
LI CHANG SU merasa malu. Jika dia menceritakannya, yakinlah pria itu akan langsung membawanya pulang ke rumah. Oleh karena itu, dia hanya menggelengkan kepala seolah-olah khawatir tidak akan lolos. Mu Xianzhai menghiburnya dengan baik.
Tapi setelah penilai semua peserta, Li Chang Su mendapatkan nilai tertinggi. Para putri sendirian merasa terkejut dan kagum saat melihat lukisan milik Li Chang Su yang seolah-olah seperti pemandangan nyata. Putri mahkota sendiri—Mu Ying agak linglung. Bagaimana bisa lukisannya terlihat begitu nyata?
Meski mereka banyak yang bertanya-tanya, Kaisar Mu sendiri tidak membiarkan semuanya memiliki kesempatan berpikir lebih jauh.
"Kalau begitu kita bisa melanjutkan pertunjukan yang selanjutnya. Kali ini tidak ada undian. Semua peserta bisa menampilkan bakat menarinya di atas panggung. Siapa yang mendapatkan bunga paling banyak dari tamu yang lain, maka dialah yang memenangkan babak tersebut," jelas Kaisar Mu seraya mengelus janggutnya.
Ia meminta pelayan untuk membagikan banyak bunga mawar merah pada semua tamu yang hadir. Lalu para peserta pun segera bersiap-siap untuk menampilkan tarian mereka, mengganti kostum serta berdandan. Tak terkecuali Li Chang Su.
"Su'er, tarian apa yang kamu pelajari?" tanya Mu Xianzhai seraya menatap istrinya. Dia khawatir jika gadis itu tidak memiliki satu pun tarian yang dipelajari sebelumnya.
"Pokoknya ada. Aku belajar dari putri Lanfen dan putri Chuxin."
"Apakah pakaiannya terbuka?" tanyanya lagi.
"Yah, lumayan."
"Tidak! Bagaimana kamu memakai pakaian penari? Tubuhmu tidak bisa ditunjukkan pada semua orang, kecuali untuk Raja ini." Mu Xianzhai segera menolak.
"Kamu terlalu berlebihan. Pakaiannya tidak terlalu terbuka!"
"..." Kenapa istrinya tidak bisa dinasehati? Pikirnya.
Meski Mu Xianzhai sangat ingin menolaknya dan meminta Li Chang Su untuk tidak mengikuti bagian lomba yang satu ini, namun gadis itu sudah pergi untuk berganti pakaian. Urutan lomba menari ini memang acak sehingga Li Chang Su harus bersiap kapan saja.
Gadis itu pergi ke ruangan ganti yang telah disiapkan. Pakaiannya juga diambil sendiri dari rumah sehingga tak akan tertukar ataupun sengaja dirusak orang. Mu Lanfen dan Mu Chuxin juga bersiap. Mereka akan menunjukkan tarian tradisional yang biasanya dipelajari oleh orang-orang kekaisaran.
__ADS_1
Sementara Li Chang Su memiliki tariannya tersendiri. Berkat buku latihan yang diberikan He Ze serta latihan dari penari istana Mu Lanfen, semuanya berjalan dengan baik.
"Putri Xian ... Ini giliranku untuk tampil. Aku tinggal dulu," kata Mu Lanfen setelah selesai memasang cadar kasa tipis di wajahnya.
"Semoga berhasil." Li Chang Su tidak mengangguk.
"Aku tahu kamu pasti akan memenangkan lomba kali ini. Tarianmu lebih baik dariku." Gadis yang lebih tua dari Li Chang Su itu memerah.
Kemudian Mu Chuxin yang ada di belakang Li Chang Su pun menepuk pundak gadis itu. "Benar. Kami pasti akan memenangkannya lagi."
"..." Li Chang Su hanya bisa tersenyum canggung. Benarkah dia benar-benar akan memenangkan lomba ini lagi? Kenapa rasanya dewi keberuntungan ada di atas kepalanya?
Setelah keduanya pergi, Li Chang Su juga sudah bersiap untuk tampil. Dia hanya menunggu namanya dipanggil saja. Suara musik terdengar merdu. Terutama suara kecapi dan sitar sebagai pengirim tarian.
Li Chang Su tidak menyadari jika saat ini, Rongyu tengah memperhatikan dirinya dengan iri. Wanita itu berjalan menghampirinya seraya mencibir.
"..." Li Chang Su tidak menanggapinya.
Rongyu menyipitkan matanya dan mengambil secangkir teh dari pelayan yang melintas di sekitar. Keduanya berada di ruangan ganti yang disekat oleh papan khusus, sehingga ruangan bisa diperluas dengan mudah. Hanya tinggal menggeser sekat.
"Jangan karena kamu dicintai raja perang, kamu bisa merayu putra mahkota? Aku tidak tahu obat apa yang kamu berikan pada para pria di luar sana hingga mereka jatuh hati padamu. Tapi kamu harus ingat, putra mahkota adalah milikku. Aku akan menjadi permaisuri di masa depan. Setelah itu, aku akan membuatmu dan raja perang berpisah, membiarkan kalian berdua bekerja untuk kekaisaran tanpa henti," tuturnya panjang lebar seraya berdiri arogan. Ia menyesap tehnya sedikit dan menatap gaun yang cukup terbuka di tubuh Li Chang Su.
Benar-benar rubah betina! Batin Rongyu tidak terima. Jelas-jelas tubuhnya lebih bagus karena sihir mandi darah. Bagaimana bisa gadis itu bahkan memiliki lekukan tubuh yang bagus?
Dari awal sampai akhir, Li Chang Su sama sekali tidak menanggapi. Hal tersebut membuat Rongyu berwajah gelap dan kesal sendiri. Ia seperti sedang bicara dengan angin.
"Li Chang Su! Apakah kamu mendengar Putri ini berbicara?" tanyanya agak keras.
__ADS_1
Akhirnya Li Chang Su menoleh dan menaikkan sebelah alisnya ke arah Rongyu. "Apakah Putri Li baru saja berbicara denganku?" Suaranya begitu polos seolah-olah tidak pernah mendengar Rongyu bicara sebelumnya.
Dikarenakan Rongyu sudah menjadi istri sah putra mahkota, jadi dia memanggilnya 'Putri Li' sesuai dengan nama Mu Lizheng. Ia hanya memandang Rongyu yang menahan dirinya agar tidak marah di depannya. Sepertinya, sihir mandi darah itu sungguh memiliki beberapa pantangan yang cukup fatal.
Rongyu memegang cangkir tehnya dengan ekspresi tidak terduga. Gadis ini benar-benar sengaja mempermainkannya.
"Apakah kamu mendengarku sebelumnya?" tanya wanita itu.
"Ya. Tapi karena Putri Li tidak menyapa lebih dulu, aku berpikir jika kamu sedang bicara dengan orang lain," jawabnya datar.
Rongyu ingin memuntahkan darah lamanya. "Katakan padaku, apakah kamu yang melakukannya?"
"Hm? Melakukan apa?" Gadis itu mengerutkan keningnya, terlihat seperti tidak mengetahui apapun.
"Jangan berpura-pura bingung di sini. Kamu pasti melakukannya bukan?"
"Putri Li harus jelas ingin menanyakan apa padaku agar tidak ada kesalahpahaman. Apa yang sebenarnya ingin ditanyakan oleh Putri Li?" Li Chang Su masih memiliki nada yang biasanya, santai serta terlihat tidak tahu apapun.
Rongyu akhirnya menyimpan cangkir tehnya dan melihat kedua tangan di depan dada. "Kamu yang mengubah cap segel raja perang dengan cap segel putra mahkota bukan?"
Akhirnya Li Chang Su terkekeh. "Sebenarnya apa maksud Putri Li dengan menanyakan ini? Mengubah cap segel raja perang? Bukankah cap segel raja perang selalu ada di tangan di Istana Raja Perang? Bagaimana mungkin bisa hilang? Ataukah Putri Li tahu sesuatu tentang masalah tersembunyi?"
"Aku—" Rongyu ingin mengatakan sesuatu. Namun ia melihat senyum Li Chang Su yang terlihat manis dan tidak berbahaya. Justru inilah yang dikhawatirkan. Gadis itu tahu sesuatu.
Secara tidak langsung, bukankah dia mengakuinya? Dia khawatir jika Li Chang Su benar-benar tahu segalanya maka akan mengadu pada Mu Xianzhai. Hal tersebut juga akan memicu badai. Mu Xianzhai bukan orang bodoh. Mana mungkin tidak tahu kebenaran di balik surat yang diberi cap segel itu.
Ia menggertakkan giginya dan menatap Li Chang Su dengan ekspresi mengerikan sebagai wanita yang jahat. Ini pasti ulah gadis itu. Dia benar-benar tidak tahu jika Li Chang Su memiliki banyak kemampuan.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya ingin dikatakan Putri Li?" Li Chang Su bertanya lagi.