Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
"Siapa Yang Berani Melecehkan Istriku?"


__ADS_3

HE ZE HAMPIR saja gila. Dia langsung marah. Sebelum salah satu dari mereka berhasil untuk menangkap, dia telah pindah ke sisi lain. Kali ini dia pindah ke atas kepala salah satu dari ketiga pria jubah hitam. Menjambak, mencakar dan menggigit.


Dia memiliki racun di gigi. Serta kemampuan spiritualnya sangat besar. Manusia sesat itu sungguh membuatnya rendah. Salah salah satu dari mereka berteriak kesakitan, ingin menyingkirkan He Ze. Namun setiap kali mereka ingin menangkap tubuh mungilnya, He Ze selalu berpindah-pindah sambil menyerang.


"Sial! Apakah tupai ini sangat pintar. Cepat tangkap!" Pria berjubah hitam yang tadi sempat ditempeli He Ze pun kesal.


Lalu tanpa sengaja, binatang kecil berbulu putih masuk ke dalam jubah pria berjubah hitam yang tadi dipanggil bos.


"Makhluk kecil. Lihat bagaimana aku akan meremasmu!"


Keduanya segera menyentuh sana-sini tubuh bosnya. Sementara pria berjubah hitam yang kemasukan He Ze pun tidak bisa menahan geli, sedikit tertawa sambil menyentuh tubuhnya sendiri. Mencari tupai itu. Berniat untuk mengeluarkannya.


He Ze kesal dan berniat untuk melakukan sesuatu yang menarik. Pada akhirnya dia tahu ke mana harus pergi. Terus ke bawah, menuju titik vital pria yang sensitif. He Ze rasanya ingin tertawa ketika memikirkan hal kotor itu.


Pria berjubah hitam itu mulai panik dan meminta dua anak buahnya segera mengeluarkan tupai putih tersebut dari tubuhnya.


"Bos, kami tidak menemukannya!"


"Bodoh. Ah, sial ... Tupai ini masuk ke dalam celanaku!"


"...." Kenapa keduanya merasa jika tupai itu ingin ....


Sebelum keduanya menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, pria berjubah hitam yang dipanggil bos itu langsung berteriak kesakitan dan berguling sambil menyentuh tubuh bawahnya. Keduanya terkejut dan panik. Apakah tupai itu mengigit 'milik' bos?


Setelah berguling di salju, pria berjubah hitam itu hampir saja melepaskan topeng. Dia langsung berusaha bangkit dan melepaskan jubah. Lalu lepaskan sabuk untuk melonggarkan pakaian. Sungguh merepotkan untuk melepas celana dan menyingkirkan tupai itu.


"Bos, apa yang kamu lakukan?" Salah satu dari keduanya mulai menggigil. Apakah bos gila dengan membuka pakaian di tempat seperti ini?


Pria berjubah hitam yang sedang diganggu He Ze itu memelototi keduanya. "Tupai ini menggigit punyaku! Cepat bantu aku menyingkirkannya!"

__ADS_1


"Bos ...." Bagaimana mereka mau. Itu terlalu memalukan.


Pada akhirnya pria itu berhasil melonggarkan sabuk dan menahan rasa sakit karena tupai putih yang masuk ke celananya masih menggigit. Li Chang Su yang telah lama menonton pertunjukan ini akhirnya tertawa. Ketiganya menatap ke arah suara. Gadis itu tersenyum mengejek.


Ketiganya segera berwajah hijau. Kali ini telah menentukan sesuatu. Tupai putih itu milik gadis tadi. Betapa memalukannya. Pria berjubah hitam yang tah digigit oleh He Ze pun menggertakkan gigi. Wajah di balik topeng hitam poos itu memerah karena marah.


"Wanita! Beraninya kamu bermain dengan tuan ini! Lihatlah bagaimana aku akan menangkapmu dan menekanmu di bawah hingga merengek!" Suaranya menggelegar, penuh kemarahan.


Tupai putih yang sudah selesai menggigit itu langsung melarikan diri ke pohon lain, memberikan tatapan mengejek. Lalu menghilang di balik rimbunnya dedaunan. Sebenarnya, makhluk itu kembali ke ruang artefak.


Seketika, hawa di sekitarnya menjadi mencekam. Bulu kuduk mereka meremang disertai jantung yang kencang kencang. Mereka hampir saja tercekik oleh aura yang mengerikan. Bahkan Li Chang Su sendiri tertegun ketika merasakan aura yang familiar ini. Hingga, dia melihat sosok jangkung itu ...


"Siapa yang berani melecehkan istriku?!" Nada dingin, arogan dan penuh napas kematian. Tatapan matanya dibalik topeng seperti elang neraka yang sial mencengkeram jantung manusia.


Ketiga pria berjubah hitam dengan topeng itu berbalik, menatap pria kangkung berpakaian ungu tua, ada bercak darah di mana-mana. Bahkan topeng peraknya sendiri memiliki percikan darah serigala mutasi yang dibunuh.


Siapa yang menyangka jika gadis itu adalah istri pria ini?


Lalu, apakah mereka salah target? Memprovokasi orang-orang kuat. Aturan Sekte Hitam tidak bisa dilanggar. Ada atau aturan yang harus mereka penuhi sejak awal. Yaitu menghormati yang kuat. Jika bertemu lawan yang lebih kuat, maka mundur. Jika memprovokasi mereka, Sekte Hitam akan terancam.


"Katakan lagi, apa yang ingin kamu lakukan pada istriku?" tanya Mu Xianzhai masih memegang gagang pedang dengan erat. Darah merah cerah dari masih terlihat di permukaan bilah pedangnya.


Ketiganya menggigil. Sial! Mereka telah menggunakan ilmu tenaga dalam masing-masing untuk menghilangkan tekanan ini. Namun justru napasnya semakin kuat. Ini buruk. Mata pada gelang naga perak yang terpasang di pergelangan tangan kiri Li Chang Su sedikit bercahaya merah samar. Seperti respon.


Mu Xianzhai benar-benar marah kali ini. Tadi dia tidak sengaja mendengar salah satu dari mereka ingin menyentuh Su'er nya. Itu istrinya! Hanya dia yang bisa menyentuhnya. Bagaimana mungkin dia akan membiarkan para pria kotor itu untuk menyentuh ujung rambut istrinya.


Hanya mimpi buruk yang tidak akan pernah bangun!


Dia tahu Li Chang Su bisa mengatasi ini. Kekhawatirannya pun berkurang. Tapi ketika semuanya berbelok ke arah yang tidak senonoh, dia marah. Bahkan jika itu tidak menyentuh istrinya, kata-kata pria itu kotor. Artinya, hanya dia sebagai suami yang bisa mengatakan kata-kata itu pada Li Chang Su.

__ADS_1


Ketiganya tergagap saat ingin berbicara. Pria berjubah hitam yang menjadi korban He Ze tadi kini lemas dan tanpa sengaja, celananya turun. Dengan gemetar, dia mencoba memakai lagi celananya, wajah dibalik topeng hitam polos itu memerah.


Untuk Li Chang Su sendiri agak canggung. Walaupun tidak terlihat jelas, semuanya tetaplah barang pria. Dia sebenarnya tanpa sengaja melihatnya sekilas. Hanya sekilas. Tapi itu disaksikan oleh Mu Xianzhai.


Wajah pria itu menjadi gelap. Dia dengan cepat maju dan mengayunkan pedangnya. Salah satu dari mereka tidak siap untuk mencabut pedang dan memblokir.


"ARGGHH!!!" Teriakan nyaring yang penuh kesakitan itu keluar dari mulut pria berjubah hitam yang menjadi korban He Ze.


Pria itu berguling di tanah bersalju sambil menutupi tubuh bawahnya yang berlumuran darah. Ekspresinya menyakitkan, ingin mati. Dua pria berjubah hitam yang tersisa langsung ketakutan. Gerakan pria itu sangat cepat. Hanya dengan satu kali gerakan, bosnya telah menjadi cacat.


Di masa depan, pria yang telah kehilangan 'miliknya' itu secara alami tidak akan pernah bisa menyentuh wanita. Sekarang menjadi kasim. Tanpa sadar, kedua pria berjubah hitam yang tersisa langsung menutupi tubuh bawah, kulit kepala langsung mati rasa.


Mu Xianzhai sama sekali tidak berbelas kasihan. Wajahnya tetap dingin. Seolah-olah itu hanya hukuman kecil di matanya. Li Chang Su sendiri linglung. Perubahan ini sungguh cepat. Dia hanya sedang bermain dengan tiga pria itu. Tanpa diduga, ada kemarahan Mu Xianzhai.


"Ini ... Orang hebat, tolong biarkan kami pergi. Kamu tidak akan berani lagi untuk datang!" Salah satu dari keduanya pun memohon. Keringat dingin juga mengucur di dahi mereka tanpa disadari.


"Itu mudah," kata Mu Xianzhai seraya tersenyum, namun dingin. Dia hanya menggerakan jarinya saja dan para penjaga gelap muncul, membunuh keduanya sekaligus.


Setelah keduanya tumbang, pria berjubah hitam yang kini kehilangan alat masa depannya pun membelalakkan mata. Lalu kedua penjaga gelap itu menghampiri dengan langkah sombong, menyeret pria itu pergi untuk eksekusi.


Li Chang Su yang masih berada di atas pohon kini belum pulih dari perasaan linglungnya. Hingga saat melihat Mu Xianzhai menatapnya dengan potur tegap, terlihat seperti pahlawan.


"Su'er ... Turunlah!" Nadanya sedikit memerintah. Ada sedikit ketidaksabaran.


Dan Li Chang Su tidak berkata-kata, hanya patuh turun dari atas pohon, lalu menghampirinya. Ingin tahu apakah pria ini memiliki cedera atau tidak. Karena pakaiannya kini dipenuhi percikan darah serigala mutasi.


Namun sebelum dia membuka mulut, Mu Xianzhai sudah meraih pinggangnya dengan kencang dan menundukkan kepala. Dalam waktu yang singkat, pria itu mencuri kelembutan bibirnya.


Satu ciuman, jatuh ....

__ADS_1


__ADS_2