
PADA MALAM harinya, teriakan di kamar tempat Mu Ying berada telah menarik perhatian semua pelayan yang ada di sana. Bahkan para penjaga.
Kabar tersebut segera sampai di telinga Permaisuri yang sedang mengobrol dengan Guan Shu, anak dari mantan raja racun dari Lembah Racun.
Keduanya segera bergegas. Guan Shu, wanita cantik dengan rambut terurai, kulit putih dan gerakan yang lembut, kini hanya memasang ekspresi samar.
Dia memiliki temperamen yang cukup unik yaitu mencoba racun yang telah dikembangkannya. Salah satu objek percobaannya adalah Kaisar Mu.
Sekarang, dia memiliki niat untuk mencobanya pada Mu Ying. Sayangnya wanita itu mengalami kecelakaan hari ini sehingga dia kehilangan kesempatan. Belum lagi, Permaisuri belum mengetahui rencananya.
Bagi Guan Shu, meyakinkan Permaisuri lebih mudah. Lagi pula, Mu Ying sudah tidak berguna di masa depan dan hanya seorang anak perempuan manja di istana. Tanpa dirinya setelah menjadi ibu negara nanti, Mu Ying tidak akan memiliki pernikahan baik.
Meski mungkin Permaisuri akan marah, dia masih bisa memenangkan kepercayaannya. Ini adalah keahliannya setelah belajar seni racun sejak kecil di Lembah Racun.
Sejak Lembah Racun hancur, semuanya telah selesai. Dia dan ayahnya selamat dari saja tapi mungkin para muridnya tidak memiliki kesempatan untuk selamat.
Adapun jika selamat, dia tak akan membiarkan mereka berkeliaran bebas. Guan Shu harus membawanya kembali ke Lembah Racun yang kini mulai dibangun.
Saat tiba di halaman Mu Ying, perdebatan terdengar sengit. Para pelayan terlempar keluar ruang dan jatuh keras sambil mengerang. Sebagian dari mereka mencoba untuk menghentikan pertarungan antara Mu Ying dan istri Mu Lizheng. Siapa lagi jika bukan Rongyu.
"Arggh!! Kamu wanita jala*g!! Beraninya kamu menyerangku. Aku akan membunuhmu!" teriakan Mu Ying terdengar nyaring.
"Bunuh dan bunuh saja! Biarkan semua orang tahu bahwa kamu menipu ku dan juga ayahku. Kalian semua menipuku! Akulah yang akan menjadi permaisuri di masa depan? Ada apa? Kenapa wanita lain masuk untuk menggantikan ku? Apakah kalian pikir aku bodoh? Percaya atau tidak, aku akan membiarkan ayahku menyerah!" Suara Rongyu juga tak kalah keras.
Keduanya saling menjambak dan menampar.
Mu Ying bukan lawannya. Lagi pula dia juga sedang terluka dan Rongyu merupakan prajurit wanita di barak militer. Kekuatannya beda jauh. Dengan cepat, Mu Ying dikalahkan.
Wajahnya bengkak karena tamparan Rongyu, rambutnya acak-acakan, darah di sudut mulut dan matanya memancarkan haus darah. Dua wanita itu bertarung. Mu Ying dirugikan.
__ADS_1
Di saat Permaisuri datang, melihat putrinya yang sudah tak berdaya, dia meneriaki Rongyu.
Rongyu sudah muak dengan kemurahan hati Permaisuri yang berpura-pura. Dia telah mengetahui segalanya dari seseorang yang memberi dia banyak informasi. Wanita yang menjadi tamu Permaisuri itu, Guan Shu, sebenarnya adalah calon permaisuri di masa depan.
Rongyu melihat wanita yang berdiri di samping Permaisuri, hatinya sangat penuh kebencian.
Pada akhirnya, Rongyu masih bukan lawan Guan Shu yang telah belajar racun dan seni bela diri di Lembah Racun.
Guan Shu mencibir, "Lihatlah dirimu, penuh kecantikan palsu dengan tubuh membusuk. Hidupmu sudah tidak lama lagi, masih mendambakan kursi ibu negara? Tidakkah kamu bercermin dan lihat sepeda apa dirimu sekarang?"
"Kamu wanita sialan! Tercela! Jika bukan karena pesona rubahmu, bagaimana mungkin pangeran keempat memandangmu? Kamu hanya putri dari mantan raja racun yang dibenci dunia. Hanya seorang wanita yang tumbuh liar di lembah dan tidak cocok untuk tinggal di istana!" Rongyu mengejeknya habis-habisan.
Pada akhirnya, Guan Shu masih memiliki ekspresi jelek setelah mendengar hal itu. Dia menggertakkan gigi. Tak ada yang tahu bahwa dia adalah putri raja racun saat ini. Masyarakat masih belum tahu.
Lagi pula, para peracun dan ahli sihir dilarang di negara ini. Jika masyarakat tahu bahwa dia adalah putri dari Lembah Racun duduk di kursi permaisuri sudah tidak memungkinkan lagi.
"Huh, tidak perlu bagimu untuk mengatakan itu. Aku tahu yang terbaik. Sedangkan untukmu, bau sekali. Benar-benar busuk!" Guan Shu mengibaskan tangan kanannya di depan wajah seolah-olah baunya sangat tidak mengenakkan.
"Kamu—!!!" Rongyu gemetar.
Kulit tubuhnya kini memang lebih pucat dan sedikit lemah. Tapi melawan Mu Ying masih baik-baik saja.
Dia melihat Guan Shu yang memiliki misteri. Tidak mungkin melawannya secara langsung. Tapi sebelum dia memikirkan hal lain, Permaisuri yang sudah lama menonton pertunjukan konyol ini pun memanggil penjaga kekaisaran khusus.
"Kemarilah dan bawa wanita bermarga Rong untuk Ratu ini. Bawa dia ke penjara bawah tanah. Berani menyerang putri kerajaan, merencanakan pembunuhan putri kerajaan, membuat masalah dan menjadi pembelot, hukumannya tidak ringan!"
Teriakan Permaisuri menggelegar di ruangan. Dia memperhatikan Mu Ying yang kini berbaring di tempat tidur, ekspresinya lebih jelek.
Rongyu tertegun saat mendengar keputusan Permaisuri dan membelalakkan mata. Tanpa sadar, penjaga kekaisaran sudah datang dan memegangi lengannya untuk dibawa ke penjaga bawah tanah.
__ADS_1
Hatinya mulai mendingin. Permaisuri berbeda dengan yang dulu. Kini menjadi tidak berperasaan dan membuangnya ketika tidak berguna.
Rongyu meronta dan ingin melepaskan diri dari tangan penjaga, tapi tubuhnya terlalu lemah saat ini.
"Permaisuri! Kamu tidak bisa melakukan ini padaku! Ayahku masih di sana untuk membantu pangeran keempat. Bagaimana kamu bisa menangkapku dan menuduhku melakukan kejahatan? Jika ayahku tahu, dia pasti tidak akan mendukungnya!" teriak Rongyu.
Penjaga tidak langsung membawanya tapi menunggu instruksi Permaisuri.
"Tidak akan membantu putraku?" cibirnya. "Itu mudah. Dia tidak perlu tahu kamu di penjara. Cukup katakan saja bahwa kamu ada bersamaku untuk menunggu kemenangan dan biarkan dia mempercepat semuanya. Setelah ayahmu membantu putraku menyingkirkan banyak ngengat di luar sana, aku akan memberi ayahmu kematian yang damai sebagai bentuk pengorbanan bagi istana."
Permaisuri tertawa setelah merencanakan segalanya sejak lama. Lagi pula, Rongyu hanyalah pion di tangannya. Wanita ini mencintai putranya seperti orang bodoh.
Di istana ini, tak ada yang namanya cinta sejati. Untuk kekuasaan, cinta harus dikesampingkan. Tapi Rongyu mencintai Mu Lizheng karena wajahnya yang memiliki kemiripan dengan Mu Xianzhai.
Oh, omong-omong, Rongyu menyukai Mu Xianzhai. Tapi pria itu membuangnya dengan dingin dan memilih takdir gelang naga perak.
Di sisi lain, putranya juga hampir bodoh karena tergoda oleh wanita ini.
Permaisuri mengatakan segalanya di depan Rongyu hingga membuat Guan Shu juga mengerutkan kening. Tanpa diduga, Permaisuri masih merupakan wanita tua yang licik.
Sejak lama sudah memikirkan ini, menjadikannya sebagai permaisuri?
Guan Shu memikirkan semuanya lagi dan tidak ada yang salah. Lagi pula, istana kekaisaran bukan tempat yang berbahaya baginya. Jika ada orang yang macam-macam, dia mampu membunuhnya tanpa jejak.
Rongyu berteriak dan menjadi gila setelah mendengar perkataan Permaisuri. Ini semua tidak benar! Tidak benar!
Dia yang akan menjadi ibu negara di masa depan, bukan Guan Shu. Bahkan saat Rongyu diseret oleh penjaga kekaisaran, pikirannya masih belum menerima semua ini.
Pada akhirnya, dia masih masuk penjara.
__ADS_1