Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Datang Ke Acara Pesta Bunga


__ADS_3

"HALO Kakek," kata Mu Yishu hanya bisa tersenyum datar. Dia tidak mungkin mengatakannya. Makanan itu sudah ada di tangan Kaisar Mu, bukan lagi urusannya.


Saat Kaisar Mu tahu bahwa putranya menjadi cuek, dia ingin berteriak ke langit. Dasar anak durhaka! Pikirnya ketika Mu Yishu berpura-pura tidak peduli.


Pensiunan kaisar yang baru saja datang mendengus. Dia juga akan menyaksikan kegiatan Pesta Bunga karena ada kabar jika makanan enak akan disajikan. Tapi dia tidak tahu jika putranya yang menjadi kaisar ini diam-diam menyembunyikan makanan darinya.


Hati Kaisar Mu sedikit bergetar. Dia menatap sang ayah sambil memegang bingkisan makanan itu. "Ayah, kenapa kamu di sini?" tanyanya.


"Jangan pura-pura tidak tahu. Cepat katakan, apa yang ada di dalam bingkisan itu? Jangan menyembunyikannya dariku!" Pensiunan kaisar yang memakai jubah elegan itu mencibir dan tidak peduli. Dia terlihat seperti rubah tua yang ingin menipu putranya sendiri.


“...” Kaisar Mu tidak mau menunjukkannya dan berpura-pura santai. Lalu dia buru-buru melarikan diri dengan cepat.


Pensiunan kaisar yang melihat Kaisar Mu itu pergi dengan perasaan bersalah pun langsung mengomel panjang seraya mengejarnya. Dasar anak durhaka! Pikirnya tidak peduli.


“Kemari! Jangan simpan makanan itu sendiri. Bagi dengan ayahmu ini. Kamu masih putraku kan?” teriak pensiunan kaisar dari kejauhan.


“...” Mu Yishu berpura-pura tidak melihat apa pun dan pergi dari tempat itu. Dia harus membantu ayahnya itu mengurus Pesta Bunga yang akan berlangsung sebentar lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Banyak kereta kuda yang berhenti di depan pintu gerbang kekaisaran. Semuanya mengantre untuk masuk seraya menyerahkan surat undangan. Pesta Bunga ini bisa dihadiri oleh kalangan bangsawan, istri bersama suami serta remaja putri dengan perwakilan keluarga. Para pangeran juga hadir untuk menikmati kegembiraan.


Kereta Istana Raja Perang tidak terlalu mencolok hingga tidak ada yang menyadari jika mereka sedang berbaur dengan Mu Xianzhai dan Li Chang Su yang kini masih berada di kereta, hingga ketika kereta dari rumah Jenderal Hong muncul, mereka mengalihkan perhatian. Beberapa gadis dari rumah bangsawan memerah ketika melihat Mu Hongzhi turun dari kereta diiringi dengan Lict.

__ADS_1


Belum lagi saat Lict muncul, mereka saling memandang dan bertanya-tanya. Siapa laki-laki tampan berwajah asing itu. Tampaknya bukan asli keturunan Tiongkok. Lict sama sekali tidak memedulikannya. Dia hanya mengikuti Mu Hongzhi. Karena di zmana ini dia hanya berusia lima belas tahun, mau tidak mau ia tidak bisa melihat para gadis yang usianya lebih tua darinya.


Takdir sungguh kejam. Pikirnya.


“Sepupu, Sepupu Ipar, apakah kalian akan turun di sini?” Mu Hongzhi menghampiri kereta yang sejak awal begitu tenang.


Lagi-lagi semua orang yang ada di sekitar sana langsung menatap ke arah kereta yang dimaksud oleh Mu Hongzhi. Apakah itu kereta Raja Perang dengan Wang Hao, Li Chang Su? Ketika tirai kereta disibak dari dalam, sosok cantik langsung terlihat oleh sebagian orang. Semua orang menghirup napas dingin tak terkecuali para gadis bangsawan yang ada di sana.


Mereka mengagumi kecantikan Li Chang Su serta gaun biru langit bergradiasi putih di bagian roknya. Ketika gadis itu turun, taburan mika yang ada pada bagian rok membuat sosoknya berkilauan. Setelah Li Chang Su turun, Mu Xianzhai juga mengikutinya. Dia berdiri di belakang gadis itu dengan ekspresi dingin yang biasa, memakai topeng perak hingga meninggalkan kesan misterius.


Keduanya bicara sebentar dengan Mu Hongzhi dan Lict hingga akhirnya gerbang istana kekaisaran dibuka. Penjaga segera bersikap sopan dan hormat pada para tamu dan mengizinkan semua orang masuk sambil menunjukkan kartu undangan.


Tapi mereka tanpa sadar masih terpesona oleh penampilan Li Chang Su. Hingga membuat Rongyu yang baru saja tiba tidak disadari oleh mereka. Lagi-lagi, gadis itu merebut pusat perhatiannya. Padahal dulu sebelum ada gadis itu, dia merupakan objek kecantikan ibu kota, dipuji sebagai wanita hebat yang berkontribusi bagi negara serta ketangguhannya sebagai prajurit wanita.


“Dia memang cantik. Kecantikan yang begitu alami dan segar,” kata Mu Lizheng. Lalu dia menatap Rongyu yang memakai gaun elegan. “Ingat, jangan mempermalukanku di sana. Buat dirimu berguna jika ingin menjadi permaisuri di masa depan. Apakah kamu mengerti?” tanyanya dengan wajah gelap.


“Yang Mulia jangan khawatir. Yu’er tahu apa yang harus dilakukan.” Rongyu hanya bisa menurunkan kelopak matanya hingga terlihat seperti wanita yang rendah hati.


“Aku harap kamu tidak mengecewakanku kali ini.” Mu Lizheng mencibir diam-diam.


Sementara itu ….


Li Chang Su tidak terlalu memedulikan jika dirinya menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Hingga para pangeran saja masih tidak bisa mengedipkan matanya ketika melihat jika istri dari saudara ketiganya begitu cantik. Bukankah menyenangkan jika memiliki istri muda yang cantik? Pikirnya.

__ADS_1


Namun pemikiran dan penglihatan mereka semua memuat suasana hati Mu Xianzhai tidak nyaman. Dia tidak suka mereka menatap istrinya dengan pandangan seperti itu. Ia adalah suaminya. Bagaimana mungkin orang lain memandang istrinya begitu banyak? Tapi mau tidak mau, ia hanya bisa menelan kecemburuan karena masih menunjukkan citranya sebagai raja perang yang dingin dan kejam.


Sementara Li Chang Su menang banyak. Dia tentu saja tidak keberatan dan merasa senang saat melihat Mu Xianzhai hanya bisa menelan pil pahit. Memang benar-benar raja perang, wajah lebih penting daripada melakukan kekonyolan untuk melindungi istrinya


“Su’er, sejak awal seharusnya tidak memakai gaun ini.” Mu Xianzhai berkata dengan suara yang dalam.


Tapi gadis itu mendengus ketika mendengarnya. “Ingat, kamu sendiri yang mengizinkanku memakai pakaian indah ini. Lagi pula kau menyukainya.”


“Tapi aku tidak suka mereka menatapmu seperti itu. Kamu adalah istriku.”


“Itu nasibmu memiliki istri sepertiku. Jangan protes. Pokoknya aku tidak mau ganti pakaian atau kamu tidur di luar selama sebulan!” Li Chang Su mengancamnya.


“...” Mu Xianzhai merasa jika lehernya dicekik sesuatu. Dia tidak mampu berkata-kata. Dihukum tidur di luar selama sebulan? Ia bahkan baru lolos dari hukuman istrinya beberapa hari yang lalu, kini jika dia dihukum lagi, bukankah sama saja.


“...” Semua orang melihat betapa mendominasinya sang putri raja saat menekan raja perang.


Ini mungkin momen langka ketika seorang suami harus patuh pada kata-kata istri tercinta. Meski Mu Xianzhai termasuk sebagai raja perang yang berhati dingin dan kejam, tapi tidak semua orang tahu seperti apa kehidupannya sehari-hari. Mereka bahkan baru tahu jika Li Chang Su tidak takut pada kemarahan raja perang.


Alih-alih marah, Mu Xianzhai hanya bisa tersenyum tidak berdaya. “Kalau begitu asal Su’er bahagia. Raja ini tidak ingin kehilangan tempat tidur,” katanya.


“...” Lagi-lagi semua orang dibuat diam oleh pengakuannya. Oh … apakah itu masih raja perang yang menebas kepala orang yang berani melawan kata-katanya? Kenapa ini berbeda dari rumor yang beredar?


Sebelum mereka berpikir lebih jauh, seekor kuda putih tiba-tiba saja berlari kencang dari kejauhan dan meringkik marah saat melihat Mu Hongzhi. “Manusia! Kamu memang kejam. Kenapa tidak mengajakku juga ke Pesta Bunga? Pasti banyak makanan di sana bukan?!”

__ADS_1


__ADS_2