
"CAP SEGEL Istana Raja Perang ku dicuri entah sejak kapan. Saat aku kembali, ruang belajar sudah berantakan. Aku bahkan sampai marah besar dan tak sengaja melukai Su'er." Mu Xianzhai menjawab dengan nada yang dingin.
"Apaa??! Ada yang berani mencuri segel milikmu? Siapa?" Mu Yishu kali ini terkejut. Karena kasus seperti ini sangat jarang terjadi. Belum lagi Mu Xianzhai adalah raja perang. Pihak mana yang memiliki kemampuan untuk melawan otoritasnya?
"Tentu saja, putra mahkota!"
"..." Kali ini aku tidak terkejut lagi, pikir Mu Yishu.
Mu Lizheng dan Mu Xianzhai itu seperti air dan api, atau air dengan minyak. Keduanya memiliki kemiripan, tapi bukan satu ibu yang sama. Hanya saja Kaisar Mu sudah tidak heran lagi karena kedua anaknya itu lebih dominan mewarisi ketampanannya.
Tapi dia tidak tahu jika putra mahkota akan mencuri segel Mu Xianzhai begitu saja. Mungkin ini berhubungan dengan reputasi dan rencananya untuk menjadi kaisar di masa depan.
"Apakah kamu yakin ini idenya saja?" tanya Mu Yishu curiga. Tidak mungkin Mu Lizheng tidak bertindak gegabah tanpa ada pengarahan dari permaisuri.
"Tentu saja tidak. Raja ini yakin seseorang membujuknya." Mu Xianzhai mendengus.
"Kamu tahu siapa yang kira-kira membujuknya?"
"Ada kemungkinan besar jika bukan permaisuri pasti Rongyu."
"Bagaimana mungkin Rongyu?" Kali ini Mu Yishu agak tidak yakin jika itu dilakukan oleh Rongyu. Bagaimanapun juga, Rongyu seharusnya tidak memiliki niat seperti itu.
"Karena dia dan aku telah berteman sejak kecil. Dia tahu beberapa hal tentangmu hingga hubungan perteman kami rusak sejak dia berani menggunakan gelang naga perak dan mengelabui pikiranku. Sejak saat itu, aku yakin dia membenciku," jelas Mu Xianzhai lebih yakin lagi.
Adapun tentang permaisuri, tampaknya agak meragukan. Karena selama ini dia tidak pernah memiliki hubungan yang cukup dekat dengannya. Bahkan jika dia dekat dengan kaisar, bukan berarti selalu menyapa ibu negara.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan saat ini?"
"Su'er telah meminta He Ze mencari kembali cap segel itu dan menguat kekacauan. Jadi saat ini, aku tidak akan melakukan apapun. Biarkan harimau itu keluar dari sarangnya untuk waspada," cibir Mu Xianzhai sangat enteng.
"..." Baiklah, kamu memang ahlinya dalam urusan masalah seperti ini.
__ADS_1
"Kucing itu tidak ikut?" Mu Xianzhai menaikkan sebelah alisnya.
"Tidak. Dia di rumah menjaga istriku. Sebentar lagi akan masuk ke tahap persalinan. Aku ingin istrimu berkunjung ke Istana Bupati ku untuk menemuinya. Dia sangat berterima kasih atas air roh yang pernah diberikan saat itu. Mungkin kamu masih ingat," jawba Mu Yishu dengan senyum tulus.
"Oh, saat Su'er kehilangan banyak darah di lembah berkabut itu dan meminta pil darah darimu. Aku masih ingat. Benar-benar membuatmu harus menelan ekspresi pahit karena kehilangan pil itu. Di masa depan, jika ada sesuatu, datanglah ke sini. Aku mungkin bisa membantu Saudara Pertama," katanya.
Mu Yishu segera menepis kata-katanya. "Jangan khawatir, kita adalah saudara. Lagi pula air roh itu sudah cukup. Aku tidak meminta hal lain selain keselamatan istriku."
Keduanya berbincang cukup lama hingga akhirnya Li Chang Su sudah selesai menulis surat dan menemukan Mu Xianzhai. Dia tidak tahu bagaimana cara mengirim surat di zaman ini. Pria itu hanya meminta salah satu penjaga gelap ya untuk pergi ke istana kekaisaran dan menemukan kaisar secara pribadi.
"Su'er, kenapa surat ini begitu tebal? Berapa halaman yang kamu tulis?" tanyanya.
"Kamu tidak perlu tahu," jawab gadis itu segera mengibaskan sebelah tangannya dengan cuek.
"Surat itu berbeda dari yang biasa kami tulis?"
"Oh? Ini bukan gulungan surat, tapi surat biasa yang dilipat saja. Lebih elegan. Aku tidak suka surat yang digulung," kata Li Chang Su lagi. "Huh, aku jadi ingin telur gulung," gumamnya.
Akhirnya penjaga gelap yang selalu mengirim surat pun datang dan membawa pesan itu ke Istana Kekaisaran.
Li Chang Su juga berbincang dengan Mu Yishu saat ini. Namun tidak berlangsung lama karena Mu Xianzhai segera memintanya kembali. Tidak sopan bagi wanita yang sudah menikah untuk mengobrol berlama-lama dengan pria lain, bahkan jika itu sudah menjadi keluarga.
Mau tidak mau, gadis itu hanya memalingkan wajah dan mengingatkan Mu Xianzhai untuk tidak mendatanginya malam ini. Selama satu bulan, jangan tidur di ranjang yang sama dengannya. Saat bupati itu tahu bahwa adiknya tengah dihukum, rasanya ingin langsung tertawa. Mulut gadis itu ternyata sangat tajam.
"Sifatnya hampir sama dengan istriku. Kini kamu akan merasakan bagaimana rasanya tidur sendirian bahkan jika sudah punya istri," ejeknya.
Dia sudah sering dihukum oleh istrinya karena berbagai hal. Apalagi saat kehamilannya saat ini, keinginan istrinya semakin menjadi. Dia tidak berdaya dan hanya bisa tidur beberapa jam saja dalam sehari. Bahkan di tengah malam sekalipun saat dia sedang bekerja, pelayan memanggilnya untuk menemui sang istri yang mengidam sesuatu.
"Saat dia hamil nanti, kamu akan tahu betapa merepotkan wanita hamil. Tapi pada saat itu, kita juga tidak akan sabar untuk menunggu kelahiran seorang anak." Mu Yishu berhenti menertawakannya dan mulai berkata serius.
"Su'er tidak ingin hamil muda," kata Mu Xianzhai agak disayangkan.
__ADS_1
"Kalau begitu tunggu usianya delapan belas atau tujuh belas tahun. Tubuhnya memang terlalu muda. Jangan sampai kematian ibu muda bertambah." Menceritakan masalah ini, Mu Yishu segera menghela napas. Dia telah menerima banyak laporan jika kematian ibu muda selama beberapa tahun terakhir.
Oleh sebab itu saat dia menikah dulu, istrinya melahirkan di usia tujuh belas tahun. Setidaknya kasus kematian ibu muda tidak akan menimpa istrinya. Belum lagi ia juga khawatir saat itu dan selalu memanggil tabib untuk kesehatan ibu dan bayi di kandungannya.
Mu Xianzhai sedikit memiliki pemahaman dari saudara pertamanya dan segera mengiyakan dengan cepat. Dia juga harus menjaga istrinya dengan baik mulai sekarang. Memperhatikan pola makan dan berat badannya. Apakah begitu rumit? Pikirnya.
Pada akhirnya, Mu Yishu segera berpamitan setelah menyelesaikan beberapa urusan. Untuk kasus ruang belajar yang diacak oleh orang tak dikenal alias He Ze si pelaku utama, dia akan berperan di dalamnya. Putra mahkota begitu berani hingga melupakan keberadaan dirinya di istana kekaisaran. Karena itu, dia akan memberinya sedikit pembelajaran.
"Apakah ayah kaisar akan mendengarkanmu?" tanya Mu Yishu.
"Jangan khawatir. Aku akan bawa si kembar ke istana kekaisaran untuk bertemu kakek. Ayah pasti tidak berdaya." Mu Yishu segera tertawa jahat dan meninggalkan ruangan. Mu Xianzhai mengantarnya hingga ke halaman depan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di istana kekaisaran ....
Kaisar duduk di kursi ruang kerjanya dengan ekspresi serius. Lalu sebuah surat tergeletak di meja. Ada pensiunan kaisar yang kini sedang membaca sebuah buku lama tentang sejarah binatang mutasi di masa lalu. Belum lagi beberapa buku hariannya yang telah diberikan Li Chang Su. Dia mendalami masalah binatang mutasi dengan serius.
Tapi saat melihat putra pertamanya yang begitu kebingungan sekaligus khawatir, dia mengerutkan kening. "Ada apa denganmu? Bukankah gadis itu mengirim surat? Kenapa tidak membukanya?"
"Aku merasa curiga," kata Kaisar Mu agak ngeri.
"Apa yang kamu curigai? Jika kamu khawatir ada racun di permukaan surat, panggil seseorang saja."
"Bukan, bukan, aku tidak khawatir akan adanya racun. Aku sendiri mampu mengetahuinya. Tapi ... tapi aku khawatir jika gadis itu meminta sesuatu yang aneh. Lagi pula, dia itu gadis modern. Ayah, kamu pasti tahu sesuatu tentang dia 'kan?" Kaisar Mu merasa sangat curiga.
"Tentu saja. Tapi kamu tidak perlu tahu. Semakin kamu tahu, Negara Bingshui kita akan semakin menjadi lebih modern. Cepat, buka saja suratnya. Yang Tua ini juga penasaran apa yang ditulis gadis itu." Pensiunan kaisar begitu tidak sabaran. Dia menutup buku dan menghampiri meja.
"..." Ayah, kenapa tidak kamu saja yang membuka suratnya? Pikir Kaisar Mu segera menyodorkan surat itu padanya.
"..." Sejak kapan putranya yang berani di medan perang dulu, kini menjadi pengecut seperti ayam?
__ADS_1