Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Terjebak Dalam Sihir Ilusi


__ADS_3

TAK JAUH di depan Mu Xianzhai, seorang gadis bergaun putih dengan gradiasi biru langit di roknya pun tampak berlarian. Bunga-bunga kuning liar yang tumbuh di tanah berumput hijau bergoyang tertiup angin. Menjadikan sosok itu menjadi lebih indah.


Gadis itu tak lain adalah Li Chang Su. Mu Xianzhai ingin menghampirinya, tapi sosok jangkung tiba-tiba saja muncul dari belakang gadis itu—mengejar langkahnya.


Lagi-lagi, Mu Xianzhai tertegun. Ekspresi di balik topeng perak setengah wajahnya sedikit gelap. Tidak tahu kenapa, setiap kali melihat sosok jangkung itu, dia selalu merasa ancaman menghampiri. Dan kali ini, terbukti.


"Tianli, lihatlah bunga-bunga kuning ini. Sangat cantik!" Li Chang Su terkekeh dan memetik beberapa bunga itu. Senyumnya masih mekar.


"Kamu bisa memetik sepuasnya." Pria berpakaian merah muda itu membuka kipas lipatnya dan tersenyum lembut. Dia menghampiri Li Chang Su dan menghalanginya dari panas matahari.


"Ini panas. Mari kita berteduh."


"Tidak. Di sini indah. Bukankah kamu menyukainya?" Li Chang Su memberikan salah satu bunga kuning itu pada Ye Tianli.


Mu Xianzhai yang memperhatikan tak jauh dari mereka pun semakin marah. Apa yang terjadi dengan semua ini. Ini mungkin hanya ilusi, tapi tampaknya sangat nyata. Tawa gadis itu, mu Xianzhai hanya pernah mendengarnya sekali saja.


Li Chang Su jarang tertawa. Bahkan hanya tersenyum dan terkekeh kecil. Kini, melihatnya tertawa dengan lain dan bertindak mesra, bagaimana mungkin dia tidak marah.


Gadis itu adalah istrinya dan sudah menikah. Ye Tianli tidak mungkin memasuki kehidupan rumah tangga mereka. Tapi sekarang, melihat Ye Tianli merangkul gadis itu dan mencium dahinya, ia ingin muntah darah.


Ada dorongan rasa manis di dadanya. Dan mungkin bisa keluar kapan saja. Tidak mungkin ... Tidak mungkin Su'er mengkhianatinya. Bahkan jika mereka berpisah, pria yang bersamanya tidak boleh menjadi Ye Tianli.


Dia ingin pergi menghampiri mereka dan memotong semua bunga kuning ini. Semuanya tampak jelek dan tidak nyaman dipandang. Keduanya jelas bermesraan di depannya. Apakah tidak melihat jika dirinya ada di sini.


Apakah ada ilusi semengerikan ini?


Baru saja melangkah, lengannya tiba-tiba saja diraih seseorang dengan lembut. Ia menoleh dan melihat wanita yang tumbuh bersama sedari kecil—berdiri di belakangnya dengan senyum sedih.


"Kamu masih mengejarnya?" tanya wanita itu sedikit menurunkan kelopak matanya.


"Rongyu?" gumam Mu Xianzhai.


Bagaimana bisa Rongyu ada di sini juga? Bukankah wanita itu menjadi selir Mu Lizheng?

__ADS_1


"Kakak Xian ... Kamu selalu menatapnya terus. Padahal gadis itu sudah mengkhianatimu dan memilih bercerai untuk hidup dengan Ye Tianli. Kamu lihat mereka, bukanlah itu hanya ingin membuatmu mati karena amarah?" Wanita itu ternyata Rongyu. Jelas bahwa saat ini, Rongyu masih memiliki penampilan sebelum terkena kutukan gelang naga perak, atau ritual darah.


Apa yang dikatakan Rongyu hanya membuatnya kesal. Tapi wanita itu malah memeluknya dengan erat.


"Kakak Xian ... Aku selalu menyukaimu. Tapi kamu bahkan tidak pernah melirikku. Lihatlah aku, apakah begitu tidak pantas daripada gadis itu? Jelas bahwa dia mengkhianatimu. Kamu masih punya aku di sini. Aku bisa menjadi istri yang baik." Rongyu berkata lagi sambil tersenyum, tapi ada sedikit seringaian.


"Rongyu ... Yu'er ...," gumam pria itu sedikit linglung.


Mu Xianzhai merasa jika seseorang ada di belakangnya. Dia melepaskan pelukan Rongyu dan menoleh ke belakang. Sosok Li Chang Su sudah berdiri tak jauh di dekatnya. Ada senyum penuh arti yang tidak biasa.


Ia tertegun dan tidak tahu harus berkata apa. Rongyu masih memeluk lengannya dengan senyum. Dan Li Chang Su menatapnya dengan sedikit kesedihan.


"Mu Xianzhai ... Lupakan aku. Aku tidak mencintaimu. Selama ini, aku hanya mencintai Ye Tianli. Sejak kecil, aku selalu mencintai Tianli. Dia lembut dan memperlakukanku dengan baik. Dia tidak sepertimu yang selalu ingin menang sendiri, mengekangku di mana-mana. Itu bukan hidup yang kuinginkan."


Kata-kata Li Chang Su menusuk hati Mu Xianzhai. Ini suara Su'er nya. Apakah semua ini benar. Tapi ... Apa maksudnya dengan kata 'sejak kecil'? Ia menyipitkan matanya dan mencurigai sesuatu.


Namun Rongyu sudah mengajaknya untuk pergi. "Kakak Xian, kaisar setuju untuk membiarkan aku menikah denganmu. Besok adalah hari pertunangan kita. Ayo kita pergi ... Biarkan mereka bahagia."


Mu Xianzhai masih sedikit linglung. Dia berbalik dan tidak ingin melihat Li Chang Su. Dia khawatir tidak bisa lepas dari rasa sakit di hatinya yang baru saja muncul.


Embusan angin itu muncul lagi setiap kali dia melangkah menjauh dari sana. Hingga akhirnya, rasa dingin itu seperti menusuk kepalanya. Dia jelas langsung berhenti dan tidak memedulikan Rongyu yang bertanya-tanya.


Bayangan seekor naga perak muncul dalam pikirannya. Sangat jelas. Naga itu terlihat tidak senang dan marah.


"Jika kamu dikalahkan ilusi, jangan salahkan aku mengubah takdir gelang naga perak!" Naga perak raksasanya itu meraung. Suaranya memekakkan telinga Mu Xianzhai.


Sadar dari apa yang dikatakan naga perak, Mu Xianzhai akhirnya memiliki pikiran yang jernih. Takdir gelang naga perak. Dia berbalik dan melihat Li Chang Su yang masih berdiri di tempat yang sama. Melihat pergelangan tangan kirinya, tidak ada gelang itu sama sekali.


Ia menatapnya untuk waktu yang lama sebelum akhirnya meminta Rongyu untuk pergi lebih dulu. Dia beralasan untuk mengatakan selamat perpisahan padanya.


Sedangkan Ye Tianli, hanya berdiri cukup jauh dari Li Chang Su, seperti menunggu sesuatu.


Perlahan, Mu Xianzhai mendekati gadis itu dan menyentuh wajahnya. Rambutnya yang halus serta kehangatan tubuhnya, ia masih ingat dengan jelas.

__ADS_1


"Su'er ..." panggilnya sedikit bergumam.


"Ada apa?"


"Apakah kamu benar-benar tidak mencintaiku?"


"Bagaimana jika aku bilang masih mencintaimu? Keadaan yang membuatku harus memutuskan sesuatu." Li Chang Su sepertinya sangat murni dan juga bersedih.


"Tapi aku tidak ingin berpisah denganmu. Bisakah kita masih bersama?"


"Kita sudah bercerai." Gadis itu menggelengkan kepala.


"Kita jelas bisa menikah lagi. Aku akan mengurus semuanya." Mu Xianzhai membujuk.


"Bisakah itu?"


"Tentu."


Li Chang Su menundukkan kepalanya sejenak. Ada kilasan aneh di matanya saat ini, lalu meraih tangan pria itu. "Kalau begitu, cium aku lebih dulu. Aku akan menikah denganmu lagi dan mengatasi segalanya."


Gadis itu merangkul lehernya dan tersenyum cemerlang. Sangat indah dan cantik. Mu Xianzhai juga tersenyum dan menyentuh wajahnya. Gadis ini memang cantik. Ia merendahkan kepalanya untuk berniat mencium bibir gadis itu.


Hanya sedikit lagu keduanya berciuman, Mu Xianzhai sudah mengeluarkan sesuatu dan benda dingin menusuk dada gadis itu.


"Ahhh!!" Li Chang Su terkejut dan membelakkan matanya. Ia menatap Mu Xianzhai dengan tidak percaya. Darah segar merembes dari sudut mulutnya. "Kamu ... Kamu ...."


Mu Xianzhai langsung berekspresi dingin. Dia mencabut pedangnya dengan menghirup udara musim panas ini. "Kamu bukan Su'er!" katanya tanpa nada kehangatan.


Li Chang Su yang baru saja tertusuk itu kebingungan. Lalu dia mendengar Mu Xianzhai berkata lagi.


"Kamu sama sekali bukan dia. Su'er yang kukenal bukan berasal dari dunia kuno. Dan dia sama sekali tidak mengenal Ye Tianli sejak kecil. Dia tidak suka tertawa banyak dan lebih hobi mencibir padaku. Dia tidak memiliki kelembutan seorang gadis kamar kerja." Dia menjelaskan satu persatu tentang gadis itu. Li Chang Su di depannya bukanlah yang asli.


Ini semua hanyalah ilusi.

__ADS_1


Dengan sadarnya pikiran Mu Xianzhai, angin kencang tiba-tiba saja muncul. Disertai dengan kepingan salju. Perlahan, bayangan Li Chang Su menghilang di matanya ....


__ADS_2