
HAL INI tidak perlu ditanyakan lagi. Jelas saja Li Chang Su akan melawan mereka seorang diri. Itu sudah cukup. Namun tampaknya, mereka begitu meremehkan kemampuannya. Dia hanya menggosok ujung hidungnya dan tersenyum datar. Tidak perlu mengatakan apa-apa lagi.
Awalnya dia ingin menanyakan alasan kedatangan mereka ke sini. Tentu saja selain membuat keributan. Tapi tampaknya dia ingat satu hal yang sempat diberitahukan Mu Xianzhai semalam. Yaitu tentang darahnya yang mampu menyembuhkan luka bakar di tubuh Rongyu.
Tapi apakah dia mau dan bersedia memberikan darahnya? Tentu saja tidak mungkin.
Jangankan darah, dia tak akan memberikan apa pun untuk wanita itu. Namun, tampaknya dia memikirkan rencana yang cukup bagus.
“Kenapa aku tidak berani melawan kalian? Jangan bilang jika kalian takut?” Li Chang Su mengerucutkan bibirnya, sedikit polos.
Dia memanggil He Ze yang bermalas-malasan di ruang artefak. Tupai itu muncul dari salah satu dahan dan mendarat di bahu kiri Li Chang Su. Mereka mengira jika itu hanyalah tupai biasa yang bulunya dicat putih. Pemikiran yang sama seperti Mu Hongzhi.
Jika He Ze tahu jika dirinya dituduh memiliki bulu putih palsu, pasti sudah mencakar duluan.
Saat mereka mendengarnya, itu bahkan lebih konyol. Takut dengan seorang gadis kecil? Mereka khawatir akan melawan ayam! Ejek mereka dalam pikiran.
Tidak ada rasa takut, hanya sedikit penasaran. Mereka mengeluarkan pedang dari sarungnya dan berada dalam posisi siap bertarung.
Para penjaga gelap Istana Raja Perang sungguh gatal ingin membunuh mereka dengan sekali gerakan. Namun karena sang putri telah meminta mereka untuk menonton, lagi-lagi keinginan itu harus ditahan.
Tupai putih yang awalnya ada di bahu kiri Li Chang Su pun langsung melompat ke salah satu penjaga gelap pihak lain dan mencakar sekuat tenaga.
Orang yang diserang itu terkejut dan mencoba untuk melepaskannya. Namun sayang, tupai putih itu sangat licik dan lihai menghindar.
He Ze jelas bukan tupai biasa, melainkan binatang roh penjaga gelang naga perak. Bagaimana mungkin dia akan dikalahkan begitu saja oleh manusia yang lemah ini.
“Ah!! Singkirkan binatang kecil ini dari wajahku!”
Penjaga gelap yang lain terkejut. Rekannya segera membantu untuk menangkap tupai itu untuk dijadikan sup.
Tapi gagal.
Saat mereka ingin menangkap, He Ze sudah melompat lagi dan mencakar wajah yang lain. Begitu pula seterusnya. Satu persatu dari mereka akhirnya mendapatkan giliran. Yang membuat geram.
Setelah selesai mencakar, He Ze kembali ke pundak Li Chang Su dan menatap mereka dengan sombong.
Wajah pihak lain segera menjadi hijau dan merasakan luka di wah mereka begitu menyakitkan dan perih.
Tapi bagaimana pun juga, mereka tidak mungkin kalah dan dipermalukan seperti ini oleh seekor tupai. Bahkan penjaga gelap Istana Raja Perang pun tertegun saat menyaksikannya.
__ADS_1
Tupai peliharaan sang putri tampaknya tidak biasa. Mereka khawatir jika itu ditempati oleh mereka, mungkin juga akan dikalahkan oleh seekor tupai.
Pemimpin penjaga gelap di pihak lain segera berekspresi jelek di balik maskernya. Dia menunjuk tupai putih itu seolah-olah sedang menyaksikan hantu.
Sungguh menyebalkan jika dikalahkan oleh binatang kecil yang bahkan hanya menggemari buah-buahan.
“Jika berani, maju sendiri. Jangan mengandalkan binatang kecil untuk melawan kami!” Katanya.
Li Chang Su masih tidak mengubah ekspresi yang polos, hanya mengangguk kecil, “Kenapa tidak berterus terang saja jika kalian tidak mampu berurusan dengan seekor tupai.”
“.....”
Bagaimana mereka tahu jika seekor tupai bisa membuat mereka mati jelek?
“Apakah kalian sudah paham?” Tanya Li Chang Su.
“A-apa yang harus kami pahami?” Salah satu dari mereka bertanya.
“Yah ... Kalian harus tahu bahwa jangan meremehkan sesuatu yang kecil. Karena belum tentu lemah seperti kelihatannya.”
“....,” Tampaknya ini juga masuk akal.
Mereka menganggap tupai putih itu binatang berbulu biasa dan akan mati dalam satu kali tarikan. Tapi adakah yang bisa memberi tahu mereka apa yang sedang terjadi saat ini?
“....”
Penjaga gelap yang merasakan binatang berbulu itu berada di atas kepalanya pun hanya diam. Tidak tahu apakah dia harus senang dengan leluhur ini atau merasa terhina karena berani menginjak kepalanya.
Li Chang Su bergerak di detik berikutnya dan mengeluarkan belati dari ruang artefak. Gaun putihnya berkibar.
Sesaat kemudian, dia menghilang dari pandangan penjaga gelap yang hendak menghunuskan pedang kepadanya. Lagi-lagi pihak lain terkejut. Seni bela diri tingkat berapa ini?
Kenapa mampu berteleportasi sangat cepat?
Gadis itu muncul di belakang salah satu penjaga dan menebaskan belati ke arah lehernya.
Penjaga gelap yang terkejut itu akhirnya berteriak dengan membelalakkan mata tak percaya. Lalu jatuh ke tanah bersalju. Darah segar segera mewarnai salju.
Penjaga gelap yang tersisa segera berbalik dan melihat jika Li Chang Su sudah mengangkat belati lagi dan menyerang mereka dengan cara berbeda.
__ADS_1
Dan semuanya memukul titik fatal kehidupan di tubuh manusia. Belum sampai dua menit, sebenarnya Li Chang Su sudah membereskan semuanya tanpa tersisa.
Dan yang terakhir itu tusukan di jantung. Semua penjaga gelap yang menyusup itu akhirnya ditumpuk menjadi bukit kecil.
Li Chang Su sama sekali tidak merasakan kesulitan saat melawan mereka. Dan dia juga tidak berkeringat. Cuaca yang sangat dingin ini ternyata membuat tubuh merasa tidak nyaman.
Setelah mengurus semua, Li Chang Su berjalan dengan tenang. He Ze sudah melompat lagi ke pundaknya. Hanya udang kecil yang nakal, itu bukan lawan Li Chang Su sama sekali.
He Ze benar-benar ingin tertawa dan berteriak bodoh pada mayat yang ditumpuk itu. Tapi dengan cepat, Li Chang Su menyumpalnya dengan gagang belati.
“....,” He Ze hampir saja terbunuh oleh gadis ini. Kenapa dia memiliki tuan yang begitu kejam?
“Kalian urus mayat mereka,” kata Li Chang Su tanpa menoleh ke belakang.
“....,” Para penjaga gelap sepertinya memang menjadi penonton kali ini.
Melihat aksi Li Chang Su yang begitu indah tadi, para penjaga gelap tanpa sadar mengaguminya. Mereka benar-benar akan mematuhi perintahnya di masa depan.
Sayangnya, sebelum mereka merasa bahagia, sosok jangkung di kejauhan sudah berwajah gelap. Dan di belakangnya ada Xuyao dan Xuxu, ingin berduka kepada para penjaga gelap.
Mendengar aksi hebat Li Chang Su, kedua pelayan itu tanpa sadar ingin melarikan diri untuk menemukan tuan hebat mereka. Sementara Xuyao menjadi lebih yakin lagi.
Sejak awal, sebenarnya Mu Xianzhai sudah menyaksikan dari kejauhan. Karena ada penjaga gelap, dia sedikit bersantai.
"Yang Mulia, Nona sangat hebat!" Puji Xuxu dengan percaya diri.
Tapi siapa yang tahu jika Li Chang Su sebenarnya ingin melawan mereka sendiri dan mengancam para penjaga gelap. Karena khawatir pernikahan ini diundurkan ke waktu berikutnya, para penjaga gelap menjadi begitu patuh.
“Kalian sepertinya terlalu banyak menganggur akhir-akhir ini.”
Kata-kata yang dingin itu jatuh ke telinga para penjaga gelap. Mereka semua tertegun dan merasakan keringat dingin mengalir di punggung. Kaki mereka juga hampir menjadi jeli (tidak memiliki tenaga sehingga bisa jatuh kapan saja).
Pandangan semua orang tertuju pada sosok Mu Xianzhai yang berjalan tegap. Walau terhalang topeng perak yang elegan, sosok pria itu tak diragukan lagi marah. Ketika Mu Xianzhai datang, dewa kematian seolah-olah sedang menghampiri mereka.
“Yang ... Yang Mulia Raja Xian ...~” Salah satu dari mereka sedikit gemetar.
Sepertinya kali ini, mereka semua kan mendapatkan hukuman yang cukup berat.
...****************...
__ADS_1
CATATAN PENULIS: Jika di lain waktu Author hanya update satu Chapter pada jam yang ditentukan, berarti satu Chapter lagi menyusul atau sedang dalam tahap pengerjaan. Kecuali kalau Author memberitahukan di akhir chapter terkait bahwa hanya update satu chapter saja. Intinya, jika tidak ada pemberitahuan update satu Chapter, berarti normal seperti biasanya.
...****************...