
LI CHANG SU TIDAK langsung menjawab pertanyaan Mu Xianzhai dan berusaha untuk memulihkan kesadarannya lebih dulu. Dia melihat sekitar, tempat yang asing dan juga ada api unggun tak jauh darinya. Sepertinya dia berada di sebuah gua yang cukup besar dan Mu Xianzhai membuat api unggun untuk menghangatkan sekitar.
Dia mengerutkan kening dan menatap Mu Xianzhai. Jelas sekali bahwa sosok bersurai putih yang ada di sampingnya itu seperti nyata. Tapi kenapa bisa menjadi Mu Xianzhai? Pikirnya.
"Ada apa?"
Melihat istrinya sedikit linglung, Mu Xianzhai diam-diam menamenangkan hatinya yang sedikit kacau. Untung saja Li Chang Su tidak langsung sadarkan diri sejak naga perak menghilang. Mu Xiang membutuhkan waktu untuk bisa memulihkan warna rambutnya.
Detik-detik Li Chang Su bangun, untung saja Mu Xianzhai bisa mengendalikan aura naga perak di tubuhnya.
Li Chang Su ingin bertanya sesuatu, tapi ragu. "Sepertinya aku melihat sosok berambut putih di sini. Tapi kenapa tidak ada? Apakah hanya halusinasi ku saja?" tanyanya kebingungan.
Benar saja, Mu Xianzhai tak bisa menahan diri untuk tersenyum kaku pun langsung menyentil dahi gadis itu. "Ada apa? Apakah istriku memimpikan pria lain?" tanyanya pura-pura cemburu.
Li Chang Su terkejut, tidak mungkin memiliki hal semacam itu dan seketika menggeleng. "Tidak, tidak. Kamu salah paham. Aku hanya—"
Mu Xianzhai segera menukasnya. "Yah, tidak apa-apa. Su'er lelah dan pikirannya sedikit berantakan."
"..." Aku sangat sehat, batin Li Chang Su masih tidak mengerti. Sepertinya ada sesuatu yang ganjal namun tidak tahu apa itu.
Setelah memulihkan pikiran, Li Chang Su akhirnya bertanya apa yang sebenarnya sedang terjadi. Dia tiba-tiba pingsan dan jiwanya tersedot ke alam bawah sadar. Setelah itu memimpikan banyak hal. Namun yang jelas, dia merasa jika naga perak memiliki kesadaran.
__ADS_1
Akhirnya Mu Xianzhai tidak ragu-ragu untuk menceritakan apa yang terjadi dan mengadu padanya bahwa naga perak bodoh itu yang membuatnya menjadi seperti ini. Jika dia tidak datang, mungkin Li Chang Su akan kehilangan energi spiritual dan juga vitalitas tubuhnya. Jika tidak bisa diselamatkan, maka hanya bisa menjadi orang cacat kultivasi di masa depan.
Setelah mendengarkan seksama dari awal dia pingsan hingga sekarang, Li Chang Su akhirnya menghela napas lega. Ternyata seperti itu. Tak heran dia merasa jika saat ini tubuhya seperti baru saja mengalami pertarungan sengit dengan musuh yang kuat.
"Bukankah naga perak sedang tidur? Kenapa tiba-tiba bangun tanpa peringatan?" tanyanya kesal.
"Dia sombong." Mu Xianzhai menjawabnya dengan nada tenang.
"..." Ya, naga itu sombong, pikir Li Chang Su juga.
Api unggun mulai mengecil. Mu Xianzhai menambahkan potongan kayu bakar lagi dan meminta Li Chang Su untuk mengeluarkan beberapa bahan makanan.
"Kita tidak akan kembali? Mungkin ini sudah larut malam? Bagaimana keadaan yang lain?" Li Chang Su melihat jika malam ini cukup dingin di musim semi dan beberapa serangga malam mengeluarkan suara lembut.
"Sayang sekali," kata gadis itu sedikit menyesal.
Li Chang Su meminum segelas air roh dan memulihkan tenaga sebelum akhirnya mengeluarkan beberapa potong daging ayam dan bumbunya. Dia ingin mengurus daging ayam dan memanggangnya namun Mu Xianzhai segera mengambil alih pekerjaan tersebut.
"Kamu istirahat, aku akan melakukannya," kata pria itu segera mengambil alih wadah berisi ayam dan menuangkan beberapa bumbu siap pakai.
Meski dia seorang pria, mengurus makanan seperti ini tidak membuatnya gengsi. Li Chang Su menyebutkan bagaimana langkah-langkah membumbui ayam tersebut dengan hati-hati. Bahkan jika ayam ditaburi garam saja rasanya sudah enak, apalagi jika bumbu lengkap.
__ADS_1
Mu Xianzhai melakukan apa yang dikatakan istrinya dan mulai memanggang, mengatur api agar tidak terlalu besar serta membolak-balik ayam yang sedang dipanggang. Keduanya membicarakan beberapa hal menyangkut pekerjaan, kadang rencana masa depan dan apa yang harus dilakukan dengan Mu Lizheng.
Mu Xianzhai sudah memiliki beberapa tebakan jika Mu Lizheng tidak akan terlalu menderita kali ini. Permaisuri tidak akan tinggal diam melihat putranya dirugikan. Kadang hati seorang ibu lebih besar dari apapun, pasti melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya.
Sayangnya Mu Xianzhai tidak pernah mengalami cinta ibu ini dan kesannya juga tidak dalam pada Kaisar Mu. Oleh karena itu, Mu Xianzhai tidak pernah mengeluh tentang hidupnya tanpa seorang ibu. Hanya ada seorang ibu pengasuh yang kini sudah pensiun karena mengurus keluarganya sendiri di kampung halaman.
Aroma ayam bakar mulai tercium. Li Chang Su menjadi lebih lapar tapi masih lama untuk menunggu ayam bakar matang. Mu Xianzhai tidak bisa membiarkannya kelaparan dan memintanya memakan sesuatu yang lain lebih dulu.
"Apakah kamu merasa lebih baik sekarang?" hanya pria ini masiha gak khawatir dengan wajah Li Chang Su yang sedikit pucat.
Gadis itu tersenyum kecil. "Aku baik-baik saja. Jangan khawatir, hanya sedikit lelah," jawabnya.
"Ketika kamu menjadi lebih kuat di masa depan, hal seperti ini tidak akan terjadi lagi," kata pria itu serius. Meski tenaga dalam Li Chang Su bisa dibilang tinggi, namun masih lemah di mata naga perak.
"Kamu berkata seolah-olah kamu sangat kuat," kata Li Chang Su mengeluh, tak bisa mempercayai jika Mu Xianzhai memiliki banyak misteri di tubuhnya. Bisa mengeluarkan bola api dari jari telunjuk hingga ilmu tenaga dalamnya tak bisa diprediksi. Sungguh aneh.
Li Chang Su tenggelam dalam pikirannya di saat Mu Xianzhai menyipitkan mata, hanya tersenyum diam-diam dan memikirkannya. Tentu saja, suatu hari nanti istrinya akan tahu tentang dirinya. Semuanya akan terungkap perlahan. Sekarang hanya bisa menikmati hari-harinya bersama Li Chang Su dengan tenang.
Ketika ayam bakar sudah matang, keduanya makan dengan tenang. Li Chang Su paling banyak makan karena Mu Xianzhai berulang kali memberi bagiannya sendiri untuk gadis itu. Istrinya sedikit kurus dan butuh banyak daging di tubuh. Mungkin dengan makan banyak daging, tubuhnya akan sedikit berisi.
Sebagai seorang pria, tentu saja normal untuk memiliki pemikiran sempurna tentang istri sendiri. Li Chang Su masih berusia lima belas tahun, tubuhnya dalam tahap berkembang dan akan berdaging ketika mencapai usia dewasa. Karena sangat ramping, Mu Xianzhai selalu ingin meremas pinggang gadis itu dengan hati-hati agar tidak mematahkannya.
__ADS_1
Tapi tubuh kecilnya juga menjadi keuntungan yang baik. Dia suka membiarkan gadis itu duduk di pangkuannya atau ... hal-hal yang menyangkut urusan ranjang, dia sedikit lebih mengasihani batu giok (kecantikan).
Setelah makan, Li Chang Su merasa perutnya sedikit buncit. "Aku tidak tahu bahwa kehilangan tenaga dalam ternyata membuatku lapar. Xian Xian, bagaimana kamu memikirkannya tubuh bagus seperti itu? Apakah kamu makan daging setiap waktu?" tanyanya penasaran.