Xianzhai tidak memedulikan sepupunya yang berteriak. Setelah menyingkirkan salju yang menumpuk di sekitar lengan kiri gadis itu, akhirnya bisa melihat jika lengan Li Chang Su benar-benar terjebak di kayu jembatan yang lapuk tapi memiliki potongan cukup tajam.
Dia sungguh tidak tega melihatnya. Melihat ada luka goresan di sekitar lengannya yang sempat ditarik tadi, Mu Xianzhai tidak berani gegabah.
"Su'er, jangan khawatir. Ini akan segera dikeluarkan," katanya dengan nada menenangkan.
Mu Xianzhai sedang memikirkan cara. Jika dia mematahkan sisa kayu lapuk di sekitar lengan gadis itu, pasti akan melukai lengan istrinya. Sehingga tak ada cara lain selain memotong kayu atau ...
"Gunakan ini," kata Li Chang Su seraya mengeluarkan sesuatu dari ruang artefak.
Sebuah botol kaca kecil berisi cairan bening dikeluarkan. Mu Xianzhai mengerutkan kening dan menanyakan apa isi cairan itu.
"Racun mayat," kata Li Chang Su.
"Su'er ..." Mu Xianzhai tampaknya tidak setuju dengan ini. Bagaimana jika itu mengenai kulit istrinya?
"Tuangkan setetes di sekitar kayu yang ingin kamu ambil. Itu akan memotongnya. Jangan khawatir, racun mayat memiliki efek lambat pada benda mati," jelas gadis itu dengan anggukan.
Akhirnya Mu Xianzhai menghela napas dan berhati-hati menuangkan setetes racun mayat di bilah kayu yang diinginkan. Sayangnya angin bertiup keras dan jembatan bergoyang cukup kencang. Pria itu kesulitan untuk menuangkan cairan.
Tapi saat melihat istrinya mulai pucat, dia bertekad untuk berhati-hati dan mengambil tindakan. Setetes racun mayat akhirnya dituangkan ke bilah kayu. Seketika, sebagian bilah kayu melepuh, diiringi dengan suara samar yang khas. Ketika itu terpotong, Mu Xianzhai segera menyingkirkannya.
Lengan Li Chang Su akhirnya terbebas. Tapi ada banyak luka goresan dan berdarah. Membuat pria itu marah tanpa alasan. Kulit istrinya yang halus dan paling dia cintai, kini dipenuhi luka seperti ini. Semuanya karena jembatan rusak tak berguna.
Li Chang Su sedikit gemetar karena takut ketinggian. Dia bahkan hampir bersandar pada Mu Xianzhai. Tapi sadar jika saat ini, tidak mungkin berhenti. Mereka harus segera pergi ke seberang untuk menghindari bencana.
"Su'er ... Mari obati ketika sampai di seberang," kata pria itu seraya memperhatikan luka goresan panjang di lengan kiri istrinya.
"Ya ... Ini sudah mulai sore juga, kita harus bermalam lagi," balas Li Chang Su setuju.
Baru saja mereka hendak melanjutkan perjalanan, suara raungan binatang mutasi dari belakang terdengar. Li Chang Su dan Mu Xianzhai segera menoleh.
__ADS_1
Tidak tahu makhluk apa yang ada di hutan belakang mereka. Tapi yang pasti, beberapa pepohonan bergoyang akibat tabrakan sehingga salju yang menumpuk di atas dedaunannya pun berjatuhan.
Sudah pasti jika itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Ketika sosok yang membuat suara raungan keras itu keluar dari hutan, mereka terkejut. Seekor beruang hitam mutasi muncul tanpa diduga, menatap mereka dengan mata merah darahnya yang ganas.
"Gawat. Jika beruang itu benar-benar menaiki jembatan, pasti roboh. Kita harus segera menyeberang!" Li Chang Su segera berkata dengan nada yang agak tergesa-gesa. "Cepat lari!"
Dia menarik Mu Xianzhai untuk segera pergi. Tapi tiba-tiba saja tubuhnya menjadi ringan. Dia akhirnya menyadari jika Mu Xianzhai membopongnya dan lari tanpa menanyakan bilah mana yang aman untuk diinjak.
Tapi ajaibnya, Mu Xianzhai sangat lancar dan sama sekali tidak memiliki kesulitan. Dia sampai di seberang dengan selamat dan menurunkan gadis itu.
"Bagaimana kamu bisa melewatinya dengan mudah?" tanyanya.
"Mungkin karena insting seorang suami untuk melindungi istrinya." Mu Xianzhai tersenyum. Tidak mungkin memberi tahu yang sesungguhnya.
Jika Li Chang Su tahu bahwa dia bisa menentukan di mana bagian pijakan yang aman akibat bantuan naga perak, mungkin akan merasa tidak senang. Ia lebih suka mengalah daripada serba memimpin di sini. Senang rasanya bisa melihat istrinya mempelajari banyak hal.
"..." Adapun Li Chang Su saat ini, tampaknya kurang percaya. Adakah hal seperti itu terjadi? Pikirnya.
"Beruang! Sial! Itu beruang hitam! Hitam! Apakah kamu tahu apa artinya hitam? Pasti tidak ada hal baik." Lict mengeluh dengan tubuh yang sedikit berkeringat dingin.
"Cepatlah. Jika beruang itu mengejar kita, jembatan akan hancur!" Mu Hongzhi mendesak.
"Ah, kesialan ganda! Aku tidak mau dimakan beruang hitam mutasi! Aku masih terlalu muda dan belum menikah. Tapi jembatan ini bergoyang terus, aku tidak sanggup lagi."
"...."
Perkataan Lict hanya membuat Mu Hongzhi ingin menendangnya ke seberang. Sayangnya dia tidak memiliki kekuatan seperti itu. Pada akhirnya ia hanya bisa menenangkannya.
Tapi suara raungan dari beruang hitam mutasi itu terdengar semakin kencang. Lalu keduanya melihat jika kaki beruang raksasa itu sudah menginjak jembatan dengan tatapan yang galak.
Lict menjadi histeris dan segera berlari kencang. "Lari!! Cepatlah lari ... Beruang itu akan memakan kita!!" teriaknya menggema.
__ADS_1
"...." Mu Hongzhi yang ditinggalkan begitu saja tertegun.
Bagaimana bisa laki-laki itu berlari sangat kencang tanpa pandang bulu dan tidak terperosok sama sekali?
Pada akhirnya, Mu Hongzhi juga berlari ketika beruang itu meraung lagi.
Di saat si beruang hitam mutasi ingin berlari mengejar mangsanya, seekor beruang putih mutasi muncul dari sisi lain dan menerkam. Pada akhirnya, si beruang hitam mutasi tidak jadi mengejar dan sibuk bertarung dengan rival putih itu.
Sial! Beruang putih itu selalu menggagalkan dirinya untuk makan orang. Sehingga beruang hitam mutasi langsung mengamuk dan mencakar beruang putih mutasi yang selalu membantu manusia.
Sementara itu ...
Ketika Lict tiba di seberang dengan napas tersengal-sengal, Li Chang Su sudah menatapnya denga heran. Adapun Mu Hongzhi yang datang belakangan, langsung menepuk pundaknya dengan ekspresi luar biasa.
"Bocah! Bagaimana bisa kamu lari sekencang itu? Sangat mulus. Bukankah tadi kamu sangat takut ketika melangkah?"
Lict yang masih menggigil dan berkeringat dingin itu pun menjawab, "Rasa takut pada beruang lebih nyata daripada melewati jembatan yang mati. Tentu saja nyawa lebih penting. Selamatkan diri dulu dari bahaya di belakang. Tak peduli jika kamu masuk ke sarang buaya. Masalah baru bisa dipikirkan perlahan."
"...." Mu Hongzhi menatapnya tak terduga. Ada juga yang seperti itu.
Bahkan Li Chang Su menggelengkan kepalanya dengan enggan. Dia menatap Mu Hongzhi dengan bangga.
"Kamu tidak tahu, Lict ini menang lomba lari maraton ketika berada di ketentaraan. Letakan saja sesuatu yang paling dia takuti di belakangnya, pasti lari tanpa memikirkan apapun."
"...." Lagi-lagi Mu Hongzhi memiliki kejutan lain. Ternyata laki-laki ini benar-benar tidak biasa.
Lict merasa malu. Tapi itu fakta. Saat ini mereka melihat dua beruang sedang bertarung di seberang. Dilihat dari caranya bertarung, tampaknya dendam kesumat. Beruang putih mutasi pasti dari golongan cahaya. Sehingga wajar jika membantu manusia. Mereka tidak memiliki hati yang jahat.
Untung saja mereka selamat dari beruang hitam mutasi itu. Melihat pertarungan dua beruang yang tidak tahu kapan selesai, Li Chang Su hampir melupakan luka di lengan kirinya. Hingga akhir Mu Hongzhi pun menyadari hal itu.
"Sepupu Ipar, lukamu cukup parah. Kamu harus mengobatinya dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Tapi ... Di mana para penjaga gelap kita? Tidak masuk ruang artefak juga kan?" tanya Mu Hongzhi.
__ADS_1