
"ELANG GUNUNG mutasi tingkat dewa!" Yang lainnya berseru.
Para prajurit dan jenderal pun terkejut juga saat mengetahui jika yang memimpin para elang mutasi golongan cahaya adalah elang gunung mutasi. Belum lagi masih tingkat dewa. Dengan begitu, elang gunung mutasi bisa berubah menjadi manusia juga.
Makhluk itu segera memerintah para elang lain untuk menyerang di segela sisi, pergi ke benteng perbatasan lain hingga tugasnya selesai.
Di sisi lain, Ye Shi tersenyum di balik topengnya. Akhirnya elang gunung mutasi itu muncul juga. Dia memang tidak membawa anak buahnya, tapi elang mutasi golongan cahaya sudah cukup untuk membantu mereka malam ini.
"Heh, rupanya kamu sudah siap," kata Ye Tianli seraya mengibaskan kipas lipatnya ke arah binatang mutasi kegelapan yang menyerang.
Tidak ada yang tahu bahwa kilas lipat pria itu memiliki senjata tersembunyi di setiap ujungnya. Sehingga saat dia menekan mekanisme yang dipasang di bawah kipas, senjata tersembunyi akan bekerja.
"Tentu saja. Aku sudah bernegosiasi dengan elang gunung mutasi soal ini." Ye Shi terkekeh, memperhatikan darah binatang mutasi di bilah pedang tajamnya.
"Apa yang kamu janjikan?" tanyanya.
"Menyediakan sumber makanan untuknya selama sebulan."
"..." Apakah kamu yakin? Pikir Ye Tianli sedikit tidak yakin.
"Jangan lupa, malam ini, para binatang mutasi golongan kegelapan adalah makanan mereka." Ye Shi berkata lagi agar Ye Tianli mampu memahaminya.
"..." Kali ini Ye Tianli ingin memuntahkan darah lamanya. Tidak heran ... tidak heran jika pria itu begitu percaya diri.
Elang gunung mutasi segera membuka mulutnya dan melontarkan bola api ke sekitar binatang mutasi kegelapan. Bola api ukuran sedang itu segera memancarkan cahaya ke segala arah. Ternyata, binatang mutasi kegelapan begitu banyak.
Li Chang Su mengetahui ini melalui kemampuan mata dewa. Sementara Mu Xianzhai memiliki sedikit penglihatan malam. Keduanya tidak terkejut saat melihat betapa banyaknya para binatang mutasi yang menyerang benteng perbatasan negara. Namun prajurit lain, terutama para pemanah segera gemetar.
Apa-apaan ini? Berapa banyak sebenarnya yang masih ada di kejauhan? Oleh karena itu, para pemanah segera menggunakan panah api untuk mengimbanginya.
Setelah elang gunung mutasi melontarkan banyak bola api dari mulutnya, dia segera berubah menjadi manusia berjubah putih serta rambut perak melebihi betisnya. Pria itu memakai jubah longgar, zaoshan merah bersulam bulu-bulu perak di sekitar bahu dan lengan atasnya. Dia melayang semakin rendah, lalu mendarat di atas benteng.
Li Chang Su melihat sosoknya yang berubah menjadi manusia. Dia tidak tahu jika elang gunung mutasi akan memiliki wujud manusia yang begitu tampan. He Ze memang pernah berkata jika para binatang mutasi yang telah mencapai tingkat dewa bisa berubah menjadi manusia yang tampan dan cantik.
__ADS_1
Ia merasa jika sosok elang gunung mutasi lebih tampan daripada Bell dan Orange.
Mu Xianzhai berdeham di sampingnya. "Su'er tampaknya menyukai elang jelek itu?" Dia menaikkan sebelah alisnya, sedikit cemburu.
"Tentu saja. Dia tampan. Kenapa kamu tidak bisa setampan dia?" cibirnya.
Ada panah tak terlihat menembus hati pria itu. Istrinya tergoda oleh pria lain, pikirnya agak berduka. Namun dia tidak menganggap serius ucapan itu karena Li Chang Su menunjukkan senyum licik padanya.
Hanya saja Mu Xianzhai lagi-lagi hanya bisa tersenyum misterius dan berbisik di telinganya. "Raja ini juga lebih tampan daripada dia. Jika Su'er tahu— ..." Ia tiba-tiba saja menutup mulutnya dan memejamkan mata. Istrinya tidak bisa tahu saat ini.
Li Chang Su menatapnya dengan kebingungan. "Tahu apa?" tanyanya dengan rasa penasaran.
"Tidak ada. Lupakan saja."
"Aku hanya bercanda. Kamu jangan memasukkannya ke hati." Akhirnya Li Chang Su segera berkata.
"Yah ... Aku tahu," gumam pria itu seraya memberikan poni istrinya yang basah oleh keringat dan kepingan salju.
Para pemanah juga terus melontarkan banyak panah api dari benteng perbatasan. Heifang membawa sembilan prajurit khususnya ke sisi lain untuk membunuh para binatang mutasi kegelapan yang telah lengah dan sekarat. Sehingga menjadi lebih mudah.
Lict dan Xue Zi bekerja sama dalam pertarungan. Laki-laki itu mengayunkan pedangnya dan menebas seekor serigala hitam mutasi. Tapi dia terkena cakaran lain di punggungnya.
"Ah! Ini sakit! Binatang gila!" Lict segera berbalik dan mengibaskan pedang ke tubuh serigala hitam mutasi yang melakukan serangan diam-diam.
Tanpa diduga, dia dikepung oleh para serigala mutasi itu hingga hampir tersudut. Lict menggertakkan giginya dan mengangkat pedang, memperhatikan bilah tanamnya yang telah ternoda darah.
"Jangan salahkan aku karena kejam! My name is Lict! Lict Haoyan!" teriaknya seraya mengubah strategi bermain pedang.
Dia memejamkan mata dan memfokuskan diri pada semua suara geraman para serigala hitam mutasi di sekelilingnya. Setelah menangkap semua aura mereka, dia membuka matanya lagi dan segera menghunuskan pedang ke depan, lalu berputar perlahan seraya menggerakkan pedangnya dengan cepat.
Di akhir adegan, ia melompat ke atas dan memusatkan tenaga dalam pada pedang. Saat menyentuh tanah bersalju lagi, pedangnya langsung menancap di tengah. Embusan angin kencang dari tubuhnya segera muncul dan menumbangkan para serigala hitam mutasi yang tersisa.
Lolongan serigala hitam mutasi yang kesakitan pun terdengar menyedihkan. Para prajurit yang hampir terkena dampaknya pun langsung tercengang. Apakah itu laki-laki yang terlihat lemah di mata mereka tadi? Dari mana kekuatan itu datang? Pikir mereka.
__ADS_1
Sementara Xue Zi yang baru saja menendang seekor anak macan mutasi pun mungkin ingin menjatuhkan rahangnya. Sejak kapan laki-laki kurus itu begitu kuat? Kenapa dia tidak tahu? Pikirnya polos.
Lict merasa bangga saat melihat para serigala hitam mutasi itu terpental dan mati. Sebagian lagi tertatih-tatih dan melarikan diri setelah memiliki firasat akan kalah. Lict mencabut pedangnya dan berlagak sombong.
"Berani melawanku, cari mati!" gumamnya.
Namun kebanggaannya ini terhenti saat melihat para serigala hitam mutasi yang langsung melompat dari bayang-bayang dan mengepungnya. Lict segera mengubah ekspresi wajahnya dan berteriak terkejut.
"Wohhh!! Apa lagi ini? Kenapa begitu banyak?! Ada berapa banyak serigala jelek ini sebenarnya?!" teriaknya dengan sedikit berkeringat dingin.
"Kamu tahu apa? Di kejauhan masih banyak!" Xue Zi menyipitkan mata merahnya dan segera mendesak. "Cepatlah gunakan kemampuanmu yang tadi. Bukankah itu keren?!"
Sayangnya Lict ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. "Tidak mungkin. Jurus itu hanya bisa digunakan sekali."
"Kenapa hanya sekali?" Xue Zi sepertinya hendak gila.
"Tenaga dalamku tidak cukup!" jujurnya.
"..." Aku menarik kembali semua kekagumanku tadi padamu! Dasar manusia bodoh! Xue Zi mengumpat dalam hatinya dan segera membantu Lict menuntaskan semua para serigala hitam mutasi itu.
"Seharusnya kamu tidak begitu sombong di awal! Menjengkelkan!" ejeknya.
"Aku tidak tahu bahwa serigala hitam itu begitu banyak!" Lict membela.
"Ahh!! Bodoh!" Xue Zi benar-benar kesal.
Hingga akhirnya, Lict dan Xue Zi bertengkar sepanjang pertarungan.
Tanpa diduga, Ye Tianli, Mu Hongzhi dan Ye Shi yang ada tak jauh dari keduanya pun memiliki tiga garis hitam di kepala. Sudut mulut ketiganya berkedut. Ya Tuhan ... Bisakah keduanya begitu serius?
"Sekarang aku sangat yakin jika Lict ini benar-benar mirip denganmu," kata Ye Shi seraya melirik Mu Hongzhi.
"..." Sebenarnya apa lagi salahku??! Mu Hongzhi bisa gila kapan saja.
__ADS_1