Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Peristiwa Tidak Terduga, Tuduhan?


__ADS_3

HARI DEMI hari telah berlalu sejak musim dingin berakhir.


Li Chang Su mendapatkan surat dari putri kedua, Mu Lanfen serta putri ketiga, Mu Chuxin. Mereka bercerita jika sekarang keduanya tidak terlalu dekat dengan putri mahkota karena alasan berbagai hal. Untungnya kaisar juga tidak terlalu keras pada keduanya dan dua selir istana kekaisaran alias ibu selir mereka baik-baik saja.


Kedua putri itu ingin Li Chang Su bergabung dengan mereka saat acara bunga berlangsung. Dan undangannya telah disebarkan hari ini. Li Chang Su juga sudah mendapatkannya karena pensiunan kaisar sendiri yang mengantarnya langsung. Pria tua itu bukan hanya mengantarkan surat, tapi juga meminta masakannya.


Meski Mu Xianzhai enggan membiarkan istrinya memasak, tapi tidak mungkin membuat kakeknya kelaparan meski dia tahu jika pria tua itu disengaja.


Mu Xianzhai masih dihukum untuk tidur sendirian selama ini sehingga Li Chang Su merasa lebih tenang. Dia tahu Mu Xianzhai tidak datang ke kamarnya karena He Ze berjaga. Ada juga Lict yang kini selalu datang dengan Mu Hongzhi. Sekarang, laki-laki berdarah Eropa itu tinggal di kediaman pamannya Mu Xianzhai, Mu Hongshan.


Pensiunan kaisar berjanji akan meminta seseorang untuk mengurus rumah baru untuknya. Tapi untuk saat ini, tinggal dengan Mu Hongzhi juga tidak buruk. Tidak heran jika Ye Shi berkata bahwa keduanya memiliki persamaan. Beberapa kesialan dan tingkah lakunya tidak berbeda jauh.


Ibunya Mu Hongzhi memang cukup keras hingga saat suami pulang saja, dia menangis sebentar—lalu mengomel sepanjang hari. Putranya juga tidak luput dari omelan hingga Lict juga menjadi korban. Jika Li Chang Su melihat semuanya sejak awal, mungkin akan menepuk jidat dan mwngira bahwa ibu Mu Hongzhi adalah pemilik rumah kontrakan galak.


Hari ini Li Chang Su mengajak pria itu keluar istana untuk membeli sesuatu. Di acara pesta bunga nanti, beberapa bakat akan ditunjukkan. Li Chang Su ingin melihat-lihat suasana di sekitar ibu kota untuk membuat beberapa inspirasi kasar. Dia sudah cerdas sejak kecil sehingga dalam beberapa masalah, kadang lebih mudah diselesaikan.


Kereta Istana Raja Perang melintas tenang dan beberapa orang yang ada di sekitar tidak berani untuk membuat masalah. Li Chang Su juga tidak mau peduli dengan mereka dan hanya memperhatikan pemandangan dari jendela. Ketika kereta berhenti di sebuah toko perhiasan giok, Mu Xianzhai memiliki niat untuk membelikan sesuatu untuk istrinya.


Sejak menikah hingga sekarang, dia belum membelikan apapun untuk istrinya.


"Ada penjual perhiasan giok juga? Tapi Xian, kamu sudah pernah memberikanku kalung giok ini dulu." Li Chang Su menyentuh kalung berliontin batu giok hijau di lehernya.

__ADS_1


Kalung yang memiliki aura cukup mistis itu berhasil membuat kelinci putih mutasi tenang dan jinak. Begitu pula dengan beberapa bintang mutasi lainnya. Mu Xianzhai memberikan kalung ini setelah acara pelelangan waktu itu, setidaknya awal mula mereka menjadi lebih dekat.


Mu Xianzhai tersenyum dan menyentuh kalung di lehernya. Memang benar. Kalung ini dibeli dengan harga yang mahal. Tapi dia juga ingat jika waktu itu Li Chang Su ada di kotak yang sama dengan Ye Tianli. Membuat dia cukup masam. Sekarang, gadis itu adalah istrinya.


Li Chang Su mulai memanggil Mu Xianzhai dengan sebutan 'Xian' sejak beberapa hari yang lalu. Itu pun karena Li Chang Su tidak sengaja memanggilnya seperti itu sehingga membuat Mu Xianzhai merasa lebih nyaman dan intim. Kali ini dia membawa istrinya keluar untuk memberi tahu orang-orang bahwa dia mencintai istrinya dan tidak selamanya kejam.


Ketika penjual perhiasan batu giok melihat keduanya datang, segera bersikap hormat dan takut-takut. Si penjual khawatir jika Raja Perang tidak puas dengan barang yang dipamerkan.


"Raja, Putri Xian ... Silakan melihat-lihat," ucap si penjual ramah.


Li Chang Su merasa jika beberapa perhiasan di sini cukup aneh, tapi tidak berlebihan. Mu Xianzhai mencoba mencocokkan beberapa perhiasan di tubuh istrinya. Tapi Li Chang Su menggelengkan kepala. Dia tidak suka yang berlebihan. Tapi dia menyukai cincin giok hijau yang terlihat mengkilap dan indah.


"Aku ingin ini saja," katanya.


"Tidak mau." Gadis itu cemberut.


"Baiklah. Tolong bungkus semua cincin batu giok dari berbagai warna dengan ukuran serupa," perintah Mu Xianzhai pada si penjual.


"..." Si penjual segera kewalahan dan mulai mengambil beberapa cincin dari berbagai warna batu giok untuk langsung dibungkus.


Li Chang Su terkejut. Dia hanya menginginkan yang hijau, tapi Mu Xianzhai membeli semua warna. Pria itu tentu saja memanjakannya. Biarkan Li Chang Su memakai cincin yang berbeda agar tidak bosan. Setelah membayar semua total biaya, si penjual merasa jika tangannya gemetar ketika menerima koin emas.

__ADS_1


Itu emas, bukan perak. Walaupun dia ingin memberi diskon, tapi Mu Xianzhai menolak dan memaksanya untuk memberi harga asli. Awalnya si penjual takut jika Mu Xianzhai marah karena harga yang mahal, tapi justru pria itu memberi koin emas dengan santai.


Setelah membeli cincin, Mu Xianzhai juga mengajaknya ke toko lain dan meminta Li Chang Su untuk memilih. Dia tidak memiliki masalah dengan uang. Bahkan jika Li Chang Su ingin membeli kota, dia mampu melakukannya. Tapi saat keduanya sibuk dengan kesenangan masing-masing, tiba-tiba saja seorang wanita berpakaian indah dan cukup terbuka langsung memanggil Mu Xianzhai.


"Yang Mulia ... Raja Perang," panggil wanita bergaun merah muda itu dengan ekspresi yang cukup tergila-gila.


Karena Mu Xianzhai memakai topeng, tidak ada yang tahu seperti apa wajah aslinya saat ini. Tapi wanita berpakaian merah muda itu sudah membayangkan jika ketampanan Mu Xianzhai tidak kalah dengan putra mahkota.


Semua orang yang berlalu lalang di sana segera mengalihkan perhatian dan merasa tertarik. Seseorang sepertinya akan menderita hari ini.


Li Chang Su mengerutkan kening. Wanita bergaun merah muda itu memiliki paras cantik, berdandan agak berlebihan dan memiliki parfum yang agak menyengat. Dia tidak terbiasa dengan aroma parfum yang terlalu tajam. Mungkinkah wanita ini dari rumah harum?


Mu Xianzhai menatapnya dengan dingin saat melihat jika wanita tidak dikenal itu berlutut di depannya seraya memegang gulungan surat.


"Siapa kamu?" tanyanya tanpa ada nada kehangatan.


"Yang Mulia ... Yang Mulia datang ke rumah harum kemarin malam dan membuat janji temu dengan Li'er. Yang Mulia tidak mungkin melupakan Li'er semalam." Wanita itu memiliki keberanian untuk bicara di depan Li Chang Su sekalipun. Bahkan jika Mu Xianzhai memiliki istri, dia masih bisa menjadi selir atas izinnya.


"Apa maksudmu? Suamiku pergi ke rumah harum? Apakah kamu salah mengenali orang?" Li Chang Su menaikkan sebelah alisnya. Siapa yang kini ingin membuat masalah dengan Mu Xianzhai? Bisakah itu rencana putra mahkota lagi?


Wanita bergaun merah muda itu langsung menggelengkan kepala. "Tidak, tidak. Saya terbiasa dipanggil Li'er di rumah harum. Semalam Yang Mulia Raja Perang datang ke rumah harum dan meminta saya menemaninya. Saya tidak mungkin salah mengenali orang karena penampilannya persis sama. Belum lagi, Yang Mulia juga memberi saya janji," jelasnya.

__ADS_1


Wajah Li Chang Su menjadi kurang nyaman dipandang. Dia segera melirik Mu Xianzhai dengan curiga. "Semalam kamu pulang larut. Ke mana kamu pergi?" tanyanya.


Bahkan Mu Xianzhai sendiri yang merasa tertuduh langsung berwajah gelap. Bisakah seseorang begitu lancang dan memfitnahnya?


__ADS_2