Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pertarungan Lict Dengan Serigala Abu-abu Keperakan


__ADS_3

SEBELUM LI CHANG SU menebak, Mu Xianzhai sudah lebih tahu siapa orang itu. Jika bukan Ye Shi, memangnya siapa yang akan melawan garis bawahnya?


Hanya dengan memikirkan siapa pria itu, ekspresi Mu Xianzhai tidak enak dipandang. Adapun Li Chang Su sendiri, merasa aneh dengan sikap suaminya.


Apakah cemburu karena pria itu? Mungkin saja Ye Shi datang untuk memberi tahu sesuatu. Lagi pula dia ingin menanyakan tentang keadaan di ibu kota.


Keduanya tidak segera pergi. Tubuh Li Chang Su masih sedikit dingin. Mu Xianzhai juga ingin mengulur waktu sebentar. Gadis itu menghangatkan diri di dekat api unggun. Dan He Ze sudah kembali duduk sambil memanggang udang gemuk.


Hingga saat hari benar-benar malam, Li Chang Su sudah mendengar suara pertempuran di lembah. Bukan hanya itu, suara kucing yang mengeong dan serigala melolong pun tak luput dari pendengarannya.


Gadis itu mengerutkan kening dan meminta Mu Xianzhai untuk pergi membantu mereka.


"Apakah tubuhmu sudah merasa baik?"


"Ya, aku baik-baik saja saja. Kita tidak bisa menunda waktu. Besok harus pergi." Li Chang Su tidak bercanda di sini. Ia harus pergi. Setiap menit waktunya sangat berharga.


Mu Xianzhai hanya bisa berkompromi dengannya dan mengangguk. Li Chang Su segera membawanya keluar dari ruang artefak. Lalu muncul di salah satu dahan pohon. Malam benar-benar dingin di lembah. Mungkin lebih dingin. Meski angin malam lebih sedikit berembus, tapi tetap saja sangat dingin.


Keduanya hanya bisa memakai jubah dan berpencar. Ini hanya bisa dilakukan bahkan jika Mu Xianzhai tidak ingin berpisah dari istrinya. Dia khawatir gadis itu terluka.


Setelah keduanya berpencar, suasana kembali jatuh dalam rasa misterius yang dalam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dan di sisi lain, di tempat Lict berada ...


Laki-laki itu memiliki tubuh yang cukup pas untuk seorang anak berusia lima belas tahun. Dengan jubah Sekte Hitam dan pedang pemberian Li Chang Su, dia mulai melawan salah satu serigala abu-abu keperakan.


Tiba-tiba saja, seekor tupai putih jatuh di atas kepalanya.


"...." Lict ingin membuang tupai putih itu, tapi ternyata memegang beberapa helai rambutnya dengan kuat.


Ada ledakan dan goresan di batang pohon yang disebabkan oleh serigala abu-abu keperakan. Tubuh makhluk itu berkali-kali lipat lebih besar daripada aslinya.


"Sialan! Makhluk itu benar-benar kebal terhadap pedang?" Dia menggerutu.

__ADS_1


"Makhluk itu jelas binatang mutasi. Jangan menyamakannya dengan binatang buas biasa." Tupai putih di atas kepalanya itu bicara.


"Apakah kamu He Ze?"


"Ya. Ini aku. Gadis itu memintaku datang." He Ze sedikit kesal. Bahkan memintanya datang di saat makan.


Li Chang Su khawatir jika Lict mengalami masalah dengan lawannya. Karena binatang mutasi dewa golongan kegelapan jelas tidak biasa. Sehingga, He Ze hanya bisa berkompromi dan pergi. Dia bisa membantu pria itu untuk mengarahkan serta menyerang.


Walaupun He Ze tidak pernah melawan makhluk sebesar ini dalam kurun waktu yang lama, setidaknya dia juga bukan binatang roh artefak yang lemah.


Serigala abu abu keperakan itu melolong dan melompat ke arah Lict lagi seraya mengeluarkan cakar kaki depan yang tajam.


"Menghindar dan berusahalah untuk melukai perutnya." He Ze berbisik.


Gerakan Lict sangat lancar. Dia sebenarnya sudah memotong rambut menjadi pendek sehingga memudahkannya bergerak. Ia selalu berpikir jika rambut panjang hanya untuk kaum perempuan.


Dia menghindari serangan serigala itu dan melompat ke depan, langsung berguling. Menghitung waktu, dia segera menggunakan ilmu tenaga dalam dan menusuk perut serigala abu-abu keperakan.


Tanpa diduga, itu berhasil melukai.


Serigala mutasi dewa itu melolong dan kaget saat merasakan luka di perutnya. Darah menetes ke salju, menjadikan tempat pertarungan begitu horor. Lict tidak terlalu terkejut jika mereka bisa bicara saat ini.


"Bagaimana kamu tahu jika perutnya bisa dilukai?" tanya Lict pada He Ze.


Tupai putih itu memutar bola matanya. Tentu saja dia tahu. Perut adalah bagian lembut dari serigala. Sedangkan tubuh lainnya memiliki bulu tebal dan juga pertahanan diri yang kuat. Tapi tidak dengan perut.


Oleh karena itu, menyerang perutnya adalah cara terbaik.


"Meski itu ampuh, tapi membuat serigala semakin agresif." He Ze menghela napas tak berdaya.


"...." Lict ingin muntah darah. Bisakah informasi ini dikatakan sejak awal. Sudut mulutnya berkedut. "Kenapa kamu berkata sekarang?" tanyanya kesal.


"Aku lupa." He Ze menjawab dengan polos.


"...." Lupa? Mungkinkah tupai itu mulai mengalami penurunan ingatan.

__ADS_1


Tapi mengesampingkan masalah ini, bukankah dia memprovokasi serigala abu-abu keperakan itu? Lict langsung berkeringat dingin. Dia berada di zaman kuno ini hanya lebih dari setahun. Tidak mengetahui banyak hal tentang binatang mutasi atau apapun itu namanya.


Dia hidup di zaman modern yang serba canggih. Hanya binatang biasa saja yang selalu dia buru. Untuk ukuran tubuh sebesar serigala mutasi dewa saat ini, dia mungkin hanya semut merah dengan gigitan tajam.


Lict melihat ke arah makhluk yang kini perutnya terluka. Sebagai mutan, serigala abu-abu keperakan itu jelas menunjukkan deratan gigi tajam dan mata merah darah. Sangat marah dan ingin mencabik Lict menjadi beberapa bagian.


Tak berapa, serigala abu-abu keperakan berteriak marah dan mengubah dirinya menjadi manusia. Memiliki jubah abu-abu dan rambut berwarna sama. Hanya saja, sepasang iris mata merah serta taring di rahang atas begitu gelas.


Jelas ada darah dan luka sayatan di pakaian bagian perut. Dan itu masih berdarah. Pria jelmaan serigala mutasi itu menyentuh perutnya yang terluka. Sungguh tidak menduga jika dia akan dilukai oleh senjata manusia.


Malam tanpa cahaya bulan membuat lembah menjadi sangat gelap. Jika Lict tidak memiliki ilmu tenaga dalam, mungkin akan sangat kesulitan untuk melihat dalam gelap. Adapun serigala, itu jelas menguntungkan.


Makhluk itu bisa melihat dan berburu dalam gelap. Makan malam seharusnya sudah tiba.


"Berani melukaiku. Manusia, malam ini juga, malu hanya bisa jadi makananku!" Pria jelmaan serigala abu-abu keperakan itu menggeram dengan napas tidak beraturan. Jelas menguarkan aura tingkat dewanya.


Kuku kedua tangan pria jelmaan serigala abu-abu keperakan segera memanjang dan runcing, seperti dicat hitam. Otot-otot tubuhnya mungkin saja lebih keras daripada saat menjadi serigala.


"Itu bukan salahku. Salahkan dirimu yang memiliki kelemahan." Lict berkata dengan sangat polos.


"Mati!!" Pria jelmaan serigala abu-abu keperakan tidak peduli dan langsung berlari ke arahnya, lalu melompat sambil mengayunkan cakar.


Dia benar-benar marah setelah mengalami luka di perut. Dan sembuhnya agak lambat jika luka itu ada di bagian perut.


Lict yang belum berpikir banyak kini hanya bisa melarikan diri dari kejaran dan serangan makhluk itu. Oh, Tuhan ... Tolonglah aku! Ini sungguh mengerikan daripada sebelumnya.


"He Ze berpikirlah! Kamu harus tanggung jawab!" Dia berteriak seraya berlari dan menghindari serangan.


Pria jelmaan serigala abu-abu keperakan itu sungguh kuat. Hanya dengan satu kali cakaran saja, batang potong sudah memiliki bekas yang dalam dan rapi. Jika itu mengenai tubuhnya, bukankah sudah berakhir?


"Heh! Aku tahu, aku tahu. Tapi apa gunanya pedang di tanganmu sekarang? Melarikan diri bukan cara yang baik. Serang dia."


He Ze menggelengkan kepala dan masih memegang rambut pria itu. Hanya dengan begini dia tidak akan jatuh.


Lict melompat ke salah satu pohon dan menghindari serangannya lagi. "Bukankah kamu berkata jika tubuh makhluk itu kebal? Bisakah aku mengalahkannya?"

__ADS_1


__ADS_2