Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pertarungan Di Hutan Es


__ADS_3

PARA PRIA berjubah hitam dengan cepat menggunakan sihir untuk bisa sampai lebih cepat. Mereka berpencar dan mengepung Mu Xianzhai serta yang lainnya.


Dengan menggerakan tangan untuk membentuk beberapa simbol khusus, mereka membaca mantra.


Di sisi lain, Li Chang Su terkejut dan buru-buru meminta Mu Xianzhai melepaskan. Ia juga segera menggerakkan kedua tangannya untuk membentuk simbol khusus dan membaca mantra. Tapi Mu Xianzhai tidak berniat untuk melepaskan gadis itu sedikit pun.


Ia tidak ingin Li Chang Su terluka lagi.


"Mu Xianzhai, cepat turunkan aku. Ini cukup sulit. Mereka menggunakan mantra sihir hitam. Aku akan melawannya dengan mantra kuno." Li Chang Su sedikit sulit bergerak karena posisinya kurang tepat saat ini.


Mau tidak mau, Mu Xianzhai menurunkannya dan menghela napas. Tapi dia tidak bisa jauh darinya. Hanya saja Li Chang Su berkata untuk mengurus makhluk itu lebih dulu. Dia akan berurusan dengan mereka yang menggunakan mantra hitam.


Lict dan Mu Hongzhi tidak bisa hanya berada dalam perlindungan mereka. Lentera sengaja di lempar ke sisi lain. Adapun Xue Zi kali ini, hanya pergi untuk menyaksikan dulu. Dia yakin mereka akan mampu mengatasi ini.


Masalah He Ze sendiri, sudah kembali ke ruang artefak. Jika ada apa-apa, ia akan muncul dan membantu mereka. Sayangnya, Mu Xianzhai mungkin mampu mengatasi masalah ini meski sedikit kesulitan.


Di saat Li Chang Su membaca mantra, para pria berjubah hitam yang ahli dalam sihir pun ternyata menggunakan elemen es dan air. Salju di sekitar mereka akhirnya membentuk seperti ular dan menyerang Li Chang Su.


Hanya saja mereka mungkin baru tahu jika Li Chang Su sendiri memiliki mantra khusus. Ketika ular yang terbuat dari salju itu hendak menyerang, ia langsung menggunakan elemen angin dan menamparnya.


Belum lagi mengeluarkan kertas kuning berisi simbol totem. Kertas kuning itu segera dilemparkan ke arah ular salju yang dibentuk oleh mantra sihir hitam.


Seketika, suara ledakan terdengar. Ular salju raksasa itu akhirmya hancur. Asap hitam dan serpihan salju menyebar di udara. Para pria berjubah hitam dengan topeng polos itu terkejut dan menatap Li Chang Su dengan waspada.


"Gadis kecil ini tidak biasa. Benar-benar merepotkan." Salah satu dari mereka berkata dengan nada yang buruk.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya yang lain.


"Tetap dalam rencana. Masalahnya, ilmu tenaga dalam gadis itu tidak bisa terbaca. Berhati-hatilah. Aku merasa jika gadis itu sudah terbiasa dengan pertarungan seperti ini ..." Pria berjubah yang awalnya memerintah itu menggelengkan kepala. Dia memiliki kekuatan lebih besar dari mereka, sehingga memutuskan segalanya.

__ADS_1


Insting pria berjubah hitam memang tidak salah. Membuat Li Chang Su akan kagum jika mendengarnya.


Adapun gadis itu sendiri, berdiri cukup jauh dari mereka dan mengeluarkan kertas kuning lainnya. Meraka mengerutkan kening. Sepertinya itu kertas mantra. Tanpa diduga, Li Chang Su memilikinya.


Tentu saja, ada banyak di dalam ruang artefak. Li Chang Su sebenarnya bisa menggambar simbolnya sendiri di kertas putih biasa, tapi terlalu lama dan merepotkan. Sehingga hingga hanya bisa menggunakan kertas kuning yang telah disediakan oleh kotak buku kuno.


Li Chang Su membaca mantra lagi dan melemparkan kertas kuning bersimbol Yin dan Yang. Seolah memiliki unsur magis yang nyata, kertas kuning itu melesat dengan cepat ke arah para pria berjubah hitam. Lalu meledak di sekitarnya.


"Mundur!" Salah satu dari mereka langsung berteriak dan menghindar. Tapi tidak langsung dilemahkan.


Para pria berjubah hitam itu mungkin beragam usia. Salah satu dari termuda segera menarik pedang dan menyerang Li Chang Su tanpa ragu. Walaupun Sovereign Sekte Hitam berkata untuk tidak terlalu impulsif, tapi Li Chang Su ini kuat.


"Kamu hanya wanita kecil!" ejeknya di balik topeng, sedikit mencibir.


Tapi Li Chang Su hanya tenang saja dan menghindar setiap kali pedang itu hendak melukai tubuhnya. Ia akui jika gerakan pedang pria itu terhindar baik dan terlatih. Tapi masih kurang cepat di matanya.


Ia menggunakan tangan kosong, hanya telapak tangan saja. Seni bela diri Li Chang Su beragam jenisnya, sehingga mampu mengimbangi lawan. Apalagi, ini zaman kuno di mana teknologi belum berkembang.


Satu lawan beberapa orang, ini sungguh tidak adil. Akhirnya, Li Chang Su bergerak cepat dan menggunakan beberapa teknik seni bela diri karate dan kungfu. Karena tubuhnya sekarang telah berada di usia lima belas tahun, ada sedikit perbedaan kekuatan fisik.


Gadis itu berguling ke sisi lain dan mengunakan kertas kuning lagi untuk membuat mantra. Lalu di tempelkan ke salah satu dari mereka. Sebelum kertas kuning itu disingkirkan, ledakan telah terjadi lebih dulu.


Pria berjubah hitam yang menjadi korban pun seketika merasakan sakit di tubuhnya. Tanpa diduga, itu menciptakan lubang yang mengerikan. Sebelum mengucapkan kata-kata lain, pria berjubah hitam yang telah terkena mantra kertas kuning pun tewas di tempat.


Para pria berjubah hitam yang melawan Li Chang Su pun tertegun. Ini lebih sadis dan mengerikan. Tidak menyangka bahwa gadis secantik Li Chang Su akan menggunakan adegan berdarah.


"Beraninya!" geram salah satu dari mereka segera mengeluarkan pedang dan berniat memberi pelajaran pada gadis itu.


"Hanya ini kemampuan kalian? Apakah sovereign kalian ingin bercanda denganku?" cibirnya. Kali ini, Li Chang Su menggunakan cambuk untuk berurusan dengan mereka.

__ADS_1


Di sisi lain, pertarungan Lict dan Mu Hongzhi, melawan para pria berjubah hitam yang tersisa. Tentu saja sedikit lebih menegangkan dan konyol. Keduanya menggunakan pedang untuk menangkis beberapa serangan mereka.


Dengan tak tahu malunya, Lict sendiri menggunakan teknik khususnya yang jarang digunakan, yaitu mengoyak semua pakaian yang mereka kenakan.


Awalnya, gerakan yang dia gunakan tidaklah bagus, hanya acak dan terlihat tidak berpengalaman. Bahkan lawannya saja mencibir di balik topeng polosnya.


"Heh, dasar anak bau! Lebih baik kamu pulang dan minum segelas susu!" Pria berjubah hitam itu tertawa penuh ejekan seraya menangkis serangan pedang Lict yang kacau.


Anehnya, laki-laki berhidung mancung dan berambut pendek itu sama sekali tidak merasa putus asa, justru tersenyum. Ini membuatnya merasa aneh. Ada yang salah dengan senyum laki-laki itu.


Benar saja, setelah Lict melakukan bebagai gerakan pedang yang kasar, segera berkata, "Sebaiknya lihat dulu dirimu saat ini."


"...." Pria berjubah hitam yang melawannya pun mengerutkan kening.


Tak berapa lama, beberapa potongan kecil pakaian telah ada di mana-mana. Baru setelahnya disusul dengan rasa dingin di tubuhnya. Pria berjubah hitam yang sebelum mengejek Lict kini memperhatikan tubuhnya sendiri dan langsung berekspresi jelek di balik topengnya.


Pria berjubah hitam tadi kini hanya menyisakan potongan pakaian dari dada ke atas saja. Sisanya hilang dipotong pedang. Melihat Lict dengan rasa tidak percaya, pria bertopeng polos yang telah kehilangan pakaiannya itu kini menggigil. Memeluk tubuhnya sendirian dengan malu.


"Dasar pria kecil nakal!" Pria itu menggertakkan giginya.


Walaupun hanya menyisakan potongan kain yang menutupi tubuh pentingnya, tapi rasa malu itu lebih besar. Lada akhirnya, pria itu segera mundur dan melarikan diri dulu demi mencari pakaian.


Lict pun tertawa puas dan sedikit sentuhan nakal. "Heh, jika senior Su mengetahui ini, aku bisa dihukum," gumamnya sedikit ngeri.


Ini adalah teknik yang diajarkan Li Chang Su, tapi dilarang digunakan untuk bermain-main. Tapi Lict tidak tahu jika Mu Hongzhi mendengar dan melihat segelanya.


"Lict! Jika rahasiamu ingin aman, maka ajari aku cara seperti yang kamu lakukan barusan. Jika tidak, aku akan bilang pada sepupu ipar jikalau kamu nakal dan suka pria?" Mu Hongzhi kebetulan tak jauh darinya.


"...." Lict lupa jika pria aneh yang satu ini memiliki pendengaran tajam sebagai ahli seni bela diri.

__ADS_1


Haruskah dia mengajari teknik ini atau tidak?


__ADS_2