Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Keadaan Genting Di Barak Militer


__ADS_3

MU XIANZHAI segera bangkit dan memeluk tubuh istrinya. "Tidak apa-apa, Lict bercerita tentang kehebatanmu di barak militer sebagai wanita yang begitu populer. Aku merasa iri," katanya.


"Dulu aku pernah menceritakan ini padamu," kata Li Chang Su seraya mengerutkan kening.


"Ya. Tapi berbeda lagi jika orang lain yang mengatakannya." Mu Xianzhai terlihat tidak bahagia.


"Aku juga akan menjadi populer di negaramu. Jangan khawatir, tunggulah orang-orang menyebutku." Gadis itu begitu percaya diri.


Mu Xianzhai melepaskan pelukannya dan meremas bahu gadis itu. Istrinya cukup nakal. "Tidak ada. Aku tidak akan membiarkannya terjadi. Su'er hanya bisa dipandang olehku saja. Jangan mengharapkan orang-orang memandangimu, atau mereka akan kehilangan matanya." Dia mengancam.


"..." Li Chang Su tidak tahu apakah harus bergembira atau justru bersedih saat memiliki suami cemburuan seperti Mu Xianzhai.


"..." Mu Hongzhi percaya jika sepupunya akan melakukan itu. Sehingga dia langsung mengalihkan topik pembicaraan sebelumnya.


Li Chang Su berkedip polos dan menatap mereka dengan kebingungan. "Oh ... Aku lapar."


"Baik. Duduk dan tunggu. Ikannya akan segera matang," kata Mu Xianzhai segera terkekeh dan membawa istrinya untuk duduk di sampingnya.


Beberapa ikan tengah dipanggang oleh Mu Hongzhi dan Lict. Dengan bumbu yang pas dan api menyala dengan baik, ikan pun matang tak lama setelahnya. Mu Xianzhai mengambil ikan bagian istrinya, membantu untuk meniup serta mencubit daging, memisahkan duri ikan.


Gadis itu hanya bisa menikmati perlakuannya. Dia tidak memintanya melakukan ini. Tapi Mu Xianzhai sedang dalam suasana hati yang cukup berat, jadi hanya bisa melampiaskannya dengan memanjakan gadis itu.


Kelinci mutasi tidak memiliki bagian. Dia lebih suka wortel daripada ikan. Sebenarnya, dia bisa makan daging karena telah menjadi binatang mutasi.


Tiba-tiba saja, salah satu penjaga gelap Mu Xianzhai turun dan memberikan sebuah gulungan surat yang dikirim oleh burung pengantar surat.


"Yang Mulia, surat dari barak militer," kata penjaga gelap itu.


Mu Xianzhai mengerutkan kening dan menerima gulungan surat itu. Sang penjaga gelap masih berlutut sambil bersikap hormat pada tuannya, menunggu perintah.

__ADS_1


Saat pria itu membuka suratnya, Li Chang Su mencondongkan tubuhnya untuk ikut melihat apa yang ditulis di atas gulungan kertas kecil. Dia tidak tahu bahwa di zaman ini sistem surat menyurat jarak jauh menggunakan burung khusus. Sungguh menyenangkan. Tapi, apakah tidak akan salah alamat? Pikirnya.


Ada beberapa kalimat dalam surat gulungan kecil itu, membuat wajah Mu Xianzhai di balik topengnya menggelap. Li Chang Su tidak tahu apa yang salah dengan semua ini, namun aura Mu Xianzhai tiba-tiba saja menjadi begitu dingin.


"Apa yang terjadi?" tanya Mu Hongzhi yang kemungkinan besar bisa menebak sesuatu.


"Para binatang mutasi menyerang perbatasan," jawab pria itu.


"Berarti kita harus tiba di barak militer secepatnya? Apakah begitu gawat?"


"Ya. Benteng perbatasan yang baru saja kita buat sebagian telah dihancurkan. Para jenderal mencoba strategi lain untuk mencegah para binatang mutasi memasuki permukiman." Mu Xianzhai segera menatap Li Chang Su dengan serius. " Kita berangkat malam ini juga sehingga bisa sampai di barak militer sebelum siang. Su'er, kemasi barangmu dan bantu aku menyusun strategi?"


Mu Xianzhai tidak meremehkan Li Chang Su sebagai mantan tentara khusus wanita di zaman modern. Dia telah melihat idenya dalam mengusulkan dibangunnya benteng perbatasan hingga membuat beberapa jebakan. Di dalam surat yang baru saja tiba padanya juga mengungkap bahwa karena strategi Li Chang Su sebelumnya, barak militer masih bertahan.


Gadis itu mengangguk. Tapi dia tidak sepanik mereka. Lict juga sama. Perang binatang mutasi dengan manusia itu lebih baik daripada dengan manusia lagi. Karena secerdas apapun pikiran binatang mutasi, mereka bukanlah manusia. Kecerdasannya terbatas.


Mereka segera berkemas dan meminta penjaga gelap untuk membalas surat bahwa mereka akan tiba besok. Setelah makan malam, mereka mengemas tenda dan mematikan api unggun. Lalu berangkat dengan menaiki kereta.


Pencahayaan lentera memenuhi sepanjang perjalanan mereka. Li Chang Su menggunakan lentera baterai yang dikeluarkan dari ruang artefak. Ini untuk memudahkan pencahayaan karena lentera minyak cukup berbahaya juga jika pecah.


Suara ringkikan ringan dan ketukan kaki kuda memecahkan keheningan malam. Li Chang Su segera mendiskusikan semua ini dengan Mu Xianzhai. Gadis itu membuat gambar sederhana tentang benteng perbatasan lalu memberi beberapa gambaran dari mana binatang mutasi menyerang. Sehingga akan memudahkannya untuk membuat rencana.


Tapi kali ini mereka tidak tahu di bagian mana saja kerusakan benteng terjadi sehingga mau tidak mau, hanya bisa memberi gambaran kasar. Mu Xianzhai memiliki kejutan dari waktu ke waktu hingga akhirnya terkekeh tak berdaya. Istrinya bahkan lebih cerdas dibandingkan wanita kamar kerja lainnya. Atau wanita lain yang berada di barak milter.


Mu Xianzhai khawatir jika suatu hari nanti istrinya akan tergoda oleh beberapa hal sehingga dia harus memberi banyak bimbingan diri di masa depan. Hingga menjelang tengah malam, Mu Xianzhai menyingkirkan semua diskusi mereka dan meraih istrinya untuk duduk di pangkuan.


"Apakah kamu sudah memahaminya?" tanya Li Chang Su khawatir jika Mu Xianzhai tidak percaya.


"Ya. Jenderal ini memahaminya," jawab Mu Xianzhai seraya menyelipkan anak rambut di sekitar telinga istrinya. "Lupakan itu sekarang. Kita masih memiliki sesuatu yang harus dilakukan," katanya dengan sentuhan menggoda.

__ADS_1


"Apa itu?" Dia kebingungan. Sosok Mu Xianzhai tanpa topeng benar-benar membuat wajahnya memerah. Kenapa pria itu begitu tampan?


"Aku sudah puasa selama beberapa hari. Su'er melayani Suami malam ini." Pria itu berbisik di telinganya.


Tiba-tiba saja wajah gadis itu tambah merah. "Suasana genting di barak militer, tapi kamu malah memikirkan ini?" Dia cemberut.


"Oh, urusan barak militer itu besok. Kita sudah berdiskusi. Bagaimana jika diskusi selanjutnya adalah tentang gaya apa yang akan kita pakai malam ini?" Mu Xianzhai tidak berniat untuk melepaskannya malam ini. Dia mulai melonggarkan gaun istrinya hingga memperlihatkan bahu.


Li Chang Su sedikit merinding ketika mengetahui melihat pria itu sudah mulai mencium bahunya yang tidak terhalang sehelai kain. Tubuhnya sedikit gemetar. Mu Xianzhai selalu menyukai reaksinya sehingga memiliki pemikiran untuk melakukannya lebih jauh.


"Mu Xianzhai ... Kamu!" Gadis itu begitu malu, tapi tangannya menempel di dada pria itu. "Aku di atas," gumamnya malu-malu.


"Aku menunggu seperti apa Su'er akan bermain." Pria itu terkekeh dan segera menerima usulannya.


Li Chang Su tidak ingin menanggapinya dengan banyak omong kosong dan mulai kesal. Dia merayu Mu Xianzhai seperti seorang selir yang mendekati suaminya. Jari-jarinya yang ramping menyentuh otot dadanya hingga membuat Mu Xianzhai kaku. Gadis ini sengaja merayunya begitu banyak. Jika bukan istrinya, mungkin di sudah menendangnya dari kereta.


Gadis itu akhirnya tersenyum penuh kemenangan. "Pria tak bisa menahan godaan, ternyata itu adalah fakta," katanya lembut. Lalu membenamkan wajahnya di leher Mu Xianzhai.


"Su'er ..." Mu Xianzhai seperti sulit untuk mengambil tindakan. Dia merasakan lehernya basah oleh sapuan lidah. Membuat wajahnya menggelap.


"Gadis nakal!" Dia tidak tahan lagi dan segera mendorong gadis itu hingga menekannya di bawah.


Li Chang Su merasa tubuhnya ringan dan jatuh di alas berbulu yang lembut. Gaunnya yang longgar dan memperlihatkan sedikit tubuh atasnya membuat api di perut pria itu semakin besar. Wajah Li Chang Su memerah. Dengan pencahayaan lentera di dalam, sosok keduanya terpantul.


"Kamu mengizinkanku untuk di atas," ujar gadis itu malu-malu.


"Tidak untuk malam ini. Tapi Su'er benar ..." Pria itu giliran untuk merayunya, menyentuh tulang selangka istrinya dan memberi ciuman di sana. "Pria sangat mudah untuk tergoda. Yah ... Raja ini tergoda oleh istrinya."


Li Chang Su belum mengatakan apapun lagi tapi dia sudah dicium pria itu ....

__ADS_1


__ADS_2