
"ADA APA dengan mataku?" tanya Mu Xianzhai seraya tersenyum menggoda. "Apakah ini cantik?"
"Narsis!" Li Chang Su memerah namun ketika dia memperhatikan iris mata Mu Xianzhai yang keemasan, membuatnya sedikit terpana.
Ini seperti dalam film-film di mana pria yang memiliki mata emas atau ungu merupakan kekuatan sejati di dunia. Mu Xianzhai memiliki mata keemasan yang sudah mewakili identitasnya luar biasanya. Dia tak menyangka akan menikah dengan pria seperti itu.
Li Chang Su berpikir jika Mu Xianzhai benar-benar bisa menjatuhkan seisi kota hanya dengan penampilannya saja. Tiba-tiba saja Mu Xianzhai mencium sudut matanya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya gadis itu bingung.
"Mata Su'er yang paling cantik," pujinya.
"Jangan mengejekku." Li Chang Su terlihat kesal.
"Dan lebih cantik lagi jika sedang marah."
"Kalau begitu aku akan marah setiap hari."
"Jangan, itu akan membuatmu cepat tua," kata Mu Xianzhai langsung menyipitkan matanya.
"..." Jadi apa maksudmu? Pikir gadis itu benar-benar kesal.
Dia ingin melepaskan diri dari pria itu dan tidak tahu kenapa membawanya ke tempat tidur.
"Bisakah kamu melepaskanku sekarang?" tanyanya polos. "Aku masih memiliki sesuatu yang harus dilakukan. Bukankah kamu juga harus pergi ke istana untuk membahas masalah pengadilan?" imbuhnya.
"Jangan khawatir. Ayah kaisar tidak akan mempermasalahkan keterlambatanku," kata Mu Xianzhai seraya mengambil beberapa helai rambut gadis itu dan menghirup aroma sampo yang dipakainya. "Su'er, tiba-tiba saja aku ingin melakukan olahraga pagi denganmu."
__ADS_1
Sejak Mu Xianzhai mengatakan itu, Li Chang Su sudah merasa tidak nyaman dan ingin melarikan diri. Sayangnya Mu Xianzhai tak membiarkan hal itu terjadi dan begitu mudahnya menguasai tubuh gadis itu.
"Tak tahu malu! Lepaskan aku!" teriak Li Chang Su membuat para pelayan yang semulanya menguping langsung memerah dan meninggalkan tempat itu.
Raja begitu bersemangat di pagi hari. Bagaimana mungkin mereka tidak senang? Jadi, halaman tempat di mana kedua berada benar-benar sepi, tanpa ada seorang pun yang berani untuk mengganggu kesenangan keduanya.
Tubuh Li Chang Su benar-benar kurus di mata Mu Xianzhai hingga pinggangnya bisa dipeluk dengan satu tangan. Rambut panjang gadis itu tergerai dan pakaian benar-benar berantakan. Namun Mu Xianzhai bisa melihat jika akar telinga gadis itu memerah.
Dia menggigit daun telinganya dan berbisik-bisik, membuat Li Chang Su semakin malu. Pada akhirnya, gadis itu tidak memiliki perlawanan lagi dan enggan untuk mengatakan beberapa kata yang buruk. Dia khawatir jika Mu Xianzhai benar-benar akan berbuat lebih besar dari gerakan sebelumnya.
Rambut putih keperakan Mu Xianzhai dan rambut hitam gadis itu seperti dua warna yang saling melengkapi. Pakaian keduanya jatuh ke lantai dingin dan tirai tempat tidur diturunkan. Siluet keduanya di pagi hari terlihat begitu ambigu dan membuat orang curiga.
Mu Xianzhai mencium lehernya yang lembut. "Su'er, bisakah kita berencana untuk memiliki anak?" tanyanya pelan.
"Kondisi sekarang tidak tepat. Masih harus menghadapi Hei Long. Tunggu sampai masalah binatang mutasi selesai," jawab Li Chang Su yang memerah. Dia membelakangi pria itu dan Mu Xianzhai memeluknya dari belakang.
Kedua tangannya mulai tidak jujur di tubuh gadis itu dan meremas buah persiknya yang sedang berkembang. Li Chang Su sedikit gemetar tidak jelas dan benar-benar ingin menyingkirkannya.
"Tidak masalah," kata Mu Xianzhai. Dia tak bisa memaksa. Lalu tiba-tiba saja dia tersenyum misterius. "Kalau begitu Su'er ... Kita bisa memiliki dunia berdua saja setiap hari."
Setelah berkata demikian, dia membalikkan tubuh gadis itu dan menekannya di bawah. Li Chang Su merasa kepala sedikit pusing setelah berbalik secara tiba-tiba dan kini masih ditekan oleh serigala abu-abu besar. Belum sempat mengatakan apapun, Mu Xianzhai sudah mencium bibirnya dengan sedikit bersemangat.
Apa maksudnya dunia berdua? Apakah melakukan hal ini sepanjang waktu? Li Chang Su tak bisa membayangkannya dan dia tidak mau! Pria itu selalu memiliki tenaga setelah melakukannya tapi dia akan memiliki tubuh lembut, tulang-tulangnya seperti patah.
Pikiran Li Chang Su menjadi kacau dan dia hanya bisa memeluk leher pria itu, memejamkan matanya karena malu. Bayangan dua orang di balik tirai tempat tidur pun bergerak sesuai irama dan suara-suara ambigu kadang terdengar agak terputus-putus.
Setelah waktu berlalu sedikit demi sedikit ....
__ADS_1
Li Chang Su berbaring kelelahan, tengkurap, keringat membanjiri tubuhnya serta napas agak tersengal-sengal. Wajahnya memerah dan sisa-sisa kegembiraan di tubuhnya masih terasa. Sayangnya Mu Xianzhai belum meninggalkan tubuhnya setelah sekian lama bergerak. Dia menempel di punggung Li Chang Su dan mencium bahu halusnya.
"Su'er ...," panggilnya.
"Hmm ..." Gadis itu hanya mengeluarkan lenguhan kecil, terlalu lelah. Pria tak berperasaan itu benar-benar menyiksanya.
"Aku mencintaimu," ungkap pria itu jujur. "Aku sangat mencintaimu, begitu banyak cinta," imbuhnya.
Li Chang Su membuka matanya yang kelelahan dan berusaha untuk memulihkan tenaga dalamnya yang hilang akibat menahan beberapa sentuhan kegembiraan. Dia melihat mata keemasan pria itu yang menatapnya, jenis kelembutan dan antusias yang belum pernah dia lihat selama ini.
Meski tubuh keduanya basah oleh keringat dan tempat tidur agak berantakan, hal itu tak membuat ungkapan kasih sayang Mu Xianzhai terganggu. Pria itu memeluknya perlahan, menarik tubuhnya agar bangun dan membawanya ke pangkuan. Jelas dia memiliki pemikiran mesum lainnya.
Li Chang Su enggan untuk menolak karena benar-benar lelah dan dia tak peduli dengan apa yang dilakukan pria itu. Ada banyak tanda merah samar di beberapa bagian tubuhnya. Semua ini adalah mahakarya Mu Xianzhai. Dan pria itu melakukannya lagi, membuat tanda baru.
"Mau berapa kali lagi kamu membuat banyak tanda merah. Jangan lakukan lagi! Aku tak bisa menutupinya nanti," kata gadis itu malu.
"Tidak apa-apa. Hanya aku yang bisa melihatnya. Orang lain tidak mungkin tahu," baik pria itu. "Siapa yang menyuruhmu menjadi begitu menggairahkan," godanya.
"Kamu—" Li Chang Su bingung harus menghadapinya bagaimana. "Tidakkah kamu akan pergi ke istana. Ini sudah sangat terlambat!"
"Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja," kata Mu Xianzhai kembali melancarkan semangat barunya untuk berolahraga tingkat lanjut.
"Tidak, tidak! Kamu tidak bisa melakukan ini. Aku benar-benar lelah," kata gadis itu panik saat Mu Xianzhai lagi-lagi membuat tubuhnya sedikit gemetar.
"Biarkan Raja ini yang bergerak. Su'er hanya perlu menikmatinya," kata pria itu langsung terkekeh dan memeluk pinggang Li Chang Su yang duduk ambigu di pangkuannya.
Menikmati kepalamu! Batin Li Chang Su mengejek Mu Xianzhai. Tapi dia tak bisa melawan lagi saya gelombang lain memasuki tubuhnya berkali-kali. Namun kali ini Mu Xianzhai sedikit lebih santai daripada sebelumnya.
__ADS_1
"Su'er, bagaimana pesonaku kali ini? Apakah bagus?" bisik pria itu seraya memejamkan mata dan membenamkan wajahnya di leher Li Chang Su.