Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Perbincangan Hangat


__ADS_3

WEN LAO mendengar tawaran murah hati Li Chang Su dan hatinya rileks. Syukurlah. Jika gadis itu memiliki suasana hati yang baik, maka Mu Xianzhai secara alami akan ramah padanya dan tidak agresif seperti kucing yang diinjak ekornya.


Dia masuk gua dan duduk di dekat api unggun. Karpet yang didudukinya saat ini berbeda dengan milik Li Chang Su, tapi masih bersih dan lembut. Sekilas dia tahu jika gadis itu bukan milik dunia ini sebelumnya.


"Mari kita bicara sambil makan untuk menghilangkan kebosanan." Li Chang Su membuka diri.


Wen Lao tidak canggung saat memikirkan makanan dan dia melihat banyak makanan tersaji di depannya. Semua jenis hidangan ini belum pernah dia lihat sebelumnya. Pria tua itu melihat Li Chang Su lagi.


Sepertinya … zaman ini akan berubah di masa yang akan datang.


Wen Lao mengambil piring dan menyiapkan semangkuk nasi putih yang masih hangat. Dia mencoba semua hidangan dengan tenang, ekspresinya kadang mengerutkan kening, kadang kebingungan dan aneh. Pada akhirnya mengangguk puas.


“Ini hidangan terenak yang pernah aku makan.” Setelah itu Wen Lao terbatuk kecil. Tolong panggil aku kakek, lebih enak didengar,” katanya serius.


Li Chang Su juga tidak sopan. “Kakek yang baik.”


Akhirnya Wen Lao tertawa senang. “Bagus, bagus.”


Tiga pria yang tersisa hanya menatap Wen Lao dengan sentuhan iri dan permusuhan. Mu Hongzhi memiliki ayah yang konyol dan menyanjung Li Chang Su di mana-mana. Tapi belum sempat memanggil ayahnya dengan sebutan ‘Paman’ karena terlalu sibuk.


Sementara Lict cemburu disebabkan Li Chang Su selalu mengajarinya di mana-mana. Memperlakukannya seperti seorang adik laki-laki dan nada bicaranya selalu lembut. Tapi kali ini gadis itu memiliki nada yang lembut ada seorang pria tua yang baru saja bertemu.


Adapun Mu Xianzhai … pria itu memandang Wen Lao dengan mata yang baik sebelumnya. Tapi kini tatapannya suram lagi. Wajahnya gelap dan hawa dingin di gua tampaknya hampir mengalahkan hangatnya api unggun di depan mereka.


Mu Xianzhai juga memiliki seorang kakek dan Li Chang Su memperlakukan pensiunan kaisar seperti kakeknya sendiri. Kini ada kakek lain muncul dan mencuri perhatian Li Chang Su, secara alami Mu Xianzhai tidak senang.


“...” Wen Lao yang baru saja menggigit udang kukus bersaus pedas asam manis pun merasa duduk di atas jarum.


Apa salahnya?


Li Chang Su tidak peduli dengan wajah ketiga orang itu dan makan dengan ketenangan pikiran. Pada akhirnya, mereka mulai membicarakan topik yang lebih penting.


“Bagaimana dengan keadaan di sini selama ini? Apakah Hei Long benar-benar terkurung?” tanyanya.

__ADS_1


Wen Lao menghela napas dan mengangguk. “Tidak apa-apa. Menunggu tiga tahun … itu tidak lama bagi … kami,” jawabnya agak ragu.


Pria tua itu tidak memberi tahu mereka tentang jati dirinya dan akan selalu dirahasiakan. Lagi pula, istana langit bukan sesuatu yang bisa disentuh oleh manusia.


“Mengenai asal mula binatang mutasi muncul, bisakah Kakek Wen memberi tahu kami lebih dulu?”


Wen Lao hampir tersedak.


“Apakah prosesnya sangat penting?” tanyanya enggan menjawab pertanyaan tersebut.


“Kami mendengar rumor yang melegenda jika binatang mutasi terbentuk setelah ledakan racun di langit. Tapi aku mengalami beberapa pengalaman yang meragukan itu semua.” Li Chang Su tidak menyerah.


Dia memiliki keraguan tentang ini, tahu beberapa hal namun tidak akan mengeksposnya.


Meskipun Wen Lao enggan, dia memikirkan banyak cara untuk memberi tahu mereka dengan penjelasan sederhana, tidak melawan sumpah langit atau pun terlalu menipu. Dia akhirnya menyimpan mangkuk nasi yang sudah kosong dan mengambil sup ayam.


Mu Xianzhai mengerutkan kening di balik topeng peraknya dan menatap Wen Lao. “Jangan terlalu menipu.”


“...” Wen Lao sedikit menuduh di hatinya. Tak ada yang bisa dia sembunyikan dari raja perang yang satu ini.


Wen Lao terbatuk canggung dan berpura-pura tidak mendengar nada ancamannya. “Seharusnya kalian juga tahu bahwa semua binatang mutasi memiliki aura spiritual di tubuhnya bukan?”


Mereka mengangguk.


“Yang meledak di langit pada waktu itu bukanlah racun … melainkan sebuah energi besar yang tak bisa menahan gelombang fana di dunia ini dan akhirnya pecah,” jelas Wen Lao, mungkin jawaban ini lebih baik tapi juga tidak menipu mereka.


Para penyihir gelap dan ahli racun disalahkan atas semua rumor yang beredar, Wen Lao juga sedikit bersalah. Tapi bagaimana pun juga dia tak bisa muncul dan menjadi pahlawan mereka. Hanya bisa mengandalkan takdir.


Mungkin karena tubuh binatang mutasi beracun dari luar hingga dalam, orang-orang mengira yang meledak di langit adalah racun dan perbuatan seorang ahli racun.


Dari awal, Wen Lao hanya bisa menceritakannya secara detail tapi tidak membocorkan rahasia langit. Tak lama setelah itu, mereka membahas naga perak dan naga hitam—tentang pertarungan mereka serta dendam lama yang harus diselesaikan.


Yin Long yang berada di ruang artefak hanya mendengarkan dengan saksama. Tapi semakin lama dia mendengarkan, rasanya ada sesuatu yang salah. Pada akhirnya, Yin Long yang saat ini tubuhnya berubah menjadi gelang naga perak pun, bergerak.

__ADS_1


"Setengah benar dan setengah salah. Berhentilah bicara omong kosong!" Naga perak kecil melayang di depan Li Chang Su, seperti ular kecil bertanduk yang memiliki kumis, naga perak terlihat menggemaskan.


"..." Wen Lao lupa jika naga perak bisa mendengar semuanya. Dia terbatuk lagi dan menggelengkan kepala, tersenyum canggung.


"Kamu salah paham. Salah paham ..." Wen Lao segera menampar mulutnya sendiri dan tidak berniat untuk memperpanjang masalah ini.


Mereka menghabiskan malam di gua. Sayangnya Wen Lao harus kembali ke puncak pegunungan dewa dan melihat apakah gurita putih bodoh itu malas untuk berlatih lagi.


Wen Lao tidak memiliki banyak kata untuk mereka. Besok pagi, Li Chang Su dan yang lainnya hanya perlu mendaki ke puncak. Meski membutuhkan banyak tenaga, Wen Lao juga bermurah hati untuk mengirim rusa musim dingin sebagai hewan tunggangan besok.


Rusa musim dingin itu akan tiba besok dan Wen Lao mengurusnya lebih dulu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, Li Chang Su bangun lebih awal dan tidak terlalu lemas seperti beberapa hari terakhir. Api unggun sudah menyala tak jauh dari tempatnya, membuat gua lebih hangat.


Lict dan Mu Hongzhi mengurus bahan makanan dan membuat sarapan sederhana. Lict membuat roti bakar lapis selai cokelat untuk Li Chang Su dan segelas susu hangat.


"Kamu akhirnya bangun. Sarapan ini dulu," kata Lict.


Li Chang Su mengerutkan kening. "Di mana Mu Xianzhai?"


"Dia di luar dan melihat rusa musim dingin."


"Sudah tiba?"


"Ya."


Li Chang Su mengambil roti bakar lapis selai cokelat dan keluar gua setelah memakai jubah hangat. Tak jauh dari gua, Mu Xianzhai dengan jubah brokat hitamnya berdiri di samping rusa besar berbulu putih, tanduk panjang bercabang dan sepasang mata jernih memiliki bulu mata yang indah.


Li Chang Su menghampiri Mu Xianzhai dan melihat rusa musim dingin itu cuek dan sombong. Tapi menatap roti bakar berlapis sekali cokelat di tangan gadis itu.


"Apakah kamu mau?" tanyanya agak ragu.

__ADS_1


Apakah rusa putih ini juga suka makan roti? Pikirnya.


__ADS_2