Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
"Aku Mencintaimu, Percayakah Kamu?"


__ADS_3

LI CHANG SU yang telah mengeluarkan bantal tambahan pun awalnya ingin tidur tak jauh darinya. Dia berpikir, takut meremas tempat di kereta, cukup sesak. Pria itu butuh tempat yang nyaman. Namun kini Mu Xianzhai ingin dia tidur sambil memeluknya.


Sebelum dia berkata-kata, Mu Xianzhai sudah meraih bantal gadis itu dan memposisikannya di samping. Tangannya yang lebar segera menepuk bantal, menatap Li Chang Su dengan senyum menggoda.


"Su'er, ayo tidur dan peluk suami." Dia terkekeh. Pakaiannya yang agak longgar sedikit membuat tulang selangka Mu Xianzhai terlihat seksi.


Gadis itu mengerucutkan bibirnya dan bergumam tidak jelas. Namun masih patuh untuk tidur di sampingnya. Mu Xianzhai meraih tangannya agar memeluk dia dengan erat. Dengan begitu, Mu Xianzhai bisa tidur dengan nyenyak.


Keesokan paginya .....


Kedua kereta sudah tiba di bibir hutan perbatasan. Pada saat itu juga, Li Chang Su sudah bangun lebih awal. Dia melihat Mu Xianzhai tertidur damai. Tampaknya kemarin sangat melelahkan, juga kurang tidur. Malam tadi, dia tahu jika pria itu terlelap untuk pertama kalinya.


Penjaga gelap yang menjadi kusir pun segera menghentikan kudanya. "Putri Xian, Raja Xian ... Kita harus mengistirahatkan kuda terlebih dahulu."


Li Chang Su mengerutkan kening. "Carilah tempat yang aman untuk beristirahat dan membuat api unggun."


"Ya." Penjaga gelap segera mencari lokasi yang pas intuk beristirahat.


Pagi ini mungkin masih pukul lima jika Li Chang Su melihat jam di ruang artefak. Orang-orang di zaman ini, tentu saja terlalu pagi. Kadang mungkin orang-orang beraktivitas ketika mentari bersinar di ufuk timur.


Li Chang Su memeluk tubuh pria ini semalaman. Untungnya Mu Xianzhai tidak demam karena racun cakar serigala mutasi. Dia bangkit dan mengecek suhu tubuhnya. Tidak demam juga. Dengan begitu, dia bisa tenang.


Dia memberi ciuman capung di pipi pria itu. Tanpa sadar pipinya memerah. Dia benar-benar mengambil inisiatif.


Karena canggung sendiri, dia langsung turun dari kereta setelah memakai jubah hangatnya. Saat Li Chang Su tidak terlihat di kereta, pria yang tidur itu membuka matanya perlahan. Senyumnya perlahan terbentuk. Meski tidak ada ciuman selamat lagi, Mu Xianzhai masih senang karena gadis itu memberi kecupan.


Menyentuh di mana gadis itu memberi ciuman capung, senyumnya semakin dalam.


"Yang Mulia ..." Salah satu penjaga gelap yang tahu jika tuannya sudah bangun pun segera menyapa, ingin melaporkan sesuatu.


"Katakan." Mu Xianzhai kehilangan senyumnya, kembali ke ekspresinya yang dingin. Dia mengerutkan kening. Menyentuh dadanya yang masih terbalut kasa lembut. Sedikit sakit. Pendarahannya benar-benar sudah tidak terjadi lagi.


"Seseorang mengikuti kita. Tapi tidak memiliki niat untuk menyerang," lapor penjaga gelap.

__ADS_1


"Sudahkah kamu menangkapnya?"


"Ini ... Yang Mulia mengampuni bawahan. Bawahan sama sekali tidak bisa melampaui seni bela dirinya," kata penjaga gelap dengan kepala tertunduk.


Mu Xianzhai menutup matanya sambil menghela napas panjang. "Kamu mundur. Aku akan mengatasinya."


Setelah ragu-ragu, penjaga gelap itu segera kembali ke bayang-bayang.


Mu Xianzhai bangun dan membenarkan pakaiannya, lalu keluar dari kereta. Pandangan pertamanya jatuh ke sosok ramping yang sedang membuat api unggun. Ada Mu Hongzhi yang sibuk dengan kelinci mutasi.


Tangan gadis itu tidak terlindungi sarung tangan yang hangat. Memegang kayu dingin dan membuat api menyala di antara salju yang disingkirkan ke samping. Pagi ini, salju tidak turun. Tapi udaranya sangat dingin.


"Sepupu, bagaimana kondisimu?" tanya Mu Hongzhi.


"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja," jawabnya pelan. Dia ingin membantu Li Chang Su, namun gadis itu menolaknya. Alasannya sederhana, dadanya terluka sehingga tidak bisa kedinginan.


"Kembalilah ke dalam. Aku akan membuatkan bubur ayam untukmu nanti," bujuk gadis itu, sedikit lembut. Dia juga jarang membujuk orang di hari kerja. Terlalu sibuk dengan misinya.


Tapi kali ini berbeda. Tidak ada misi militer, hanya berjalan-jalan untuk menemukan jawaban tentang merajalelanya binatang mutasi. Mungkin juga menemukan petunjuk tentang pensiunan kaisar.


Mu Xianzhai melihat tatapan matanya yang damai, akhirnya mengalah. Dia tersenyum kecil dan kembali ke kereta, mengeluarkan gulungan surat yang berisi situasi di barak militer.


Mu Hongzhi tidak menggangu, tapi membantu Li Chang Su di beberapa tempat. "Sepupu Ipar, apakah kondisi sepupu benar-benar tidak apa-apa?"


"Hanya goresan di dada, tidak ada yang lain."


Mu Hongzhi akhirnya bisa menghilangkan batu besar di hatinya. Dia membantu Li Chang Su memanggang ikan. Sedangkan untuk membuat bubur, dia tidak bisa. Jadi hanya bsia melihatnya.


Selama waktu memasak, Mu Xianzhai memiliki waktu istirahat yang cukup di pagi hari. Dan matahari juga telah muncul di ufuk timur. Aroma harum dari kaldu mulai tercium. Serta ikan bakar menguarkan aroma yang menggugah selera. Ketika pria itu meletakkan gulungan laporan dan menyingkirkan tirai sedikit, sosok Li Chang Su terlihat jelas.


Gadis itu hanya setinggi dadanya, berusia lima belas tahun. Tubuhnya yang masih dalam tahap berkembang memang memiliki banyak godaan. Tanpa sadar, tenggorokannya kering lagi. Dia benar-benar Tidak bisa menahan godaan istrinya.


Setelah menyesuaikan suasana hati, Mu Xianzhai hanya menunggu dengan tenang. Tak berapa, gadis itu datang sambil membawa semangkuk bubur. Untuk air minum, gadis itu membawanya dari ruang artefak

__ADS_1


"Sepertinya kamu beristirahat dengan baik semalam," kata Li Chang Su.


"Tentu saja. Ada istri di sampingku yang memeluk. Aku sangat senang."


"...." Li Chang Su ingin menarik kata-katanya yang tadi. Ternyata pria itu begitu berani di mana-mana.


"Lupakan. Waktunya sarapan." Dia menyiapkan meja kecil dan menaruh semangkuk bubur. Namun Mu Xianzhai mengerutkan kening. Tidak senang.


"Ada apa lagi?" Li Chang Su sedikit tidak sabar. Dia bermaksud untuk memakan ikan bakar. Dan biarkan pria ini makan sendiri.


Saat melihat Mu Xianzhai sama sekali tidak mengangkat tangan untuk memegang sendok, Li Chang Su merasa lucu di hatinya. Apakah pria ini meminta dia menyuapinya?


Mu Xianzhai tidak menjawab, justru menyipitkan matanya. Meminta penjaga gelap untuk membawakan ikan bakar yang baru saja matang. Mu Hongzhi tidak memiliki keluhan dan memberikan dua ikan pada penjaga gelap. Sepupunya punya istri, sangat ingin dimanja. Dia tidak memiliki waktu untuk menjadi nyamuk.


Ketika dua ikan bakar dibawa masuk ke kereta, Li Chang Su bingung. Pada akhirnya, dia mendengar pria itu berbicara, "Aku akan mengambilkan daging ikan untukmu. Kamu menyuapiku. Bagaimana?"


"Jika tanganmu baik-baik saja saja, kenapa tidak makan bubur mu sendiri?" tanyanya sedikit heran.


"Su'er, tahukah kamu bahwa hubungan suami istri yang masih baru harus mengembangkan banyak perasaan di awal? Benih cinta akan tumbuh dengan sendirinya jika terus disiram dengan kasih sayang dan perhatian?"


Dalam hubungan cinta, Mu Xianzhai mungkin tidak pengalaman. Tangannya telah bergelut di medan perang. Pikirannya digunakan untuk melancarkan strategi militer. Di mana dia memiliki waktu untuk menggali lebih dalam tentang urusan cinta.


Tapi kali ini dia memiliki banyak waktu luang. Istrinya di depan mata, baru saja membuatkan bubur ayam untuk merawatnya yang tengah terluka. Jika ini dihadapkan dengan raja perang lainnya, mungkin seorang istri dari suami yang kejam akan dilemparkan keluar.


Mu Xianzhai jelas tidak akan melakukannya.


Dia menemukan mutiara yang bisa menyinari hidupnya. Bagaimana mungkin dia membuangnya begitu saja? Bahkan jika pasangan hidup yang dipilih gelang naga perak tidak bagus ataupun cantik, dia masih menggenggamnya di telapak tangan. Besarkan dengan hati-hati.


Mu Xianzhai tahu jika Ye Shi menyukai gadis ini. Meski tidak tahu apakah itu karena kemampuan Li Chang Su yang hebat atau karena murni rasa cinta, Mu Xianzhai memiliki kekhawatiran. Dia khawatir lengah di masa depan, dan kehilangannya.


"Su'er .... Jika aku berkata, aku mencintaimu, percayalah kamu?"


Li Chang Su memandang Mu Xianzhai dengan tenang. Tanpa sadar bubur ayam di meja mungkin akan segera mendingin. Dia hanya terdiam dan tersenyum elegan.

__ADS_1


Apakah pria itu menanyakan perasaannya?


__ADS_2