Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Toples Cuka (Cemburu)


__ADS_3

PARA PRIA selalu berolahraga dan makan beberapa karbohidrat yang cukup. Daging menjadi menu andalan untuk membentuk otot. Mu Xianzhai mungkin seorang pangeran, namun dia telah tinggal di barak militer dalam jangka waktu yang lama. Hidup sebagai seorang bangsawan istana dan menjalani banyak cobaan, ia sudah berpengalaman.


Hanya saja mungkin jatuh cinta pada wanita yang ditakdirkan gelang naga perak menjadi satu-satunya hambatan waktu itu. Terutama saat bertemu Li Chang Su.


"Tubuh pria dan wanita berbeda. Su'er tidak akan tahu," jawab pria itu dengan sedikit menjual rahasia.


Sayangnya saat Mu Xianzhai menoleh untuk melihat gadis itu, tiba-tiba saja tertegun. Lalu menghela napas tidak berdaya seraya tersenyum lembut.


Li Chang Su sudah tertidur, bersandar pada bebatuan yang ada di belakangnya. Bukan karena terlalu banyak makan tapi energi di tubuhnya sedang mengisi kembali tenaga yang hilang sehingga saat bangun nanti, tubuhnya tidak lagi terlihat lesu.


Mu Xianzhai bangkit dan menghampiri gadis itu, membiarkannya berbaring di tempat sebelumnya. Api unggun dibiarkan menyala agar gua tetap hangat dan Li Chang Su tidak kedinginan. Mu Xianzhai melepaskan zaoshan-nya dan menyelimuti gadis itu.


"Selamat malam," gumamnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, Li Chang Su dan Mu Xianzhai kembali ke Istana Raja Perang yang sudah bersih. Sayangnya dinding pembatas halaman hancur akibat pertarungan Mu Xianzhai dengan ular hitam mutasi. Butuh waktu untuk memperbaikinya kembali.


Tanpa diduga, He Ze serta yang lainnya juga berada di Istana Raja Perang, menunggu keduanya datang. Ketika Lict melihat Li Chang Su, batu besar di hatinya jatuh.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Lict langsung bangkit dari duduknya.


Li Chang Su menghela napas dan mengangguk. Jika laki-laki itu tahu apa yang terjadi pada Li Chang Su semalam, mungkin akan menggila. Untungnya orang-orang di Istana Raja Perang sangat profesional untuk tutup mulut, membuat alasan jika Li Chang Su dibawa pergi ke suatu tempat oleh Mu Xianzhai.


"Bagaimana keadaan di luar saat ini?" tanya gadis itu langsung pada topik.


Sebelum Lict menjawab, Ye Tianli sudah menyelanya lebih dulu. "Semuanya baik-baik saja. Hanya ... Banyak rumah dan toko-toko yang harus dibangun kembali. Kali ini kaisar tidak segan-segan mengeluarkan uang dan juga bantuan untuk membangun rumah dan toko."

__ADS_1


Sepertinya Kaisar Mu benar-benar murah hati setelah mendengar apa yang dikatakan naga perak semalam. Li Chang Su tidak mengatakan apapun lagi dan pergi untuk membersihkan diri lebih dulu. Lagi pula sarapan belum disajikan. Mu Xianzhai mengikutinya setelah mengatakan beberapa patah kata.


Satu jam kemudian, pasangan suami istri itu pergi ke ruang makan di mana mereka sudah berkumpul. Jam diperkirakan pukul tujuh pagi saat ini dan tidak terlambat untuk sarapan.


Semuanya berkumpul di meja makan dan berbagai macam hidangan memenuhi meja kali ini. Lict tidak malu-malu untuk makan sedikit lebih banyak. Semalam dirinya terlalu lelah. Adapun Ye Tianli yang makan seperti orang bangsawan pada umumnya, tidak terburu-buru atau lambat.


"Putra mahkota tidak beruntung kali ini. Kaisar telah mencurigai jika masalah ini ada hubungannya dengan Mu Lizheng dan permaisuri." Ye Shi tiba-tiba mengambil topik.


"Itu tidak mengherankan lagi. Lalu bagaimana kabar di sisi Rongyu?" tanya Li Chang Su seraya mengambil tumis rebus ke piring Mu Xianzhai.


"Tidak ada pergerakan. Sepertinya dia diam kali ini," jawab Ye Shi.


Li Chang Su menyipitkan matanya. "Dia tidak mau terlibat dalam masalah ini. Lagi pula, kondisi tubuhnya juga tidak terlalu baik," katanya.


"Apakah dia akan mati lebih cepat?" Lict sangat kesal dengan wanita itu meski belum pernah melihatnya berulang kali.


"Tidak. Dia pasti akan terus bertahan dengan menggunakan mandi darah," jawab Li Chang Su. Dia memikirkan masalah ini dengan serius. "Ketika aku dan Xian Xian pergi ke barak militer nanti, aku ingin kalian memperhatikan gadis mana saja yang menjadi korban Rongyu," imbuhnya.


"Ya. Sudah diputuskan." Li Chang Su melieim Mu Xianzhai dja tersenyum.


"Jangan khawatir. Ini bukan masalah besar," kata Ye Tianli, mengambil segelas air dan meminumnya sedikit.


"Omong-omong di mana pangeran kedua? Kenapa dia tidak datang?" tanya Lict merasa bahwa Mu Peizhi terpisah sejak permasalahan semalam selesai.


Ye Tianli ingat jika Mu Peizhi mungkin akan disibukkan oleh hal-hal istana di masa depan. Memanfaatkan keadaan Mu Lizheng yang sedang bermasalah, status putra mahkota nya terancam hilang. Ye Tianli khawatir jika permaisuri tidak tahan dengan semua tekanan Kaisar Mu dan mulai bertindak.


"Dia memulihkan diri," jawab Ye Tianli dengan acuh tak acuh. Dia sudah terbiasa dengan kebiasaan Mu Peizhi.

__ADS_1


"Bukankah dia sembuh. Apa yang terjadi?" Li Chang Su sedikit terkejut.


"Bukan apa-apa. Dia seharusnya menemui ibunya di istana hari ini untuk merencanakan sesuatu."


Pada akhirnya Ye Tianli juga tidak tahu apa yang sedang dilakukan Mu Peizhi. Kemungkinan besar berada di istana sambil makan dan minum teh. Atau duduk di ruang belajar untuk merencanakan masa depan. Dia sudah mengenalnya sejak lama dan tentu saja tahu banyak.


Sementara itu Ye Shi yang duduk disamping Ye Tianli pun sedikit cemburu. Dia akui masih ada rasa suka pada Ye Tianli. Bagaimana pun juga cinta pertama sulit dilupakan. Sekarang dia belajar untuk menjadi pria normal, jadi lupakan saja.


"Ini sulit untuknya." Li Chang Su menghela napas dan menghabiskan sarapannya.


Mu Xianzhai yang duduk di samping istrinya pun mendengus. Masib memedulikan pria lain. Istrinya masih sedikit menaruh perhatian pada pria lain. Cuka di perut nya mungkin tumpah sedikit hingga bau asamnya tercium di sekitar. Lict merasa jika Mu Xianzhai yang selalu mengenakan topeng perak itu minum cuka, rasa takut mulai menghantui pikirannya.


Lict terbatuk kecil dan buru-buru meninggalkan ruang makan setelah sarapan. Dia beralasan untuk memandikan kelinci putih mutasi. Belum lagi harus pergi ke rumah Mu Hongzhi untuk mengklarifikasi sesuatu. Tidak ada yang menghentikannya.


Li Chang Su menaikkan sebelah alis. "Ada apa dengannya? Apakah dikejar hantu?" tanyanya sedikit bercanda. Lalu menatap Mu Xianzhai yang menghabiskan sarapannya dengan keheningan total.


Ye Tianli dan Ye Shi saling melirik dan mulai paham apa yang sedang terjadi. Pria berdarah dingin itu cemburu! Keduanya juga tak mau tinggal lama dan beralasan ingin berjalan-jalan di halaman.


Kini tinggal Li Chang Su dan Mu Xianzhai.


"Kenapa mereka lagi?" gumamnya. "Apakah ada yang salah?"


"Su'er," kata Mu Xianzhai tiba-tiba. Dia mengambil tisu yang disediakan Li Chang Su sejak awal lalu menyeka sudut bibirnya yang sedikit berminyak.


"Ada apa?" Gadis itu merasa jika suasana hati pria itu sedikit turun.


Bukankah tadi baik-baik saja? Kenapa tiba-tiba merasa tidak bahagia?

__ADS_1


"Kemari," kata pria itu memintanya untuk datang mendekat.


Li Chang Su menatapnya dengan kebingungan tapi langsung berdiri perlahan. "Ada apa? Kenapa kamu tidak bahagia?"


__ADS_2