Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Menunggu Ye Shi Datang


__ADS_3

TABIB PALSU itu tersentak kaget. Pikirannya sudah kosong. Dia tidak mungkin memberi tahu yang sesungguhnya jika Mu Lizheng adalah dalang. Cucunya masih berada dalam genggaman pria itu. Jadi dia terus menyangkal semua ini. Seberapa kuatnya tekanan dari tubuh Mu Xianzhai keluar, tabib palsu itu tetap menutup mulut.


Li Chang Su tersenyum tidak berdaya dan menarik lengan baju Mu Xianzhai, “Sudah lupakan saja. Mulutnya sangat keras. Itu sudah memberi tahu kita jika pihak yang memberinya perintah memiliki sandera. Hal ini bukan kasus baru. Banyak orang-orang yang nekad untuk membuat kejahatan setelah anggota keluarga diancam. Tabib ini hanya melindungi keluarganya.”


Penjelasan Li Chang Su sudah membawa banyak jawaban yang pasti. Tentu saja jika tabib palsu ini dibayar untuk melakukan kejahatan dan menanggung dosa, maka orang di belakang layar sudah siap untuk segalanya. Dia tidak memperhatikan tubuh Mu Lizheng yang kaku dan berkeringat dingin.


Gadis itu benar-benar bukan hal sepele. Dia hampir saja meremehkannya. Tanpa diduga, Mu Xianzhai terkekeh dan mengiyakan. Sangat tidak jarang. Ini juga sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang mampu membayar demi tujuan.


Semua orang langsung tahu jika tabib palsu itu memiliki niat untuk membunuh pangeran kedua. Dan langsung dibawa oleh penjaga putra mahkota untuk diadili. Tentu saja Ye Tianli tidak membiarkannya begitu saja. Dia akan pergi ke kaisar untuk mengurus masalah ini. Karena bagaimanapun juga, Mu Peizhi sudah seperti saudaranya. Kaisar sudah tahu ini dengan baik. Jika kaisar tahu, bukankah itu sudah pasti?


Mu Lizheng tidak bisa mengatakan apa-apa atau menengahi. Dia bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Karena kondisi Mu Peizhi mulai membaik, semua orang juga bubar.


"Masalah ini pasti akan segera ditindaklanjuti. Tabib palsu itu pasti akan mengaku siapa dalangnya," putra mahkota mulai berbicara untuk meyakinkan mereka.


"Raja ini berharap begitu. Jangan biarkan tabib palsu  mati sebelum investigasi. Ini sangat mencurigakan," Mu Xianzhai membalasnya dengan kesombongan. Membuat putra mahkota ingin memuntahkan darah mudanya.


Meski begitu, Putra mahkota tentu aja mengiyakan dengan senyum enggan. Bicara dengan Mu Xianzhai terlalu lama hanya akan menguras energinya saja. Dia pun pamit untuk kembali dan mengurus masalah ini agar tidak terjadi lagi. Walau Mu Xianzhai mencibir, putra mahkota masih dibiarkan pergi.


Akhirnya, ruangan menjadi lebih tenang. Li Chang Su mencari tempat duduk untuk mengistirahatkan kakinya. Dan He Ze keluar dari ruang artefak. Kini berada di atas kepala Mu Xianzhai.


Pria itu segera berwajah hitam dan melemparkan He Ze keluar jendela. He Ze lagi-lagi terbang dan menghantam pohon, sebelum akhirnya jatuh ke tahan bersalju yang dingin. Tupai itu segera bangkit dan marah. Lihat saja nanti, dia pasti akan mendapatkan balasan.


Keberadaan He Ze mengundang penjaga putra mahkota yang ada di sekitar. Setelah mengetahui itu adalah tupai yang sama, mereka berniat untuk menangkapnya. Tentu saja karena tupai putih itu yang sudah bersikap tidak sopan terhadap Mu Lizheng.


"Yang Mulia, tupai itu sedang berusaha untuk ditangkap. Tapi tupai itu sangat cepat dan lihai," kata salah satu penjaga penuh keluhan.


Mu Lizheng yang saat ini ada di dalam kereta pun mengepalkan tangannya. Tupai putih sialan itu berani mengejek dan melemparinya dengan kacang. Sekarang kedua pipinya bengkak. Sungguh sial.


Dia menggertakkan gigi dan menatap penjaga di luar dengan tajam, "Apapun yang terjadi, Pangeran ini ingin tupai itu ditangkap hidup-hidup! Lihatlah bagaimana aku akan mengulitinya nanti."


Penjaga itu ketakutan dengan auranya dan segera menghilang untuk menangkap seekor tupai.

__ADS_1


He Ze yang kini sedang dikejar pun ingin berteriak. Dia berlari dengan cepat dan cukup terengah-engah. Perutnya yang sedikit membulat itu baru saja makan kacang terlalu banyak. Jadi sedikit sulit untuk melompat dari satu sisi ke sisi yang lain. Untung saja dia bisa menghilang dengan mudah. Setelah menemukan semak bersalju, dia langsung menerobos dan menghilang ke ruang artefak.


"Di mana binatang kecil itu?" Salah satu penjaga putra mahkota terus mencari dan mengacak semak bersalju. Namun tupai itu sudah tidak ada.


"Sial! Apakah tupai itu hantu?"


"Cari ke sana!"


"Oke, cari juga di bawah salju. Mungkin dia mengubur dirinya."


Salah satu penjaga putra mahkota yang ada di sampingnya pun segera menggampar kepala temannya, "Apakah kamu bodoh? Tupai mengubur dirinya, mungkinkah dia sangat cerdas?"


"...."


Ini hanya spekulasi, bukan berarti benar-benar mengubur dirinya di salju. Lagi pula terkubur salju masih bisa sedikit bernafas. Tupai putih itu pasti memiliki napas yang baik saat mengubur diri.


Jika He Ze mengetahui pikiran mereka, pasti akan berteriak ke langit. Katakan pada mereka bahwa dia bisa mengubur diri di air juga. Tentu saja karena dia adalah leluhur artefak. Gelang naga perak.


 Belum lagi akhir-akhir ini, Ye Tianli membuat terobosan baru di salah satu cabang restoran ibu kota. Sebuah menu hidangan baru yang lezat. Ada diskon untuk pertama kali perayaan hadirnya menu baru ini. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi negara akan terus berkembang jika resep ini bisa dijual ke restoran negara lain.


Mu Peizhi juga kembali ke istananya dengan wajah jelek. Tak lama Ye Tianli juga kembali untuk membicarakan beberapa hal. Setelah itu, dia pergi untuk menemui Li Chang Su di salah satu kedai teh. Ada Mu Xianzhai juga yang menemaninya.


Melihat sosok berpakaian merah di kusen jendela, Li Chang Su selalu ingin memberinya kritikan, "Kamu hobi sekali muncul di jendela seperti hantu. Apakah rumahmu tidak memiliki pintu?" Tanyanya.


"....," Ye Tianli yang baru saja datang sudah hampir dibuat tergelincir dari tempatnya.


Tolong, dia hanya tidak mau repot-repot melewati pintu. Orang-orang akan menangkapnya.


"Kupikir kamu tidak akan datang," gadis itu mengalihkan topik pembicaraan.


Ye Tianli turun dari kusen jendela dan mengambil duduk di seberang mereka. Tentu saja dia akan datang meski tidak siap untuk bertemu dengan Ye Shi. Setelah menuangkan teh untuk diri sendiri, dia menurunkan kelopak matanya.

__ADS_1


"Apakah dia akan datang?" Tanyanya.


"Tentu saja. Dia berkata hari ini di kedai teh ... Karena terjadi sesuatu di restoran, aku meminta lokasi padanya," jawab gadis itu sedikit mencibir.


Mu Xianzhai yang ada di sampingnya sedikit mengerutkan kening, tidak senang, "Su'er mengirim surat untuknya?"


"Ada apa? Itu bahkan surat pergantian lokasi. Bukan surat cinta. Jangan makan buah yang asam!" Li Chang Su mencibir lagi dan menyesap tehnya. (Buah yang asam anggap saja cemburu).


"...."


Mu Xianzhai sepertinya mulai menyadari jika gadis itu tahu beberapa tentang kebiasaannya. Tapi dia tidak terbiasa dengan hal sepele ini. Istrinya mengirim surat untuk pria lain. Bahkan jika mau, dia memiliki penjaga gelap untuk melakukan itu.


Pada akhirnya, Ye Tianli terkekeh. Gelombang kegelisahan di hatinya sedikit berkurang karena ini. Heh, rasanya menyenangkan jika memiliki istri yang seperti itu di sampingnya. Li Chang Su ini sangat berbeda dari gadis lain. Dia menatapnya untuk waktu yang lama. Hingga membuat Mu Xianzhai mengembunkan hawa dingin di tubuhnya.


"Jauhkan matamu dari istriku!"


Ye Tianli merasa pahit di hatinya, "Dia gadis yang baik. Jangan mengecewakannya."


"Raja ini lebih tahu darimu!"


"Oke, aku tidak memiliki komentar," pria itu akhirnya menyesap tehnya lagi berkali-kali hingga perasaannya sedikit gugup. Segera tenangnya dia, jika hari ini akan bertemu dengan Ye Shi, pasti afa rasa bersalah yang dalam.


Li Chang Su tidak terus membiarkan keduanya untuk bertengkar. Seharusnya, Ye Shi ini akan segera datang. Jika terlambat, semuanya sia-sia saja. Dia tidak akan peduli lagi.


Setelah menghabiskan satu cangkir teh, akhirnya Li Chang Su melihat seorang pria berpakaian serba hitam masuk melaluinya jendela. Sosok jangkungnya yang memakai master hitam pun berdiri sambil memperhatikan Ye Tianli.


Yah, akhirnya tiba ... Li Chang Su berpikir.


Pria berpakaian serba hitam itu menatap Ye Tianli seperti orang kesurupan. Kedua tangannya terkepal, "Setelah beberapa tahun, akhirnya aku bisa melihatmu kembali, Tianli ...."


Saat ini, tubuh Ye Tianli sepenuhnya kaku saat melihat pria itu.

__ADS_1


__ADS_2