Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Memikirkan Rencana


__ADS_3

MU XIANZHAI mengangguk ketika istrinya bertanya. Setiap pangeran seharusnya memiliki peta negara, bertujuan untuk menentukan strategi perdagangan, perlindungan dan lain-lain. Tak terkecuali Mu Xianzhai sendiri. Dia memiliki peta negara sejak masih kecil. Pensiunan kaisar yang memperkenalkan banyak hal padanya tentang isi peta itu sendiri.


Li Chang Su tidak tahu kenapa Mu Xianzhai menunjukkan peta padanya. Tapi yang pasti dia melihat tanda merah menandai beberapa titik yang kurang dia pahami.


"Lalu apa yang salah?" tanyanya.


"Tanda merah ini adalah tempat para perdana menteri dan jenderal yang bekerja sama dengan putra mahkota," jawab pria itu pelan.


"Apa? Begitu banyak?" Gadis itu agak tidak percaya.


"Dia telah mengumpulkan usaha ini sejak beberapa tahun sebelumnya. Ditambah dengan permaisuri di belakang, tentu saja tak ada yang terlalu sulit." Mu Xianzhai mencibir seakan-akan ini hanyalah mainan di antara pangeran dan anjingnya.


"Jadi, apakah kamu meminta bantuanku?" Gadis itu agak percaya diri.


Mu Xianzhai menatapnya dengan enggan dan mengerutkan kening. Tapi tak bisa menyangkal apapun. Dia memang berniat untuk meminta bantuan gadis itu. Masalah ini cukup serius. Terlebih lagi, putra mahkota bukan orang yang mudah untuk dimanipulasi. Ada permaisuri di belakang, Mu Xianzhai juga tak bisa bergerak secara terbuka.


Saat ini, kondisi istana pangeran kedua mungkin agak menegangkan. Bisa saja para pembunuh bayaran dikirim pihak lain untuk mencelakai saudara kedua dari Mu Xianzhai itu. Li Chang Su bisa memahami ini dan akan membantunya jika sesuatu benar-benar dibutuhkan.


"Karena ada Ye Tianli, seharusnya tidak apa-apa bukan?" Li Chang Su mengerutkan kening.


Mu Xianzhai mencibir. "Dia sibuk dengan bisnisnya sendiri dan tak sepanjang waktu ada di istana."


"Lalu bagaimana dengan Ye Shi?"


"Dia adalah pembunuh bayaran. Putra mahkota menyewa pembunuh bayaran di bawah naungan Ye Shi. Karena bos pembunuh bayaran selama ini tidak diungkap ke publik, tak ada yang mencurigai Ye Shi. Pria itu dikenal langsung sebagai saudara tiri Ye Tianli dan diperkenalkan pada kaisar," tutur Mu Xianzhai datar tapi agak masam. Ye Shi ini masih menyukai Su'er nya sendiri. Bagaimana mungkin dia memiliki nada yang baik?


"...."


Apakah kaisar tidak akan pingsan saat tahu jika Ye Shi adalah bos pembunuh bayaran? Pikir Li Chang Su segera membayangkan saat kaisar Mu tersenyum pada Ye Shi dan menyambutnya dengan hangat di aula istana. Cukup mengerikan.


Setelah memeriksa beberapa titik merah di peta, tampaknya putra mahkota ini memiliki banyak jangkuan yang luas. Tentu saja permaisuri berperan penting. Jika ingin menghentikan sebagian rencana, mungkin harus memulainya dari permaisuri lebih dulu.

__ADS_1


Li Chang Su bersandar pada pria itu dan mulai bersikap lunak. "Nah, apa yang harus aku bantu?" tanyanya berbisik.


"Su'er pasti sudah memiliki hantu di kepalanya," jawab pria itu langsung terkekeh dan mencubit ujung hidungnya yang kecil. "Beri tahu Raja?"


"Mana mungkin!" Gadis itu langsung menyangkal.


"Berbohong itu tidak baik." Nada bicara Mu Xianzhai semakin dalam, merangkul pundaknya dan sedikit meremas.


Li Chang Su sedikit merinding saat merasa jika aura pria itu agak berbahaya. Dia segera mengubah ekspresinya menjadi lebih malu. Benar-benar Raja Perang. Bahkan tak ada yang bisa disembunyikan dari pria ini. Tapi ... Li Chang Su sendiri merasa jika pria itu menyembunyikan banyak hal dari dirinya.


"Aku berpikir untuk menganggu permaisuri," gumam Li Chang Su sedikit canggung. Bukankah ini kejahatan pada anggota kekaisaran?


Pria itu menyentuh kepalanya dengan lembut. "Baiklah. Mari kita temui kaisar besok."


Mendengar apa yang dikatakan Mu Xianzhai, gadis itu segera mengerutkan kening karena kebingungan. "Bukankah kita harusnya diam-diam? Kenapa pergi menemui kaisar?"


"Kebetulan kaisar juga tak suka dengan permaisuri akhir-akhir ini dan mengetahui rencana ibu dan anak itu. Bahkan kaisar juga mengirim penjaga rahasianya sendiri secara diam-diam untuk melindungi pangeran kedua."


Lalu Mu Xianzhai menjelaskan beberapa titik merah tersebut secara garis besarnya saja. Mereka juga memberikan beberapa tanda untuk memulai penyerangan di malam hari berikutnya. Setelah itu, karena hari sudah larut malam, Mu Xianzhai tidak lagi meminta Li Chang Su menyalurkan idenya, tapi membawa gadis itu ke kamar untuk istirahat.


Walaupun Li Chang Su kenyang tidur, Mu Xianzhai tetap memintanya untuk istirahat. Pria itu berbaring di sampingnya sambil memeluk, khawatir jika Li Chang Su akan kembali diambil naga perak ke alam bawah sadarnya.


"Hei, Xian ... Bagaimana kamu akan meminta pada naga perak untuk pergi ke gua lava?" tanya gadis itu setelah berbaring memunggunginya.


"Jangan khawatir, aku memiliki hubungan pemilik dengannya. Tidak sulit," jawab Mu Xianzhai pelan.


"Apakah itu menguras ilmu tenaga dalammu?"


"Tidak. Berkat Su'er di masa lalu, aku memiliki tenaga dalam yang lancar. Sehingga tidak sulit untuk menghubungi naga perak."


"Saat itu, tampaknya kamu memiliki tenaga dalam yang diblokir. Bukankah berarti tidak bisa memiliki hubungan dengan naga perak?"

__ADS_1


"Ya."


"Bisakah—"


"Tidur!" tukas pria itu seraya mengerutkan kening.


"Aku tidak mengantuk."


"Aku akan menidurkanmu," bisiknya langsung terkekeh dan mencium daun telinga istrinya.


Keduanya tertawa sesaat, terutama Li Chang Su yang merasa geli ketika pria itu menggelitiknya. Setelah beberapa saat, gadis itu pun tertidur. Mu Xianzhai menghela napas panjang dan mematikan lilin yang masih menyala di atas meja nakas. Ruangan pun jatuh dalam kegelapan.


Mu Xianzhai mencium pelipis istrinya dengan penuh cinta dan memperhatikannya sedikit lebih lama. Gadis ini selalu berhasil membuatnya terkejut dan terkagum-kagum. Bahkan naga perak membocorkan masa kehidupannya dari kecil hingga dewasa. Bukankah itu memperlihatkan tontonan gratis?


Diam-diam, pria itu tersenyum dingin saat memikirkan naga perak. Nah, sudah waktunya bagi dia untuk berkunjung ke tempat naga itu berada.


Di gua lava ....


Naga Perak membentuk sebagian tubuhnya dari lava dan memperhatikan sekitar. Gua Lavanya masih sama seperti sebelumnya. Obor terpasang di beberapa dinding dan sangat damai. Tapi Naga Perak tidak merasa tenang. Walaupun dia tidak memiliki bulu, tapi sisik-sisik tuanya agak kaku. Ia seperti akan menghadapi sesuatu yang cukup sulit.


Di saat dia hendak melebur lagi ke kolam lava, cahaya yang cukup menyilaukan muncul di atas batu besar di tengah lava. Batu yang sama ketika Li Chang Su ada di gua lava. Naga Perak menyipitkan matanya hingga memperhatikan cahaya menyilaukan itu memunculkan sosok jangkung yang familiar.


"..." Kenapa dia di sini? Pikirnya.


"Tampaknya kamu sangat menyukai istriku?" Sosok itu tak lain ada Mu Xianzhai yang memakai jubah elegan berpola acak. Pria itu tersenyum padanya dengan sedikit sentuhan dingin.


Di sisi lain, Naga Perak agak gemetar. Walaupun mendengus dan memancarkan napas panas, tapi sosok Mu Xianzhai kali ini benar-benar membuat dia sedikit tertekan. Manusia itu sungguh sombong saat ini. Belum lagi dia cukup lemah dan butuh kultivasi, kini Mu Xianzhai datang untuk menghitung sesuatu.


Setelah batuk ringan, Naga Perak itu menatapnya dengan polos. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanyanya.


"Seharusnya sudah jelas. Kamu membocorkan gambaran pertumbuhanku dari awal hingga sekarang. Kini, giliranku untuk menagih utang." Mu Xianzhai terkekeh dan memakai topeng peraknya. Perlahan, rambutnya berubah menjadi putih keperakan.

__ADS_1


Naga Perak agak tidak berdaya saat pria itu memiliki perubahan warna rambut. Kadang berpikir, apakah pemiliknya ini benar-benar mewarisi darah naga atau ular?


__ADS_2