
LI CHANG SU ingin tersedak salivanya sendiri. Tubuhnya sedikit kaku. Tapi dengan cepat menyesuaikan suasana hatinya. Apakah pria itu memiliki hati dewa?
Dia sedikit bergumam dan menggelengkan kepalanya. "Bagaimana mungkin?"
"Oh, sungguh?" Pria itu sendiri yang mencibir.
"Tentu saja. Jika tidak percaya, aku bisa membuktikannya."
"Apa yang ingin Su'er lakukan untuk bukti?"
"Cium kamu."
"Itu biasa." Mu Xianzhai ingin meningkatkan harga bukti.
"....." Li Chang Su tertegun. Menciumnya itu sudah biasa? Kali ini dia benar-benar mencibir, "seorang pria ternyata memiliki keinginan yang tinggi untuk memanfaatkan istrinya. Kalau begitu, kamu urus dirimu sendiri. Aku tidak akan memasak atau menciummu!"
Gadis itu segera meninggalkan tempat itu dengan cepat sehingga Mu Xianzhai tidak memiliki waktu untuk membalas kata-katanya.
Saat ini, Mu Xianzhai mungkin cukup tenang. Dia menyipitkan mata. Di balik topeng perak yang elegan, tatapannya agak misterius. Namun senyum yang bisa melelahkan gunung es itu tidak bisa disembunyikan. Istrinya kesal.
Kali ini, dia harus memikirkan cara lain untuk meminta kompensasi. Lagi pula, dia tahu betul seperti apa Li Chang Su. Gadis yang lahir mandiri dan telah bergelut di medan perang zaman modern, pasti tidak akan mempan dengan beberapa bujukan yang biasa.
Sepertinya, dia harus memanggil He Ze lagi untuk meminta solusi. Mu Xianzhai segera menyusun istrinya kembali ke tenda. Ketika tiba di sana, Li Chang Su sedang menikmati teh penghangat tubuh, mencibir lagi saat melihat Mu Xianzhai.
Pria itu tidak berdaya. Hah, ternyata benar, istri kecil itu lebih sulit ditenangkan daripada membujuk ibu mertua?
"Apakah Su'er marah?" tanyanya.
"Tidak. Aku hanya sedang memikirkan apa lagi yang akan kamu lakukan untuk membujukku?"
"...." Su'er nya sangat pintar. Mu Xianzhai tidak bisa menahan diri untuk mengulum senyum. Dia menghampiri gadis itu dan merapikan sedikit anak rambut di sekitar telinganya.
"Apakah Su'er ingin aku membujuk?"
__ADS_1
"Jika kamu ingin makan siang olahan rebung buatanku, maka bujuklah dulu. Jika tidak, oh, jangan salahkan aku .... Mu Hongzhi juga sangat menyukai rebung. Atau Ye Shi sendiri—"
"Baiklah!" Mu Xianzhai berwajah gelap ketika mendengar nama Ye Shi terucap. Li Chang Su benar-benar tahu caranya untuk membiarkan dia setuju.
Dipeluknya gadis itu, dia melepaskan topeng perak elegannya. Hanya Ye Shi atau Ye Tianli yang menjadi titik lemahnya saat ini. Dia takut kehilangan Li Chang Su. Apalagi membiarkan gadis ini memasak untuk pria lain. Mana dia tahan?
Oleh karena itu, dia benar-benar membujuknya dengan lembut, tidak lagi marah dan juga berkata baik. Gadis mana yang tidak akan luluh? Li Chang Su sendiri yang telah hidup tiga puluh di zaman modern, masih bisa merasakan suasana berbunga. Wajahnya memerah.
Mu Xianzhai menyadari jika wajah istrinya memerah pun tidak mengerti. Hanya mengerutkan kening dan mengecek dahinya. Agak panas.
"Apakah Su'er sakit?"
Gadis itu menggelengkan kepala. "Bisakah kamu katakan lagi hal-hal tadi? Ayo, bujuk lagi." Dia memejamkan matanya.
Mu Xianzhai terkejut. Dia melihat gadis itu memerah sambil tersenyum malu. Apakah mungkin karena bujukannya tadi? Dia memiliki ide hantu di kepalanya.
"Baik. Tapi, cium aku dulu?"
Gadis itu memajukan bibirnya dengan sedikit enggan lalu menengadah dan mencium pipinya sekilas. Tapi itu tidak sah di mata Mu Xianzhai. Dia ingin di bibir. Pada akhirnya, Li Chang Su memberanikan diri untuk menciumnya di bibir.
Tanpa keduanya sadari, Mu Hongzhi yang baru saja selesai mengatur beberapa hal bersama jenderal lain pun tiba-tiba masuk. Baik Li Chang Su maupun Mu Xianzhai tidak memiliki pencegahan apapun karena hanyut dalam dunia dua orang.
Gadis itu merasakan sesuatu yang dingin menyentuh salah satu buah persiknya. Tubuhnya tiba-tiba saja tegang. Mu Xianzhai sudah berpindah mencium lehernya dan sedikit melonggarkan gaun gadis itu.
"Su'er ....," gumam Mu Xianzhai memejamkan mata, ingin melakukan sesuatu.
Tapi ....
"Ah, Sepupu! Kenapa kamu tidak mengunci pintu? Betapa malunya anjing tunggal sepertiku."
Suara Mu Hongzhi membangunkan Li Chang Su dari kenyamanan di pangkuan Mu Xianzhai. Saat mendengarnya datang, dia buru-buru terperanjat dan membenarkan gaunnya yang sedikit longgar. Wajahnya memerah. Mu Hongzhi tidak melihat sepenuhnya kan?"
Mu Hongzhi sendiri segera membalikkan badannya dengan ekspresi kaku. Dia khawatir jika sepupunya akan memberi dia hukuman. Itu pasti.
__ADS_1
Li Chang Su buru-buru bangkit dan meninggalkan tempat itu. Dia akan memasak untuk makan siang. Sementara Mu Xianzhai ingin mencekik sepupunya ini hingga sadar. Atau melempar beberapa wanita untuk dimainkan. Baru saja itu hampir .... Dia dan Su'er nya ....
Membayangkannya saja, Mu Xianzhai sudah mulai kesal. Apakah sepupunya ini akan menjadi penghalang di masa depan? Ketika nanti kembali ke ibu kota, dia akan meminta bibinya untuk mencarikan istri untuk Mu Hongzhi.
"Apa kamu berpikir tenda itu berpintu?" Mu Xianzhai berkata dengan dingin. Tidak ada pintu, hanya saja jalan masuk tenda yang sudah jelas sama seperti yang lain.
Bagaimana bisa dia mengunci pintu jika tidak bisa? Para penjaga juga tidak ada di sekitar karena melarikan diri saat keduanya masuk. Mereka khawatir mendengarkan suara yang ambigu. Tapi ini hanya imajinasi mereka, cukup berlebihan.
Bahkan jika itu terjadi di dalam tenda, Mu Xianzhai akan meminta Li Chang Su untuk mengecilkan suaranya tanpa memperlambat gerakan pinggang. Dia bahkan tidak sabar untuk menunggu tiga hari berakhir.
"Kenapa kamu di sini? Di mana Xue Zi?" tanya Mu Xianzhai mencoba untuk mengalihkan perhatian.
"Ah, kelinci itu ...." Mu Hongzhi sepertinya sedang mengingat-ingat. Tadi kelinci itu langsung lari dari pelukannya dan pergi entah ke mana.
Tapi dia mendapatkan berita dari para prajurit yang bertugas di benteng perbatasan, seekor kelinci putih menakuti para binatang mutasi yang muncul.
"Ah! Aku lupa!!" Dia segera berteriak dan menjadi panik. "Aku meninggalkannya di luar benteng! Aku lupa membawanya!"
"...." Mu Xianzhai mengalami sakit kepala. Jika Li Chang Su tahu ini, mungkin urusannya lain lagi.
Mu Hongzhi segera meninggalkan tenda Mu Xianzhai dan berlari dengan tergesa-gesa. Semoga saja kelinci itu masih hidup di bawah tekanan cuaca dingin yang ekstrim.
Adapun Li Chang Su, kini sedang memasak di dapur.
Para juru masak militer tidak berani ikut campur. Mereka benar-benar menghindar dari dapur. Saat ini, Li Chang Su mengurus rebung. Walaupun mungkin agak lama, tapi makan siang juga masih lama. Dia memiliki waktu untuk merebus rebung terlebih dahulu.
Sisanya, ia gunakan untuk mengurus jamur liar yang bisa dimakan. Orang-orang tidak tahu jika jamur yang dia panen ini bisa dimakan. Dan rasanya enak jika dibuat sup.
Meninggalkan Li Chang Su yang sibuk di dapur ...
Kembali ke tenda, Mu Xianzhai berwajah gelap saat Mu Hongzhi datang dengan kelinci mutasi itu. Tapi sayangnya, kelinci mutasi yang dipegang telinganya itu menendang-nendang udara, menatap Mu Xianzhai dengan marah.
Tubuh gemuk berbulu putihnya kini dipenuhi dengan banyak darah binatang mutasi. Membuat Mu Xianzhai jijik. Bahkan Mu Hongzhi sedikit merinding. Kelinci mutasi ini dia temukan tengah bertarung dengan seekor banteng hitam raksasa yang dulu juga pernah menerobos ke camp militer.
__ADS_1
Karena pertarungan itu, tubuhnya dipenuhi darah lawan.
"Sepupu, apa yang akan kamu lakukan dengan kelinci ini? Apakah kita harus memandikannya dulu sebelum sepupu ipar kembali?" tanya Mu Hongzhi, khawatir Li Chang Su marah.