Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pangeran Kedua, Mu Peizhi


__ADS_3

LI CHANG SU mengangguk. Dia memang harus pergi hari ini. Tidak ada alasan untuk tinggal. Dia khawatir, semakin tinggal lama di sini, Mu Xianzhai akan menggunakan segala cara untuk mengikatnya dalam pernikahan. Dia tidak mau berlama-lama untuk membuat keromantisan di jalan dan pergi tanpa berpikir.


Setelah menggunakan kemampuan mata dewa nya, ada banyak penjaga gelap tak dikenal mengikuti. Mereka semua bukan milik Mu Xianzhai atau Mu Hongzhi. Dia berhenti dan menoleh ke salah satu pohon besar tak jauh dari sana. Tatapannya tajam.


Pria berpakaian hitam yang ada di balik kegelapan pohon itu terkejut dengan tatapannya. Sebagai penjaga gelap yang terlatih, sudah sewajarnya mengikuti seseorang tanpa ketahuan. Tapi tatapan gadis itu jelas menyapu dirinya.


Tidak tahu kenapa, penjaga gelap itu merasa gemetar dan berkeringat dingin. Teman seperjuangan yang tak jauh darinya pun juga merasakan hal yang sama. Mereka hanya ingin segera lari untuk melaporkan hal ini pada putra mahkota.


Namun setelah mereka berbalik dan siap melompat pergi, sebuah jarum perak beracun pun menancap di leher. Para penjaga gelap itu kaku dan jatuh satu persatu.


"Siapa itu?" Tanya Mu Hongzhi curiga. Dia buru-buru turun dan mengecek para pria berpakaian serba hitam itu.


Sebelum mengungkapkan siapa mereka, Mu Xianzhai sudah berkata lebih awal, "Penjaga gelap putra mahkota."


"Putra mahkota?" Li Chang Su menaikkan sebelah alisnya, "kenapa ada di sini dan mengikuti mu?" Tanyanya.


"Bukan untukku, tapi untukmu," pria itu mendengus, mengusap kepala gadis itu dengan sentuhan khawatir.


Putra mahkota telah lama mencari gadis ini diam-diam. Dia tahu itu. Maka dari itulah dia tidak memberi tahu Mu Xianzhai saat menemukan Li Chang Su lebih awal. Gadis itu tidak tahu apa maksud Mu Xianzhai. Kenapa putra mahkota mencarinya? Bahkan belum pernah bertemu secara tatap muka.


Mu Hongzhi menghela napas dan memanggil bawahannya untuk mengurus mereka. Kirimkan ke halaman putra mahkota dan katakan bahwa mereka diserang sekelompok orang. Sebelumnya, semua jarum beracun diambil lebih dulu.


"Sepupu, kenapa putra mahkota mengincar Kakak Ipar?" Tanyanya.


"Itu karena Rongyu," tiba-tiba saja suara yang menggoda terdengar di telinga mereka.


Tanpa perlu ditebak, wajah Mu Xianzhai sudah menghitam saat ini. Pria penggoda ini datang lagi. Sungguh tidak bisa tenang dengan kehadirannya di mana-mana. Ketiganya menoleh dan mendapati sosok Ye Tianli telah ada di salah satu atap bangunan lagi. Li Chang Su pun menyipitkan matanya dan cemberut.


"Tuan Ye ternyata sangat hobi untuk menjadi hantu merah! Apakah nyaman untuk membuat rumah di atas atap untuk bersantai?" Ejeknya sedikit mencibir.


"....," Ye Tianli selalu dikalahkan oleh mulut pedasnya yang kurang ajar. Pria berpakaian serba merah itu ingin mengatakan sesuatu. Tapi pasti nanti akan dikalahkan lagi oleh ejekannya yang besar.


Lagi-lagi, suara tawa samar terdengar. Kali ini bukan milik Ye Tianli, tapi seorang pria berjubah putih tulang dengan sulaman ular piton emas. Dengan kipas lipat putih polos, pria itu memiliki sedikit kemiripan dengan kaisar. Wajahnya halus, memiliki poni elegan yang cocok dengan sosoknya.

__ADS_1


Pria itu setidaknya seumuran dengan Mu Xianzhai, tubuhnya memang tidak terlalu berotot seperti Mu Xianzhai. Tapi ada jejak kharisma yang terlatih. Kali ini Li Chang Su tidak tahu siapa pihak lain ini. Namun Mu Xianzhai sudah mendengus. Tampaknya snagat mengenal orang itu. Apalagi Mu Hongzhi.


"Sepupu kedua ...," Mu Hongzhi menyapa.


Pria berjubah putih itu mengangguk kecil, terlihat ramah, "Senang melihat sepupu Hong di sini dan juga saudara ketiga."


"Saudara kedua itu sopan," Mu Xianzhai tidak memiliki banyak keintiman dengan pria ini, tapi tidak bermusuhan juga. Dia merangkul Li Chang Su dan memperkenalkan pria di depannya itu sebagai pangeran kedua, Mu Peizhi.


"Apakah ini Nona Su?" Pria itu tidak peduli apakah Li Chang Su memberi hormat padanya atau tidak, setidaknya ini juga takdir gelang naga perak.


"Ya. Ini aku."


"Saudara ketigaku memiliki penglihatan yang bagus. Aku sangat iri. Tidak! Sebenarnya pria itu sangat iri. Aku harap Nona Su tidak akan tersinggung olehnya."


Menatap Ye Tianli yang bersantai di atap, Mu Peizhi tidak berdaya. Dia memintanya untuk datang ke pelelangan agar suasana tidak terlalu sepi. Tapi siapa yang tahu akan mengajak wanitanya Mu Xianzhai untuk datang. Orang ini hampir saja memprovokasi saudara ketiga.


Untung saja Ye Tianli tidak pernah bersungguh-sungguh untuk melakukan hal konyol dan menatap Li Chang Su cukup lama. Membuat Mu Xianzhai kurang nyaman. Apakah saudara keduanya juga suka?


"Kamu ingin aku berbuat apa? Mengganggu hubungan mereka?" Tebaknya sedikit tidak senang.


Dia adalah pangeran, tapi kadang selalu menjadi bola lempar oleh pria pedagang ini. Karena hubungan keduanya sudah sangat baik sejak kecil, dia tidak pernah mengeluh akan hal apapun. Tapi kali ini adalah saudara ketiga. Yang kemungkinan besar akan mendukungnya jika suatu hari nanti menjadi kaisar.


Cuaca musim dingin ini sedikit tidak normal. Belum lagi dia tidak memakai jubah hangat karena malas untuk kembali ke istana. Untung saja dia memiliki tenaga dalam untuk menghangatkan tubuhnya.


Menurut Mu Peizhi, gadis itu juga cantik. Wajahnya memerah karena dingin, membuatnya sangat gatal ingin mencubit. Tapi jika itu dilakukan, Mu Xianzhai mungkin akan mematahkan tangannya. Padahal dia tidak memiliki niat lain selain ingin membiarkan Li Chang Su memanggilnya saudara kedua nanti.


"Bukankah kamu suka?" Tanya Ye Tianli langsung melompat turun dan menghampirinya.


"Suka leluhur mu!" Mu Peizhi mendengus, "percaya atau tidak, saudara ketiga akan menendang ku!"


"Kenapa kamu takut padanya? Jangan khawatir, ada aku di sini ...," Pria berpakaian serba merah itu begitu percaya diri.


Sayangnya, Mu Peizhi tidak memiliki keinginan untuk ini. Dia telah memiliki selir di istananya dan bukan salah satu pewaris gelang naga perak. Tapi saudara ketiganya, Mu Xianzhai, berbeda. Selain mewarisi gelang naga perak milik pensiunan kaisar, kemampuannya juga di atas rata-rata. Yang membuat takdir gelang naga perak akan dipilih sesuai jalan hidupnya.

__ADS_1


Dan Li Chang Su ini, seperti yang diceritakan Ye Tianli, memang cantik. Sayangnya tidak ditakdirkan untuk dia miliki. Dan Ye Tianli ini ingin merasukinya dengan kecantikan itu.


"Jika kamu mencari masalah, pergilah. Jangan libatkan aku."


Setelah berkata demikian, dia segera pergi meninggalkan tempat itu. Ye Tianli melihat kepergiannya sambil tersenyum. Lalu terkekeh kecil. Pangeran keduanya tidak tertarik pada Li Chang Su. Tampaknya dia harus mendapatkan gadis itu untuk dirinya sendiri?


Bisakah dia?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Li Chang Su sudah berada di dalam kereta kuda saat ini. Mu Xianzhai ada di seberangnya. Dia hanya bisa duduk berjauhan saat ini, tidak mau mendekat. Sedangkan Mu Hongzhi menjadi kusir gratis. Ketiganya berangkat menuju gerbang perbatasan.


Sepanjang perjalanan, tidak banyak percakapan. Mu Xianzhai tenang seperti biasanya, bersandar di bantal empuk sambil menopang kepala. Kedua matanya terpejam. Walau tidak melepaskan topeng perak itu, Li Chang Su tahu jika pria ini telah kembali ke sikap semulanya yang dingin dan sok berkuasa.


Tampaknya keheningan ini membuat Mu Xianzhai agak mengantuk, jadi berbicara untuk menghilangkan kantuk.


"Bukankah kamu ingin memanjakan sesuatu?" Tanyanya.


"Ah, apa?" Li Chang Su pulih dari keterkejutannya dan menunduk. Dia memang hampir melupakan ini.


Apa yang tadi dikatakan Ye Tianli masih terngiang. Para penjaga gelap yang dia bunuh tadi ada hubungan dengan dia. Mu Xianzhai berkata itu pihak putra mahkota. Tapi Ye Tianli bilang itu karena Rongyu?


Dia cemberut dan bertanya apa maksud Ye Tianli, "Kenapa ini ada hubungannya dengan aku dan Rongyu?"


"Darahmu seharusnya dibutuh kan oleh Rongyu," Mu Xianzhai tersenyum, menatap sedikit ke arah gadis itu. Cara duduk gadis itu sungguh asal-asalan. Untungnya dia tidak terlalu mempermasalahkan hal ini.


"Ada apa dengan darahku?" Tanyanya lagi.


Pria itu tidak menjawabnya untuk waktu yang cukup lama, membuat Li Chang Su berpikir, apakah pria ini berhasil mengambil darahnya dan memberikan itu pada Rongyu?


Sebelum Mu Xianzhai membuka suara, kereta kuda berhenti tiba-tiba. Gadis itu tidak siap untuk benturan seperti ini. Tubuhnya goyah. Untung saja Mu Xianzhai segera menarik tangan Li Chang Su hingga jatuh ke pelukannya. Dadanya sedikit ditekan, membuatnya agak sesak napas. Tapi tangannya tidak mau melepaskan gadis itu, masih memeluknya.


Li Chang Su yang pikirannya bingung pun saat ini hanya tertegun. Suara ringkikan kuda terdengar nyaring pun membangunkannya.

__ADS_1


__ADS_2