Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pergi ke Sungai, Tangkap Ikan


__ADS_3

HEIFANG TERKEJUT saat Li Chang Su tiba-tiba datang untuk menanyakan latihan mereka. Namun ekspresi semuanya segera serius dan menjawab tanpa ragu-ragu. Salah satu dari mereka bahkan membawakan kursi untuk keduanya duduk.


Tanpa diduga, cuaca hari ini mendung. Li Chang Su menatap langit, awan gelap mulai berkumpul. Sepertinya hari ini akan turun hujan. Beberapa bunga musim semi yang mekar terlihat indah di sekitar mereka. Bahkan ada pohon bunga persik, sayangnya belum berbuah.


Keduanya duduk. Heifang menjelaskan dari awal hingga akhir tentang latihan mereka dan apa yang terjadi sejak gelombang binatang mutasi kegelapan muncul malam itu. Li Chang Su juga tidak menyembunyikan banyak hal dan memberi tahu mereka dengan murah hati tentang kejadian di mana naga perak muncul di langit ibu kota.


"Intinya untuk saat ini semuanya baik-baik saja. Mulai sekarang, aku akan memantau latihan kalian dan juga memberi kalian beberapa teknik seni bela diri yang lebih rumit." Li Chang Su membuat keputusan.


Sepuluh prajurit khusus itu mengucapkan terima kasih dan bersungguh-sungguh untuk berlatih menjadi lebih baik lagi. Lict juga ikut berlatih dan mengingat-ingat masa latihan di zaman modern. Adapun kelinci putih mutasi—hanya makan wortel di sisi lain.


Selama proses latihan, Li Chang Su benar-benar memiliki waktu yang tenang. Namun cuaca semakin mendung dan beberapa gemuruh di langit terdengar. Sepertinya akan turun hujan kali ini.


Li Chang Su meminta semuanya untuk menghentikan latihan dan berteduh terlebih dahulu seraya istirahat. Untungnya ada tempat berteduh dari panas dan hujan, meski dibuat sederhana tapi cukup untuk menaungi mereka dari dinginnya hujan.


"Putri, kembalilah ke tenda yang mulia. Kami akan baik-baik saja di sini," kata Heifang menyarankan.


Jika Mu Xianzhai tahu istrinya masih berkeliaran di tempat seperti ini, mungkin tidak akan terlalu senang. Bagaimana pun juga Li Chang Su adalah seorang putri. Tidak baik baginya untuk berada di tempat yang semua orang merupakan laki-laki.


Namun Li Chang Su menggelengkan kepala. "Jangan khawatir, dia tak akan berani menegur terlalu banyak," cibirnya seolah-olah tahu apa yang akan dilakukan Mu Xianzhai di masa depan.


"..." Heifang hanya berdoa jika Mu Xianzhai benar-benar tidak marah kali ini. Raja terkenal dengan sikap dingin dan kejam. Kesalahpahaman kecil saja akan berdampak fatal.


Tapi jika raja mereka terkenal sebagai budak istri ... maka semuanya terasa luar biasa.


Hujan turun tak lama setelah mereka berteduh, tidak terlalu lebat tapi angin yang bertiup cukup membuat mereka kedinginan. Meski ada tenaga dalam yang mampu menahan panas dan dingin cuaca, mereka tak bisa menyia-nyiakan energi.


Akhirnya Heifang dan Lict membuat api unggun untuk menambah suasa hangat di sekitar. Li Chang Su justru memakai jas hujan yang belum pernah dilihat semua orang selama ini. Jenis jas hujan yang aneh itu membuat Heifang serta yang lainnya penuh rasa ingin tahu.


Gadis itu hanya berkata jika ini hanya melindunginya dari hujan agar tidak kedinginan. Meski dia memakai gaun, tapi untungnya hanya sebatas pergelangan kaki.

__ADS_1


"Kami mau pergi ke mana?" tanya Lict.


"Pergilah ke sungai, tangkap ikan," jawab Li Chang Su datar. Dia ingin ikan bakar tapi ikannya masih segar. Rasa ikan yang baru ditangkap kadang lebih gurih dan juga memiliki cita rasa berbeda.


Mendengar Li Chang Su ingin pergi ke sungai, Heifang segera berwajah pucat. Dia menolak itu dan membujuknya untuk tidak pergi ke sana.


"Putri, sekarang hujan dan curah air di sungai juga tinggi. Tolong jangan pergi sekarang." Heifang membujuknya terus menerus.


Li Chang Su tampaknya sudah bertekad untuk pergi. "Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Ini hanya menangkap ikan bukan pergi berperang."


"..." Heifang pada akhirnya gagal membujuk gadis itu.


"Lict, ikut denganku." Li Chang Su melemparkan satu jas hujan lagi pada laki-laki itu.


"Oh,." Lict secara alami tahu kemampuan Li Chang Su dan mengikutinya dengan gembira.


Di sini, Heifang berganti untuk membujuk Lict. Beberapa prajurit khusus lainnya juga berpikiran sama. Jika sesuatu terjadi pada Li Chang Su maka raja perang akan marah besar.


"Tidak apa-apa. Tuan putri mu telah terbiasa menangkap ikan di sungai. Lagi pula ini hanya hujan biasa, bukan menghadapi ombak ganas di lautan."


Setelah berkata demikian, Lict membuntuti Li Chang Su yang telah berjalan jauh. Kelinci putih mutasi awalnya ingin ikut, namun Heifang segera memegang kedua telinga panjangnya.


"Tetap di sini. Aku tahu kamu bisa bicara. Jika raja datang dan bertanya, kamu bertanggung jawab untuk mengurusnya," kata Heifang mulai penuh perhitungan.


"..." Xue Zi yang tertahan hanya bisa memegang wortel dan makan dengan frustasi. "Manusia licik!" dengusnya.


"Apakah sang putri akan baik-baik saja?" tanya prajurit khusus lainnya juga cemas.


Xue Zi melompat ke dekat api unggun dan bulu-bulu putihnya sedikit mengembang kedinginan. "Jangan khawatir, ada He Ze bersamanya. Kalian seharusnya tidak lupa, He Ze si penjaga gelang naga perak."

__ADS_1


"..." Mereka tentu saja tahu dan merasa lega setelah mendengar Xue Zi berkata demikian. Setidaknya untuk saat ini semuanya baik-baik saja.


Adapun Li Chang Su saat ini ....


Dia dan Lict bergegas menuju sungai yang letaknya cukup jauh dari keberadaan para prajurit khusus berlatih. Jalan di hutan tersebut sedikit sulit dilewati dan agak licin juga. Keduanya harus berhati-hati. Belum lagi banyak semak belukar yang cukup membuat mereka harus membuat tanda agar tidak tersesat.


Hujan terus turun dan beberapa genangan air terlihat. Li Chang Su menggunakan mata dewanya untuk melihat sekitar dan tidak ada bahaya yang mengancam jiwa. Di melihat sungai tak jauh dari keberadaannya saat ini serta suara aliran sungai deras.


"Sepertinya ada banyak ikan di sungai zaman kuno ini," kata Lict membuka suara.


"Ya, tentu saja. Lingkungan belum tercemar ah bahan kimia apapun dan belum banyak pemukiman dibuat. Secara alami masih asri." Li Chang Su mengangguk.


Keduanya tiba di sungai yang memiliki lebar setidaknya enam meter. Airnya deras tapi tidak terlalu dalam. Li Chang Su mengeluarkan alat pancing dan juga umpan, memberikannya pada Lict.


"Tidakkah kita menggunakan jaring?" tanya Lict.


"Tidak. Aku ingin menangkap ikan yang lebih besar, jadi gunakan umpan khusus. Umpannya sudah dicampur dengan air roh sehingga akan menarik perhatian banyak ikan di sungai," jelas Li Chang Su.


Keduanya mencari tempat yang nyaman, sebuah batu besar yang ada di tepi sungai tak jauh dari keberadaan mereka. Keduanya naik dan duduk dengan santai. Karena mengenakan jas hujan, tubuh keduanya tidak basah tapi agak dingin.


Hari semakin gelap karena memang sudah sore. Biasanya ikan akan muncul ketika hari semakin gelap. Jadi keduanya mulai memancing.


Benar saja, baru beberapa saat kail pancing dilempar, Lict sudah merasakan gerakan umpan yang digigit ikan. Seperti air roh benar-benar memiliki fungsi yang banyak untuk melakukan sesuatu.


"Apa yang membuatmu linglung? Cepat tarik kail pancingmu atau ikannya kan terlepas!" Li Chang Su menyadarkannya ke dunia nyata.


"Ah, oh ... Aku lupa ..." Lict segera serius kembali.


Sementara itu di sisi lain ....

__ADS_1


Mu Xianzhai tidak mendapati istrinya di tenda dan pergi ke tempat latihan sepuluh prajurit khusus yang dipimpin Heifang. Dia juga tidak mendapati istrinya berada dan hanya melihat kelinci putih mutasi di dekat api unggun.


"Di mana istriku?" tanyanya tidak ramah atau marah.


__ADS_2