
PARA MURID Sekte Hitam segera menyesuaikan tubuhnya yang kesakitan. Salah satu dari mereka segera mengatakan segalanya. Ada dua orang berjubah hitam terbungkus dalam gelembung lava, lalu pergi dengan cepat ke satu tempat yang tidak diketahui.
Belum lagi, mereka juga melihat seekor kuda hitam dan kelinci mutasi yang melarikan diri. Awalnya mereka tidak curiga, tapi setelah mengetahui jika aura dua bintang mutasi itu berbeda, para murid mulai menyimpulkan jika ada binatang mutasi yang menyamar diam-diam.
Sebelum Zhen Juan menanggapi semua laporan, lalu murid lainnya datang sambil berlutut.
"Sovereign, ada satu hal yang ingin saya sampaikan," kata murid itu.
"Katakan, ada apa lagi?!" Suasana hati Zhen Juan tidak senang hingga dia duduk dengan gelisah.
"Para binatang mutasi kegelapan yang berada di terowongan sudah sepenuhnya terbakar. Belum lagi saat ini, para binatang mutasi kegelapan di sekitar Sekte Hitam juga diburu oleh makhluk api itu," lapor sang murid dengan kepala tertunduk.
"Lagi??! Semuanya hangus? Terowongan bawah tanah tempat berkembang biak para binatang mutasi itu dibakar?" Kali ini suara Zhen Juan menggelegar.
Petir di langit juga saling berteriak. Ditambah suasana yang begitu mencekam, para murid tidak tahu harus berkata apa. Makhluk api itu bukan binatang mutasi, sehingga mereka kebingungan harus mengatasinya seperti apa.
Zhen Juan menggeram. Tapi suaranya seperti binatang. Mereka yang berlutut itu merasakan hawa di sekitarnya mulai jatuh ke titik beku. Sorot mata Zhen Juan lebih tajam dengan iris mata merah darah. Kali ini dia benar-benar mencapai batasnya.
Kuku-kuku tangan Zhen Juan mulai memanjang dan runcing lalu berteriak ke langit-langit dengan kemarahan yang membara. Semua murid yang ada di aula untuk melaporkan hal itu segera dibunuh satu persatu. Kukunya yang tajam membunuh mereka tempat di jantung.
Aura kegelapan menguar lebih cepat. Dua taring panjang juga tumbuh di rahang atasnya. Dari betis hingga ke kakinya berubah menjadi gumpalan asap hitam dan melayang menuju luar aula.
"Munculah!! Lawan aku! Dasar tidak berguna!" teriakannya menggelegar. Banyak asal hitam berbentuk bola kecil muncul dari tubuhnya dan melayang ke seluruh penjuru Sekte Hitam.
Bola asal hitam itu segera memasuki tubuh semua murid yang telah bersumpah setia padanya hingga membuat sakit kepala. Mereka berteriak seraya menyentuh kepala.
Ada asap hitam menguar dari tubuh hingga menyebabkan rasa sakit. Mata para murid berjubah hitam segera berubah menjadi hitam pekat, seperti dirasuki oleh kegelapan.
Adapun Zhen Juan yang menggeram dan mencari aura makhluk api itu, segera melayang ke suatu tempat.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, Mu Xianzhai yang bersembunyi sejak awal untuk memikirkan rencana pun kini terkejut. Ini di luar dugaannya. Zhen Juan terlihat seperti manusia setengah monster yang hidup dalam bayang-bayang.
Dia tidak mengetahui apa yang terjadi sebelumnya, namun hal ini tampannya tidak sederhana. Di samping, ada He Ze dalam wujud manusia. Pria serba putih itu sepertinya merasa jika aura Zhen Juan lebih gelap dari pengguna ilmu sihir pada umumnya.
"Tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi Terowongan bawah tanya telah terbakar habis. Makhluk lava yang kita temui di inti bumi waktu itu bernama Flare. Pensiunan kaisar baru saja mengatakannya," kata He Ze seraya mengerutkan kening.
"Makhluk itu membawa Mu Hongzhi dan Lict," ujar Mu Xianzhai dengan sorot tajam di balik topeng peraknya.
"Flare adalah penjaga gerbang baja dan tidak jahat. Aku rasa dia memiliki alasan kenapa membawa mereka." He Ze terdiam lagi setelah mengatakannya hal itu. Tampak sedang mendengarkan apa yang dikatakan oleh pensiunan kaisar di ruang artefak.
"Pria tua itu juga berkata Flare menunggu seseorang dari zaman yang sama dengan istrimu. Aku rasa dia pergi ke tempat Li Chang Su berada," imbuhnya.
"Su'er ..." Mu Xianzhai bergumam dan segera pergi dari sana secara diam-diam.
He Ze yang ditinggal lagi akhirnya segera mengikutinya dengan cepat. Mu Xianzhai memang pria yang menyayangi istrinya. Tapi dia juga memperingatkan Mu Xianzhai agar tidak impulsif. Lagipula jika semuanya berantakan, tidak akan ada akhir yang baik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat yang cukup jauh dari keberadaan Sekte Hitam ...
Dua kucing mutasi dewa berada di atas batu besar bersalju sebuah pegunungan batu. Bell dan Orange telah sampai di atas pegunungan batu hari ini dan menyaksikan aura kegelapan di Sekte Hitam menguar ke langit.
Petir yang saling menyambar serba awan gelap seperti akan terjadi badai pun semakin terasa. Saat ini, salju turun cukup lebat hingga membuat bulu-bulu di tubuh keduanya dipenuhi salju. Orange tampak duduk seraya menjilat punggung kaki depannya. Lalu menggoyangkan tubuhnya untuk menjatuhkan salju yang menempel.
Adapun Bell—kucing mutasi dewa berbulu emas keperakan dengan anting lonceng di telinganya, hanya menatap ke arah Sekte Hitam berada. Ekornya bergerak-gerak dan matanya sedikit menyipit.
"Pada akhirnya, hari itu akan tiba," katanya dengan nada tenang.
Orange yang memiliki ekspresi malas kini telah memulihkan tubuhnya. Setelah menjilati punggung kaki depannya, ia mengeong sekali dan bangkit.
__ADS_1
"Apakah Flare telah bergerak?" tanya Orange serius.
"Ya. Dia sudah bergerak. Tampaknya benar jika Li Chang Su dan Lict berasal dari zaman itu."
"Kenapa kita tidak berkata terus terang saja pada mereka tentang siapa kita?" Orange merasa menyesal dan kedua telinga hitamnya segera terkulai. Ia memasang ekspresi yang menyedihkan.
"Ini bukan tugas kita. Jika benar keduanya berasal dari zaman modern, maka keberadaan binatang mutasi kegelapan akan segera di atasi. Sesuai dengan prediksian kaisar pertama Kekaisaran Mu, takdir gelang naga perak lah yang mampu menutup gerbang kegelapan." Bell menjelaskan semuanya pada Orange.
"Ketika binatang roh bawah tanah itu tersegel oleh aura suci, maka kita harus membuat para binatang mutasi kegelapan menjadi golongan suci," imbuhnya.
"Ini merepotkan. Kapan kita bisa bertemu gadis itu lagi? Aku suka makanan buatannya." Orange membayangkan ikan bakar yang harum.
"Kita akan segera bertemu lagi. Pasti," jawab kucing mutasi dewa itu dengan pandangan misterius.
Angin dingin pegunungan membelai tubuh mereka. Keduanya tidak berniat untuk pergi saat ini dan ingin tahu seperti apa akhir dari keberadaan Sekte Hitam. Tak berapa lama, keduanya melihat beberapa tentakel di bebatuan bersalju, mencoba untuk baik.
Seekor gurita mutasi ukuran biasa sedang memanjat bebatuan yang dipenuhi salju. Dingin dingin dan licin. Akhirnya, setelah gurita mutasi itu berhasil sampai di puncak, Tubuhnya lemas.
"Kalian begitu cepat. Aku kesulitan untuk mengejar," kata gurita mutasi yang dulu menjadi penunggu sungai terowongan bawah tanah.
"..." Bell dan Orange memperhatikan gurita hitam dan kini pigmen kulit telah berubah menjadi putih.
Jika Li Chang Su dan yang lainnya tahu bahwa gurita mutasi itu mengenal kedua kucing tersebut sejak awal, mungkin akan terkejut luar biasa. Gadis itu mungkin akan menuduhnya sebagai tiga binatang mutasi yang berbohong.
Bahkan jika gurita mutasi ketahuan berbohong, ia bisa menjadi gurita bakar.
"Lalu kenapa kalian di sini. Bukankah tujuan kita adalah pegunungan dewa?" tanya gurita mutasi itu.
Orange dan Bell tidak menjawab. Tapi hanya melihat ke arah wilayah Sekte Hitam berada. Ini baru saja permulaan ....
__ADS_1