
YE TIANLI tentu saja tidak takut pada pria ini. Dia hanya mengeluarkan kipas lipatnya dan menutupi sebagian wajah, menghalangi senyum. Secara alami, taruhan ini juga baik. Semakin menantang tentu saja lebih menarik.
Kedua pria jangkung itu jatuh ke mata para penjaga gelap. Dan tidak bisa menahan diri untuk tersenyum. Baik Ye Tianli ataupun Mu Xianzhai sebenarnya menyukai Li Chang Su. Tapi Ye Tianli harus mengalah karena gelang naga perak adalah takdir gadis itu. Namun apa salahnya jika dia sedikit mengacau?
"Oh, apa taruhannya?" Ye Tianli tidak terburu-buru.
"Siapapun yang menang, maka sepuluh juta koin perak adalah taruhannya."
"....," Ye Tianli hampir saja saja kehilangan minat. Sepuluh juta koin perak mungkin tidak terlalu besar baginya. Tapi .... Hanya untuk taruhan ini, dia akan berkorban sedikit.
Pandangannya sedikit tidak terduga. Tapi kemudian kedua belah pihak setuju. Hanya Li Chang Su saja yang enggan. Apakah mereka tahu seperti apa kondisi di sekitarnya saat ini? Tapi justru malah membuat taruhan?
"Mu Xianzhai, kamu masih memiliki luka di punggung kananmu. Lupakan saja ini," dia memperingati dengan nada tidak senang.
"Su'er ... Lukaku baik-baik saja. Makhluk-makhluk ini akan kutangani dengan tangan kiri."
"Terserah. Tapi aku akan pergi ke tempat lain untuk memeriksa," gadis itu turun dari pohon dan pergi dengan tenang.
"Berhati-hatilah."
Li Chang Su tidak membalasnya dan segera naik ke atap, lalu pergi dengan cepat. Mu Xianzhai hanya memperhatikannya menjauh dan ada sedikit perasaan tidak senang. Namun setidaknya gadis itu tidak merindukan Ye Tianli. Mu Xianzhai hanya mengangkat pedangnya dengan tangan kiri dan mulai membunuh tikus mutasi.
Tak jauh darinya ada Ye Tianli yang juga menggunakan pedang untuk menangani makhluk-makhluk ini. Keduanya saling memberi senyum provokasi. Kini, siapa yang paling kuat akan terlihat.
Sementara di tempat Li Chang Su saat ini ....
Gadis itu menggunakan jubah bertudung dengan bulu-bulu lembut di tepiannya. Dengan menggunakan kemampuan mata dewa, dia ingin tahu apa yang terjadi. He Ze hanya berbicara di ruang artefak jika ada ruang bawah tanah yang besar di bawah negara ini. Bukan hanya itu, tapi juga terhubung ke negara lainnya, seperti lorong.
He Ze akhirnya muncul di bahu Li Chang Su dan mulai menghitung jarak. Walaupun Li Chang Su mampu mengetahui atau menembus sesuatu secara terbuka, tapi jika terlalu dalam, tetap saja hanya kekaburan. Saat ini dia ada di atas atap sebuah gedung restoran yang cukup tinggi. Orang-orang dievakuasi oleh prajurit istana.
__ADS_1
Di sisi lain juga, dia melihat beberapa kereta bansawan yang terkepung oleh tikus mutasi yang berkeliaran tak menentu. Banyak kuda meringkik ketakutan dan terkejut. Hingga mengakibatkan kereta oleng dan terjatuh.
"Aku belum melihat si pengendali," kata Li Chang Su.
"Kadang berbaur dengan orang biasa. Lebih teliti," He Ze hanya memegang kacang rebus. Tapi tidak berniat untuk memakannya.
"Kenapa kamu begitu yakin?"
Awalnya Li Chang Su menebak tentang si pengendali binatang mutasi ini karena He Ze memberitahunya. Mu Xianzhai tidak tahu secara pasti. Layaknya beast master pada zaman kultivator berjaya, pengendali binatang mutasi ini seperti memberi hipnotis pada mereka. Untuk melakukan sesuatu, pasti membutuhkan beberapa cara agar makhluk-makhluk ini bisa mematuhi perintahnya.
Tapi yang pasti berbeda dengan kelinci mutasi yang patuh pada Li Chang Su. Itu karena gelang liontin giok hijau yang dipakainya. Sementara untuk para tikus mutasi ini, He Ze juga tidak yakin.
Li Chang Su merasakan sesuatu dari ruang artefak. Kelinci mutasi itu ingin keluar. Namun dia tidak mau kelinci mutasi ini membuat masalah di saat situasi yang genting. Tapi He Ze meminta dia untuk mengeluarkannya.
Biarkan kelinci mutasi itu pergi dan mencari tahu sesuatu. Mungkin berguna. Meski kelinci mutasi itu tak terima dimanfaatkan seperti apa yang dikatakan He Ze, tapi faktanya memang ingin membantu. Dia akan menemukan lubang terowongan untuk membantunya mencari si pengendali. Lagi pula, binatang mutasi jenis tikus ini tidak seharusnya ada di daerah yang dingin.
Setelah Li Chang Su mengeluarkan kelinci mutasi, makhluk itu langsung melompat dri pelukannya dan melarikan diri dengan cepat.
"Kelinci itu memiliki pemikirannya sendiri. Biarkan saja," He Ze mencibir.
"Apakah tidak akan ketahuan?" Dia mengerutkan kening, tubuhnya diterpa angin dingin bersalju. Tanpa diduga, hujan salju kembali turun.
"Selama dia tidak mengubah diri menjadi besar. Apa yang ditakutkan?"
Akhirnya Li Chang Su bisa sedikit tenang tentang ini. Tapi dia juga harus membantu yang lain untuk menyingkirkan tikus mutasi yang jelek itu. Lalu teriakan minta tolong terdengar tak jauh darinya. Li Chang Su merasa familiar dengan suara ini dan mulai menuju ke arah lokasi teriakan.
Pada saat ini, di jalan menuju istana kekaisaran, sebuah kereta telah kehilangan salah satu roda akibat ditabrak oleh tikus mutasi. Hingga akhirnya kereta berguling. Meski ada tumpuk salju, tapi rasa sakit akibat guncangan akan menimpa orang di dalamnya.
Kusir yang memefang tali kuda tidak berdaya dan ikut jatuh. Sedangkan kuda-kuda yang menariknya pun terlepas dan melarikan diri karena kepanikan.
__ADS_1
"Putri Kedua, Putri Ketiga, apakah baik-baik saja?" Tanya si kusir segera menghampiri kereta dan memastikan bawah kedua di dalam aman.
Di dalam kereta, Mu Lanfen dan Mu Chuxin sedikit pusing. Dahi dan lengan mereka tergores hingga meninggalkan bekas luka. Meski begitu, keduanya baik-baik saja.
Mu Lanfen meminta kusir itu untuk pergi dan mencari bantuan. Dia juga menyesal karena tidak membawa penjaga lain untuk melindungi keselamatannya.
Si kusir segera mengangguk dengan gemetar, khawatir terjadi sesuatu pada keduanya ketika dia pergi. Tapi sebelum itu terjadi, kusir tersebut sudah berteriak ketakutan ketika melihat beberapa tikus mutasi muncul dan hendak menyerangnya.
"Tidak, tidak ... Jangan mendekat ... Jangan mendekat ...," Sang kusir yang usianya masih tergolong kuda itu pun benar-benar tidak bisa pergi untuk mencari bantuan. Para tikus mutasi itu sepertinya tahu dan hendak menyerangnya.
Mu Lanfen yang ada di dalam kereta pun sedikit menembak. Dia mengintip sedikit dan melihat ada beberap tikus mutasi muncul. Bulu mereka yang agak kotor, berkumis dan memiliki moncong yang menggelikan, membuatnya sedikit merinding.
Sedangkan Mu Chuxin sendiri sedikit gemetar, tapi tidak berani untuk menangis. Sampai pada akhirnya, terdengar suara dua orang gadis yang berbicara dan agak bertengkar konyol.
"Xuyao ... Kamu hajar di sana. Aku urus di sana," Xuxu memegang pedangnya dan berbicara dengan nada memerintah.
Lalu Xuyao terlihat mendengus, kemudian mencibir pelan, "Melihat bagaimana kamu terakhir kali begitu takut dengan kucing."
"Hentikan omong kosongmu. Bukankah ini hanya tikus?"
"Oh ...," Xuyao tidak mau bermain-main dan mulai menyerang tikus-tikus mutasi yang berdatangan,"ingatlah, putri meminta kita untuk menyelamatkan mereka. Jangan lengah!" Katanya.
Xuxu yang mendengar itu tentu saja tahu. Dia segera menyelamatkan si kusir itu dan pergi untuk menyelamatkan kedua putri di kereta.
Melihat siapa yang datang, Mu Lanfen dan Mu Chuxin akhirnya bernapas lega. Keduanya tahu jika mereka adalah pelayan Li Chang Su. Tapi memiliki kemampuan seni bela diri. Jadi tidak diragukan lagi.
Setelah membantu mereka keluar, Mu Lanfen mengucapkan terima kasih. Jika tidak ada mereka, mungkin keduanya akan terjebak di dalam sampai ada penjaga istana yang lewat. Mu Chuxin akhirnya tidak bisa menahan diri lagi dan berjongkok di salju. Terlihat ketakutan.
"Putri Ketiga, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Xuxu sedikit bingung.
__ADS_1
"Jangan khawatir. Dia hanya takut tikus," Mu Lanfen yang menjawabnya sedikit tidak nyaman. Mu Chuxin sudah takut tikus sejak kecil. Setiap kali melihatnya, pasti akan berteriak atau menangis. Karena itu, sekarang bukan waktu yang pas untuk berteriak apalagi menangis ketakutan.
"Lalu, jika kalian di sini ... Di mana Putri Xian?"