
PENSIUNAN KAISAR ingat jika Li Chang Su kehabisan aura spiritual sebelumnya ketika berada di Sekte Hitam untuk membangkitkan bayangan naga perak. Aura yang diserap naga perak itulah yang menjadi kekuatan untuk bangkit.
Saat ini naga perak mungkin tertidur tapi memaksakan diri untuk bangun gara-gara Negara Bingshui yang diserang oleh para binatang mutasi kegelapan dalam jumlah besar. Karena masalah ini, Mu Xianzhai juga pasti akan terpengaruh. Meski dia yakin cucu kesayangannya itu baik-baik saja, tapi ....
Pensiunan Kaisar tidak mampu memikirkan berbagai kemungkinan lagi dan meminta salah satu penjaga gelapnya untuk pergi ke Istana Raja Perang. Tanyakan apakah keduanya baik-baik saja. Di sisi lain pula, penjaga gelap harus berhati-hati agar tidak terkena serangan acak naga perak.
"Aku yakin mereka akan baik-baik saja," kata Pensiunan Kaisar hanya bisa memasang ekspresi tenang.
Kembali ke sisi lain ....
Naga perak yang marah terus menerus membasmi para binatang mutasi kegelapan dan naik ke langit. Dia meraung. Dari tubuh peraknya terpancar aura kuat dan suci lalu lapisan pelindung terlihat bergelombang—menyelimuti seluruh bagian negara. Gelombang biru keputihan itu jelas aura spiritual yang bisa dilihat dengan mata telanjang.
Orang-orang akhirnya percaya jika di dunia ini, beberapa hal yang mustahil telah bangkit. Dengan perisai Negara Bingshui yang diperbaiki, semua retakan pada perisai sebelumnya benar-benar pulih. Para binatang mutasi kegelapan tingkat dewa marah dan ingin menggabungkan kekuatan untuk menghancurkan perisai.
Di bagian luar negara tersebut, orang-orang yang berada tak jauh dari lokasi juga mampu melihat perisai spiritual. Negara Bingshui yang dikatakan memiliki legenda pelindung naga perak tampaknya benar-benar nyata.
Raungan naga perak yang sedikit transparan masih menggema di langit dan mengibaskan ekor panjangnya, menciptakan gelombang spiritual yang besar. Para binatang mutasi kegelapan di luar pelindung pun mundur sedikit demi sedikit karena tidak mampu melawan makhluk legenda tersebut.
"Akan ada waktunya di mana kegelapan akan dilenyapkan. Pergilah dan jangan mengganggu negara ini. Kemarahan ku bukan sekadar ancaman!" Suara naga perak menggema di langit dan lagi-lagi mengeluarkan bunyi nyaring yang khas.
Para binatang mutasi kegelapan yang memasuki pelindung spiritual melalui galian terowongan bawah tanah pun sudah hangus terbakar dan sebagiannya lagi hanya meninggalkan jejak api panas.
Meski naga perak berkata demikian, para binatang mutasi tingkat dewa di luar perbatasan masih memiliki keberanian untuk memprovokasi naga itu.
__ADS_1
Tapi tanpa sepengetahuan mereka ....
Di pegunungan dewa.
Dua kucing mutasi tingkat dewa dari golongan cahaya sedang duduk di atas bebatuan bersalju. Tubuh kucing kecil keduanya saling berdampingan, memunggungi pria tua berjanggut putih yang sedang minum air hangat.
Bell xan Orange yang sudah lama tidak terlihat pun kini melihat ke arah di mana Negara Bingshui berada. Ketiganya jelas memperhatikan pelindung spiritual yang meletus dari tubuh naga perak. Orange menjilati kaki depan sebelah kanannya dan bersin.
"Hei, apakah menurutmu kita harus turun dan membantu mereka?" tanyanya malas.
"Kita bukan pahlawan utama di sini. Apa yang akan kamu lakukan? Mengacaukan takdir?" Bell menatapnya dengan enggan. Lonceng bulat kecil di telinganya sedikit menimbulkan bunyi ringan.
"Siapa tahu takdir akan berubah. Kita sebagai kucing juga makhluk keberuntungan," jelas Orange agak tidak setuju. Meski dia memiliki riwayat hidup sebagai kucing biasa yang malang di masa lalu, tapi hatinya sangat baik. Dia tidak terlalu dendam pada manusia, kecuali mereka berhati jahat.
"Ck, sungguh tak bisa diajak bercanda. Aku menantikan gadis itu datang ke pegunungan ini suatu hari nanti. Dia pasti akan membawakan kita banyak ikan," ucap Orange sangat bersemangat. Ekor panjangnya bergerak-gerak seolah snagat bahagia.
"Jangan khawatir, kita masih memiliki gurita bodoh itu." Bell tanpa sadar menatap ke sisi lain di mana seekor gurita putih sedang berendam air hangat di bak kecil. "Sayangnya itu terlalu kecil untuk dimakan," gumamnya.
"..." Pria Tua Wen Lao yang diam-diam mendengar di dekat api unggun tak bisa menahan diri untuk mengasihani gurita putih mutasi.
Bell dan Orange tidak tahu jika Wen Lao sama sekali tidak memberi nasihat kali ini dan menjadi pendengar yang baik. Mungkin malam bersalju yang dingin ini membuat Wen Lao sedikit mengantuk. Sayangnya dia tak bisa tidur begitu saja. Sebagai utusan yang menjadi penjaga pegunungan dewa ini, dia memiliki tanggung jawab besar.
"Sepertinya setelah ini, Negara Bingshui aka memiliki banyak perubahan dan rencana dimajukan lebih awal," ujar Bell menganalisis.
__ADS_1
"Apakah karena sekelompok elang putih mutasi yang bergabung?" tebak Orange berlagak sok tahu.
"Tidak buruk. Kamu cukup pintar juga," jawab Bell sedikit kagum dengan kemampuan menebak Orange yang sedikit meningkat. "Kali ini elang gunung mutasi memimpin. Tentu saja semuanya akan berbalik lebih mudah," imbuhnya.
"..." Apakah kamu baru saja mengatakan jika aku ini bodoh? Pikir Orange.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Elang gunung mutasi akhirnya sampai di perbatasan Negara Bingshui dan mengeluarkan suara khasnya yang nyaring. Sayap besar dan memiliki panjang yang luar biasa itu membuat para binatang mutasi kegelapan di luar dinding spiritual pun mengalihkan perhatian.
Makhluk terbang itu membawa banyak pasukan elang putih mutasi serta beberapa jenis burung dari golongan cahaya lainnya. Melihat para pasukan burung mutasi itu, beberapa binatang mutasi kegelapan yang berada di daratan sedikit tidak berdaya.
Bagaimana pun juga, mereka yang tinggal di daratan akan sulit untuk melawan kelompok binatang mutasi udara. Meski ada beberapa binatang mutasi kegelapan dari jenis burung, itu pun tidak banyak. Ditambah elang gunung mutasi yang berada di puncak tingkat dewa, sedikit enggan.
Elang gunung mutasi memiliki tubuh tinggi dan besar sejak masih menjadi binatang biasa. Tapi jika telah bermutasi, ukurannya tidak main-main. Cakar tajam, paruh yang siap menjepit daging hingga menjadi dua serta bulu sayap dan ekor memiliki ketebalan yang tidak biasa—hampir seperti pisau di langit.
Para elang putih mutasi bisa memasuki pelindung spiritual dengan mudah, tak terkecuali elang gunung mutasi. Makhluk raksasa itu terbang di atas Negara Bingshui hingga membuat orang-orang yang beruntung melihatnya pun semakin takjub. Dunia itu luas dan banyak binatang mutasi tingkat cahaya yang sangat luar biasa.
Elang gunung mutasi merendahkan jarak terbangnya ketika berada di dekat naga perak. Dia memiliki rasa hormat yang besar terhadap naga tersebut.
"Tuanku, kami siap membantu negara ini," katanya sangat sopan, sedikit menurunkan kepalanya sebagai tanda merendahkan kesombongannya.
Naga perak memperhatikan elang gunung mutasi cukup lama dan memiliki keputusan dalma hatinya. Binatang terbang yang satu ini tidak buruk, begitulah pikirannya.
__ADS_1
Naga perak menyipitkan matanya dan bertanya dengan santai. "Tanggung jawab yang besar, apakah kamu mampu menanggungnya?"