Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Mandi Bersama Di Ruang Artefak


__ADS_3

GADIS ITU mengangguk dan memeluknya. Aroma cendana pada tubuh pria ini benar-benar seperti parfum alami. Zaman kuno, tidak mungkin memiliki banyak parfum yang beragam seperti di dunia modern. Paling walaupun ada, pasti mahal dan terbatas.


Biasanya hanya kaum bangsawan saja yang memakai parfum dari ekstrak bunga-bungaan atau tanaman tertentu. Jadi Li Chang Su menghirup aroma cendana cukup banyak malam ini.


"Jangan khawatir, ada aku ..." Pria itu menenangkan pikirannya dan mencium kening istrinya. "Tidurlah lagi," bisiknya.


"Aku tidak bisa tidur lagi. Perasaan gelisah ini semakin kuat," kata Li Chang Su agak kurang sehat.


Luka goresan di lengan kirinya masih sedikit sakit walaupun sudah minum air roh dari kolam ruang artefak. Beberapa goresan yang cukup dalam hanya sembuh sedikit demi sedikit. Sisanya sudah mulai menghilang tak berbekas.


Pria itu segera memberinya ciuman cukup lama dan menatap istrinya dengan penuh kasih sayang. "Mau bermain sebentar?" godanya.


Wajah gadis itu memerah. "Di luar banyak penjaga gelap. Jangan ganggu," katanya menolak dengan halus.


"Aku akan pelan," bisik pria itu tidak mau melepaskannya.


"Tapi ..." Li Chang Su ragu-ragu.


"Su'er tidak menolak." Pria itu tersenyum dan melepaskan tali gaun yang mengikat di tubuh istrinya sehingga gaun itu menjadi lebih longgar.


Mu Xianzhai tampaknya sudah paham dengan gaun seperti ini sejak menikahi Li Chang Su. Dia mencium bibirnya lagi sambil menyentuh beberapa tempat di tubuh istrinya.


Melihat bahawa Mu Xianzhai benar-benar tidak akan berhenti, Li Chang Su segera berkata, "Lakukan dengan pelan. Jangan membuat para penjaga gelap mengetahuinya."


"Kenapa? Mereka adalah bawahan yang akan menjaga sekitar. Apapun yang Raja ini lakukan, mereka tak akan berani mengganggu," bisik pria itu lagi. Kali ini dia menggigit salah satu daun telinga gadis itu karena merasa gemas.


Li Chang Su mengerutkan kening dan merangkul lehernya saat itu terjadi. Dia benar-benar tidak berani bersuara. Tapi tampaknya Mu Xianzhai menyukai ekspresi tertekannya ini. Meski begitu, dia tetap bergerak dengan lembut.


"Su'er ...," bisiknya. "Raja ini mencintaimu," katanya lagi.


Gadis itu hanya memiliki wajah memerah dan tidak mengatakan apapun. Sangat memalukan, pikirnya.


Keesokan paginya ....


Tanpa diduga, salju turun semakin lebat. Padahal ini hanya beberapa minggu lagi menuju akhir musim dingin. Para penjaga gelap sudah cukup kedinginan dan membuat api unggun yang baru. Semalam, mereka bergiliran menjaga dan mendengarkan sedikit suara dari tenda tuannya.

__ADS_1


Mungkin tuan sedang memanjakan sang putri. Sehingga mereka tidak berani untuk menganggu ataupun membuat keributan lain.


Tentu saja Li Chang Su tidak tahu jika semalam, suaranya masih bisa terdengar meski samar-samar. Mu Xianzhai benar-benar tidak bisa diajak kompromi setelah larut dalam kesenangan, sehingga dia kelelahan dan tidur.


Pagi ini, tak ada yang berani mengganggu tenda Mu Xianzhai. Lict dan Mu Hongzhi yang keluar tenda seraya menguap pun segera mendapatkan tanda dari penjaga gelap untuk tidak menganggu pasangan itu.


Walaupun tidak tahu kenapa, Mu Hongzhi mungkin masih memiliki beberapa pemahaman. Dia hanya duduk di dekat api unggun dan menerima segelas teh hangat dari penjaga gelapnya.


Beberapa perabotan memang sengaja Li Chang Su biarkan di luar agar para penjaga gelap itu bisa menggunakannya kapan saja.


Adapun Li Chang Su di dalam tenda saat ini ...


Badannya sedikit pegal dan sakit. Tapi kehangatan menyelimutinya tubuhnya. Ketika membuka mata, ia merasa jika tubuhnya sedikit terjerat. Tanpa diduga, sebenarnya Mu Xianzhai memeluk dia dari belakang hanya dengan bertelanjang dada saja.


Ia tidak berani bergerak terlalu jauh karena dirinya sendiri tidak berpakaian saat ini. Sial! Semalam pria itu benar-benar mengupas habis pakaiannya karena merasa terganggu. Jadi sekarang, dia tidak memakai apapun.


Sangat memalukan.


"Bangun?" Suara magnetis di belakangnya terdengar, terasa hangat di daun telinganya.


Tapi tidak ada satupun dari binatang mutasi golongan kegelapan yang datang. Atau mungkin juga karena keberadaan Xue Zi.


Mu Xianzhai menggigit daun telinga istrinya lagi, menggodanya. "Selamat pagi," bisiknya.


"Pagi, Suami." Gadis itu terlihat memerah dan tidak berani menoleh.


"Yah, suami ... panggilan ini bagus." Pria itu terkekeh dan merapikan anak rambut di sekitar telinga istrinya. "Bangun, waktunya membuat sarapan."


"Aku akan mandi dulu." Gadis itu mengambil duduk dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


Mu Xianzhai merasa jika itu tidak terlalu memalukan. Walaupun ada beberapa bekas merah di tubuh istrinya, semua itu mahakarya dirinya. Sangat puas ketika melihat ini.


"Pergi tanpa mengajakku?" tanya pria itu sedikit tidak senang. "Aku juga mau mandi."


"..." Li Chang Su tahu. Intinya, dia harus mengajak pria ini ke ruang artefak.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan mereka di luar?" Li Chang Su tidak tega dengan Lict dan Mu Hongzhi. Dua pria itu juga pasti butuh mandi.


Masalah ini, Mu Xianzhai tahu harus berbuat apa. Dia memeluk istrinya dengan hati-hati agar tidak menekan luka goresan di lengan kirinya.


"Masalah itu jangan khawatir. Setelah mandi, aku akan membuat air di sungai mencari dan hangat. Sehingga dia pria bodoh itu bisa mandi," jawabnya. Ini menyelesaikan masalah.


Mu Xianzhai memiliki elemen api di tubuhnya. Mudah jika ingin membuat pemandian air panas. Tapi tidak mungkin mandi bersama dua pria lainnya. Ia ingin pergi dan mandi dengan Li Chang Su.


Setelah keduanya memasuki ke ruang artefak, Li Chang Su masih menggunakan selimut. Dia segera melarikan diri untuk mandi lebih awal. Tapi tanpa diduga, Mu Xianzhai berhasil menangkap tubuhnya.


"Mau lari ke mana? Su'er, kita mandi bersama?" Pria itu berbisik dan membopongnya ke ruang tidur. Karena kamar mandi memang ada di dalamnya.


"Mu Xianzhai .... Tak tahu malu!" Li Chang Su menggertakkan giginya dan tidak bisa melakukan apapun.


Dia hanya pasrah di bawa ke kamar. Selimut dilempari begitu saja sehingga ia benar-benar terekspos semuanya. Li Chang Su sangat malu dan berteriak seraya ingin menutupi tubuhnya.


Tapi Mu Xianzhai hanya terkekeh dan menggelengkan kepala. "Su'er, bagian mana yang belum Raja ini lihat?" godanya.


"Tapi aku tetap saja malu." Gadis itu benar-benar merasa sedang diperhatikan sehingga hanya bisa menutupi wajahnya.


"Tubuhmu bagus. Raja ini selalu menyukainya. Heh, jika Su'er malu-malu seperti ini, Raja anggap sebagai undangan masuk?"


"Tidak!" Gadis itu buru-buru berkata dan menahan diri untuk tidak menunjukkan ekspresi malunya.


Setelah masuk ke kamar mandi, keduanya mungkin mandi air hangat atau berendam. Tapi sesekali suara Li Chang Su yang berteriak dan mengutuk Mu Xianzhai terdengar cukup jelas.


Apapun yang terjadi di dalam sana, tidak ada yang tahu.


He Ze yang berada di halaman sambil makan kacang rebus pun tidak peduli. Tapi dia sesekali menyirami rumput hijau di halaman yang telah dimakan para kuda sebelumnya. Setidaknya, sekarang rumput-rumput itu mulai tumbuh lagi.


Setelah waktu berlalu, Mu Xianzhai dan Li Chang Su sudah membersihkan diri dan pergi ke ruangan lain untuk menyiapkan banyak bahan masakan.


Mereka mungkin berpergian menuju Sekte Hitam dan berniat mencari tahu di mana lokasi para binatang mutasi bermunculan. Pintu gerbang baja itu sungguh membuat Li Chang Su penasaran.


"Su'er ... Makanan jenis apa ini? Kenapa bungkusannya aneh?" tanya Mu Xianzhai tiba-tiba seraya memegang bungkusan plastik khusus.

__ADS_1


__ADS_2