Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pelelangan


__ADS_3

MALAM HARI tiba. Jalanan ibukota ramai seperti biasanya. Hujan ringan turun, membuat hawa lebih dingin. Beberapa kios makanan menjual menu yang menghangatkan tubuh. Dan banyak orang yang membelinya, sekadar mengisi perut yang dingin.


Beberapa anak berlarian bersama dengan teman sebaya. Ada juga orang tua yang menjaga anak mereka agar tidak tersesat. Pakaian musim dingin membutuhkan beberapa lapis, jubah berbulu atau sepatu tahan air.


Li Chang Su berjalan di antara banyak orang. Dia masih mengenakan jubah hitam, kakinya terbalut sepatu musim dingin yang mencapai lutut. Sangat hangat.


Dengan tudung besarnya, orang-orang tidak tahu seperti apa wajahnya. Gadis itu hanya berjalan sambil melihat-lihat sekitar. Aroma makanan tercium. Bahkan beberapa diletakan sebagai promosi, menunggu pelanggan.


Suara kereta kuda terdengar di kejauhan. Kusir yang mengendalikan kuda berteriak pada orang-orang di jalan untuk menghindar. Dengan lantang, kusir itu berkata bahwa sang putri mahkota ada di dalam. Mendengar teriakan di bawah hujan ringan, orang-orang segera menghindar—khawatir menghalangi.


Orang-orang di ibukota tahu bahwa sang putri mahkota ini terkenal sombong dan kasar. Sebagai anak permaisuri, putri mahkota menjadi lebih sombong. Belum lagi, dia memiliki seorang kakak laki-laki yang juga menjadi putra mahkota. Secara menyeluruh, dia adalah adik dari putra mahkota.


Pecut dan suara ringkikan kuda terus terdengar. Kereta melaju kencang. Para orang tua merangkul anak mereka untuk menghindari kecelakaan. Tapi karena semua orang berlomba-lomba menghindar, seorang anak kecil terjatuh dan nyaris terinjak orang. Hanya menangis tanpa pindah.


Ibu dari anak itu berteriak sambil memanggil anaknya dengan ketakutan dan panik. Li Chang Su yang sebelumnya ada di samping pun menyipitkan matanya. Melalui penglihatan mata dewa, dia melihat anak itu di tengah jalan pasar malam, basah oleh hujan.


Dalam sekejap, dia pindah dan menghilang dari tempat. Tiba-tiba ada di depan anak itu dan menggendongnya menjauh dalam sekejap mata. Mata semua orang bodoh untuk sementara waktu. Kemampuan ini hampir menyerupai teleportasi. Tapi sebenarnya Li Chang Su menggunakan sedikit tenaga dalamnya untuk mengontrol kemampuan ruang artefak.


Dia muncul lagi di dahan pohon yang kokoh. Anak itu menangis di pelukannya, ketakutannya. Kereta kuda yang membawa sang putri mahkota acuh tak acuh, melaju kencang. Sangat sombong. Li Chang Su mengeluarkan kerikil dari ruang artefak dan menembak ke arah kaki kuda serta roda belakang.


Seketika kuda meringkik keras seraya mengangkat kedua kaki depan, terkejut. Sebelum akhirnya salah satu roda kereta lepas dan secara alami roboh. Orang-orang yang menyaksikan itu belum pulih dari keterkejutan. Si kusir yang mengendalikan kuda tidak berdaya. Dia mungkin siap untuk dipenggal.


Para penjaga bayangan yang mengikuti sang putri pun turun dari kegelapan untuk memastikan keselamatan. Mereka melihat sekitar, tak ada siapapun. Jelas, mereka merasakan fluktuasi ilmu tenaga dalam seseorang. Sangat kuat dan cekatan. Seperti seorang master.


Anak yang tadi diselamatkan itu telah kembali pada ibunya. Hanya berkata bahwa seseorang menyelamatkannya, tidak tahu siapa. Para penjaga bayangan segera mengeluarkan putri mahkota dari kereta yang terguling. Serta dua orang pelayannya.


Ada luka memar dan berdarah di dahi putri mahkota. Sementara dua pelayannya hanya memar. Sang putri telah mengetuk dinding kereta hingga mengakibatkan cedera dahi.


"Siapa yang berani menjatuhkan sang putri?" Salah satu pelayannya berteriak marah, matanya mengancam semua orang.

__ADS_1


Dengan kehujanan, putri mahkota yang memakai gaun kuning cerah itu hampir basah. Ekspresinya marah dan malu, sungguh tidak terduga jika kereta akan jatuh. Semua orang hanya ketakutan dan saling berbisik, tidak tahu apa yang terjadi.


Salah satu penjaga bayangan memeriksa kuda serta roda kereta. Hanya mengatakan jika kaki kuda cedera dan salah satu roda kereta sedikit longgar. Tidak ada jejak lainnya.


Li Chang Su yang menyaksikan dari sisi lain pun mencibir. Dengan penglihatan mata dewa, kelemahan atau kekurangan apa yang tidak terlihat? Dia hanya perlu menembak pada kelemahan benda sehingga akan dikategorikan kecelakaan alami.


Ternyata, sosok putri mahkota ini juga bisa dikatakan sebagai kecantikan ibukota. Rambut hitamnya panjang sepinggang, memakai hiasan kepala yang mahal. Serta wajahnya telah penuh dengan riasan elegan. Dengan gaun kuning cerahnya, membuat sosok itu bersinar.


Li Chang Su tidak ingin membuang-buang waktu di sini. Dia sudah berjalan pergi meninggalkan pasar. Hanya tempat ini yang menjadi alternatif menuju pelelangan, jalan pintas. Mungkin Ye Tianli berkata akan menjemputnya, tapi dia sendiri pergi lebih awal. Dengan kemampuan anak buah pria itu, tak akan sulit menemukannya.


Benar, saja, sosok berpakaian merah sudah menunggu di halaman gedung pelelangan. Masih di kereta. Ketika pria yang selalu berpakaian merah itu keluar, beberapa pihak sudah mengenalinya. Li Chang Su hanya menunggu dengan sabar. Pria playboy ini ternyata lebih dikenal oleh banyak gadis. Berapa banyak yang patah hati karenanya?


Menghampiri Li Chang Su, pria berpakaian merah itu tersenyum menggoda seperti biasanya, "Alih-alih dijemput, Nona Su ternyata lebih suka menghampiri putra ini," katanya.


"Putra itu sopan," Li Chang Su tidak mau berbasa-basi dengannya.


Ye Tianli tersenyum masam. Seperti biasa, menghadapi sifat keterasingannya. Padahal siang tadi gadis ini masih patuh minum obat dan makan dengan baik. Memperlakukannya seperti seorang kakak laki-laki. Sekarang, ketika kucing yang sakit itu sembuh, segera memalingkan mukanya.


Sosok keduanya jatuh ke mata Mu Xianzhai yang ada dia seberang gedung pelelangan. Dia ada di lantai dua, duduk santai sambil menyesap tehnya. Melalui jendela yang terbuka, dia bisa melihat orang-orang di bawah. Sosok gadis berjubah hitam dengan tudung itu berbicara dengan Ye Tianli, lalu masuk bersama.


Cangkir teh yang dia genggamnya hampir pecah. Li Chang Su ... Itu Su'er nya. Bagaimana bisa Ye Tianli mengenal gadisnya. Tapi teringat lagi bahwa Li Chang Su datang ke istananya untuk menyembuhkan luka dalam, dia yakin masih ada kesempatan. Meski ini takdir gelang naga perak, selama orang yang ditakdirkan menolak ... Mungkin gelang naga perak bisa mengabulkan keputusan.


Tidak! Mu Xianzhai tidak bisa membiarkan ini terjadi. Harus segera datang pada Li Chang Su secepat mungkin. Intinya, transaksi dengan putra mahkota harus segera dilakukan.


Menyesap tehnya lagi, Mu Xianzhai menunduk. Di balik topeng peraknya yang elegan, tersembunyi sebuah rencana yang aneh. Dua penjaga gelap kepercayaannya melihat ini, merasa jika punggung mereka berkeringat dingin. Apapun yang diinginkan sang pangeran, pasti selalu terwujud.


Di dunia ini, tak ada yang membantah keputusan Mu Xianzhai. Dia berdarah dingin dan kasar, semua orang tahu itu. Pada wanita saja tidak ada kelembutan. Kecuali orang-orang yang sudah lanjut usia, setidaknya selama tidak melakukan kesalahan. Dua penjaga gelap itu tahu bahwa sang pangeran telah merencanakan sesuatu untuk calon putri mereka.


"Itu ... Yang Mulia—"

__ADS_1


"Raja ini akan datang ke pelelangan," Mu Xianzhai menyela.


"...!!" Penjaga gelap itu bingung. Bukankah pangerannya berkata jika tidak ada yang menarik, jadi hanya menonton?


"Di mana Hongzhi?" Tanyanya.


"Ah, Jenderal Hong sudah masuk lebih awal. Dia berkata, intip kakak ipar ...," Penjaga gelap itu sedikit tidak yakin dengan ucapannya sendiri.


Tapi ini benar-benar diucapkan oleh Mu Hongzhi. Dia tahu bahwa pria itu adalah sepupu tuannya, masih seorang jenderal. Dan temperamen Mu Hongzhi sangat jelas. Terlalu antusias!


Mendengar ini, Mu Xianzhai mengernyit. Pria sialan itu sungguh ingin mengacaukan rencananya. Dia bangkit dan berjalan menuju pintu ruangan, "Seret dia keluar ketika masalah datang! Jangan lupa bayar teh ku," katanya sebelum menghilang di balik pintu.


"...," Dua penjaga gelap itu tertegun sejenak. Lalu melihat teko teh dan cangkir yang kosong. Sang pangeran meminta mereka untuk membayar.


Ketika pelayan datang untuk menagih bayaran, salah satu dari keduanya tanpa daya bertanya, siap mengeluarkan beberapa koin perak dari kantongnya.


"Berapa totalnya?"


"Semuanya 1.500 koin perak. Atau Tuan itu bisa membayarnya dengan 15 koin emas," jawab pelayan itu ramah.


"Apa??!" Penjaga gelap itu terkejut. Meski ekspresi keterkejutannya itu terhalang oleh masker, rekan satu kerjanya menepuk bahu.


"Kamu berkata yang akan membayar. Aku tidak bertanggung jawab!"


"....," Serius! Apakah dia memiliki rekan kerja yang buruk?


Teh yang dipesan Mu Xianzhai masih jenis teh musim dingin langka. Hanya bisa dipetik dari pegunungan bersalju di Utara. Selain itu, produknya hanya bertahan kurang dari enam bulan. Waktu simpan yang singkat, sehingga teh jenis ini begitu jarang ada.


Tanpa diduga, Mu Xianzhai memesan teh jenis ini di restoran terkenal ibukota. Di mana penjaga gelap itu tahu nilai dari sebuah teh?

__ADS_1


Walaupun berdarah tanpa luka, salah satu dari mereka membayar dengan duka. Pelayan pun hanya ramah tersenyum, meninggalkan keduanya. Seribu lima ratus koin perak, setara dengan gaji mereka selama tiga bulan lebih.


Kedua penjaga gelap itu pergi untuk mengamati situasi dari bayang-bayang ....


__ADS_2