
LI CHANG SU juga menggunakan kemampuan mata dewanya untuk melihat apa yang ada di dalam. Tapi itu sedikit kabur. Seolah-olah ada sesuatu yang menghalangi penglihatan di dalamnya.
Akhirnya, Mu Xianzhai berkata jika tempat ini memiliki beberapa array kuno. Sebuah pelindung yang dulu sering digunakan oleh para kultivator. Tapi sayangnya, array kuno hanya menjadi cerita di masyarakat luas. Termasuk di Negara Bingshui sendiri.
Meski begitu, array kuno yang diketahui Mu Xianzhai ini karena naga perak sendiri yang memberi tahunya. Jika tidak, ia mungkin juga tidak tahu.
Ketika derit pintu batu terdengar, banyak debu yang menyebar di sekitar. Mungkin karena tempat ini tidak digunakan untuk jalan keluar masuk sejak lama.
Seketika, hawa panas mulai muncul dari sela-sela pintu batu yang mulai terbuka ke atas. Mereka mundur sedikit. Setidaknya, butuh satu menit agar pintu batu itu terbuka sepenuhnya.
Kali ini mereka tidak melihat pemandangan yang gelap. Melainkan cahaya jingga kemerahan yang cukup panas. Setidaknya, mereka seperti berada dalam tepi gunung api aktif.
Saat melihat seksama, ternyata di dalam pintu batu itu sangat luas. Ada jembatan batu yang di bawahannya adalah lava. Bell mengatakan jika dia belum pernah masuk sepenuhnya. Tempat ini terlalu panas.
"Apakah semua binatang mutasi berkembang biak di sini?" tanya Li Chang Su.
"Ya. Tapi ada beberapa tempat di dalamnya. Semua lahir di sini kecuali para binatang mutasi yang alami tebentuk di luar terowongan. Seperti aku misalnya." Bell menjawab dengan penuh perhatian. Dia meminta mereka untuk masuk. Seharusnya, tidak ada binatang mutasi di sini.
Suhu panas di sini tidak cocok untuk para binatang mutasi. Tapi setidaknya mungkin bisa untuk menghangatkan diri.
Karena panas, mereka sedikit berkeringat. Li Chang Su sendiri sudah berwajah agak merah akibat suhu di dalam ruang batu.
Di langit-langit ruangan, ada banyak batu tajam. Jika batu itu jatuh, sepertinya sudah cukup untuk membunuh.
Tidak ada apapun di dalamnya. Berbeda dengan apa yang dipikirkan Lict. Tapi mungkin seorang yang dikatakan Mu Xianzhai, ada array kuno yang melindungi tempat ini sehingga tidak bisa dimasuki atau diketahui apa isinya.
Sayangnya, Bell hanya bilang jika setelah melewati ruang batu, mereka sampai di urat bumi. Dan kucing itu menatap ke depan, menunjuk ke seberang lava.
"Apa itu? Seperti sebuah gerbang raksasa?" Mu Hongzhi mengerutkan kening. Mencoba melihat dengan baik dinding ruang batu di seberangnya.
Karena cahaya remang-remang akibat lava di bawah sana, mereka bisa melihat sebuah pintu gerbang raksasa. Mungkin tingginya bisa mencapai tujuh sampai delapan meter. Dengan lebar yang hampir sama.
Bell menghela napas dan menjawab, "Itu adalah gerbang kebangkitan untuk binatang mutasi golongan kegelapan."
__ADS_1
"Lalu di mana untuk golongan cahaya?" tanya yang lain.
"Aku tidak tahu. Konon golongan cahaya dipilih oleh para penghuni surga. Mendapatkannya secara cuma-cuma. Tapi ini hanya cerita dari mulut ke mulut. Dan tugas para binatang mutasi golongan cahaya adalah mempertahankan keseimbangan dunia dari golongan kegelapan." Bell bercerita sedikit.
Awalnya dia tidak mau mengatakan ini karena berpikir mereka hanya cukup tahu tentang dua golongan saja. Ini tidak ada hubungannya dengan manusia. Sayangnya, manusia mulai ikut campur dalam keseimbangan dua golongan dari binatang mutasi.
Ledakan racun dari langit di masa lalu juga membuat beberapa kerusakan fatal. Hingga menginfeksi semua binatang di dunia.
"Jika seperti itu, lalu kenapa kamu hanya malas-malasan?" Li Chang Su mencibir.
"Aku tidak malas! Aku berkultivasi. Hingga pada saat waktunya tiba, aku bisa bergabung untuk mengalahkan golongan kegelapan." Bell membela diri.
"Terserah padamu saja." Gadis itu tidak peduli.
"...." Aku tidak bohong, batin Bell.
"Bagaimana cara membuka gerbang itu?" Mu Xianzhai mengerutkan kening. Pintu gerbang yang sangat besar, mustahil untuk terbuka begitu saja.
"Seharusnya ada mekanisme di dekatnya. Cari saja." Bell tidak mau repot dan hanya berada di pelukan Lict dengan nyaman.
Ketika tiba di seberang, semuanya langsung mencari mekanisme untuk membuka gerbang. Tapi Li Chang Su terlihat lebih santai. Ia berdiri cukup jauh dan memperhatikan pintu gerbang yang seharusnya terbuat dari baja.
Li Chang Su menyipit matanya dan mengonfirmasi jika ini bahan baja.
"Lict, coba kamu periksa pintu gerbang ini. Apakah benar terbuat dari baja?" Dua menatap Lict yang tengah menyentuh ukiran aneh di pintu tersebut.
"Oh, oke," katanya.
Mu Xianzhai berada di samping Li Chang Su. "Apakah ada sesuatu?"
"Aku ingin memastikannya dulu." Li Chang Su masih tidak yakin.
Kemudian, dia mendengar Lict berteriak, "Benar. Ini terbuat dari campuran baja. Bukankah ini aneh?"
__ADS_1
"Ini memang aneh." Gadis itu juga bergumam.
"Apa itu baja?" tanya Mu Xianzhai kurang paham.
"Justru karena kamu tidak tahu sebagai raja perang sekalipun. Baja belum ada di zaman ini. Seharusnya semua pedang atau barang-barang keras lainnya yang kalian miliki terbuat dari besi atau bahan perak." Penjelasan Li Chang Su membuat pria itu menganggukkan bingung.
"Ada banyak pembuat senjata di Negara Bingshui. Dan itu memang terbuat dari besi."
"Baja merupakan logam yang keras. Sejenis bahan metal juga. Tapi mungkin kalian belum tahu metal jenis ini meski menemukannya. Padahal dibandingkan dengan besi, baja lebih kuat. Seperti ini," jelas Li Chang Su seraya mengeluarkan pedang yang terbuat dari besi, serta sebuah belati.
Dia meminta Mu Xianzhai memegang pedang dengan posisi tegak lurus. Sementara dia sendiri memegang belati yang terbuat dari baja. Mu Xianzhai tidak tahu apa yang ingin dilakukan istrinya. Barulah setelah gadis itu melakukan gerakan memotong, pria itu terkejut.
Terdengar suara besi yang jatuh dan menimpa bebatuan. Pedang yang dipegang Mu Xianzhai kini terpotong. Sebenarnya, butuh kekuatan yang cukup agar bisa memotong pedang besi itu.
Yang lain juga penasaran. Ternyata pintu gebang ini terbuat dari baja. Saat Mu Xianzhai tahu kekuatan dari baja, hatinya sedikit bergetar. Ia hampir lupa jika istrinya berasal dari zaman modern.
"Su'er ..." Dia memanggilnya. Melihat gadis ini seperti menemukan harta karun.
"Sekarang kamu tahu kenapa aku suka dengan belati? Ini karena belati terbuat dari campuran baja. Di zamanku, belati adalah hal yang wajib dibawa saat misi. Selain praktis, ini juga tidak menghabiskan banyak ruang. Untuk pertarungan jarak dekat, belati lebih cocok," jelasnya lagi.
"Tapi ... Apa hubungan dengan pintu gerbang ini?" Ye Shi tidak terlalu peduli. Tapi dia ingin punya pedang yang terbuat dari baja. Mungkin bisa bernegosiasi dengan Li Chang Su di masa depan.
"Aku hanya menebak satu kemungkinan saja. Tapi ini rahasia. Aku akan membahasnya dengan Mu Xianzhai. Kalian carilah mekanismenya lagi sebelum kita kembali. Kita sudah cukup lama di sini." Li Chang Su segera meraih lengan pria itu dan membawanya ke sisi yang lain.
Adapun Ye Shi dan yang lainnya, hanya bisa mencari mekanisme untuk membuka gerbang.
Kini, saat mereka sibuk, Li Chang Su menghela napas. Mu Xianzhai menatapnya dengan sedikit rasa penasaran.
"Ada apa?" Pria itu bertanya.
"Mu Xianzhai, karena ada kemungkinan leluhur Negara Bingshui berasal dari zaman modern, aku hanya bisa menebak satu kemungkinan." Gadis itu mulai menuangkan kecurigaannya.
"Baikah. Mari dengarkan apa yang kamu tahu," kata Mu Xianzhai.
__ADS_1
"Mungkin saja ...." Li Chang Su menghela napas sebelum berbicara lagi.