
SERIGALA HITAM mutasi juga mengubah dirinya menjadi manusia. Pakaian serba hitam dan juga rambut hitam keperakannya yang agak berkilau, terlihat cukup tampan. Keduanya mencari sekitar lembah. Tapi sama sekali tidak menemukannya.
Karena kedua manusia itu seperti menghilang di udara tipis, maka hanya bisa melakukan pencegahan. Pasti masih ada di sekitar sini. Belum lagi tubuh keduanya basah.
"Apa kamu menemukan jejaknya?" tanya pria jelmaan serigala hitam mutasi. Dia memeluk luka di lehernya. Awalnya dia cuek-cuek saja dengan luka itu. Tapi lama-kelamaan, lukanya terasa gatal dan aneh.
"Tidak! Mereka menghilang setelah melewati pohon ini." Pria jelmaan serigala cokelat mutasi mengendus. Turun dari salah satu pohon.
Ia memperhatikan jika temannya terlihat agak pucat saat ini. Dan hampir kehilangan keseimbangan. Dia segera membantunya untuk menyeimbangkan diri.
"Apa yang terjadi padamu?" tanyanya kebingungan.
"Periksa luka di leherku. Apakah ada yang mencurigakan?"
Mendengar intruksi itu, pria jelmaan serigala cokelat mutasi langsung memeriksa luka sayatan. Ini bukan goresan cakar atau ranting pohon. Lukanya sangat rapi, seperti dilakukan oleh pedang atau pisau.
"Dari mana kamu mendapatkan luka ini?"
"Gadis manusia itu melakukannya dengan belati."
"Bukankah binatang mutasi dewa seperti kita kebal terhadap serangan fisik biasa?" Pria jelmaan serigala cokelat mutasi bahkan lebih kebingungan. Tidak mungkin jika temannya ini lengah bukan.
"Huh! Sialnya, gadis manusia itu menggunakan tenaga dalam untuk menyerangku. Jangan remehkan dia nanti. Sepertinya sudah terbiasa dengan binatang buas." Pria jelmaan serigala hitam mutasi harus mengakui jika Li Chang Su kuat.
"Kamu diracun!"
"Racun?!" Dia sangat terkejut. "Racun apa?" Pria jelmaan serigala hitam mutasi sedikit tertegun.
"Aku tidak tahu. Apa yang kamu rasakan saat ini?"
"Lemas."
"...."
Pria jelmaan serigala cokelat mutasi terlihat bodoh. Manusia itu memiliki banyak benda licik di tangan. Meski tubuh keduanya beracun, tapi satu hal yang pasti, racun melawan racun, akan menimbulkan efek yang buruk bagi tubuh.
Belum lagi, jika kadar racun pihak lain lebih tinggi, jelas saja berefek. Tanpa diduga, gadis manusia itu sangat kaya. Pria jelmaan serigala cokelat mutasi langsung memapahnya untuk menemui serigala mutasi dewa yang lain.
"Kita obati lukamu. Mungkin yang memiliki obat untuk racun ini."
__ADS_1
"Suruh yang lain untuk mencari kedua manusia itu di sekitar lembah." Pria jelmaan serigala hitam mutasi langsung berkata.
"Jangan khawatirkan itu."
Jika kedua pria jelmaan serigala mutasi dewa golongannya kegelapan sangat sibuk untuk menemukan keduanya, maka ... Kedua orang yang mereka cari justru berada di tempat lain.
Ruang artefak gelang naga perak.
Kali ini Li Chang Su langsung mengirim dirinya dan Mu Xianzhai ke ruang artefak. Gadis itu menggigil kedinginan. Dia melihat He Ze membuat api unggun, tapi sangat kecil. Itu hanya api unggun untuk kaum tupai. Tidak bisa menghangatkannya.
Walaupun dia memiliki ilmu tenaga dalam untuk membuat tubuhnya hangat dan tetap bertahan dari dingin yang berlebihan, tapi tetap saja ada batas waktu. Dia juga manusia biasa, bukan seorang kultivator di zaman dulu.
Untungnya, Mu Xianzhai lebih tahan daripada dia. Pria itu mengeringkan tubuhnya sendiri sebelum membantu Li Chang Su mengeringkan tubuhnya juga. Tapi rasa dingin di kulit sangat terasa.
"Su'er ... Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya khawatir.
"Jangan khawatir. Hanya dingin. Bagaimana lukamu?" Li Chang Su ingat jika pria itu melindungi tubuhnya dari benturan. Ada beberapa luka di lengan pria itu. Serta bagian tubuh lainnya.
"Itu luka kulit. Tidak serius." Mu Xiang menjawab dengan nada malas.
"Biarkan aku melihatnya."
Tubuhnya masih kedinginan. Tiba-tiba saja Mu Xianzhai memeluknya untuk memberikan kehangatan tubuh. Ini cara yang ampuh dan juga cukup intim. Li Chang Su tidak menolak. Wajahnya sedikit pucat. Untungnya dia tidak memiliki penyakit dingin.
Ia mencium bau darah dari tubuh Mu Xianzhai. "Sungguh, biarkan aku memeriksamu."
Mu Xianzhai hanya membiarkan istrinya memeriksa. Pakaiannya memang robek di beberapa tempat Serta ada luka goresan yang cukup dalam. Memang luka kulit, tapi itu tidak satu atau dua. Li Chang Su segera bangkit dan pergi ke ruang serba ada, mencari pakaiannya ganti untuknya.
Pria itu ingin menghentikannya, tapi Li Chang Su memaksa. Ia hanya bisa tersenyum dan membiarkannya melakukan apapun yang diinginkan.
Sedangkan He Ze, kini sudah membuat api unggun yang lebih besar. "Serigala mutasi dewa golongan kegelapan itu seharusnya memiliki kaitan dengan Sekte Hitam. Kamu berhati-hati," katanya.
"Berapa banyak?"
"Lebih dari sepuluh. Lima di antaranya masih berada di tingkat ilahi kuno. Tapi jangan salah, bahkan jika masih berada di tingkat ilahi kuno, kekuatannya hampir setara dengan tingkat dewa." He Ze menjelaskan seraya mengambil beberapa udang mentah dari wadah dan memanggangnya dengan tusuk kecil.
"...." Mu Xianzhai tidak tahu harus berkata apa lagi setelah pikirannya dipenuhi dengan tupai putih yang memanggang udang.
Apakah tupai itu tidak pernah kenyang?
__ADS_1
"Tidak mudah mengalahkan mereka. Jadi jangan lengah." He Ze berkata lagi.
"Aku tahu. Setelah ini, pergilah temui Mu Hongzhi dan yang lain. Katakan untuk segera melatih otot."
"Kamu ingin mereka bergabung?" Tupai putih itu menggerakkan ekor berbulu lebatnya dan menatap dengan heran. Udang yang dipanggang sudah mulai menjadi jingga.
"Tidak buruk juga untuk melatih diri. Mereka ikut tidak gratis. Di dunia ini, selalu ada bayaran." Mu Xianzhai mencibir. Dia melepaskan jubahnya saat melihat Li Chang Su sudah kembali.
He Ze melirik gadis itu dan mengiyakan saja. Lagi pula, hari sudah mulai sore. Setelah udang matang, dia pergi dengan cepat. Li Chang Su baru saja kembali dengan pakaian pria itu, memintanya untuk berganti dulu.
Melihat He Ze pergi meninggalkan ruang artefak, dia bingung. "Apa kamu meminta sesuatu darinya?"
"Hanya memberi tahu yang lain. Jangan sampai mereka mengkhawatirkan kita."
Pria itu bangkit dan meminta Li Chang Su untuk membantunya mengoleskan obat, sebelum akhirnya berpakaian. Setelah itu memberi ciuman terima kasih. Ciumannya cukup lama dan mulai menjadi lebih panas.
Namun Li Chang Su menghentikannya sebelum pikiran pria itu menjadi liar. Napas keduanya masih bisa dirasakan satu sama lain, menyapu wajah.
"Ada lebih dari sepuluh serigala mutasi di lembah. Lima di antaranya masih berada di tingkat ilahi kuno. Su'er, kita akma bertarung kali ini." bisik pria itu.
"Aku siap kapan saja." Gadis itu masih berada dalam pelukannya.
Mu Xianzhai memojokkannya di batang pohon yang ada di belakang mereka. Setidaknya, sebelum He Ze kembali. Wajah Li Chang Su bahkan lebih memerah. Pria ini kenapa mulai tak tahu malu.
Dia ingin berkata lebih banyak tentang rencana yang dimiliki Mu Xianzhai. Tapi ia sudah dicium lagi. Kali ini, dia tidak menolak terlalu keras. Namun sayang, itu hanya sebentar karena He Ze sudah kembali.
Wajah Mu Xianzhai menghitam. Dia baru saja memulai dan memejamkan mata untuk mendapatkan sensasinya. Tapi ketika Li Chang Su mendorongnya tiba-tiba, dia tahu jika tupai itu kembali.
Walaupun dia kesal, kenyataannya begitu pahit. Tupai itu berkata jika Mu Hongzhi dan yang lainnya akan bertarung malam ini. Bell juga akan bertarung. Hanya saja, Orange membutuhkan istirahat sehingga tidak bisa ikut dengan mereka.
"Mereka sedang perjalanan sekarang." He Ze sudah menghangatkan diri di dekat api unggun. "Tapi kali ini kalian bertambah satu orang lagi."
"Orang lain bergabung?"
"Ya." Tupai putih terlihat tidak peduli.
"Siapa?" tanya Mu Xianzhai.
"Aku tidak tahu. Tapi dia memakai topeng rubah. Sepertinya itu pria yang terakhir kali datang."
__ADS_1
Mu Xianzhai dan Li Chang Su saling berpandangan. Yang terakhir kali datang? Mungkinkah ....