
"MUNGKIN SAJA pemilik gelang naga perak pertama lah yang membuatnya."
"...." Mu Xianzhai sedikit tidak percaya. Pikirannya tidak sampai ke sana.
"Dengar, baja tidak digunakan pada zaman dulu. Bahkan hingga sekarang. Dan orang yang membentuk gerbang itu jelas tahu kegunaan baja. Orang itu membentuk gerbang tersebut untuk menghindari sesuatu yang ada di dalam agar tidak keluar."
Lagi-lagi penjelasan gadis itu membuat Mu Xianzhai terkejut. Agar apa yang ada di dalam tidak keluar? Mungkinkah itu berbahaya?
Seharusnya para binatang mutasi yang lahir tidak muncul dari tempat ini. Tapi jelas jika Bell berkata segalanya. Mungkinkah jika pintu gerbang terbuka beberapa tahun sekali? Apakah kemungkinan seperti itu ada di dunia ini?
Jika benar, maka orang yang membangun pintu gerbang ini sudah tahu tindakan pencegahan apa yang diambil.
Mu Xianzhai tentu saja tidak akan meragukan apa yang dikatakan istrinya. Dia memuji ini dengan serius. Lalu bertanya lagi pada Bell. Dia hanya berkata jika itu terjadi beberapa tahun lalu. Semenjak itu, dia hanya tinggal di ruang batu.
Jika benar gerbang baja inti bumi ini terbuka beberapa tahun sekali, maka gelombang binatang mutasi yang keluar dari sana jelas ratusan.
"Jika kaisar pertama Kekaisaran Mu yang membangun ini, maka besar kemungkinan dia tahu banyak tentang bahaya yang akan ditimbulkan," kata Mu Xianzhai.
"Ya, seandainya saja ada petunjuk tentang ini ..." Li Chang Su juga tidak berdaya.
Mekanisme pintu gerbang itu pasti tidak kecil. Lalu dia mendengar Mu Hongzhi berteriak memanggil mereka. Dia menemukan sesuatu yang kemungkinan besar merupakan salah satu petunjuknya untuk membuka pintu gerbang.
Li Chang Su segera pergi menghampiri Mu Hongzhi. Pria itu menunjuk sebuah pola yang tergambar di tengah-tengah pintu gerbang. Cukup tinggi sehingga tidak mungkin bagi mereka untuk memeriksanya.
Sepertinya pola itu berada di garis tengah pintu gerbang, tertutup debu. Jadi harus benar-benar teliti memperhatikannya.
Li Chang Su sudah berulang kali menggunakan kemampuan mata dewa. Hal tersebut membuat matanya lelah dan sakit. Sehingga Mu Xianzhai tidak mengizinkan dia untuk memakainya terlalu sering. Jika tidak, kebutaan mungkin akan terjadi.
Jadi mau tidak mau, Li Chang Su meminta Bell berubah menjadi kucing besar.
"Berdiri sedikit tegak. Aku akan naik," kata Li Chang Su.
__ADS_1
"...." Bell mau tidak mau langsung berubah menjadi besar dan mengangkat kedua kaki depannya. Bertumpu pada pintu gerbang.
Lalu Li Chang Su memanjat dengan mudah, menginjak kepala Bell. "Jangan goyang-goyang."
"Aku tidak goyang-goyang. Tapi kamu sangat tidak sopan menginjak wajahku. Bagaimana mungkin aku bisa santai." Bell berkata jujur.
Bukan hanya itu, bahkan Mu Xianzhai sendiri menyusulnya. Ini membuat Bell seperti benda mati yang diinjak sesuka kaki. Kepalanya pasti kotor. Yang lain hanya bisa menunggu di bawah
Saat ini, Li Chang Su mengusap debu yang memenuhi sela-sela tengah pintu gerbang. Ada simbol kecil memang, agak dalam. Mu Xianzhai memperhatikan ini dengan seksama dan rasanya cukup akrab.
Hingga, Li Chang Su memperhatikan gelang naga perak di pergelangan tangan kirinya. "Entah kenapa, aku merasa ini sama?" Ia juga menunjukkannya pada Mu Xianzhai.
"Ya ... Itu benar." Pria itu memperhatikan pola naga di tengah pintu gerbang. Lalu memperhatikan gelang naga perak. "Jika naga perak meluruskan tubuhnya, ini akan pas di pola."
"Mungkinkah ...." Li Chang Su menebak. Tapi tidak berani mengatakannya.
Mu Xianzhai berbisik, "Kita bicarakan nanti."
Keduanya turun. Tampaknya hari ini, mereka tidak bisa membuka pintu gerbang. Belum lagi, neraka kepanasan. Bell pin kembali ke wujud kecilnya.
"Mungkin saja para binatang mutasi muncul dari tempat yang lain. Tidak mungkin hanya ada pada satu lubang saja." Ye Shi memberitahukan pikirannya. Ia sudah menyeberangi jembatan batu lebih dulu dan melihat-lihat sekitar.
"Itu benar. Kira-kira, apakah di atas kita masih Hutan Putih?" tanya Li Chang Su.
"Sepertinya sudah bukan lagi berada di Hutan Putih." Pada akhirnya Bell berkata. "Hutan Putih tidak terlalu luas."
Berarti, lubang binatang mutasi yang bermunculan itu di sisi wilayah lain. Inilah yang dipikirkan gadis itu sekarang. Mereka menyeberangi jembatan batu, berniat untuk pergi.
Lict terlihat bosan hingga da melemparkan batu kecil ke lava yang tampak menyala-nyala. Tiba-tiba saja, setelah batu menyentuh lava, beberapa ledakan kecil terjadi di bawah. Diiringi dengan gemba dan juga retaknya bebatuan tajam di atas mereka.
"Apa yang kamu lakukan??" Mu Hongzhi yang melihat Lict melemparkan batu kecil ke dalam lava pun menjadi kesal. Tiba-tiba saja lava di bawah sana bergolak.
__ADS_1
"Ah! Aku hanya bosan dan melempar batu. Tidak mungkin menjadi seperti ini karena sebuah batu!" Lict sendiri sudah melarikan diri dengan cepat. Melewati Mu Xianzhai dan Li Chang Su karena panik lebih dulu.
Tuhanku ... Ini mengerikan. Selama hidup sebagai tentara khusus, ini kali pertama baginya melihat kolam lava. Bahkan di zaman modern, ia tidak pernah mendekati gunung aktif. Atau pergi ke negara yang di mana terdapat banyak gunung api aktif.
Sekarang, melihat lava saja sudah membuatnya membayangkan panasnya.
"...." Mu Hongzhi yang sedang bicara dengannya pun hanya tertegun dan buru-buru pergi dengan cepat.
Tempat kecil masih belum berhenti. Setelah mereka melewati jembatan batu itu, lava terus bergolak dan meledak. Sehingga beberapa percikan lava sampai ke daratan. Ini membuat Lict membayangkan jika tangannya terkena percikan lava, mungkin melepuh dan menyisakan lubang.
"Apa yang terjadi?" tanya Li Chang Su seraya menatap langit-langit. Khawatir jika batu tajam di atas jatuh menimpa mereka.
Bell sendiri sudah meremangkan semua bulunya dan lari keluar pintu batu itu. Dia tidak mau dekat-dekat dengan lava. Ada sesuatu di bawah sana yang membuat dirinya merasa merinding.
Semua orang juga bingung dan memilih untuk keluar dari tempat itu. Tiba-tiba saja, pintu batu menutup perlahan. Membuat mereka semakin dingin di punggungnya.
Mu Xianzhai meminta mereka untuk keluar lebih dulu. Untuk tidak menghambat keselamatan yang lain, Ye Shi keluar dengan cepat. Lalu ada Mu Hongzhi yang menendang Lict agar keluar duluan.
"Jangan menendangku! Kamu sangat tidak berperasaan!" Lict yang baru saja berada di luar pintu batu pun meratapi pantatnya yang kesakitan.
"Cih! Kamu sangat lambat!"
Tak berapa lama, Mu Hongzhi juga melompat keluar karena pintu batu semakin sempit. Di belakang mereka saat ini, lava yang bergolak itu kemudian membentuk sebuah makhluk aneh dan menyeramkan. Seluruh tubuhnya hanyalah lava.
Semakin tinggi dan besar, makhluk itu sebenarnya juga memiliki perawakan seperti manusia besar berotot.
Li Chang Su dan Mu Xianzhai yang keluar paling akhir pun mungkin tak akan memiliki waktu yang tepat. Tapi pria itu segera memeluknya dan melakukan gerakan darurat, keluar sebelum pintu batu benar-benar akan tertutup dengan cepat.
Pada saat yang bersamaan juga, suara mengerikan itu menggema dan melempar bola api ke arah pintu batu yang telah tertutup. Raungan masih sayup-sayup terdengar. Bahkan Li Chang Su dan yang lainnya kini masih terdiam di depan pintu batu.
Mereka melihat setidaknya pintu batu berubah menjadi kemerahan dan suhunya menjadi sangat panas. Mungkin makhluk itu sedang mengamuk di dalam sana.
__ADS_1
"Apa ... Makhluk apa itu?" Kali ini Lict akhirnya bisa memiliki suaranya dengan lancar.