Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Memasuki Mimpi, Bertemu Naga Perak


__ADS_3

LI CHANG SU yang sedang tidur kini mengerutkan keningnya dan berpindah posisi sedikit. Lalu bergumam tidak jelas. Dalam mimpi itu, dia berada di suatu tempat ....


Gadis itu membuka matanya dan merasakan embusan angin panas lagi. Kali ini seperti nyata. Dia tertegun saat melihat jika pemandangan di depannya telah berubah. Bukan kamar atau Istana Raja Perang. Tapi sebuah gua yang memiliki kolam lava di sekitarnya.


Li Chang Su benar-benar terkejut saat mengira dia bermimpi. Jadi memejamkan matanya lagi dan berharap akan keluar dari tempat yang panas tersebut. Tapi ia tak mampu melakukannya. Saat membuka mata lagi, suasananya masih sama.


"Apa ini? Apakah mimpi juga mulai canggih?" gumamnya tidak tahu harus berbuat apa.


Di sekelilingnya adalah lava yang panas. Dia sendiri berdiri di atas batu besar yang tidak terlalu luas, tak ada jembatan atau sesuatu yang bisa membuatnya menyeberang. Bahkan ruang artefak juga tak bisa terhubung.


Li Chang Su kembali memejamkan mata dan membayangkan jika dia keluar dari mimpi, berada di kamar atau di manapun asal jangan tempat ini. Tapi tampaknya tak ada perubahan.


Tiba-tiba saja terdengar suara geraman samar, lalu berganti tawa yang cukup renyah—menggema di gua tersebut.


"Tidak ada gunanya. Kamu tak bisa keluar dari tempat ini tanpa izinku."


Li Chang Su segera membuka mata dan memperhatikan sekitar dengan waspada. "Siapa di sana? Keluarlah!" serunya tanpa takut.


Tawa pun kini terdengar lagi dan lebih renyah. Gua lava tiba-tiba saja bergetar pelan hingga Li Chang Su menyipitkan mata. Dia memperhatikan kolam lava yang kini sedikit bergelembung dan berputar searah jarum jam, mengelilinginya dengan hati-hati.


Tak berapa lama, gumpalan lava tersebut membentuk sesuatu di udara dan wujudnya semakin jelas. Tapi bukan dalam bentuk lava, tapi seekor naga perak raksasa. Walaupun hanya membentuk sedikit dari badannya, Li Chang Su sudah cukup takjub dengan munculnya naga perak tersebut.


"Kamu ... Naga perak?" tanya gadis itu memastikan. Apakah dia salah lihat? Bukankah naga perak tertidur. Mungkinkah karena ini mimpi, naga perak lain hanyalah ilusi?


"..." Naga Perak itu dapat mengetahui pikiran Li Chang Su karena ini adalah tempatnya yang jauh dari titik ruang artefak. Sehingga, apapun yang masuk ke gua lava ini, tak ada yang bisa disembunyikan.


Namun apa yang dipikirkan Li Chang Su itu sudah membuat Naga Perak ingin muntah darah. Bisakah dirinya yang begitu dihormati sejak zaman kultivator itu kini mendapatkan tatapan polos seorang manusia? Kini manusia itu adalah takdir gelang naga perak.

__ADS_1


Sang naga perak berdeham dan berpura-pura sombong. "Ya, akulah Naga Perak, Yin Long. Akulah penjaga Negara Bingshui sejak kaisar pertama berkuasa hingga sekarang. Kamu bisa memanggilku apa saja untuk menghormatiku," jawabnya.


"Kalau begitu aku akan memanggilku Xiao Long," ujar Li Chang Su mengangguk ragu, dia tak takut lagi dengan makhluk di depannya setelah menginformasi identitas.


"..." Xiao Long? Long Kecil? Aku adalah leluhur tua, bagaimana bisa mendapatkan panggilan seperti itu?


"Bisakah kamu memiliki nama panggilan lain?" tanyanya menawar. Mata merah Naga Perak terlihat menyipit dan dua kumisnya melambai-lambai ringan di sekitar wajah panjangnya.


"Long Long? Xiao Yin?"


"..." Sama sekali tidak ada yang bagus. Pada akhirnya Naga Perak hanya bisa setuju dengan nama panggilan 'Xiao Long' saja.


"Lalu kenapa aku di sini?" tanya Li Chang Su segera mengganti topik.


"Yah ... Ada sesuatu yang harus aku katakan padamu. Saat ini aku sedang tidur panjang di sini. Namun bukan berarti aku tidak menarik jiwamu ke tempat ini. Tampaknya kamu harus segera berlatih untuk membuat tubuh nyataku. Kamu juga tahu bahwa tanpa tubuh nyata, aku tak mampu melawan Hei Long," jelas Naga Perak dengan naga serius.


"Jadi apa hubungannya denganku?" Li Chang Su masih kurang mengerti.


"Tidak ada yang spesial. Aku hanya akan menceritakan sejarah awal antara pertemuanku dengan Hei Long dari awal hingga sekarang. Tapi mungkin ini akan memakan banyak waktu," jawab Naga Perak itu telah membuat keputusan.


"Bukankah kalian ini adalah makhluk yang yang selalu sombong dan tak akan membocorkan rahasia masa lalu? Lalu kenapa tiba-tiba kamu ingin memberi tahuku?"


"Karena ... dunia tidak lagi aman. Aku tidak mampu melindungi dunia lagi seorang diri. Zaman kultivator telah berakhir dan energi spiritual di udara telah menipis. Kini manusia hanya bisa bermain aura dan ilmu tenaga dalam serta mempelajari seni bela diri lama. Tapi mereka tidak mampu berkultivasi lebih jauh. Aku pun juga sama," jelas Naga Perak segera membuat Li Chang Su mengangguk.


Naga Perak itu kembali menjelaskan, "Karena itu, kekuatan manusia di masa ini sangat penting untuk membuat dunia damai. Setidaknya jika itu berhasil, para binatang mutasi kegelapan akan berubah menjadi binatang mutasi golongan cahaya."


"Apa? Hal seperti itu bisa terjadi? Kupikir binatang mutasi kegelapan hanya bisa dibunuh?"

__ADS_1


Li Chang Su jelas terkejut dengan hal ini. Dia baru tahu jika binatang mutasi golongan kegelapan mampu berubah menjadi binatang mutasi golongan cahaya. Hal ini tampaknya mustahil. Bukankah menurut penjelasan He Ze ataupun yang lain, binatang mutasi golongan kegelapan harus ditekan atau dibasmi untuk mengurangi kekacauan di daratan? Lalu ....


"Apa yang mereka tahu? Tapi hal ini membutuhkan banyak tenaga dan beberapa benda yang harus dikorban. Sayangnya, mungkin membutuhkan waktu lama. Butuh tiga tahun bagiku untuk membentuk wujud nyata. Dalam waktu tiga tahun itu, aku ingin kamu berlatih dan menjadi kuat. Beri aku makan tentunya." Penjelasan Naga Perak kembali membuat Li Chang Su bangun dari pikirannya.


"Apa makananmu?"


"Aura di tubuhmu merupakan sumber yang baik sebagai makanan. Jadi jangan pelit." Perkataan Naga Perak tampak polos dan agak bertingkah seperti pria tua.


"..." Tak heran aku kehabisan aura terus saat melawan Zhen Juan, pikir Li Chang Su lagi. "Kamu ingin aku membudidayakan aura?"


"Ya."


"Bagaimana caranya?"


"Aku akan memberimu gambaran masa laluku dulu sebelum menunjukkan tempat yang bagus untuk mengumpulkan aura."


Naga Perak tidak memberi Li Chang Su kesempatan untuk bertanya lagi. Segera, makhluk itu mengembuskan nafas panas yang mampu membuat binatang manapun gemetar dan pingsan. Lagi-lagi, Li Chang Su merasakan embusan angin yang cukup kencang. Dia menyipitkan mata dan menggunakan kedua tangannya untuk menahan diri agar tidak dirobohkan angin kencang.


Di saat dia berpikir akan jatuh ke lava, tubuhnya jatuh ke tanah berumput hijau. Lalu udara sejuk serta angin sepoi-sepoi membelai tubuhnya. Li Chang Su berkedip berulang kali dan memperhatikan pemandangan di depannya sudah berubah.


"Xiao Long ... Di mana ini?" tanyanya.


Tapi tak ada jawaban seolah-olah ia sendirian di tempat yang diperkirakan merupakan padang rumput tersebut.


Li Chang Su berjalan cukup jauh dan merasa jika gambaran di depannya terlihat nyata. Para binatang kecil atau makhluk lain tak mampu melihatnya. Bahkan mereka menembus tubuhnya. Ia seperti hologram dalam film sci-fi.


Inikah gambaran di zaman naga perak dulu?

__ADS_1


__ADS_2