
LI CHANG SU telah menghitung waktu jika obat tidur yang diberikan kepada semua penjaga gelap di sekitar istana Kaisar Mu akan segera kehilangan efek. Dia mengucapkan beberapa patah kata pada Kaisar Mu dan mengajak Mu Xianzhai pergi.
Segera setelah keduanya pergi, Kaisar Mu terbatuk dan berbaring lagi dengan kondisi lemah. Kasim Yu sangat khawatir dengan kondisinya dan berulang kali bertanya tentang perasaannya saat ini.
Kaisar Mu jauh lebih tenang daripada sebelumnya. Dia telah tua sekarang dan anak-anak telah tumbuh dewasa. Belum lagi, cicitnya juga mulai tumbuh dewasa.
Tanpa terasa waktu telah banyak berlalu.
"Yang Mulia, apakah perlu memanggil tabib—"
Kaisar Mu tanpa sadar mengangkat sebelah tangannya dengan ekspresi acuh tak acuh. "Jangan membuat masalah. Aku baik-baik saja, hanya berpura-pura untuk lemah dan sekarat. Jangan mengejutkan ular," bisiknya.
"..." Kasim Yu tidak tahu harus meresponnya bagaimana.
Kaisar Mu berpura-pura, ini bahkan lebih aneh lagi. Sepertinya setelah mendapatkan respons dari Mu Xianzhai, Kaisar Mu merasakan semacam permintaan maaf yang halus. Lagi pula, Mu Xianzhai bukan pria yang tidak masuk akal.
Memaafkan kaisar karena kecerobohan di masa lalu bukanlah tidak mungkin.
Di istana kekaisaran, kaisar mana yang tidak akan memiliki selir untuk memperkuat hubungan politik? Seorang kaisar harus terpaksa memasukkan selir ke istana untuk membuat hubungan tersebut dan melahirkan keturunan demi memperpanjang masa kejayaan.
Mungkin hanya pensiunan kaisar yang hanya memiliki satu istri yang menjadi permaisuri. Lalu melahirkan Kaisar Mu dan juga Mu Hongshan. Dengan begitu, pensiunan kaisar tidak memiliki banyak masalah di masa lalu karena hanya memiliki satu istri saja.
Kaisar Mu merasa menyesal saat ini dan tidak ada obat untuk penyesalan tersebut.
Karena sudah larut malam, kaisar Mu akhirnya memejamkan mata dan beristirahat. Besok, mungkin sesuatu akan terjadi lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Li Chang Su dan Mu Xianzhai kembali ke Istana Raja Perang diam-diam. Dua pelayan Li Chang Su yang sudah lama tidak terlihat pun kini menghampirinya dengan perasaan campur aduk. Antara senang dan sedih.
Xuxu dan Xuyao bercerita jika putri raja racun telah kembali dan mereka berdua tidak berani menunjukkan diri saat ini, khawatir dikenali oleh Guan Shu.
Guan Shu sendiri telah tumbuh di bawah sayap raja racun dan selalu tergila-gila dengan berbagai racun baru. Keduanya khawatir jika Li Chang Su akan menjadi sasaran dari Guan Shu saat ini.
__ADS_1
"Cepat atau lambat aku pasti akan bertemu dengannya. Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja," kata Li Chang Su menenangkan keduanya.
Setelah berbicara sebentar, Li Chang Su akhirnya beristirahat. Ketika kedua pelayan itu tahu bahwa Li Chang Su sedang hamil, kabarnya segera menyebar ke pelayan lain hingga malam yang terasa sedikit asing pun menjadi lebih hidup.
Li Chang Su tidak tahu jika semua pelayan mulai mengetahuinya malam ini. Dia sudah berganti pakaian dan tidur nyenyak.
Adapun Mu Xianzhai yang berada di ruang belajar, kunjungan langka dari Ye Tianli dan Ye Shi pun membawa berita khusus tentang situasi terkini.
"Mu Lizheng telah memerintahkan bawahannya untuk menangkap beberapa jenderal dan menteri yang berada di bawah sayap kaisar. Malam ini, dia benar-benar bertindak seperti pencuri di rumah kosong. Sungguh tidak bermoral," jelas Ye Shi sangat ingin memenggal kepala Mu Lizheng dan menggantungkan di gerbang ibu kota.
"Mu Lizheng ingin memotong setiap cabang kekuatan kaisar dan membiarkan Mu Peizhi tanpa dukungan." Ye Tianli mengangguk. "Apakah kamu punya rencana?" tanyanya pada Mu Xianzhai.
Mu Xianzhai yang tidak lagi memakai topeng kini hanya duduk tegak dan memikirkan sesuatu. Kondisi Kaisar Mu saat ini jauh lebih baik dan tidak akan ada bahaya hidup.
Tapi ... kondisi pensiunan kaisar dan Ibu Suri belum tentu benar. Mu Xianzhai hanya berharap jika besok pagi ada kabar dari Mu Hongzhi dan Lict yang mengawasi sekitar penjara bawah tanah.
"Ada sejumlah pasukan di tanganku yang seharusnya cukup untuk membantu pangeran kedua. Dan yah ..." Mu Xianzhai sepertinya teringat sesuatu.
"Ada apa?" Ye Tianli penasaran.
"Tapi jarak antara barak militer dan ibu kota sangat jauh. Tidak bisa sampai dalam satu malam. Kemungkinan besar Mu Lizheng akan memulai besok," jelas Ye Tianli.
Mu Xianzhai kembali mengerutkan kening. "Kalau begitu kita hanya perlu membuat rencana cadangan."
"..." Ye Tianli dan Ye Shi saling memandang dan tidak tahu apa yang sedang direncanakannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya.
Li Chang Su bangun cukup siang dan dua pelayannya sudah menunggu sambil tersenyum. Sang putri sedang hamil muda, perawatannya jelas berbeda ketika ada kehidupan lain di perutnya.
Li Chang Su tidak berdaya tapi hanya bisa menghela napas. Untungnya kabar kehamilan ini tidak terungkap ke masyarakat umum atau ke istana kekaisaran. Pelayan sangat pandai berpura-pura tidak tahu.
__ADS_1
Namun kepulangan Li Chang Su dan Mu Xianzhai ke ibu kota sudah menyebar. Permaisuri dan Guan Shu di istana juga sedikit terkejut.
Kepulangan dua orang itu sungguh diam-diam dan bahkan telah mengejutkan semua orang.
Permaisuri sudah mengirim beberapa penjaga gelap yang ahli dalam menangani musuh, membunuh dan melakukan sesuatu yang lain. Tapi tanpa diduga, Mu Xianzhai ini sulit untuk dikalahkan bahkan jika pihak dirinya masih menggunakan penjaga kekaisaran.
Di istana kekaisaran sendiri, Permaisuri telah memecahkan cangkir teh. Wajahnya memerah karena marah namun bukan ditunjukkan pada Mu Xianzhai yang kembali ke ibu kota, melainkan pada Guan Shu.
Wanita yang berdiri di depannya itu hanya tersenyum acuh tak acuh, tak memedulikan cangkir teh yang pecah di sebelahnya.
"Kamu memberi Ying'er racun? Apakah kamu berniat untuk membunuh putri istana ini?" tanya Permaisuri.
Guan Shu adalah menantu yang dia pilih untuk menjadi permaisuri. Tapi siapa yang tahu akan memiliki sikap yang benar-benar kejam. Bahkan tak bisa melepaskan putrinya
Guan Shu yang masih tenang pun hanya menatap Permaisuri dengan senyum ceroboh. "Putrimu sudah seperti itu, kenapa tidak? Lagi pula racun itu tidak akan membunuhnya. Aku bisa mengendalikannya di masa depan dan putrimu akan sembuh. Bukankah kamu ingin putrimu sembuh?" tanyanya datar.
Permaisuri mengepalkan tangannya dan berpikir jika Guan Shu terlalu berlebihan.
Meski dia ingin putrinya sembuh, tapi caranya juga tidak seperti itu juga. Sayangnya Guan Shu bukan sesuatu yang bisa dikendalikan Permaisuri dan kini semuanya sudah terlambat.
Hanya Guan Shu yang mampu membantu putranya untuk menjadi kaisar di masa depan. Permaisuri masih bisa menanggung kesombongan Guan Shu hari ini.
Untuk putrinya, dia tak bisa berpikir sembarangan. Sebelum putranya menjadi kaisar, Permaisuri tak bisa memberi pelajaran apapun pada Guan Shu.
"Kalau begitu, apakah Ying'er baik-baik saja sekarang?" tanyanya.
"Jangan khawatir, anakmu baik-baik saja." Guan Shu menjawabnya acuh tak acuh.
Melihat sikapnya yang sombong, Permaisuri benar-benar ingin menamparnya. Tapi apalah daya, wanita ini, dia membawanya sendiri di punggung putranya untuk menjadi permaisuri di masa depan.
Selama putrinya baik-baik saja, Permaisuri tidak mempermasalahkan hal lain.
Tak lama setelah perbincangan keduanya, seorang Kasim memasuki istananya dan mengumumkan sesuatu.
__ADS_1
"Yang Mulia Ratu, sang putri dari Istana Raja Perang telah memasuki istana," lapornya.
Permaisuri menyipitkan mata. "Li Chang Su?" gumamnya.