
SEMUA ORANG segera pulih dari tatapan mereka dan merasa keringat dingin mengalir di punggung. Sang raja marah setelah mereka memperhatikan istri kecilnya yang cantik. Si pemilik kedai akhirnya mengizinkan ketiganya dan dua hewan peliharaan masuk. Lalu menyiapkan kotak khusus yang lebih nyaman.
Li Chang Su agak canggung saat Mu Xianzhai mengatakan dirinya lapar. Siapa yang lapar? Dia sama sekali terlalu lapar.
Namun dia masih patuh untuk mengikutinya menuju lantai dua, memasuki sebuah ruang sekat (kotak). Mu Hongzhi mengambil duduk di depan keduanya. Adapun kelinci mutasi dan He Ze di samping, akan . mendapatkan jatahnya tersendiri.
Mu Xianzhai tidak akan membiarkan kedua hewan itu berada di atas meja apalagi mengotori sekian dengan bulu-bulu mereka yang rontok.
Meksipun Li Chang Su berkata jika keduanya selalu bersih dan tidak ada bulu yang terlepas, Mu Xianzhai masih tidak mengizinkannya. Gadis itu hanya bisa menutup mulut dan menyerah. Pria ini benar-benar tidak bisa dibantah.
Seorang gadis pelayan akhirnya datang sambil menunjukkan buku menu sederhana. Karena tahu ini adalah kotak milik raja perang, gadis pelayan itu sangat sopan dan berhati-hati.
Li Chang Su melihat beberapa menu di buku, menahan diri untuk rasa penasarannya. Ada banyak jenis hidangan yang cukup asing. Dan mungkin ini tidak pernah ada di zaman modern yang serba ada.
"Apakah Su'er ingin mencoba semuanya?" tanya pria itu.
"Terlalu banyak bukan? Tidak mungkin habis," jawabnya tidak yakin. Meskipun, dia sangat ingin mencoba semuanya. Tapi ....
"Ada dua hewan bodoh itu yang memiliki perut besar. Jangan khawatir," balas Mu Xianzhai lagi seraya menatap kedua hewan berbulu putih itu. Dia mungkin harus memikirkan cara untuk mengubah warna tubuh mereka, seperti menjadi berbulu hitam atau cokelat.
"...." He Ze dan Xue Zi menatap Mu Xianzhai dengan tajam. Siapa yang memiliki perut besar? Tidakkah manusia itu tahu bahwa perut mereka bahkan tidak setengahnya dari milik seekor anak sapi?
Gadis pelayan saja bahkan curi-curi pandang ke arah dua hewan kecil berbulu putih itu. Terlihat sangat menggemaskan. Ini pasti peliharaan sang putri, pikirnya.
"Baiklah. Pesan semuanya," kata Li yang akhirnya memutuskan. Namun matanya tertuju pada satu nama hidangan yang mencurigakan. Dia menunjuk ke arah nama itu.
"Apa bahan dasar dari makanan ini?" tanyanya.
__ADS_1
Si gadis pelayan akhirnya mengikuti nama hidangan yang ditunjuk oleh jari ramping Li Chang Su. Kemudian menjawab, "Itu berbahan dasar tunas putih musim dingin."
Seketika, saja Li Chang Su kaku saat mendengarnya. Itu rebung lagi. Bahkan Mu Xianzhai memiliki ekspresi tidak ramah. Dia mendengus dan seolah-olah benci dengan yang namanya rebung ini.
"Jauhkan semua yang berbahan dasar tunas putih musim dingin! Jika ada satu olahan yang berbahan dasar ini sampai terlewatkan, kedai kalian tutup saja!" Katanya dingin.
Gadis pelayan itu segera ketakutan dan mengangguk patuh. Lalu membawa buku menu kembali, segera melaporkan hal ini. Sedangkan Li Chang Su sedikit merasa tidak nyaman. Bukankah pria ini suka rebung? Benar-benar tidak ingin memakannya lagi?
Sementara Mu Xianzhai alergi pedas yang berlebihan. Keduanya Sama-sama memiliki alergi. Lalu kenapa Mu Xianzhai masih mau memakan makanan pedas hanya untuk membuat dia nyaman?
"Sepupu, kamu sangat luar biasa. Tapi aku sangat ingin makan hidangan dengan bahan dasar itu." Mu Hongzhi akhirnya mengeluh setelah cukup lama terdiam.
"Jika kamu mau makan itu, buka kotak sendiri dan bayar sendiri!" Mu Xianzhai mencibir. Sama sekali tidak keberatan jika pria itu membuka kotak sendiri. Dengan begitu, dia hanya akan berdua saja dengan gadis ini. Begitu pula, dua hewan putih itu mengganggu matanya.
"...." Mu Hongzhi tidak mau melewatkan kesempatan makan banyak. Jadi tidak mau membuka kotak sendiri. Dia hanya bisa mengeluh lagi dan lagi. Bahkan Mu Xianzhai tidak mengizinkan Li Chang Su untuk merasa kasihan padanya.
Pria itu sudah terbiasa makan pahitnya hidup, mengikutinya sebagai orang kepercayaan. Jika Mu Xianzhai makan sedikit, pria itu pun makan sedikit. Jika tidak makan, maka akan mengikutinya juga. Semuanya sangat bergantung pada Mu Xianzhai. Hingga ibu pria itu saja sering memarahinya karena tidak mandiri.
Adapun semua makanan yang tersaji, Li Chang Su juga melihat tiga cangkir teh berbeda, serta memiliki aroma yang berbeda pula.
"Teh tiga musim?" gumamnya.
"Su'er kenal ini?" Pria di sampingnya berbalik tanya.
"Oh ... Hanya dengan mencium aromanya saja, aku cukup yakin," jawab Li Chang Su sedikit mengerutkan kening.
Teh tiga musim ini diambil dari tiga jenis bunga ada musim yang berbeda. Oleh karena itu namanya teh tiga musim. Walaupun mungkin tidak terlalu populer di zamannya, namun beberapa keluarga yang berpegang pada ajaran kuno masih menjadikan teh ini sebagai teh utama.
__ADS_1
Semua hidangan yang tersaji menguarkan aroma yang cukup harum. Dengan berbagai rempah yang ada pada zaman ini, Li Chang Su hampir mengenali beberapa bahan yang terkandung. Mereka benar-benar menghilangkan tunas putih musim dingin atau yang dia kenal dengan rebung musim dingin.
Mu Hongzhi sudah antusias mencoba makanan pertama yang ada di depannya. Sangat enak.
"Ini .... Ini ... Ini ... Semuanya makanan kesukaanku!" katanya tanpa memedulikan tatapan Mu Xianzhai yang kurang ramah. Makanan ini lebih enak dipandang dari pada sepupunya yang selalu berwajah masam saat sedang tidak bahagia.
Pria itu telah mengambil beberapa hidangan lain dan juga mulai menghabiskan setengah mangkuk nasi ukuran sedang. Adapun Li Chang Su, hanya geleng-geleng kepala.
"Jangan lupa beri makan He Ze dan Xue Zi," katanya seraya menyerahkan dua piring kosong untuk makan dua hewan itu. Piring ini dia dapatkan dari ruang artefak.
"...." Saat Mu Hongzhi melihatnya, dia ingin bertanya darimana mendapatkan piring itu. Sejak awal masuk, Li Chang Su tidak mengambil piring apapun.
Hanya karena tatapan Mu Xianzhai, dia menutup mulutnya dan tidak lagi jadi bertanya. Hanya meletakkan dua piring di depan tupai putih dan kelinci mutasi. Memberi keduanya berbagai jenis makanan. Sepupunya berkata jika kedua makhluk itu pemakan segala.
Awalnya tidak percaya. Tapi setelah melihatnya makan seperti manusia yang kelaparan, Mu Hongzhi harus percaya dengan apa yang dilihatnya.
"....." Sepupu ipar, apakah ada hewan peliharaan yang lebih patuh dari mereka? Pikirnya enggan. Jika dia memiliki peliharaan seperti ini, mungkin jatah makan setiap harinya akan dibagi.
Li Chang Su akhirnya bisa merasa semua jenis hidangan di restoran ini. Dan memberi penilaian yang bagus. Tak berapa lama, seorang wanita pelayan berpakaian bagus pun datang dengan senyum. Meletakkan sup ikan musim dingin.
Gadis itu mengerutkan kening. Senyum wanita ini tidak seperti pelayan biasa. Belum lagi pakaiannya, agak tipis, lekukan dadanya terlihat menggoda. Dia pelayan atau penghibur? Serta, parfum yang dipakai mungkin sejenis aroma bunga persik.
"Kamu pelayan di sini?" tanyanya penasaran.
Wanita pelayan itu tersenyum kaku pada Li Chang Su, membungkukkan setengah badannya dengan hormat. "Aku adalah pelayan senior dari rumah harum. Biasanya melayani beberapa pelanggan untuk memberi sedikit hiburan."
"Oh ... Kamu cukup unik."
__ADS_1
Li Chang Su berkomentar. Agak curiga. Tapi tidak berniat untuk memperpanjang masalah ini. Hanya saja, aroma parfum wanita pelayan itu membuatnya terganggu dan ingin bersin.
Mu Xianzhai mencibir dan menatap sup ikan musim dingin yang masih panas. "Raja ini tidak memesan sup ini. Dan tidak ada dalam menu. Apa motifmu?" tanyanya dingin.