Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Membuat Li Chang Su Sembuh


__ADS_3

KUCING MUTASI DEWA langsung menolak. Dia mencari alasan yang bagus untuk itu. Tentu saja, alasan sebagai binatang mutasi dewa. Suatu hari nanti, dia akan melawan kegelapan. Tidak mungkin memiliki waktu untuk menjadi hewan peliharaan.


Li Chang Su kecewa, tapi tidak bersedih. Dia tahu alasan ini juga masuk akal. Dengan begitu, Mu Xianzhai pun akhirnya melepaskan batu besar di hatinya. Kucing mutasi dewa itu masih sadar diri dengan identitas dan nyawanya.


Walaupun memiliki sembilan nyawa, seekor kucing tetap akan mati jika jatuh dari ketinggian setelah meminum racun tikus.


"Sayang sekali. Padahal kamu sangat menggemaskan." Gadis itu menundukkan kepala dan tersenyum agak konyol. Tapi penglihatannya masih kabur.


"Manusia, bahkan jika aku menggemaskan, aku tetaplah binatang mutasi. Aku sudah berada di tingkat dewa. Tugasku tidak kecil." Kucing mutasi dewa berkata sambil menatap Mu Xianzhai ynag berwajah gelap.


Jika dia tidak mengatakan hal-hal baik untuk menolak, mungkin Li Chang Su benar-benar akan membuatnya menjadi kucing peliharaan. Tapi dia benar-benar tidak bisa. Dia sebenarnya cukup buas. Jika bukan karena bayangan naga perak sejati, apakah dia akan bersikap baik?


Tentu saja tidak.


Memakan manusia juga tidak buruk. Mungkin lebih buruk daripada menikmati ikan. Tapi orang-orang ini pengecualian. Dia masih menyayangi bulu dan juga nyawanya.


He Ze menatap kucing mutasi dewa itu dengan tatapan menyelidik. "Tanpa diduga, binatang mutasi dewa akan bersembunyi di terowongan bawah tanah." Dia mengangguk seraya berkedip ringan. Masih tidak mau turun dagi kepala Mu Hongzhi.


"Ini adalah tempat teraman bagi kami. Setidaknya, tidak banyak manusia yang akan tahu."


Sang kucing bersurai emas keperakan itu menatap He Ze dengan perasaan campur aduk. Tidak terlihat seperti binatang mutasi di tingkat manapun. Hanya saja auranya terlalu besar.


Ia ingin menanyakan identitas He Ze, namun teringat dengan tujuan mereka datang ke sini. Tapi sebelumnya, Li Chang Su meminta matanya disembuhkan lebih dulu. Mu Xianzhai tidak berdaya dan meminta kucing yang tampak jelek di matanya itu untuk segera menyembuhkan istrinya.


"Sangat sederhana. Ambilah air di kolam ini dan basuhkan ke wajahmu." Kucing mutasi dewa berkata. Dia sudah kembali ke tempatnya semula dan berbaring dengan nyaman. Akar-akar putih yang menjuntai itu juga menyentuh permukaan kolam.


"Membasuh dengan air kolam? Apakah kamu bercanda?" Mu Hongzhi jelas tidak percaya. Belum lagi, keduanya bahkan tidak percaya.


He Ze turun dari kepala pria itu dan menyentuh air kolam. Ada kandungan misterius di dalam air ini. Tapi tidak berbahaya. Hanya saja, kandungan ini diserap oleh akar-akar putih.


Semuanya menunggu He Ze mengatakan hasil. Sedangkan kucing mutasi dewa itu memutar bola matanya. Mereka tidak percaya, maka biarkan saja memeriksa. Lagi pula dia tidak mungkin bermain trik.


"Ini memang bisa menyembuhkan matamu. Kamu bisa membasuh wajahmu di sini," kata He Ze.


"Hanya membasuh wajah saja? Tidak ada hal lain?" Li Chang Su sedikit curiga.

__ADS_1


"Ya hanya membasah wajahmu." Kucing mutasi dewa menguap lebar, terlihat lebih mengantuk.


Li Chang Su menghampiri bibir kolam dengan dibantu oleh Mu Xianzhai. Dia pun membasuh wajahnya beberapa kali. Sebelum akhirnya ada sedikit rasa pusing. Awalnya Mu Xianzhai ingin menyalahkan kucing mutasi dewa karena berani membuat istrinya sakit kepala. Tapi setelah itu, Li Chang Su tidak lagi mengeluhkan penglihatannya yang agak kabur.


"Su'er, bagaimana kabarmu?" tanyanya.


"Aku sudah bisa melihat dengan jelas," jawabnya seraya mengangguk kecil. Terlihat lebih baik.


"Huh! Tentu saja. Air kolam ini mampu menyembuhkan beberapa luka ringan. Sebagai kucing mutasi cahaya yang memiliki kekuatan untuk penyembuhan, aku tidak akan sungkan untuk menolong." Kucing mutasi dewa menjelaskan.


Li Chang Su akhirnya bisa melihat dengan jelas seperti apa kucing berbulu emas itu. Ukurannya besar dan memiliki bulu keperakan di ujung rambutnya. Dia mengambil sapu tangan yang disodorkan Mu Xianzhai untuk menyeka wajahnya.


"Apakah kamu tinggal di sini sejak lama?" tanya Li Chang Su dengann santai.


" Yah, cukup lama. Tapi kenapa bertanya tentang ini?"


"Aku hanya ingin tahu apakah orang-orang dari sekte pernah mencoba untuk menyambutmu?" Gadis itu menaikkan aegelah aslinya lagi.


Kucing itu mengeong satu kali dan mengiyakan. Dulu dia sering didatangi pihak lain untuk bergabung bersama mereka. Namun ditolak. Bukan karena ia tidak mau jadi budak manusia, tapi sekarang Li Chang Su juga bukan gadis sembarangan.


Sayangnya dia menolak permintaan mereka. Ada alasnnya, tapi tidak mau berkata.


"Jadi kalian sendiri, apa yang kalian lakukan di tempat seperti ini?" Akhirnya kucing mutasi dewa mengalihkan topik.


"Aku ingin tahu apa yang terjadi di hutan ini sebelumnya. Semua tumbuhan di hutan menjadi putih. Apakah itu karenamu?"


"Ya. Karena akar ini." Kucing mutasi dewa menunjuk ke akar putih yang menjunrai ke kolam.


"Tapi untuk apa?"


"Untuk menyamarkan tempat. Beberapa bintang mutasi golongan cahaya akan aman di dalamnya. Dan golongan kegelapan akan lebih tidak nyaman. Seperti diracun lagi. Sehingga, beberapa binatang mutasi cahaya akan aman di Hutan Putih."


Setelah mendengarkan apa yang dikatakan kucing mutasi dewa, mereka juga menyadari hal ini. Menyentuh akar-akar putih dengan seksama, Li Chang Su merasa aura yang cukup kental. Karena tidak apa-apa, ia juga tidak akan mempermasalahkan hal ini.


Sekarang, Li Chang Su hanya ingin mengelus tubuh berbulu kucing mutasi dewa. Membuat Mu Xianzhai tidak suka. Kucing mutasi dewa tidak berdaya. Dia selalu merasa jika aura Mu Xianzhai sedikit akrab. Sayangnya, dia tidak tahu siapa itu. Dan dengan cepat melupakannya.

__ADS_1


Sebelum mereka mereka melanjutkan perjalanan, kucing mutasi dewa itu memperingati. Ada banyak binatang buas di terowongan bahwa tanah ini. Kemunculan mereka tidak terduga. Belum lagi gelombang binatang mutasi sering muncul kapan saja.


"Berhati-hatilah, mungkin orang-orang itu ada di terowongan bawah tanah ini. Secara, ini tempat yang Meraka jadikan sebagai sarang juga," mata kucing mutasi dewa dengan enggan.


"Ada berapa banyak binatang mutasi dewa di terowongan ini?" tanya Mu Xianzhai agak dingin.


"Aku tidak tahu." Dia menggelengkan kepala dan sedikit menghela napas. " Tapi yang jelas, jika kamu menemukan pintu batu lain seperti itu, maka pasti ada yang lebih kuat di dalam."


"Kami mengerti." Li Chang Su segera mengangguk dan meninggalkan ruangan tersebut.


Tak ada yang harus dikhawatirkan tentang Hutan Putih. Semuanya baik-baik saja dan bertujuan untuk memperkuat wilayah para binatang mutasi cahaya.


Setelah pintu batu itu tertutup lagi, Mu Xianzhai tiba-tiba saja memeluk Li Chang Su dan membawanya ke suatu tempat. Meninggalkan Mu Hongzhi yang kesepian. Tapi meski begitu sepupunya tetap santai agar tidak disangka sebagai anjing tunggal yang kesepian.


Sepupunya begitu penuh cinta! Mu Hongzhi selalu ingin berduka hingga Xue Zi dan He Ze mengejeknya. Pria itu bisa merasakan tawa mengejek kedua binatang berbulu putih ini.


"Apakah kalian tertawa?" tanyanya kesal.


"Tidak. Kami hanya terkekeh," jawab Xue Zi seraya terbatuk ringan. Dia tidak bermaksud untuk menertawakannya.


"...." Apa bedanya? Pikir Mu Hongzhi langsung terdiam.


Sementara itu di tempat lain ....


Li Chang Su yang diseret Mu Xianzhai secara tiba-tiba pun kebingungan. Keduanya kini berada di ruang pintu batu yang sebelumnya dipakai untuk istirahat. Alas lantai dan juga piring berusia kacang rebus masih ada.


Setelah Mu Xianzhai memeluknya, dia mencium bibirnya dengan lembut. Sedikit tidak sabar.


"Su'er ..." Pria itu bergumam setelah selesai menciumnya. Setelah memandangi wajahnya sejenak, Mu Xianzhai selalu mengira jika gadis ini memiliki banyak pesona. Kali ini, dia menciumnya lebih lembut dan lama.


Li Chang Su kebingungan dan hanya berdiam diri sambil menikmati perlakuannya. Pinggangnya dipeluk. Membuat pria itu memiliki api jahat di perutnya. Setelah melepas ciuman, ia menyentuh bibir Li Chang Su dengan jempol tangan kirinya.


"Su'er ...." Dia bergumam lagi.


"Ada apa denganmu sebenarnya? Apakah kucing mutasi dewa itu mengatakan sesuatu padamu?" Li Chang Su jelas kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2