
TENTANG INI, Xuyao juga tidak tahu apa yang diinginkan kaisar. Namun mungkin berkaitan dengan kejadian semalam. Oleh karena itu, Li Chang Su segera merapikan diri dan mengajak kedua pelayannya untuk menuju Istana Kekaisaran.
Di perjalanan, Li Chang Su tampak berpikir. Apakah Mu Xianzhai mengatakan sesuatu pada kaisar? Atau pangeran lain yang melaporkan dirinya? Apapun itu, dia tidak peduli. Kaisar ini, jika masih memiliki belas kasihan, tidak akan meminta datang untuk hukuman 'kan?
Xuyao yang melihatnya gelisah pun segera menenangkan. Dia berkata jika kaisar bukan orang yang mudah dihasut oleh orang lain. Bahkan jika bersikap acuh tak acuh pada semua anaknya, kaisar sebenarnya memiliki sifat penyayang. Dia hanya tidak ingin membuat semua anaknya merasa lebih diprioritaskan.
Untuk Mu Xianzhai saja, mungkin Kaisar Mu lebih perhatian. Belum lagi lahir dari selir yang dicintainya di masa lalu. Karena itu, sampai sekarang, Mu Xianzhai menjadi putra kesayangan.
Sesampainya di gerbang Istana Kekaisaran, Li Chang Su terkejut karena Mu Xianzhai menunggunya. Pria itu memakai jubah hangat, topeng perak elegan menambah daya pikatnya. Dengan senyum yang memabukkan, pria itu mengulurkan tangan untuknya.
"Kamu ...." Li Chang Su ingin mengatakan sesuatu saat melihatnya ada di sini. Pikirannya sedikit linglung.
Dalam bayangan gadis itu, seharusnya Mu Xianzhai ada di aula istana, berbicara dengan kaisar. Dan tidak mungkin di sini untuk menunggunya. Bukankah hanya buang-buang waktu terkena udara dingin.
"Su'er, jangan melamun. Aku tahu ini menyentuh hatimu," kata Mu Xianzhai dengan percaya diri.
Tiba-tiba saja Li Chang Su tersadar dan mendengus. Namun masih menerima uluran tangannya. Dia memakai gaun yang berbahan tebal saat ini, sehingga agak berat. Tapi dia melamun bukan karena merasa tersentuh oleh apa yang dilakukannya. Dia hanya sedikit terkejut.
Setelah menggandeng gadis itu menuju ke aula, banyak pelayan yang lewat berbisik. Raja perang yang dingin dan suka bersikap kasar pada orang itu, ternyata menunjukkan kelembutan pada istrinya. Ini sungguh di luar dugaan mereka.
Li Chang Su bisa mendengar apa yang para pelayan istana katakan. Wajahnya menunjukkan ketidakpedulian. Mu Xianzhai sendiri puas dengan sikapnya, tapi juga memiliki kebanggaan di hati. Semalam, keduanya menyempurnakan pernikahan, yang membuat pria itu lebih mendominasi.
Gadis ini hanyalah miliknya.
Tiba di aula, ada banyak menteri yang hadir. He Ze menyembul dari jubah hangat Li Chang Su, menatap kaisar yang duduk di singgasana. Huh, pria tua itu, sudus cukup lama tidak melihatnya. Tapi dia sungguh tidak ingat seperti apa tuan sebelumnya. Tapi untuk perawatan Kaisar Mu, tupai putih itu masih ingat.
Li Chang Su berbicara melalui telepati dengan He Ze. Dan akhirnya tahu jika Kaisar Mu pasti mengenali He Ze. Meskipun Li Chang Su tidak perlu memberi hormat pada kaisar, dia masih sedikit membungkuk.
__ADS_1
"Putri Xian mungkin memiliki kesibukan hari ini. Yang Lama ini memanggilmu ke istana hanya untuk beberapa alasan. Awalnya suamimu begitu enggan dan mengatakan kamu lelah semalam," kata Kaisar Mu sedikit terbatuk ketika membahas ini. Siapa yang tidak tahu apa arti Mu Xianzhai tadi?
Ketika para menteri mendengarkan, itu sudah bisa dianggap sebagai menyempurnakan pernikahan. Keduanya telah bersama. Saat ini, Li Chang Su sedikit memerah. Pria ini sungguh tak tahu malu. Dia hanya melirik Mu Xianzhai dengan enggan lalu cemberut.
Mengesampingkan pikirannya yang lain, Li Chang Su hanya menanggapi seadanya.
"Apa yang ingin Kaisar sampaikan?" tanyanya.
"Yang pertama, semalam aku mendapat kabar jika Putria Xian membantu mengatasi masalah binatang mutasi. Tentu saja, Zhai'er meminta hadiah untukmu. Jadi apa yang diinginkan Putri Xian?"
Li Chang Su terkejut lagi. Mu Xianzhai meminta hadiah pada kaisar untuknya? Menatap pria itu sejenak, Li Chang Su tidak tahu harus meminta apa. Dia tidak tahu banyak benda-benda berharga di istana. Lagi pula, dia memiliki barang di ruang artefak, ini cukup untuk memenuhi hidupnya.
Bahkan saat He Ze berbisik minta kacang, Li Chang Su mengabaikannya. Ada banyak kacang di ruang artefak, jangan rakus, pikirnya.
Ada akhirnya, dia berbisik pada Mu Xianzhai. "Apakah aku benar-benar bisa meminta apapun?"
"Ohh ...." Dia memikirkannya lagi.
Meski keduanya berbisik, kaisar masih tahu apa yang dibicarakan keduanya. Telinganya tajam. Sebagai seorang pria yang memiliki seni bela diri dan ilmu tenaga dalam yang cukup, tentu saja mendengarkan orang berbisik tak jauh di depannya, bukan masalah besar.
Sudut mulut kaisar berkedut. Banyak orang-orang tertentu yang dia panggil ke istana untuk meminta sesuatu sebagai hadiah. Tapi menantunya yang satu ini sungguh tidak tergoda oleh emas ataupun perak. Apa yang dikatakan Mu Xianzhai ternyata benar, gadis ini tidak terlalu suka uang. Tapi mungkin beberapa barang masih diinginkan.
"Putri Xian tidak perlu sopan. Minta saja," kata kaisar lagi. Dia mengambil secangkir teh yang disediakan oleh kasim di sampingnya.
"Bisakah aku meminta lencana prajurit?"
"Tentu saja itu boleh— apa?!" Kaisar Mu yang baru saja menyesap tehnya pun hampir tersedak. Dia menatap menantunya yang terlihat cantik ini dan mengerutkan kening.
__ADS_1
Dia meminta lencana prajurit? Mungkinkah yang dikatakan Mu Xianzhai lagi-lagi benar? Gadis ini bisa seni perang?
"Tadi kamu mau apa?" tanyanya untuk memastikan.
"Aku ingin lencana prajurit."
"...." Kaisar Mu akhirnya diyakinkan.
Sebenarnya lencana prajurit ini diberikan pada setiap jenderal. Berfungsi untuk memberi perintah dan mewakili perintah. Dan merupakan simbol dari pemimpin sebuah kelompok prajurit lain di barak militer maupun di luar wilayah militer.
Kaisar Mu akhirnya tidak bisa menahan diri untuk penasaran. "Kenapa menginginkan lencana alih-alih perhiasan?"
"Aku memiliki banyak perhiasan. Dan bosan dengan mereka. Jadi meminta lencana."
Para menteri pun berdiskusi. Satu persatu dari mereka mulai bertanya pada Li Chang Su untuk apa lencana prajurit ini. Dengan mudah, gadis itu berkata jika dia akan pergi ke luar perbatasan untuk mencari sesuatu. Jika ada kesempatan, dia akan pergi ke barak militer dan melatih sebagian orang untuk menjaga perbatasan.
Lencana prajurit ini akan berguna untuk meyakinkan semua prajurit yang dia beri perintah. Walaupun ada banyak ketidakpercayaan dalam kata-kata gadis itu, para menteri tidak banyak bicara. Mereka bukan orang yang dangkal. Lebih baik kaisar tidak mengomel pada mereka hanya karena menantu kesayangannya ini.
Kaisar Mu berpikir dulu untuk waktu yang lama dan mengabiskan teh. Setelah itu, dia menatap Li Chang Su dengan enggan. "Tapi ...."
"Ayah Kaisar bisa memberinya. Su'er tidak perlu khawatir ...." Mu Xianzhai menukas ucapan kaisar dan mendukung keinginan istrinya.
Kaisar Mu yang mendengar itu rasanya ingin menampar mulut. Anak bau itu seenaknya saja menyetujui. Dia bahkan belum memberi keputusan. Jika mau, kenapa pria itu tidak menjadi kaisar saja. Demi sang istri, raja perang itu akan memberi apapun. Bahkan jika harus memeras kaisar.
Cangkir teh yang dipegang kaisar sedikit gemetar. Dia sungguh tidak menduga akan diperas oleh putranya yang sedang jatuh cinta. Oleh karena itu, dia dengan cepat menyetujui dan meminta seseorang untuk membawakan lencana prajurit dari ruang pribadinya.
Ketika lencana prajurit dibawa, Mu Xianzhai segera menyerahkannya pada sang istri. Melihat gadis itu sangat bahagia, suasana hatinya pun juga membaik. Untuk sementara waktu, aula Istana Kekaisaran menjadi lebih hangat. Tak seperti biasanya.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah Su'er menyukainya?" Dia bertanya, nadanya sangat lembut.