
"YAH, TIDAK apa-apa."
Li Chang Su menguap. Meski sudah mencuci wajah dan membersihkan diri di ruang artefak, dia agak lelah gara-gara adegan ambigu semalam. Untung saja Mu Xianzhai tidak banyak tingkah sehingga dia bisa menggerakkan tubuhnya dengan nyaman hari ini.
Lict bisa memasak beberapa hidangan. Sup adalah salah satu jenis makanan yang diajarkan Li Chang Su padanya. Lagi pula dia tidak ingin menunda banyak waktu jadi melakukan sisanya.
Li Chang Su dan Mu Xianzhai tidak perlu repot untuk menyiapkan hidangan lain. Adapun Xue Zi—kelinci putih mutasi itu, Lict berkata pergi entah ke mana dan belum kembali. Kemungkinan besar mencari wortel liar dan memakannya diam-diam.
Setelah sarapan dan menghangatkan tubuh, Xue Zi kembali dengan wortel gemuk. Dia tidak bisa minum sup jadi hanya bisa mengeluh karena Lict tidak membuatkannya sarapan.
"Ayo pergi, kita tidak bisa menunda waktu," kata Li Chang Su.
Para bawahan Mu Xianzhai membereskan jejak api unggun dan mereka melanjutkan perjalanan kembali. Lict menerima beberapa makanan ringan yang dikenalnya, seperti keripik kentang, keripik bawang, keripik singkong dan jenis lainnya.
Xue Zi tidak suka makanan tidak sehat itu—menurutnya tidak sehat, tidak ada nutrisi dan tak mengenyangkan. Jadi Lict puas makan sendirian. Sepanjang perjalanan,
Adapun di kereta Li Chang Su, keduanya makan keripik kentang. Meski Mu Xianzhai tidak terbiasa dengan makanan ringan seperti itu tapi rasa gurihnya membuat dia ketagihan. Tidak tahu kenapa Li Chang Su menyukainya. Tapi mungkin karena wanita menyukai makanan seperti camilan jenis apapun.
Karena sepanjang perjalanan tidak ada gambaran apapun, pada siang harinya, mereka tiba di barak militer. Beberapa prajurit datang untuk menyambut tak terkecuali para jenderal dan wakilnya yang berada di bawah pimpinan Mu Xianzhai.
"Raja," sapa mereka langsung penuh hormat.
"Bebas," kata Mu Xianzhai santai. Dia membantu istrinya turun dari kereta. Lalu mereka juga menyapa Li Chang Su.
__ADS_1
Sayangnya Mu Hongzhi tidak ada di sana dan secara alami akan menyusul lain waktu. Kali ini keduanya datang lebih cepat daripada perkiraan mereka. Mu Xianzhai selalu memasang ekspresi acuh tak acuh melalui topeng peraknya sehingga tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh pria berdarah dingin itu.
Namun Mu Xianzhai langsung menanyakan apa yang terjadi dan seperti apa kondisi barak militer saat ini. Perwakilan mereka langsung menceritakan secara detail hingga benteng perbatasan juga sudah diperbaiki meski belum selesai sepenuhnya.
Li Chang Su tidak mau mengganggu Mu Xianzhai yang sedang berdiskusi dengan bawahan jadi segera membawa Lict untuk melakukan hal lain. Mu Xianzhai tidak menahannya kali ini dan meminta seseorang untuk mengangar Li Chang Su ke tendanya.
"Senior Su, apa yang akan kamu lakukan terlebih dahulu?" tanya Lict sedikit berbisik. Jika orang lain tahu dia memanggil Li Chang Su dengan sebutan 'senior' kemungkinan besar akan dimarahi. Bagaimanapun juga Li Chang Su adalah sang putri saat ini, istri dari raja perang.
"Temui sepuluh prajurit khusus yang kulatih." Li Chang Su mengerutkan kening dan tidak tahu bagaimana keadaan mereka saat ini. Terutama Heifang yang ditunjuknya sebagai pemimpin.
Li Chang Su pergi ke tenda Mu Xianzhai terlebih dahulu dan menyimpan beberapa barang bawaan. Begitu pula dengan Lict yang tendanya ada di sebelah mereka. Li Chang Su mengeluarkan beberapa bahan masakan serta makanan ringan lainnya untuk para prajurit di sini. Ada juga anggur dan daging untuk barbeque.
Para prajurit suka makan daging dan minum minuman beralkohol di waktu senggang. Terkadang membawa wanita penghibur untuk menghilangkan bosan. Meski di barak militer selalu ada tempat para wanita menunggu dilayani, namun Li Chang Su tidak mau repot berurusan dengan mereka.
Sepertinya para wanita setengah telanjang saja sudah membuat mereka tidak tahan, apalagi jika hidup di dunia modern yang penuh dengan para wanita berpakaian minim. Ini zaman feodal, Li Chang Su tak bisa menyalahkan sejarah. Bahkan dia pernah berpikir apakah Mu Xianzhai benar-benar tidak tertarik dengan wanita lain atau merasa mereka biasa saja?
Setelah mengatur beberapa makanan dan minuman untuk para prajurit, Li Chang Su membawa Lict dan kelinci putih mutasi ke sisi lain. Tak jauh dari lokasi tenda didirikan, tempat latihan khusus dibuat.
Kedua mendengar suara latihan. Li Chang Su akrab dengan penampilan sepuluh prajurit khusus yang dipilihnya.
"Sepertinya mereka memiliki beberapa kemajuan pesat," gumam Li Chang Su.
"Kamu benar-benar memberikan mereka buku latihan. Apakah tidak akan ada masalah? Lagi pula buku latihan dari zaman modern lebih maju daripada seni bela diri orang-orang di zaman ini. Bagaimana jika itu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab?" Lict tahu buku latihan dasar yang diberikan Li Chang Su pada sepuluh prajurit khusus itu.
__ADS_1
Meski mereka belum lama mengenal prajurit khusus itu tapi ada Mu Xianzhai. Mereka semua adalah orang-orang Mu Xianzhai.
"Hanya buku latihan seni bela diri kecil. Ini bukan harta karun yang besar," kata Li Chang Su. "Apa yang harus ditakutkan. Semua orang belajar seni bela diri kecil ini juga bukan lawanku. Hanya sedikit lebih terampil saja bagi mereka yang tidak tahu apapun," jelasnya.
"..." Kamu mengira buku itu hanyalah sampah. Jika kita di zaman modern, kamu sudah dihukum oleh atasan, batin Lict langsung menyentuh dahinya dengan sedikit perasaan tidak berdaya.
Ketika mereka sampai di tempat latihan, sosok jangkung berpakaian tentara seperti sangat senang dengan kehadiran Li Chang Su. Dia berhenti berlatih dan menghampiri keduanya lalu berlutut untuk memberi hormat.
"Heifang menyambut kedatangan Sang Putri," kata pria itu dengan suara yang tegas. Meski wajahnya terlihat agak galak, tapi nada bicaranya sopan.
Ini Heifang, prajurit khusus yang dipilih Mu Xianzhai sebelumnya. Meski terlihat galak dan tidak suka mematuhi perintah, pada kenyataannya tidak seperti itu. Heifang memang memiliki ekspresi dingin dan agak kejam sejak kecil. Lalu dengan pergi ke tentara, membuat orang-orang di sekitarnya justru merasa jika Heifang ini jahat.
Ketika menyambut Li Chang Su, nada bicaranya tidak segalak ekspresi di wajahnya. Membuat Lict sendiri agak terkejut dengan masalah tersebut dan menggelengkan kepala.
"Apakah kamu benar-benar Heifang?" tanyanya bingung.
Heifang melihat laki-laki seusia Li Chang Su di samping dan mengangguk tanpa ragu. "Saya Heifang."
"Kenapa kamu terlihat begitu galak? Tapi aku terkejut kamu sangat sopan," celetuk Lict tanpa ragu seraya memeluk Xue Zi si kelinci putih mutasi.
"..." Ini bukan kesalahan bawahan, pikir Heifang.
Li Chang Su melihat bahwa sembilan prajurit khusus di bawah pimpinan Heifang pun maju dan juga berlutut untuk memberi hormat padanya. Li Chang Su menaikkan sebelah alis dan bertanya soal latihan mereka selama dia ada di ibu kota.
__ADS_1
"Ayo, biarkan aku melihat sejauh mana kalian berlatih. Heifang, pimpin tim," kata gadis itu santai.