Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pagi Berikutnya, Membuat Sarapan


__ADS_3

"KAMU TIDAK mencium bau apapun?" Dia benar-benar bertanya tentang ini.


"Tidak."


Mu Xianzhai hanya tahu jika Rongyu telah menggunakan ilmu sihir. Tapi tidak mencium aroma apapun selain melihat wajahnya yang mungkin masih rusak. Bahkan jika ilmu sihir mampu menyembunyikan penampilan asli, tapi hanya menutupinya saja. Suatu hari nanti akan terbongkar.


Atau mungkin saja, kutukan yang diderita Rongyu semakin parah. Sehingga apa yang dilakukan wanita itu untuk membuat tubuh cantik pun tidak akan lepas dari penampilan aslinya ketika ritual darah tidak dijalankan.


Mu Xianzhai jelas bingung saat Li Chang Su memiliki ekspresi yang tidak enak dipandang. "Apakah ada hubungannya dengan wanita itu?"


"Tubuhnya berbau busuk. Aku bisa menciumnya dengan jelas. Membuatku ingin muntah," katanya.


"Nah, kalau begitu Su'er bisa menghirup aroma tubuhku." Pria itu ikut bersandar di sampingnya, menarik tubuh gadis itu untuk jatuh ke pelukannya.


Li Chang Su menabrak dada bidangnya yang kokoh. Hidungnya sedikit sakit. Namun pada saat bersamaan, dia juga menghirup aroma cendana dari pakaiannya. Ini menenangkan. Tiba-tiba saja dia tertegun. Wajahnya memerah.


Pria itu, apakah sedang menggodanya?


Untuk menghilangkan kecanggungan ini, dia mencoba mencari topik untuk dibahas. "Apakah dia akan baik-baik saja setelah mengambil jalan ini?" tanyanya.


Sambil memainkan beberapa helai rambut gadis itu, Mu Xianzhai tersenyum sombong. "Karena kutukan tidak bisa dihilangkan, hanya menunggu kematian."


Setelah itu dia memeluknya dengan erat, memejamkan mata dan menghirup aroma rambutnya yang berbau buah-buahan.


"Su'er .... Aku benar-benar minta maaf atas kejadian waktu itu. Aku tidak akan pernah mengulanginya lagi," bisiknya. Mu Xianzhai teringat dengan kejadian di tenda saat terkena ramuan cinta dari Rongyu. Dia melukai gadis ini dan melemparkannya ke jurang.


Saat mengingatnya saja, dia berkeringat dingin di punggung. Tidak ada musuh yang ditakuti. Namun ia takut kehilangannya. Adegan itu, jika dia bisa memutar waktu ke masa sebelumnya, semua adegan akan diubah. Dia tak akan mengizinkan Rongyu datang dan memberinya ramuan.


"Su'er, kenapa waktu itu kamu tidak melawanku?" tanyanya pelan, masih merasa bersalah.


"Hmm?" Li Chang Su tidak bisa memikirkannya untuk sementara waktu, lalu teringat sedikit. "Tubuhku belum beradaptasi. Dan kekuatan fisikku masih kurang. Ditambah, kamu juga bukan seorang remaja, melainkan pria dewasa yang menjadi paman!" cibirnya.


"Paman?" Pria itu menaikkan sebelah alisnya, "apakah malam tadi aku belum cukup membuktikannya?"

__ADS_1


"Membuktikan apa?" Li Chang Su merasakan firasat buruk.


"Semalam Su'er berkata 'puas' dan memohon padaku untuk berhenti. Apakah hanya tipuan?"


"...."


Gadis itu memikirkannya sekarang dan sedikit memutar otaknya untuk mencerna. Semalam, dia tak akan melupakannya. Tentu saja Mu Xianzhai memaksa dia untuk mengatakan puas dengan pelayanannya. Jika tidak, pria itu tak akan berhenti.


Apakah fisik pria begitu kuat sehingga tak bisa menahan banyak godaan pada kelembutan tubuh wanita? Atau .... untuk yang ini, Li Chang Su tidak tahu.


Melihat tatapannya yang mencurigai sesuatu, Li Chang Su hanya bisa menenangkan diri dan mencari alasan yang bagus. Walaupun Mu Xianzhai tahu itu untuk membuatnya tidak lagi ditanyai, tapi ia tetap menghargainya.


Dia baru sadar jika gadis ini tidak menolak berada di pelukannya. Kemajuan ini cukup cepat. Hingga akhirnya, dia mendengar Li Chang Su mengambil topik lain.


"Tentang kelinci mutasi itu, namanya Xue Zi. Dia bercerita jika Sekte Hitam telah memelihara banyak binatang mutasi kegelapan sejak lama. Tujuannya untuk menyerang berbagai tempat dan organisasi," jelasnya.


"Kita mungkin akan bertemu dengan mereka saat perjalanan nanti."


Pertanyaan ini, Mu Xianzhai telah memikirkannya. Masih ada beberapa hari untuk tinggal di ibu kota. Belum lagi dia mendapatkan jatah tambahan dari kaisar. Tapi Li Chang Su mungkin tidak akan suka berlama-lama di ibu kota. Ia hanya bisa berkompromi.


Kapanpun Li Chang Su ingin pergi, dia siap kapan saja. Oleh karenanya, mereka akan berangkat besok. Walaupun agak cepat, Mu Xianzhai masih mengiyakannya.


"Kalau begitu biarkan Hongzhi bersiap-siap juga. Dia belum mendapatkan perintah lagi dari kaisar. Ini bagus," kata Mu Xianzhai.


"Bahkan jika dia mendapatkan perintah, bukankah kamu akan meminta libur dari kaisar?" cibir gadis itu. Tadi saja Mu Xianzhai bisa berkata seenaknya hingga membuat kaisar pusing. Untuk masalah Mu Hongzhi ini, pasti bukan apa-apa baginya.


"Su'er memang pintar."


"...."


Sesampainya di istana, Li Chang Su turun lebih dulu dan pergi dengan cepat menuju kamar utama. Ada banyak yang harus dia siapakan walaupun semuanya sudah diatur, masih ada beberapa yang kurang.


Saat Mu Xianzhai melihatnya, hanya bisa menggelengkan kepala. Lalu pergi ke ruang kerja untuk membereskan sesuatu lebih dulu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, cuaca cukup cerah. Hawa dingin masih menyelimuti Negara Bingshui. Ini masih pagi, mungkin pukul enam jika Li Chang Su menatap jam dinding di ruang artefak.


Istana Raja Perang yang cukup sunyi akhirnya sedikit gaduh dengan teriakan Mu Hongzhi. Pria itu memakai jubah hangat berbulu rubah, lalu turun dari kereta dengan percaya diri.


Sayangnya, Li Chang Su sedang berada di dapur saat ini, membuat bubur ayam. Adapun Mu Xianzhai sendiri, sejak semalam berada di ruang kerja. Kurang tidur. Bahkan sekarang sedang menulis gulungan laporan terakhir.


Kepalanya mulai sakit!


"Yang Mulia, Jenderal Hong datang," lapor salah satu pelayan di luar pintu.


Mu Xianzhai mengerutkan kening. Menatap pemandangan di luar dari jendela yang terbuka. Ini masih terlalu pagi. Apa yang dilakukan sepupu bodohnya itu dengan datang secepat ini?


Dia mungkin mengirim surat tentang keberangkatan mereka hari ini. Tapi tidak saat ini juga. Li Chang Su berkata berangkat sebelum siang, dan bereskan urusan di istana lebih dulu. Adapun janda permaisuri, Li Chang Su sudah mengirim surat sederhana.


Kesehatan janda permaisuri semakin membaik. Namun karena banyak yang menatap kesehatannya, Li Chang Su telah memberi sebotol pil khusus untuk dikonsumsi. Setidaknya, untuk berpura-pura sakit, satu pil khusus itu akan bekerja membuat tubuh pucat dan tampak lemah. Namun sebenarnya tubuh dalam keadaan sehat.


Mu Xianzhai mengembuskan napas tak berdaya. "Biarkan dia menunggu di dalam. Siapkan teh untuknya. Aku akan selesai sebentar lagi."


Pelayan di luar pintu pun mengiyakan dan pergi untuk menjalankan perintah. Di saat Mu Xianzhai menyelesaikan beberapa gulungan laporan, Li Chang Su sendiri telah selesai membuat bubur ayam. Aroma kaldu yang menggugah selera itu membuat Mu Xianzhai mengerutkan kening.


Dia meletakkan kuas dan gulungan laporan, lalu menatap pintu. Gadis itu masuk setelah pengawal di luar membukakan pintu untuknya. Senyumnya menjadi lembut saat melihatnya datang dengan nampan.


Li Chang Su sendiri terkejut ketika melihat kondisi pria itu saat ini. "Kamu belum tidur sejak semalam?" tanyanya.


Dia memang tahu jika Mu Xianzhai tidak kembali ke kamar sejak semalam karena menyelesaikan beberapa urusan. Dia berpikir mungkin terlalu mendadak untuk pergi meninggalkan ibu kota. Tapi Mu Xianzhai berkata jika dia bisa tidur di kereta jika lelah. Tak ada masalah.


Sekarang, melihatnya memiliki mata panda ringan dan ekspresi lelah pun, cukup memprihatinkan. Tiba-tiba saja dia merasa kasihan.


"Kamu harus tidur. Kerjakan itu nanti jika masih banyak." Ia meletakkan nampan di atas meja kerja yang masih kosong.


Pria itu tiba-tiba memeluk pinggang Li Chang Su. "Su'er .... Aku sangat lelah dan lapar. Bagaimana jika kamu menyuapiku?"

__ADS_1


__ADS_2