
"KENAPA TIDAK? Keduanya tentu saja mungkin belum makan." Li Chang Su sudah tidak melihat Mu Hongzhi dan Xue Zi di luar tenda. Dia sibuk makan sehingga tidak menyadari jika keduanya sudah pergi.
"Jangan khawatirkan mereka. Mu Hongzhi selalu mengandalkan keberuntungannya sendiri. Adapun Xue Zi, cukup bersikap baik saja untuk tidak menjadi sup kelinci."
"...." Li Chang Su berpikir jika Mu Xianzhai terlalu menentukan banyak hal untuk keputusan yang cukup penting. Tapi tidak menyangka jika itu akan efektif.
Terutama bagi Xue Zi. Sebagai raja binatang mutasi cahaya dari kelompok kelinci, tentu akan takut dengan ancaman Mu Xianzhai. Seolah-olah sedang melihat seekor naga yang lapar.
Pada akhirnya, Li Chang Su tidak memikirkan keduanya lagi saat ini. Tapi dia tidak menghabiskan ayam panggang itu. Namun Mu Xianzhai makan banyak karena kebutuhan sehari-hari memang daging. Untuk membuat tubuhnya tetap memiliki otot yang kuat.
Walaupun sebenarnya Mu Xianzhai tidak tahu apa itu otot yang kuat dan kata-kata baru yang diucapkan Li Chang Su, dia yakin mungkin berhubungan dengan fisiknya dan berbentuk. Jika Li Chang Su tahu apa yang dipikirkannya, mungkin akan memiliki tiga garis hitam di kepala.
Pendidikan di zaman kuno harus ditingkatkan lagi. Tapi sangat sulit untuk memulai. Tentu saja dia tidak akan ikut campur karena dia zaman yang berbeda tidak mungkin untuk melawan langit.
Bahkan jika Li Chang Su memiliki banyak peralatan modern di ruang artefak, tetap saja tidak bisa menyebarluaskannya. Ini hanya bisa dipakai secara pribadi atau kebutuhan mendesak. Hanya Mu Xianzhai dan mungkin saja pensiunan kaisar yang bisa mengetahuinya.
"Tentang pensiunan kaisar, apakah kamu sudah punya rencana?" tanyanya.
"Ya. Jika kakek benar-benar memiliki permasalahan dengan Sekte Hitam, aku tidak akan sungkan untuk menyerang."
Mu Xianzhai menentukannya. Dia selalu khawatir jika kakeknya tidak bisa menahan tulang tua. Tentu saja karena ia sendiri kini berusia dua puluh delapan tahun. Dan ayahnya sudah memiliki uban. Apalagi kakeknya.
Mungkin pensiunan kaisar memiliki ilmu tenaga dalam yang besar, sehingga tubuhnya masih awet muda. Setidaknya tidak terlalu tua. Ini yang kadang membuat kaisar sendiri merasa masam.
Permasalahan pensiunan kaisar juga menbuat Li Chang Su tidak berdaya. Keberadaannya di tempat ini, selain karena takdir, juga karena pensiunan kaisar. Jika dia bisa menemukannya, mungkin akan memiliki cara menginjak zaman modern lagi.
Setelah membereskan sisa ayam panggang, hari sudah mulai gelap. Banyak para prajurit telah kembali ke tenda peristirahatan untuk menenangkan tubuh yang lelah. Sebagian penjaga lain akhirnya berjaga bergiliran. Api unggun menyala untuk mengurangi cuaca bersalju. Dan kemungkinan besar, salju turun lagi malam ini.
__ADS_1
Setelah Li Chang Su dan Mu Xianzhai membicarakan banyak hal, Mu Hongzhi serta Xue Zi akhirnya kembali. Keduanya memiliki tubuh kotor dan berlumpur. Seperti bermain di kubangan. Mu Xianzhai yang tahu sepupunya sangat kotor itu pun langsung menghentikannya di tempat.
"Dari mana saja kamu? Baru kembali?" Wajah pria itu menggelap.
Mu Hongzhi menggaruk kepalanya dan menyingkirkan beberapa daun kering di rambut. Salahkan kelinci mutasi ini karena berlarian saat membunuh banyak binatang mutasi. Lalu tanpa sadar keduanya jatuh ke dalam kubangan lumpur tempat lintah berada.
Untung saja dia dan Xue Zi tidak diserang banyak lintah mutasi. Mu Hongzhi belum tahu jika semua itu karena Xue Zi sebagai salah satu raja binatang mutasi. Hal sekecil ini, bukan masalah baginya.
"Kamu berkata ada lintah mutasi?" Li Chang Su sepertinya mengingat tentang ini.
Jika dia tidak salah, lintah mutasi juga pernah muncul di ibu kota. Dan ditemukan oleh He Ze serta Xue Zi yang pulang dengan badan penuh lumpur waktu itu. Ini terjadi sebelum hari pernikahan dia dengan Mu Xianzhai. Serta bertepatan dengan kedatangan Ye Shi untuk pertama kalinya.
"Iya." Mu Hongzhi hanya mengangguk bingung. Ia juga ingat jika lintah mutasi muncul di ibu kota saat itu. Dan kini telah diatasi. Tapi sekarang, dia melihatnya lagi.
"Aku harus memeriksanya dan memastikan jika lintah mutasi tidak merayap lagi ke pemukiman." Mu Xianzhai memiliki rencana lain. Lalu dia mengusir keduanya dengan kejam. "Bersihkan dirimu dan kelinci jelek itu. Jangan menginjakkan kaki di tendaku sampai tubuh kalian bersih dan wangi!"
Xue Zi tidak mau mandi dengan manusia ini. Dia ingin kembali ke aruang artefak, tadi tidak ada gunanya. Mu Hongzhi meminta prajurit untuk mengisi bak kayu dengan air yang telah dihangatkan. Lalu menutup tirai untuk menghalangi pemandangan.
Tempat mandi memang di dalam tenda lain, tapi siapa tahu saja akan ada orang lain yang muncul. Jadi tutup tirai. Dia melemparkan kelinci mutasi ke bak kayu yang cukup besar itu dan dirinya juga.
"...." Xue Zi ingin keluar dari bak mandi dan membersihkan dirinya sendiri.
"Kelinci nakal!" Mu Hongzhi kesulitan untuk membersihkan lumpur di tubuh berbulu kelinci dan berusaha untuk mencucinya seperti membersihkan benda mati.
"....." Xue Zi ingin pingsan. Manusia ini sungguh tidak bermoral. Belum lagi, tanpa pakaian. Dia malu. Meski sama-sama jantan, tapi dia tetap berpikir, apa hebatnya memiliki 'itu' dengan ukuran yang cukup besar?
Pikiran kotornya ini membuat Xue Zi lupa jika Mu Hongzhi sedang memandikannya.
__ADS_1
"Kamu, kelinci .... Untung tidak makan orang. Setelah makan ikan bakar, kamu benar-benar berlarian dan membunuh binatang mutasi lain. Apakah ini yang namanya jeruk membunuh jeruk lain?" Mu Hongzhi banyak menggerutu, sibuk membersihkan bulu putihnya.
"...." Xue Zi kesal dan benar-benar melompat ke wajah pria itu, memberinya cakaran di pipi. Dasar manusia. Apa yang kamu tahu? Apa itu jeruk bunuh jeruk? Cibirnya dalam hati.
Kelinci itu keluar dari bak mandi dan melarikan diri ke luar tenda. Mu Hongzhi panik lagi dan segera menyusulnya dengan tergesa-gesa. Kelinci itu, lari lagi, lari lagi. Apakah bercita-cita menjadi seorang pelari?
"Xue Zi ... Kembali! Kamu belum selesai mandi!" Teriaknya seraya menyentuh pipinya yang sedikit perih. Dia yakin ada bekas cakaran lagi.
Dia hanya berjarak lima meter dari keberadaan tenda mandi. Dan semua prajurit yang lewat atau ada di sekitar segera memalingkan wajah dengan malu-malu. Beberapa di antara mereka bahkan terbatuk kecil dengan wajah memerah.
Jenderal ... Bagaimana dengan Anda sendiri? Pikir mereka.
Mu Hongzhi kebingungan dengan para prajurit yang menatapnya malu-malu. Dia sedang kesal dengan kelinci mutasi yang melarikan diri. Kini dihadapkan dengan mereka yang menatapnya aneh, ia semakin tidak nyaman.
"Ada apa? Jangan menatapku seperti itu? Aku masih pria normal yang sedang memandikan hewan peliharaan sepupu ipar!" katanya agak bernada tinggi.
Suaranya membuat salah satu jenderal yang sedang berada di tenda sebelah pun keluar untuk melihat keadaan. Hari sudah malam dan banyak obor serta lentera dinyalakan. Malam ini, mungkin akan sedikit lebih damai dari sebelumnya.
Saat jenderal yang diperkirakan telah berkepala empat itu keluar dan melihat Mu Hongzhi, wajahnya sedikit tidak wajar. Kemudian batuk kecil. Apa yang dilihatnya sama dengan prajurit lain. Mungkin Jenderal Hong sedang terburu-buru untuk mengejar kelinci itu.
"Itu .... Jenderal Hong, sebaiknya, sebelum mengejar kelinci itu, Anda memperhatikan diri sendiri lebih dulu." Jenderal paruh baya itu akhirnya berbicara.
"Apa yang kalian ....." Mu Hongzhi merasa tubuhnya langsung diterpa angin dingin. Saat melihat pada diri sendiri, pikirannya kosong untuk sementara waktu.
"Ahhhh!!! Sial! Kenapa kalian tidak bilang?" Dia sangat malu dan buru-buru masuk ke tenda mandi lagi sambil menutupi tubuh bawahnya.
Sepertinya tidak ada gunanya menutupi, para prajurit sudah melihatnya ....
__ADS_1