
XUYAO mengangguk dan tidak menyembunyikan apa yang terjadi akhir-akhir ini. "Raja memintaku untuk melihatnya tadi. Ini juga menjadi latihan dan menguji racun yang kukerjakan. Ternyata para binatang mutasi kegelapan kali ini lebih kebal terhadap serangan biasa."
"Kalau begitu aku harus melihatnya," kata Li Chang Su segera mengeluarkan Xue Zi yang baru saja selesai makan wortel. Tak lupa juga He Ze.
Kedua makhluk berbulu putih itu tahu apa yang diinginkan Li Chang Su dan segera pergi dengan cepat. Tapi Xuyao telah diperintahkan oleh Mu Xianzhai untuk tidak membiarkan Li Chang Su keluar hari ini. Salah satu alasannya mungkin karena binatang mutasi golongan kegelapan. Alasan lainnya karena ada gerakan mencurigakan dari pihak putra mahkota.
Dengan kesibukan di perbatasan untuk mengatasi binatang mutasi golongan kegelapan, pihak musuh pasti akan memanfaatkan celah ini untuk menembak. Dia tidak ingin Li Chang Su dal bahaya. Jika tidak, Mu Xianzhai akan membunuh keduanya.
Sementara itu ....
Mu Hongzhi dan Lict sedang berada di dekat lubang galian terowongan bawah tanah. Keduanya memeriksa situasi di sana dan mendapati beberapa binatang mutasi kegelapan tingkat rendah yang sengaja bersembunyi. Kali ini penjagaan diperketat dan prajurit juga telah dikerahkan untuk menjaga lubang tersebut.
Mu Hongzhi memegang status sebagai Jenderal Hong dan juga kepercayaan Mu Xianzhai. Prajurit tak berani melanggar perintahnya. Belum lagi, Mu Hongzhi juga merupakan sepupu raja perang. Meski terkadang ceroboh dan terlihat tidak serius dalam mengerjakan tugas, namun Mu Hongzhi sebenarnya memiliki sifat asli yang tersembunyi.
Misalnya saat ini saja, ekspresi wajahnya yang bodoh dan ceroboh telah hilang, tergantikan dengan keseriusan yang membuat para prajurit berpikir jika Mu Hongzhi sedikit memiliki kemiripan dengan ayahnya—Mu Hongshan. Sayangnya Lict tidak memperhatikan ekspresi pria itu dan lebih memedulikan lubang galian.
"Haruskah kita menutup lubang ini?" usul Lict seraya mengelus dagunya yang tidak berjenggot.
"Tidak. Akan sangat sulit untuk mengetahui di mana mereka akan menggali nanti. Lubang ini harus dijadikan umpan untuk membuat para binatang mutasi golongan kegelapan hanya datang ke sini. Sehingga tidak perlu mengkhawatirkan lubang yang lain," jelas Mu Hongzhi sedikit kedinginan di matanya.
"Sayangnya putri Xian tidak ada di sini," kata Lict merasa rindu dengan seniornya.
Mu Hongzhi mengerutkan keningnya dan hendak meminta beberapa prajurit untuk turun ke lubang galian terowongan bawah tanah tersebut. Namun seekor kuda putih mutasi datang dengan beberapa beban di punggungnya. Lebih tepatnya, dua kantong besar di tubuhnya membuat dia sedikit kesulitan berjalan.
Melihat kuda putih mutasi itu meringkik kelelahan, Mu Hongzhi sedikit tertekan. "Apakah itu berat?" tanyanya polos.
__ADS_1
"Bodoh! Tentu saja ini berat," protes kuda putih mutasi sedikit marah. "Kamu pikir aku ini kuda pengangkut barang?"
"Bukankah kamu bilang kamu ini kuat? Membawa barang segitu saja sudah protes?" Dia menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum pada kuda putih mutasi.
"Memang aku ini kuat. Tapi jika kamu memintaku untuk membawa batu seperti ini, tetap saja lebih berat! Lagi pula untuk apa batu-batu ini?" tanya kuda putih mutasi masih mengomel.
Di kiri dan kanan tubuh kuda itu ada kantong anyaman tali yang berisi batu-batu yang cukup besar. Setidaknya untuk membuat tungku darurat. Dia berencana untuk bermalam di sini dan menjaga lubang galian. Dia khawatir jika para binatang mutasi kegelapan itu akan menyelinap di malam hari.
Ketika kuda putih mutasi itu tahu jika mereka akan mendirikan tunggu, ia hanya mengeluh dan meminta mereka untuk mencarikannya air dan rumput. Dia sangat lapar. Setidaknya, jangan biarkan dia untuk memakan orang-orang di sini.
Lict membantu para prajurit membuat tungku batu dan mencari kayu bakar di sekitar tempat itu. Lalu tenda didirikan dengan baik. Setelah itu, mereka mulai sibuk lagi dengan lubang galian.
"Apakah kamu merasa ada musuh mendekat?" tanya Mu Hongzhi. Mengetahui jika kuda putih mutasi itu memiliki sensitivitas yang cukup tinggi terhadap binatang mutasi kegelapan, ia sering memanfaatkannya.
"Tidak. Setidaknya untuk saat ini." Kuda sputih itu mendengus dan mencari tempat yang nyaman untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Lict dan Mu Hongzhi tidak tahu jika kedua makhluk berbulu putih itu akan datang. Bahkan Lict menerima surat dari Istana Raja Perang jika Li Chang Su ingin membicarakan sesuatu dengannya. Dan ajak juga Mu Hongzhi. Sepertinya kabar tentang masalah ini sudah terdengar ke telinga gadis itu.
"Sepupu ipar memanggil kita? Kalau begitu kita harus pergi," kata Mu Hongzhi sedikit berekspresi ceroboh lagi saat mengingat masakan sepupu iparnya yang enak. "Aku bisa makan enak," imbuhnya.
"..." Kamu hanya ingin makanan saja, pikir Lict dengan tiga garis hitam di kepalanya.
"Aku mencium bau gosong," kata Xue Zi dan kedua telinga panjangnya langsung berdiri, hidungnya berkedut tapi tidak mengatakan apapun tentang binatang mutasi kegelapan. Mungkin seperti perkiraan kuda putih mutasi, sekarang masih aman.
"Ada banyak bangkai binatang mutasi golongan kegelapan yang hangus di bawah sana. Tapi juga mengandung racun kecil di udara. Apakah kalian ke sini untuk memeriksa?" tanya Mu Hongzhi.
__ADS_1
"Ya. Gadis itu menginginkan informasinya," jawab Xue Zi jujur.
Tiba-tiba saja He Ze segera pergi dan melompat masuk ke lubang galian. Xue Zi hampir berteriak dan mendekati bibir lubang seraya berteriak untuk menanyakan apa yang akan dilakukannya. Tupai putih itu segera berubah menjadi manusia bersurai putih salju dan wajah tampannya yang damai.
Sekilas, Xue Zi sedikit iri dengan penampilannya. Namun ini bukan saatnya bagi dia untuk memikirkan tubuh jelmaan. "He Ze, apa yang kamu lakukan? Tidakkah kamu takut ada binatang mutasi yang menerkam?"
Pria bersurai putih salju itu menengadah dan menatap Xue Zi dengan cibiran. "Aku ini penjaga artefak gelang naga perak. Makhluk-makhluk kecil itu bukan lawanku. Aku akan pergi untuk memeriksa setiap sudut di sini, kamu ikut atau tidak?"
"Ikut! Tapi kamu peluk aku," jawab kelinci itu segera mengajukan persyaratan.
"Apakah kamu takut?" tanya Lict menuduh, ekspresinya sedikit tidak percaya.
Kelinci putih mutasi itu menatapnya dengan jengkel. Jelas agak malu. "Sembarangan! Aku tidak takut. Aku hanya tidak ingin buluku jadi kotor dan hitam karena arang di bawah sana," jelasnya.
"..." Kenapa aku merasa kamu berbohong? Pikir Lict.
Kelinci putih mutasi itu segera melompat dan mendarat di kepala He Ze. Pria bersurai putih itu sedikit kesal dan mencubitnya untuk patuh di tangannya. Sementara Mu Hongzhi memiliki kelegaan saat melihat keduanya datang.
"Kalau begitu kalian jaga tempat ini sampai aku kembali. Aku dan Lict akan pergi ke tempat tuanmu berada," kata Mu Hongzhi.
"Pergilah. Dia menunggu kalian." He Ze segera melangkah lebih dalam hingga sosoknya tidak terlihat lagi.
Mu Hongzhi dan Lict pun pergi. Tapi kuda putih mutasi tidak ikut demi berjaga-jaga, dia lebih baik menunggu di sini agar para manusia bodoh di sekitarnya tidak jadi korban.
Di terowongan bawah tanah, He Ze berjalan melewati beberapa mayat binatang mutasi golongan kegelapan yang telah hangus terbakar. Dia tiba-tiba menghentikan langkah setelah berjalan cukup jauh. Keningnya mengkerut seketika.
__ADS_1
Bahkan Xue Zi sendiri merasa aura di sekitarnya menjadi lebih kental dan berbahaya. "He Ze, bukankah tempat ini tidak ada binatang mutasi di bawah golongan raja? Tapi kenapa aku merasa jika ini lebih kuat daripada golongan raja?"