Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Raja Perang Memakan Kecemburuan


__ADS_3

MU XIANZHAI ingin memuntahkan darah lama dan segera menyentil dahi Mu Hongzhi yang berada di bawah panggung. Kebetulan tinggi panggung kurang dari sebelas inci. Sepupunya yang bodoh itu akhirnya terjengkang, bunga-bunga di tangannya segera berhamburan dan berjatuhan di tubuhnya.


"Wohhh!!" Mu Hongzhi kaget. Kepalanya pusing seperti dikelilingi oleh bintang-bintang. Ia baru menyadari jika perkataannya itu telah menyinggung sepupunya.


Mu Xianzhai mencibir, "Siapa lagi yang berani memberikan bunga pada istriku? Apakah ingin melawan Raja ini?" tanyanya seraya menatap smeua orang.


Para pangeran yang telah memegang bunga dan bersiap untuk memberikannya pada Li Chang Su pun langsung kaku dan diam-diam mencari tempat aman. Mereka ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Saudara Ketiga sungguh mendominasi. Jika mereka berani maju, bukankah kehilangan banyak uang? Pikirnya.


Tak bisa dipungkiri jika mereka mulai miskin suatu hari nanti, pasti akan mengandalkan Mu Xianzhai ataupun bupati—pangeran pertama, Mu Yishu. Oleh karena itu, para pangeran yang lebih muda pun hanya bisa berdeham duduk tenang. Namun tangan mereka berkeringat dingin.


Ye Tianli segera bangkit dan menunjukkan bunga mawar sebagai bentuk cintanya yang tulus. "Tidak apa-apa jika yang lain tidak berani. Aku masih bisa melakukannya. Putri Xian sangat cantik dan membius mata Tuan Muda ini."


"..." Semua orang menatap Ye Tianli dan berdoa jika Raja Perang akan berbaik hati kali ini.


Tapi tak disangka-sangka, Ye Tianli mendapatkan serangan tenaga dalam berupa jarum angin yang dibentuk oleh Mu Xianzhai. Pria berpakaian serba merah itu pun membuka kipas lipatnya guna menghindari serangan. Ada embusan angin kecil di sekitar tubuhnya. Setelah itu dia terkekeh kecil.


Kipas lipatnya yang bisa digunakan sebagai senjata dan tameng itu pun sangat berguna di saat-saat krisis hidup. Ia menutup kembali kipas lipatnya meski tahu ada goresan pada kain kipas


"Raja Xian memang terkenal dengan sifatnya yang kejam dan mendominasi. Tak heran berhasil memenangkan hati sang takdir gelang naga perak. Tapi aku hanya bercanda. Tolong jangan memasukkannya ke hati," jelasnya segera memasang ekspresi tidak berdaya.


Ye Shi yang duduk di sampingnya hanya meluncurkan tiga garis hitam di kepala. Huh? Apakah begitu senang membuat pria kejam itu marah? Pikirnya. Ye Shi tidak mau berurusan dengan Mu Xianzhai sehingga dia memilih diam saja sejak awal.


Mu Hongzhi saja terkena sial, apalagi Ye Tianli yang dikatakan sebagai saingan lain. Bagi Li Chang Su, pertengkaran ini mungkin hanya main-main, tapi Mu Xianzhai selalu menganggapnya serius. Selama itu menyangkut dirinya, pria itu akan melukai siapapun yang melanggar otoritasnya.

__ADS_1


Saat ini Kaisar Mu tidak mau ikut campur dan menyesap tehnya dengan tenang. Lalu mencomot beberapa camilan ringan istana yang enak. Melihat pertengkaran di depan juga menyegarkan matanya. Untuk apa harus menjadi kaisar yang membuat orang lain takut mati atau terlalu serius. Hari ini adalah pesta bunga, biarkan semua orang bersenang senang.


"Kaisar ..." Permaisuri merasa jika ini mungkin tidak baik. Ia tidak suka Mu Xianzhai selalu sombong dan menunjuk hidungnya di mana-mana. Bahkan putranya saja, Mu Lizheng, tidak bisa melakukan apapun.


"Ada apa? Biarkan saja. Pria itu hanya bisa ditenangkan oleh isterinya," kata Kaisar Mu segera menukas ucapan Permaisuri. Ia tak memiliki perasaan pada permaisuri. Selama ini, dia hanya mencintai mendiang ibunya Mu Xianzhai.


Tidak semua orang tahu bahwa seorang pria yang memiliki banyak wanita pun, belum tentu mencintai mereka. Paling hanya memiliki sedikit kasih sayang. Tak terkecuali Kaisar Mu. Mungkin banyak selir di istana dan Permaisuri mengurus enam istana, sisanya dipegang oleh selir berperingkat tinggi lainnya.


Kaisar Mu jatuh cinta pada ibunya Mu Xianzhai sejak muda, tapi terkendala oleh status wanita itu yang berasal dari keluarga sederhana. Meski begitu, Kaisar Mu tidak peduli dan menjadikannya selir. Ibunya Mu Xianzhai juga wanita yang baik. Sayangnya ... umur panjang tidak berpihak pada wanita yang dicintainya.


Sejak saat itu, Kaisar Mu mulai mengurus Mu Xianzhai. Khawatir jika anak laki-laki kesayangannya akan merasa dirugikan dan kehilangan cinta keibuan. Hingga ibu suri dan pensiunan kaisar akhirnya merawat anak itu hingga terjun ke barak militer.


Siapa tahu bahwa kini menjadi pria yang dingin, mendominasi serta begitu pelit bicara. Tidak tanggung-tanggung ketika menghukum orang, Mu Xianzhai tak memberikan belas kasihan. Sebenarnya dia ingin menjadikan anak ketiganya itu sebagai kaisar ... tapi, sudahlah. Karena Mu Peizhi dicalonkan diam-diam oleh Mu Xianzhai, ia hanya bisa menyembunyikan segalanya dari orang-orang.


Saat ini, Li Chang Su segera meraih lengan baju pria itu dan tersenyum tidak berdaya. "Xian, sudahlah. Dia hanya bercanda. Ayo antar aku untuk berganti pakaian saja. Atau kamu kembali duduk dan tunggu aku?"


"Raja ini lebih baik ikut Su'er," jawab pria itu masih agak dingin.


Li Chang Su pun segera meminta maaf pada semua tamu dan menyeret Mu Xianzhai untuk pergi. Mereka memuji Li Chang Su karena kesopanannya di depan umum. Tapi ekspresi Li Chang Su juga cukup lucu.


Di ruang ganti ....


Li Chang Su segera mengomel pada Mu Xianzhai. Berbeda saat pertama kali penampilannya di depan umum. Saat ini, tak ada siapapun di sekitar mereka karena para gadis yang mengikuti lomba menari ini sudah pergi ke bagian sisi panggung untuk tampil.

__ADS_1


"Mu Xianzhai, apakah kamu tidak cukup untuk membuat masalah? Bisakah kamu menahan dirimu untuk tidak bertindak terlalu berlebih di depan umum?" bisiknya.


"Su'er, aku sudah seperti ini sejak kecil. Mereka tidak akan protes tentang perilaku yang kumiliki. Tapi ..." Pria itu segera menyudutkannya di dekat dinding sekat bergambar pohon bunga persik yang terlihat elegan. "Tapi tidak ingin istriku dipandang banyak pria dengan pakaian seperti ini," imbuhnya cukup pelan.


Dia menyentuh gaun yang cukup terbuka di tubuh istrinya. Tenggorokannya kering. Benar-benar godaan. Mungkin karena dia sendiri sudah terbiasa dengan tubuh Li Chang Su sebelumnya.


Jantung gadis itu berdebar, pipinya yang dipoles pemerah pun bertambah merah. Mu Xianzhai segera mencubit dagu gadis itu dengan lembut agar sedikit menengadah. Lalu sebuah ciuman lembut jatuh di bibir merah cerinya. Namun itu tidak lama karena banyak pelayan yang melintas di luar ruangan.


"Kamu—" Li Chang Su tiba-tiba saja kehilangan kata-katanya. "Keluarlah, aku akan berganti pakaian," katanya.


"Ya, tapi Su'er harus dihukum saat kita pulang nanti," ujar Mu Xianzhai seraya berbalik dan berjalan menuju pintu.


Gadis itu segera memucat. Sudah dia duga, pria itu tak akan melepaskannya. "Hukuman seperti apa?" tanyanya.


"Apapun itu ..." Mu Xianzhai terlihat tengah berpikir. "Aku akan memikirkannya dulu," katanya, lalu segera meninggalkan ruangan.


Li Chang Su hanya bisa menerima fakta jika dia tidak menjadi istri yang patuh saat ini. Hidup sebagia istri seorang pria zaman kuno sungguh banyak peraturan. Walaupun dia seorang tentara wanita, kenapa rasanya ia hanya istri kecil di mata Mu Xianzhai?


Apapun hukumannya, ia segera mengesampingkan hal itu dan berganti pakaian lebih dulu. Lalu kembali ke tempat duduk bersama Mu Xianzhai. Ternyata pertunjukan menari sudah hampir selesai.


Menurut diskusi para tamu, Rongyu menari cukup baik. Tapi tidak memiliki banyak bunga yang diangkat. Meski Rongyu adalah istri Mu Lizheng secara sah di mata hukum kekaisaran dan kuil, tapi acaranya belum digelar mewah. Inilah alasan kenapa tidak banyak orang-orang di luar sana yang tahu jika Rongyu adalah istri Mu Lizheng.


Lagi-lagi, pemenang dalam kategori ini jatuh pada Li Chang Su berdasarkan hasil pemilihan suara. Ini membuat Rongyu kecewa dan bingung kenapa harus gadis itu lagi?

__ADS_1


"Kenapa dia lagi?" gumam Rongyu diam-diam meremas sapu tangannya dengan kuat. Mungkin bisa merobeknya kapan saja.


__ADS_2