
UNTUK WAKTU yang cukup lama keduanya bertautan bibir hingga Li Chang Su hampir kehabisan oksigen di paru-parunya. Pria itu akhirnya melepaskan tautan bibir dan menyingkirkan gaun yang masih menghalangi sebagian pemandangan indah di depannya.
Li Chang Su merasakan hawa dingin membelai tubuhnya. Dia memerah lagi dan lagi hingga Mu Xianzhai bermain cukup kasar malam ini.
"Mu Xianzhai, ini bukan percintaan manis suami dan istri! Ini pemerkosaan!!" Gadis itu protes.
"Su'er ... Kamu belum melihat seperti apa hebatnya Raja ini," bisik pria itu tidak peduli, wajahnya juga sedikit memerah.
"Kamu baj*ngan tak tahu malu!!"
Tiba-tiba saja gadis itu tidak menginginkannya lagi dan justru khawatir jika Mu Xianzhai tidak akan melepaskannya dengan mudah. Dia mendorongnya pergi dan mundur dengan cepat seraya mengambil gaunnya. Namun Mu Xianzhai tidak membiarkan itu terjadi dan mencibir diam-diam. Istrinya ingin melarikan diri setelah membuat api di perutnya.
Dia dengan mudah menarik pergelangan kaki Li Chang Su. Gadis itu hampir memekik keras saat Mu Xianzhai sudah menangkapnya kembali. Wajahnya memerah dan panas. Dia menyesal karena memulainya lebih dulu. Tangan dingin Mu Xianzhai menyentuh punggungnya. Dia agak tidak nyaman.
Ia hanya ingin berteriak dan melarikan diri. Tapi tidak mungkin baginya untuk pergi. Jadi mau tidak mau, Li Chang Su hanya menahan dirinya untuk tidak mengutuk Mu Xianzhai.
Penjaga gelap yang menjadi kusir pun berusaha untuk tidak menghiraukan apa yang dilakukan keduanya di dalam. Bahkan mereka yang berada dalam bayang-bayang pun sedikit canggung. Tuan mereka sedang memulai lagi.
Hingga setelah waktu berlalu cukup lama, Mu Xianzhai mengampuni Li Chang Su. Dia khawatir terjadi sesuatu pada tubuh istrinya jika dia bermain terlalu lama. Namun dia selalu menyukai penampilannya yang memerah dan terlihat jinak.
"Su'er ... Lagi-lagi kamu mencakar punggungku," bisik pria itu sedikit menyipitkan matanya. Napasnya sedikit terengah-engah. Dia meraih tangan tangan gadis itu, kukunya ternyata cukup panjang. Setelah sampai di barak militer, dia harus memotong kukunya ini.
Li Chang Su segera menarik tangannya kembali. "Jangan berpikir untuk memotongnya."
"Ini mencakar," katanya.
"Salahkan dirimu!" Dia mendengus dan meminta pria itu untuk menyingkir dari tubuhnya. Wajahnya masih memerah.
"Oh, bukanlah Su'er baru saja menikmatinya?" godanya.
"Mu Xianzhai! Berhentilah menggodaku dengan cara tak tahu malu. Siapa yang menikmatinya? Kamu hanya baj*ngan!" Gadis itu memukul bahu pria itu dan memintanya untuk menyingkir.
__ADS_1
Tapi Mu Xianzhai justru semakin merasa jika istrinya masih belum cukup untuk dihukum. "Su'er ... Kamu benar-benar berbohong. Ternyata kamu belum menikmatinya terlalu lama, bagaimana jika kita melanjutkannya?" Pria itu menyentuh wajah istrinya dan mencubit dagunya.
Ekspresi Li Chang Su berusaha total. Dia menggelengkan kepala dan berkata jika itu sudah cukup. Dia hanya bercanda. Tapi Mu Xianzhai tidak percaya hingga menghukumnya lagi cukup lama kali ini, mencoba untuk sedikit bermain-main dengan tubuhnya.
Dan dini hari itu ... Keduanya hanya tidur sebentar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari terbit dari ufuk timur. Pagi ini salju tidak turun dan perjalanan perbatasan negara berjalan dengan baik. Karena kuda-kuda telah berjalan sepanjang malam, mau tidak mau mereka mengambil istirahat lebih dulu dan memberi makan para kuda.
Li Chang Su masih tertidur setelah kelelahan semalam. Tapi Mu Xianzhai terlihat baik-baik saja saat keluar kereta untuk membuat sarapan. Mu Hongzhi dan Lict merenggangkan otot-otot tubuh yang kaku lalu membuat api unggun untuk memanaskan air.
"Sepupu, di mana sepupu ipar?" tanya pria itu.
"Dia masih tidur. Kelelahan setelah membahas ide semalam," jawab Mu Xianzhai enteng. Dia tidak mungkin memberi tahu apa yang terjadi setelah membahas rencana dengan istrinya.
"Benarkah? Setahuku, Senior Su selalu bangun lebih awal bahkan jika baru tidur dini hari." Lict merasa curiga dan menyipitkan matanya.
Laki-laki itu segera menampar bibirnya dan berpikir jika semalam keduanya ... Lupakan. Dia akhirnya mengerti. Tapi kenapa Mu Hongzhi terlihat seperti pria polos yang tak tahu apa-apa?
Di dalam kereta, Li Chang Su mengerutkan kening, berpindah posisi tidur dan merasakan hawa dingin menyusup dari sela-sela jendela dan tirai. Ada bekas merah di tubuhnya, semua ini gara-gara Mu Xianzhai. Hanya memikirkan saja, dia marah.
Li Chang Su segera bangun dan pergi ke ruang arteri untuk mandi. Lalu mengganti gaunnya dengan yang baru. Setelah itu muncul lagi di dalam kereta. Untung saja pria itu tidak memberinya tanda merah di leher. Jika sampai terjadi, dia tidak tahu bagaimana harus menutupinya.
Saat aroma sup tercium, Li Chang Su akhirnya keluar kereta dan bergabung dengan mereka. Dia menatap Mu Xianzhai dengan kebencian tidak nyata. Pria ini sungguh hooligan!
"Sepupu Ipar ... Apakah tidurmu nyenyak?" tanya Mu Hongzhi seraya mengambil sup ikan bagiannya.
"Yah, cukup nyenyak," jawabnya agak tidak rela. Di mana dia tidur nyenyak? Hanya kurang tidur gara-gara pria itu menggerayanginya sepanjang malam.
"Kali ini perbatasan sudah dekat. Beberapa binatang mutasi mungkin akan menyerang kita. Kalian harus berhati-hati." Mu Xianzhai memperingati mereka. Dia baru saja mendapatkan surat balasan dagi barak militer jika serangan binatang mutasi sedikit berkurang.
__ADS_1
"Apakah pangeran kedua yang memimpin?" tanya Li Chang Su.
"Kondisinya mulai membaik akhir-akhir ini sehingga dia datang secara pribadi. Jika bukan karena Su'er yang membantunya untuk penyakit jantung itu, mungkin dia masih di bawah tekanan putra mahkota," jawab Mu Xianzhai seraya tersenyum dan menyerahkan semangkuk sup ikan pada istrinya.
Lict hampir saja tersedak air sup. "Apa? Putri Xian mengurus penyakit jantung?"
"Ya." Gadis itu mengangguk.
"Apakah dia tidak perlu operasi?"
Gadis itu menggelengkan kepala. "Untungnya tidak. Aku memiliki caranya sendiri. Pengobatan Tiongkok lama."
"Tidak heran. Obat kuno masih bagus untuk penyakit berat. Tapi aku tidak tahu kamu sudah mencobanya pada orang lain di zaman ini." Lict merasa bangga dan memberi sepuluh jempol jika memilikinya.
"Itu wajar."
"Apa saja yang mereka katakan dalam surat balasan?" tanya Mu Hongzhi.
"Para binatang mutasi cahaya yang mengungsi di dekat barak militer membantu. Sehingga hal ini lebih mudah. Tapi bukan ide jangka panjang," jelas Mu Xianzhai seraya memikirkan bagaimana bisa para binatang mutasi kegelapan menerang perbatasan negara Bingshui.
Mu Xianzhai sudah meminta seseorang untuk memeriksa beberapa perbatasan negara lain, apakah mengalami hal serupa atau tidak. Dia tidak yakin jika para binatang mutasi kegelapan menyerang Negara Bingshui karena naga perak yang tertidur.
Setelah mereka sarapan, perjalanan dilanjutkan. Kali ini Li Chang Su dan Mu Xianzhai kembali berbicara serius tentang rencana semalam. Seperti yang diduga Mu Xianzhai, para binatang mutasi kegelapan mulai mengincar mereka hingga menghambat perjalanan.
Lict dan Mu Hongzhi harus turun dari kereta dan menggunakan pedang untuk membunuh para binatang mutasi kegelapan. Dengan dibantu para penjaga gelap, mereka menyingkirkan setiap binatang mutasi kegelapan yang ditemui.
Li Chang Su dan Mu Xianzhai tidak ikut andil dalam pertarungan itu. Keduanya adalah raja dan wanghao, tidak mungkin para penjaga gelap membiarkan keduanya bertarung.
Barulah saat mereka tiba di perbatasan, beberapa prajurit dan jenderal segera menyambutnya dengan ketat. Bahkan pangeran kedua—Mu Peizhi juga menyambut di paling depan.
Pria berjubah putih tulang itu memakai jubah hangat berbulu serigala salju. Lalu tersenyum pada Mu Xianzhai dan Li Chang Su yang keluar dari kereta.
__ADS_1
"Saudara ketiga, Xiao Li, selamat datang kembali," sambutnya.