Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Menolak Untuk Disentuh


__ADS_3

LI CHANG SU mengerutkan keningnya dan menatap pria itu dengan bingung. "Aku berencana untuk berada di barak militermu. Lalu meminjam beberapa prajurit pilihan untuk dilatih. Bisakah itu?"


"Apakah Su'er meminta padaku sebagai hubungan suami-istri atau karena aku adalah raja perang?" Pria itu terkekeh dan melepaskan topeng peraknya. Dia memiliki senyum elegan dan hatinya gatal seperti digaruk cakar kucing.


Gadis itu tidak menjawabnya untuk sementara waktu dan memikirkannya. Dia meminta ini karena Mu Xianzhai adalah raja perang. Tentunya yang memegang seluruh pasukan. Semua jenderal di bawahnya mematuhi perintah. Tentu saja Li Chang Su meminta padanya.


Namun pria itu tampaknya ingin sedikit bermain-main dengannya. Sambil tersenyum misterius, napasnya sedikit berantakan.


"Mintalah pada Suami. Maka Suami akan mengabulkannya."


"...."


Bagaimana situasi itu berkembang menjadi sedikit aneh? Haruskah dia memintanya sebagai istri. Dengan sedikit kesal, Li Chang Su segera menjawabnya, "Jangan bermain. Aku sedang serius denganmu. Aku memilih berada di barak militernya untuk melatih beberapa prajurit."


"Aku juga serius," timpalnya dengan nada penuh. "Memohonlah padaku sebagai istri. Su'er, tidak memiliki keraguan?"


"Aku tidak ragu," katanya. Setelah memikirkan ini baik-baik, sepertinya tidak terlalu buruk. Li Chang Su menghela napas dan ingin mengatakan sesuatu, tapi enggan. Dia tidak cukup berani untuk mengakui pria ini sebagai suami.


Hanya ... Malam itu, dia dan pria ini telah melakukannya bersama-sama. Tidak ada jalan lain untuk memutar atau mengulanginya dari awal. Di masa depan, dia hanya bisa bergantung pada pria ini.


Takdir gelang naga perak. Entah kenapa, setelah memikirkan ini, keduanya akan tetap bersama sebagai takdir yang berjalan. Seperti janda permaisuri dan juga pensiunan kaisar. Kesetiaan gelang naga perak.


Setelah memikirkannya dalam-dalam, dia merasa jika bersandar di dada pria ini tidaklah buruk. Justru merasa lega dan senang?


Dia mengambil inisiatif untuk memeluknya sedikit, bertanya seperti gadis yang dimanjakan. "Suami, bisakah kamu memberiku beberapa prajurit untuk dilatih di masa depan?"


Mu Xianzhai merasa kering di tenggorokannya. Gadis di pelukannya secara tidak sengaja akan bertingkah manis seperti ini, seolah sengaja menggodanya. Tangan Mu Xianzhai mengencang, napasnya naik-turun dengan cepat. Hanya dengan di dekat gadis ini saja, hatinya gatal. Benar-benar gatal.


Sejak kapan perasaan seperti ini mulai berkembang?

__ADS_1


Dia sangat dingin di medan perang, tidak pernah tersenyum kecuali seringaian kematian. Musuh-musuhnya selalu takut ketika melihatnya dan menyerang secara berkelompok. Tapi selalu saja kalah darinya.


Tapi gadis ini sungguh membuat sifat dan sikapnya hampir berubah. Kata 'suami' yang diucapkan Li Chang Su memukul hati dan pikirannya. Betapa bagusnya itu jika setiap hari mereka rukun seperti ini.


Mu Xianzhai segera menekannya di bawah. Bantal lembut yang lebar membuat benturan menjadi lebih halus. Sepertinya, para penjaga gelap di luar telah berhasil mengalahkan para binatang mutasi yang berkeliaran di sekitar jalan yang dilalui.


Li Chang Su tertegun saat melihat pria itu begitu tidak sabaran kali ini. Seolah-olah menahan sesuatu. Sebelum dia berkata, mulutnya diblokir. Pria itu menciumnya dengan lembut dan memejamkan matanya. Lalu ciumannya menjadi lebih dalam, menjarah mulutnya.


Tubuh gadis itu kaku untuk sementara waktu. Ini bukan kali pertamanya dia dicium oleh Mu Xianzhai. Tapi rasanya sangat candu. Dia mulai menyukai perasaan ini perlahan-lahan. Bahkan jika dia belum bisa mencintainya secara penuh.


Mu Xianzhai bukanlah suami yang buruk. Dia kuat dan mendominasi, memiliki gelar raja perang. Li Chang Su menjadi wanghao. Hanya ada dia di istana. Halaman belakang kosong. Itu bisa digunakan untuk tamu di masa depan.


Ketika ciuman itu berakhir, wajah gadis itu memerah. "Kamu ... Kenapa kamu menciumku tiba-tiba?"


"Jika aku meminta izin, bukankah kamu menolak?"


Wajah keduanya masih dekat. Gelombang di kereta tidak selalu terasa karena dirancang oleh anti goncangan. Li Chang Su tidak tahu teknologi seperti apa yang bisa diterapkan pada zaman ini. Ia hanya merasa jika di kereta ini tidaklah terlalu buruk. Sangat nyaman. Belum lagi berbaring dan bersandar. Ada bantal lembut yang memanjakan.


Satu lagi, seorang pria yang berstatus suami. Ini seperti dalam novel yang pernah dibacanya. Di mana pria besar selalu sombong dan tak tahu malu di depan istrinya. Hanya untuk istrinya.


Mu Xianzhai saat ini tidak berbeda jauh dengan itu. Hanya saja, dia tidak menyangka akan mengalami pasang surut seperti ini.


Pria itu akhirnya memeluk dan membenamkan wajahnya di leher Li Chang Su. Menghirup parfum segarnya yang menenangkan. Ada juga aroma bubuk pemerah yang selalu dipakai para wanita untuk berdandan. Aromanya tidak mengganggu atau membuat dia pusing.


"Su'er ....," gumam pria itu sedikit tersesat. Dia mulai mengambil inisiatif untuk mencium lehernya dan mengigit.


Jika Li Chang Su terlalu terpesona, dia mungkin akan berteriak karena terkejut. Tapi Li Chang Su hanya meringis dan mengerutkan kening, merasakan lehernya sedikit sakit dan lembab. Pria ini sungguh buruk.


Jika tidak tahu apa yang diinginkan Mu Xianzhai, mungkin dia bodoh. Pria ini adalah pria normal. Dan tidak salah baginya melihat wanita di samping begitu cantik. Belum lagi menjadi istri. Wajar jika ingin menyentuhnya.

__ADS_1


Tapi ini di kereta. Pria ini masih memiliki pemikiran lain untuk melakukan di kereta.


"Kamu ... Lepaskan aku," kata Li Chang Su setelah pulih dari pikirannya. Tapi dia merasa bahunya dingin. Gaun yang dipakainya menjadi longgar. Saat itulah dia sedikit gemetar.


Mu Xianzhai sepertinya dipenuhi dengan pikiran lembut tubuhnya. Dan tidak bisa menahan diri untuk menyentuh. Li Chang Su sedikit mengerang karena kaget. Di mana tangan pria itu saat ini? Hanya menyentuhnya titik sensitifnya.


"Su'er ... Ayo, bisa kan?" tanyanya sedikit berbisik. Wajah tanpa topeng itu membuat gadis itu linglung sejenak.


Ini di kereta. Jadi bagaimana dengan itu? Selama perjalanan, mereka bisa melakukannya. Mu Hongzhi ada di kereta belakang, tapi tidak akan mampu mengetahui apapun yang keduanya lakukan. Jadi Mu Xianzhai sangat percaya diri sekarang.


Namun Li Chang Su dengan cepat menolak keinginannya, mendorongnya menjauh dengan pasti. Wajah Mu Xianzhai tiba-tiba menggelap. Gadis ini masih menolaknya setelah semuanya bersama.


"Kamu tidak mau?" tanyanya sedikit menekan rasa kesalnya. Dia mungkin tidak akan memaksa, tapi tidak menyangka akan didorong seperti ini seolah-olah tidak mau dekat dengannya.


"Apakah kamu gila? Itu ... Aku tidak mungkin melakukannya sekarang. Masih sakit di sana." Gadis itu memerah ketika mengatakan kalimat terakhir.


Mu Xianzhai hampir tidak mempercayai pendengarannya. Gadis itu memerah hingga ke telinga, sebenarnya bukan menolak untuk disentuh olehnya. Tapi karena ini?


Tiba-tiba saja dia merasa sedikit bersalah. Lalu membawanya dalam pelukan, berjanji tidak akan memakannya selama beberapa hari ke depan. Kereta sedikit berguncang ketika memasuki jalan yang penuh bebatuan. Penjaga gelap yang menjadi kusir segera melapor bahwa kini mereka hampir mendekati jalan hutan.


Orang yang di kereta hanya mengabaikannya dengan malas. Lalu menatap Li Chang Su yang memerah. Dia tidak tahu bahwa gadis yang selalu cuek dan menolaknya di mana-mana ini akan merasa malu.


Merasa ditatap, Li Chang Su justru sedikit canggung. Dia mengeluarkan permen lemon dari ruang artefak. Lalu memasukkannya ke mulut. Rasa manis asam segar menyebar. Tanpa diduga, Mu Xianzhai menciumnya lagi, merasakan rasa manis di mulutnya.


"Ini manis. Tapi tidak semanis suara Su'er malam itu," godanya.


"Berhentilah menggoda."


"Su'er malu," kata Mu Xianzhai sebelum akhirnya terkekeh. Dia akhirnya bertanya dengan sedikit hati-hati. "Di masa depan, aku akan menyentuh dengan lembut. Hingga Su'er tidak akan merasakan sakit. Nah, apakah Su'er bersedia melayani suami?"

__ADS_1


__ADS_2