
UNTUK sementara waktu, Li Chang Su kebingungan dengan pertanyaannya. Lalu teringat dengan beberapa adegan dalam novel dan juga film, jika pasangan akan menciumnya setelah meminum obat pahit. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan rasa manis.
Tapi itu semua hanya cerita bohong!
Di mana rasa manis itu berasal? Kue kering masih ada di atas piring dan pria itu berani untuk menciumnya. Tapi meski begitu, Li Chang Su memerah tanpa alasan. Jiwa tentaranya mulai terkikis.
"Kamu ... Kamu tidak tahu malu!" Dia mendorongnya menjauh dan dengan cepat mengambil salah satu kue kering. Memakannya dengan sombong.
"Siapa yang bermain tidak tahu malu? Kita adalah suami istri yang sudah disahkan. Tidak salahnya untuk mencium—"
Sebelum dia melanjutkan ucapannya, Li Chang Su sudah menyumpal mulut pria itu dengan kue. Lupakan saja. Mendengarnya banyak bicara membuat wajahnya memanas. Itu pasti karena alergi. Tiba-tiba saja, rasa pahit di mulutnya sudah hilang.
"Jangan bicara, aku tidak mau mendengarkan!" Katanya sedikit merasa sakit di tenggorokannya. Meski alergi rebung ini cukup parah untuk dirinya, tapi dengan obat, pasti akan sembuh selama tiga hari.
Mu Xianzhai tidak menggodanya lagi. Tapi saat ini suasana hatinya sangat baik. Dia memakan kue kering diberikan Li Chang Su ke mulutnya rasa manis itu pecah di mulut. Tapi tidak semanis bibir istrinya.
Tiba-tiba saja dia sedikit menyesal. Kenapa tidak sejak awal dia memberi minum obat dari mulut ke mulut? Bukankah dengan begitu, dia akan mencium istrinya lebih lama?
Di hari biasa, dia pasti tidak akan mencium istrinya dengan sengaja. Gadis itu pasti akan menolaknya dengan kejam. Mungkin mulai sekarang, dia harus memikirkan cara agar bisa mencium istrinya lebih banyak.
Selama dua puluh delapan tahun hidup, ini pertama kali baginya merindukan seorang wanita berulang kali. Bahkan saat pertama kali menemukan Li Chang Su sebagai takdir gelang naga perak, dia tidak mengharap banyak hal. Meski dia akan memanjakan dan membawa ke barak militer setiap saat, paling hanya untuk menjaga. Memberinya sedikit cinta.
Tapi sejak saat itu dia mulai mengerti jika tubuh wanita begitu lembut dan mudah rapuh. Dia harus memegangnya dengan hati-hati. Saat pertama kali menciumnya di tenda, ia tahu itu menyenangkan dan lembut. Kehangatan menjalar di hatinya. Lalu saat mwngirup aroma tubuhnya, pikirannya bereaksi.
Ini normal. Dia seorang pria. Dihadapkan dengan wanita yang ditakdirkan menjadi istrinya, apakah salah untuk menyentuh?
Pada saat itu dia mulai bertekad untuk mengejar Li Chang Su, mendapatkan cinta dan hatinya. Dia tidak ingin menjadi dingin di tempat tidur. Oleh karena itu, sebagai raja perang, dia harus merendahkan sedikit kepalanya untuk melancarkan strategi. Demi meraih kemenangan, ia rela untuk membungkuk.
__ADS_1
Ketika saatnya nanti tiba Li Chang Su jatuh cinta padanya, dua orang akan bersama. Hidup dengan bahagia dan memiliki anak. Kemudian mereka akan menjadi keluarga yang lengkap.
Memikirkannya saja, dia sudah seperti memiliki banyak bunga bermekaran di hatinya.
Li Chang Su memperhatikan jika pria itu menatapnya dengan penuh keinginan, tiba-tiba saja tubuhnya merinding. Di mana dia memprovokasi sisi prianya?
"Su'er ...," Pada akhirnya, Mu Xianzhai hanya bisa memanggilnya dengan lembut. Setelah menstabilkan perasaan yang meluap itu, dia tampak seperti pria yang butuh banyak cinta.
Dia harus menahan diri untuk tidak lepas kendali. Citranya sebagai raja masih ada di tempat. Jika itu rusak, istrinya pasti akan meremehkan. Di masa depan, dia tidak bisa mengontrolnya lagi.
"Ada apa?"
Li Chang Su masih sibuk memakan kue kering. Sebenarnya bukan karena dia mau, tapi untuk menghilangkan kecanggungannya di depan Mu Xianzhai.
"Jangan menakuti lagi seperti tadi. Aku sangat khawatir ... Aku khawatir kehilanganmu," pria itu berucap dengan nada pelan, seperti lelah.
Untuk sementara waktu, Li Chang Su terdiam dan tidak mengatakan apa-apa. Memperhatikan ekspresinya dengan jelas. Kini, pria itu jelas tidak memakai topeng. Dan wajahnya yang tampan tanpa cela membuat semua ekspresinya menjadi nyata.
"Karena aku hanya ingin kamu. Aku hanya menginginkanmu di dunia ini. Tidak ada Su'er kedua."
"....," Li Chang Su tidak tahu cara menanggapi perasaan seperti ini. Namun hatinya tiba-tiba saja merasakan getaran lain yang tidak dikenalinya.
Dia akhirnya menghela napas panjang setelah menenangkan diri, "Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Hanya alergi rebung."
Setelah itu Li Chang Su membersihkan tangannya dan menarik selimut, "Aku ingin istirahat. Tubuhku masih sedikit tidak nyaman."
"Oke," Mu Xianzhai juga sadar kembali dari pikirannya. Dia membantu gadis itu membenarkan selimut. Setelah memberikan kecupan di dahi, dia mematikan lilin yang menyala di atas meja.
__ADS_1
"Jika ada apa-apa, Xuxu dan Xuyao ada di ruang samping. Aku akan berada di ruang belajar untuk malam ini, tidak menemanimu," imbuhnya lagi.
Li Chan Yin mendengus dan segera memunggunginya, "Aku tidak mengharapkanmu di sini."
Mu Xianzhai hanya tersenyum dan bangkit dari sisi tempat tidur. Lalu meninggalkan kamar utama. Sebelum menutup pintu, dia menghela napas. Seandainya pekerjaannya selesai lebih awal, dia bisa menemani tidurnya.
Kemudian dua pelayan Li Chang Su keluar dari ruang samping, menanyakan keadaannya saat ini. Mu Xianzhai hanya bilang jika kondisinya membaik. Jika ada sesuatu yang mendesak, segera memberi tahu dia. Setalah kedua pelayan itu mendengarkan, Mu Xianzhai segera pergi bersama dua penjaga gelap yang selalu menemaninya sepanjang waktu.
Xuyao akhirnya menghela napas lega. Aura pria itu benar-benar hampir mencekiknya. Bahkan Xuxu sedikit pucat.
"Kenapa aku merasa jika pria itu menjadi lebih kuat?" Tanya Xuyao sebenarnya menebak-nebak.
"Ya. Juga ... Lebih bahagia," Xuxu pun menambahkan.
"....," Lalu keduanya menatap satu sama lain sebelum akhirnya menyerah.
Di ruang kerja Mu Xianzhai ....
Dua bawahan yang ditugaskan untuk Mu Xianzhai untuk berjaga-jaga pun akhirnya kembali. Tak ada yang salah dengan sisi putra mahkota. Pria itu masih bermain dengan Rongyu, calon putri mahkota saat ini.
Ketika Mu Xianzhai menyipitkan matanya, tiba-tiba saja dia ingat apa yang dikatakan Ye Tianli setelah pria itu kalah dari taruhan. Yaitu, jangan libatkan Li Chang Su dalam urusan istana.
Belum lagi, tentang terowongan bawah tanah ini, kaisar juga mulai berhati-hati. Jika besok Li Chang Su membaik, dia akan membawanya ke istana untuk bertemu pelaku yang membuat orang-orang bekerja paksa hingga kurus.
Tambang bijih ini juga ditutup. Untuk berjaga-jaga, Mu Xianzhai telah memerintahkan orang-orangnya untuk berkeliling dan memberi tanda penjagaan di perbatasan negara. Sehingga negara tetangga tidak akan melintas begitu. saja.
Jika ada binatang mutasi yang masuk, maka segera bunyikan alarm khusus.
__ADS_1
Setelah kedua penjaga gelap melaporkan, ada sedikit kebingungan. Mu Xianzhai menurunkan kuasnya dan menatap kedua penjaga gelap itu dengan heran.
"Adakah hal lain yang belum kalian sampaikan?" Tanyanya.